Laman

Selasa, 19 Oktober 2010

Painter Of The Wind (Episode 4)

Episode 4 diawali dengan penggalan terakhir adegan di episode 3. Ketika Hong-do menjatuhkan tubuh Yoon-bok ke dalam sungai. Maksudnya adalah untuk memberikan relaksasi kepada Yoon-bok. "Kau benar-benar bodoh!" ujar Hong-do sambil duduk di atas batu. "Kau membuat kepalaku pusing!"

"Bagaimana di sana? Segar bukan airnya?" Hong-do terus saja mengoceh, namun ia segera tersadar bahwa Yon-bok tenggelam.

Hong-do membawa Yoon-bok ke Tabib. Tabib bilang bahwa ia akan baik-baik saja. "Dia tidak akan mati!"

"Lalu bagaimana apakah ia akan bisa terus melukis?" tanya Hong-do terlihat cemas

"Sebelum dia memulai untuk melukis, ia harus terbiasa rutin membuka tutup tangannya setiap hari, pagi, sore dan malam," saran sang tabib sambil mencontohkan dengan gerakan tangannya yang membuka tutup. "Seperti ini!" Dan jagalah agar tangannya tidak kak kata sang Tabib kemudian.
Tak lama, ketika Yoon-bok bangun, Hong-do membawanya ke tempat Joong-Sok lalu berkata, "Selama tanganmu masih seperti itu, jangan pergi kemana-mana. Tetaplah di tempat ini sampai tanganmu sembuh," ujar Hong-do. Yoon-bok berkata, bahwa dia tidak membutuhkan itu. Hubungan mereka adalah guru dan murid jadi dan dia ingin agar Hong-do tidak mencampuri urusannya. Dia tidak berpikir akan kembali ke Dohwaseo dan tidak akan memanggil Hong-do "guru" lagi. "Aku akan jalani hidupku sendiri, "Kim Hyung!" ujar Yoon-bok kepada gurunya. Hong-do terkejut dan menyuruh Yoon-bok masuk untuk bicara. Tapi gadis itu menolak dan mengulangi panggilannya kepada gurunya "Kim Hyung!" dan pergi.

Hong-do, bagaimanapun tidak akan membiarkan gadis itu pergi, dan ketika Yoon-Bok berjalan pergi Hong-do mengingatkan gadis itu bahwa, dengan kondisi tangannya, tidak seorang pun yang akan memakai atau mengambilnya. "Pilih salah satu, ikut aku, atau pulang ke rumah." Lalu Yoon-Bok pun mengikuti gurunya. Hong-do merasa menang dan terlihat senang.

Sementara ayahnya Yoon-bok meminta kepada Hong-do untuk membujuk Yoon-bok agar bisa kembali melukis lagi. Di kamarnya, Yoon-bok membiarkan makan malamnya menjadi dingin. Joong-Sok membujuknya agar segera makan, tapi Yoon-bok menolaknya dengan keras.

Tanpa diduga, Yon-bok mendapat kunjugan spesial dari Young-bok.


"Wajahmu terlihat kurus," ujar Young-bok penuh perhatian. Lalu Young-bok memperlihatkan sesuatu yaitu sebuah bubuk cat dari Danhongso.

"Apa ini?" tanya Yoon-bok

"Lihat saja," jawab Young-bok.

"Warna ini terbuat dari kelopak melati,"

"Apa yang spesial?"

"Lihat dengan baik! Ini khusus digunakan untuk lukisan dengan kualitas tinggi."

Lalu mereka mereka berdua melewati malam, bercakap-cakap tentang pembuatan bubuk cat itu. Young-bok juga meyakinkan kepada adiknya bahwa cat itu juga dibuat olehnya di Danchongso. Young-bok juga berusaha untuk memberikan semangat terbaik kepada adiknya. Dia berkata kepada adiknya bahwa dia tidak perlu merasa khawatir atau merasa bersalah atas keadaannya. Kemudian Young-bok meminta agar adiknya menggunakan bubuk cat ini untuk melukis. Yoon-bok sangat tersentuh dengan isyarat yang diberikan kakaknya.

(Kupikir, Yoon-bok pasti tahu kalo Young bok suka sama adik tirinya).

Lalu Young-bok memohon kepada Hong-do agar gurunya menjaga adiknya. Tapi kemudian gurunya melihat tangan Young-bok. "Apakah tanganmu baik-baik saja?" Young-bok lalu menarik tangannya. "Yya guru, aku baik-baik saja," ujarnya sambil membayangkan kenyataan hidup di Danchongso. Bahwa dia sebagai anak baru dipukuli dan sangat menderita. Tapi semua dilakukannya demi adiknya. Ketika ia mengambil sebuah bulu kuas, sambil berkata, "Kau akan tetap melukis dengan baik, Yoon-bok!" (Huaaa di sini sedih deh.. hiksss manis banget sih perjuangannya Young-bok)
Sementara, Raja Jeong-jo mengadakan pertemuan dari China, dari orang yang memberikannya hadiah. (salah satunya dari Jeong-soon yang ada di episode 1). Dan sekarang ia kembali untuk memberikannya hadiah dan dia memerintahkan agar Dohwaseo mengirim lukisannya ke China.

