Laman

Rabu, 27 Oktober 2010

Chuno (Episode 4)


Seol Hwa sedang berusaha menghalangi-halangi kepergian Dae Gil, ketika EopBook mengarahkan senapannya pada Daegil. Eop buk akhirnya menarik pelatuknya, tembakannya menganai dahi dae Gil. Dae gil jatuh dari kuda dan terkapar di tanah tak sadarkan diri. Seol Hwa, Choi dan Wang son mengerubutinya. Tak lama kemudian Dae Gil sadar kembali. Dia langsung berkata arah dan jarak orang yang menembaknya. Dia meminta Wangson dan Choi bergerak bersamaan ke utara dan menyergapnya dari arah kiri dan kanan. Wangson dan Choi bak jagoan lari cepat melompati barang-barang dan bahkan naik ke atas atap mengejar penembak gelap.

Para budak itu sudah merencanakan penembakan dengan matang. Mereka telah merencanakan dengan matang dan bekerja sama. Setelah menembak dan mendapat kode dari si wanita, eopbuk turun dan dibantu temannya menyembunyikan senapan di tumpukan kayu dan ranting yang dibawanya. Dalam waktu hampir bersamaan Wang Son dan Choi datang ke lokasi. Tapi mereka tidak curiga pada budak lewat yang menggendong kayu.

Luka dae Gil dirawat oleh tetangganya yang suka merawat kuda. Katanya tidak ada bedanya mengobati kepala kuda dan kepala manusia. Dia juga minta bayaran dari Dae Gil. Dae gil kesal dan mengancamnya dia bisa kena sanksi jika ketauan mengambil bayaran padahal bukan seorang tabib. Dua wanita tentangganya yang naksir Choi lega begitu tahu Choi tidak terluka apapun.Wanita yang senior menghampiri rumah dae gil, dia khawatir karena pekerjaan mereka yang mempertaruhnya nyawa. Dia lalu menawarkan akan memaksakan ayam untuk choi. Dae Gil mengeluh dia yang sakit tapi Choi yang akan diberi makan.

Wang Son tiba-tiba juga khawatir bahwa senior2nya Choi dan Dae Gil bisa kapan saja meninggal dunia. Dia meminta Dae Gil membagikan tabungan mereka yang selama ini disimpannya. Choi memarahi Wang Son. Choi dan Dae Gil berkonsentrasi untuk mengatahui siapa kira-kira dalang dan orang yang berani menembak mereka. Mereka sempet juga mencurigai Cheon Ji Ho seniornya. Choi sempat khawatir ini suatu konspirasi yang berhubungan dengan Song Tae Ha.

Wang Son pergi ke luar karena terus ditegur senior seniornya. Di luaran sudah tersebar berita Dae Gil tertembak malah ada orang yang mengiranya mati.

Di suatu tempat, Un Nyun merawat luka Tae Ha.


Tae Ha sedang tidak sadarkan diri, tetapi dia masih memegang erat goloknya. Un Nyun berusaha menyingkirkan golok itu, tapi genggaman Tae Ha terlalu kuat.


Dalam keadaan pingsan itu Tae Ha teringat masa lalu saat dia melawan para prajurit Cina yang menyerang rumahnya. Dia sedih melihat mereka telah membantai istri dan anaknya. Ternyata bayinya masih bernafas dia menggendong di belakang dan bertempur sendirian melawan para prajurit Cina. Stelah selesai dia mendapati bayinya tidak bernyawa lagi dia menangis pilu dan menjerit.
Tae Ha mengigau dalam pingsannya. Un Nyun memegang tangannya. Tae Ha terbangun dan refleks mencengkram leher Un Nyun (kasihan prajurit emang sering mimpi buruk serasa perang terus).


Un Nyun kesakitan dan sulit bernafas, tae ha akhirnya sadar dia minta maaf karena ini kesalahannya.
"Tempat apa ini", tanya Tae Ha
"gua terpencil di kuil budha", jawab Un nyun
Rahib datang, Tae Ha berniat pergi dari situ tapi dia kembali terjatuh, badannya masih lemas karena terluka.Mereka meminta Tae Ha bersabar dan istirahat

Di ibukota pejabat Lee Gyeong Shik yang juga ayah mertuanya Hwang Chul Wong membicarakan tentang lolosnya Tae Ha. Mereka mengira Tae Ha akan ke pulau Jeju membawa anak mendiang Putra Mahkota. Hwang Chul Wong diminta mencari Dae Gil. Hwang Chul Wong sebenernya agak ragu dia ingat dulu Tae Ha pernah menolongnya dalam pertempuran. Dia merasa pernah berutang nyawa pada Tae Ha.