Bagaimanapun, Byeok-soo telah memesan beberapa pelukis. Ia tidak mengikutsertakan Hong-do karena ia ingin mengirim kembali Hong-do ke Pyeongyang.

Ketika Hong-do pergi untuk menkonfirmasinya, Byeok-soo berkata bahwa setelah dia menyelesaikan misinya, maka Hong-do harus pergi. Hong-do bertanya kepadanya apakah Byeok-soo takut padanya, Tapi Byeok-soo tidak menjawab.

Hong-do mendeklarasikan bahwa dia tidak dapat pergi, dan bahwa dia berbeda sejak 10 tahun yang lalu ketika gurunya yang mati

Hong-do pergi mengunjungi Yoon-bok, yang masih tidur. Dia lalu menariknya keluar dan mereka berjalan-jalan ke pasar. Mereka melakukan banyak hal seperti minum, makan, atau mencoba kacamata. Menonton sabung ayam dan melihat-lihat barang-barang yang cantik.

Hong-do: “Apakah kau berpikir ayam jantan itu tahu kenapa mereka diadu?”
Yoon-bok: “Apa?”
Hong-do: “Apakah kau tidak tahu mengapa kau memakan makanan sebagai makanamu? …Bagi pelukis, Lukisan adalah makanan. Makanan! Kau tidak dapat makan karena kau tidak melukis. …Lalu jangan berpikir tentang sesuatu yang besar, tetaplah melukis. Karena itu akan memperlihatkan kepadaku bahwa kau terlahir untuk itu."

Hong-do membawa Yoon-bok untuk kembali ke rumah dimana Yoon-bok tinggal, dan mereka menggores kuas di kanvas yang besar. Mencari kertas yang besar, dan mulai melukis beberapa orang, Hong-do bertanya, “Dapatkah kau melihatnya?”. Yoon-bok tidak dapat melihat apapun, bagaimanapun ia berkata kepadanya bahwa segala sesuatu yang mereka butuhkan adalah kesiapan kertas, lalu itu bisa membuat sesuatu yang sama dengan melukis gambar yang sudah ada.

Hong-do berbalik memperlihatkan lukisannya kepada gadis itu. – Melukis perlahan seorang lelaki tua dengan kuasnya. Dan ketika selesai, dia bertanya kepada Yoon bok, "Dapatkah kau melihatnya?"

Yoon-bok masih belum melihat pointnya, dan Hong-do pun melanjutkan lukisannya dan mengulang untuk kesekian kalinya pertanyaan ketika ia menyelesaikan lukisan seseorang yang lain. 'Dapatkah kau melihatnya?'

"Apakah orang-orang yang anda lukis itu, adalah orang-orang yang tadi kita lihat di pasar?" "Yup! Benar sekali!" Lalu Hong-do menjelaskan tentang melukis. (Aku agak kurang ngerti tentang lukisan jadi aku nggak bisa menghafalnya. Yang pasti Hong-do menjelaskan bahwa Yoon-bok harus tau prinsip-prinsip melukis.) Ketika menjelaskan ada hubungan yang sangat dekat antara guru dengan muridnya.

Akhirnya Yoon-bok memulai untuk memanggil Hong-do dengan panggilan "guru" lagi. Hong-do memegang lilin dan berkata : “Seperti jalanan dengan satu lilin yang menciptakan beberapa bayangan, satu garis dapat berupa beberapa bentuk yang berbeda. Jika kau dapat melihat bayangan-bayangan itu, kau akan bisa membuat segalanya dengan lukisanmu.”

Ketika Hong-do menjelaskan, yang ia bayangkan adalah ayahnya. Ketika ayahnya berkata kepada Yon-bok muda tentang kata-kata yang sama. Hong-do menyerahkan kuasnya lalu bertanya, "Maukah kau melukis?"
Inilah moment yang manis, ketika Hong-do menggenggam tangan Yon-bok dan menuntunnya melukis sambil berkata, "Jangan takut,". Dan teruslah Hong-do menuntun tangan Yon-bok melukis.

Wuuiii! romantis deh kalo ditonton benerannn.... (yang aku bingung, mangnya Hong-do tau ya kalo Yoon-bok itu perempuan? Kayaknya kalo dia nggak tau nggak mungkin, karena nggak mungkin Hong-do memperlakukan laki-laki spt itu, karena hubungan mereka sangat dekat)

Pokoknya saat mereka melukis bareng sangat-sangat romantis. Tatapan mata Yoon-bok yang terlihat gugup, ketika Hong-do tidak sengaja menginjak kakinya, lalu ketika mereka jatuh dengan posisi terbaring bersama-sama. Dan ketika kepala mereka saling beradu. Apalagi ketika Hong-do mengejar Yoon-bok karena menjatuhkan tinta dan mengotori lukisan yang telah dibuat oleh Hong-do. Pokoknya romantis bangett... Dan sountracknya itu lohhh bikin suasanya jadi lebih romantisss.. tis..

Pagi harinya, Yoon-bok bangun terlebih dahulu. (Posisi mereka tidur lucu banget, masa kaki Hong-do ada di atas badannya Yoon-bok. Jadi posisi mereka tidur, kaki ketemu kaki) Mereka telah menyelesaikan lukisannya, dan Yoon-bok terlihat salah tingkah ketika melihat Hong-do yang masih tertidur dan berisyarat serta mengenggam tangannya sambil berkata, "Terima kasih, guru." Dia meletakkan tangan Hong-do ke dahinya danbersamaan itu Joong-Sok datang, dan menyaksikan kejadiannya. Yoon-bok buru-buru mengalihkan tindakannya dengan berpura-pura menguas jarinya sendiri.

Saat sarapan, dia menghabiskan sarapannya dengan begitu tergesa-gesa. Ia mempunyai semangat baru dalam dadanya. Cara makannya seperti orang yang tidak makan selama satu tahun.

"Hei! Bahkan kau memakan bagianku!" ujar Hong-do. Joong-Sok tertawa.

Byeok-soo tengah mempresentasikan dengan semua lukisan yang diajukan oleh seluruh anggota Dohwaseo, yang disiapkan untuk dikirim ke China sebagai hadiah, tapi Raja menolak setiap pengajuan yang diperlihatkan kepadanya. Raja menkritik dan mencela semua lukisan yang ditunjukkan padanya.

"Ini lukisan Jin Jae dari Korea!" ujar Byeok-soo. "Tidak! Lukisan ini terlalu banyak warna dan terlalu vulgar. Apakah kau tidak melihatnya?"

Lalu Raja Jeong-Jo bartanya, "Aku tidak melihat lukisan Hong-do di sini?" tanya Raja. Namun Byeok-soo menjawab bahwa Hong-do akan kembali ke Pyong yang, karena itu ia tidak ikut berpartisipasi dalam pengajuan lukisan.

Raja heran. "Tidak berpartisipasi?"

"Ya, tuanku!" jawab Byeok Soo. Tapi, Hong-do kemudian datang ke istana dengan pengajuannya sendiri--Ia menggelar lukisannya yang dibuat buat malam tadi bersama Yoon-bok. Lukisan besar yang terpecah menjadi beberapa bagian yang jika disatukan akan membentuk sebuah gambar.

(Woww beda banget sama lukisan-lukisan yang kecil-kecil tadi) Ini adalah pekerjaan yang sangat luar biasa, "Kumpulan Dewa" oleh Kim Hong-do. Jeong-jo langsung menyukainya dari pertama melihatnya. Sangat natural dan mendeklarasikan bahwa lukisan ini yang akan dikirim ke China. Namun sangat disesalkan pada waktu yang sama bahwa dia tidak akan lagi melihat lukisan ini.

Sebagai hadiah, Jeong-jo berkata kepada Hong-do bahwa dia akan menyetujui apa pun permohonannya. Lalu Hong-do berkata bahwa ia tidak menyelesaikan lukisan ini sendirian. Ia dibantu oleh seorang murid yaitu Yoon-bok. Dia ingin Yoon-bok bisa dipromosikan untuk masuk lagi ke sekolah seni. Jeong-jo bertanya kepada Byeok-soo tentang pendapatnya. Dan Byeok-soo berkata bahwa Yoon-bok telah meninggalkan Dohwaseo, maka dari itu adalah kesalahan besar jika Dohwaseo menerima kambali dengan mudah. Lalu Jeong-jo menawarkan kompromi. JikaYoon-bok dapat melewati ujian kerajaan, maka ia akan dipromosikan. Namun jika tidak, maka ia tidak akan dipromosikan dan Hong-do harus kembali ke Pyeongyang.

Hari ujian pun tiba. Hanya satu orang yang dapat melewatinya (Ya iyyalah). Mereka punya waktu dua puluh empat jam untuk menyelesaikannya. Siapa yang akan menjadi pemenang?? Kita lihat saja nanti!

Hhhh dasar memang Yoon-bok sukanya ngelukis perempuan, akhirnya Jeong Hyang. Setelah ia memikirkan kata-kata gurunya, "lukislah sesuatu yang hidup," lalu muncullah ide itu. Bahkan ia akan melukis wanita tanpa pakaian. Hmm (itu kata-katanya ketika mengakali seorang wanita agar bisa mengambil pakaiannya)
Lalu dia menyamar sebagai wanita (upps dia kan emang wanita??) untuk bisa memasuki area tempat para para wanita mandi, bermain ayunan, bercanda, dan berenang. Di sanalah ia bertemu dengan Jeong Hyang.

Adegan berakhir dengan kejar-kejaran antara para wanita dan Hongdo bersama Yoon-bok karena ketahuan kalo Yoon-bok itu menyamar sebagai wanita yang mencuri pakaian seorang perempuan (Heii dia emang wanita!!)

Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...