(episode2 awal kita melihat Hwang Chul Wong sebagai orang jahat. tapi episode ini ditunjukkan sisi lain dari Hwang Chul Wong, dia menikahi wanita dengan down syndrome, merasa berhutang nyawa, juga makan di rumah kecil seorang ibu (ibu kandung atau pengasuh?) mendengar nasehanya dan memberinya uang.)

Untuk memaksa menantunya Lee Gyong Shik terpaksa menyuruh anakbuahnya menangkapnya. anak buahnya kaget. Hwang Chul Wong akhirnya ditangkap di penjara dia sudah ditunggu musuh/budaknya dulu mau balas dendam. tapi mereka dengan mudah dikalahkannya.


Dae Gil dibawa menemui seorang pejabat (Lee Gyong Shik) dia menyuruh Dae Gil menangkap Tae Ha, jika berhasil akan memberinya uang banyak jika tidak nyawa Dae Gil taruhannya. Dia melemparkan uang pada Dae Gil sebagai persekot.

Dae Gil berkata pada teman-temannya bahwa dia akan mendapat bayaran besar jika mereka berhasil misinya kali ini mengejar Tae Ha. Mendengar uang jumlah besar Wang Son begitu semangat.
Choi sempat ragu karena Dae Gil berurusan dengan bangsawan/pejabat. Menurutnya para pejabat itu tak bisa dipercaya.


Akhirnya mereka memutuskan berangkat juga. Choi menyiapkan tameng rompi untuk mereka bertiga.
Mereka disertai Seol Hwa pergi naik kuda. Wang Son membonceng Seol Hwa. Dae Gil membawa mereka ke makam putra mahkota. Dia mengira Tae Ha pasti kemari. Dari jejak yang ditinggalkan, Choi menebak Tae Ha pernah ke sini satu hari setengah yang lalu. Dae Gil menemukan tumbuhan untuk mengobati luka di tempat itu. Dia pamer pada Choi bahwa Tae ha terluka berarti dia menang di pertarungan terakhir.


Tae Ha bangun dari istirahatnya, Dia lalu berjalan-jalan di sekitar kuil dan memandangi Un Nyun yang sedang berdoa di kuil. Dia mulai terpesona dengan kecantikan Un Nyun.


Tae Ha kemudia pamit pergi pada rahib dan Un Nyun. Rahib mendoakannya. Un Nyun berkata lukanya masih basah Tae Ha harus berhati-hati. Tae Ha rasanya mulai berat meninggalkan Un Nyun.


Tae Ha turun gunung dan mengganti bajunya. Dia bertemu dengan orang-orang (anak buah kakaknya) yang sedang mencari Un Nyun . Dia membawa lukisan Un Nyun dan bertanya pada tae ha apa dia pernah melihat wanita ini. Tae ha berbohong dia berkata tidak.
Beberapa anak buahnya dilukai wanita yang juga mencari un nyun (wanita misterius suruhan suaminya).


Dae Gil, Wang Son dan Choi menyamakan kompasnya mereka menuju ke gunung (ke kuil budha sepertinya) tapi menyebar dari arah berlainan. Dae Gil meminta teman2nya jangan lengah kali ini karena lawan mereka tangguh.


Un Nyun di depan rahib melakukan ritaul potong rambut untuk melupakan masa lalu yang masih membebaninya (tentang dae gil. kemungkinan kemaren peringatan kematian Dae Gil versi Un Nyun). Suruhan kakaknya (baek ho mungkin namanya?) menemukan Un Nyun di kuil. Dia meminta nonanya (Un Nyun mematuhi perintah kakaknya Wong Ki Yoon .


Un Nyun menolak dia mengancam anak buahnya yang berani menyentuhnya. Mereka tetap akan membawanya.
"Suami Anda juga menyuruh orang untuk mencarimu, kami akan menjaga Anda", dia membawa Un Nyun setengah memaksa
Un Nyun menolak digiring.
Song Tae ha muncul kembali dia menghadang mereka
"Bukan laki-laki namanya jika memaksa seorang wanita!"
"Jangan ikut campur urusan kelompok kami", baek Ho membalasnya.
Tae Ha tidak tega melihat Un Nyun digiring seperti itu. Dia akhirnya menjatuhkan anak buahnya dan melawan Baek Ho.Tae Ha berhasil menjatuhkan Baek Ho.
Stelah berhasil Tae Ha ingin pergi lagi tapi dia kembali berat meninggalkan Un Nyun. akhirnya Tae Ha mengajak Un Nyun pergi bersamanya, mereka bergegas pergi dari situ. Un Nyun sempat tersandung karena terburu-buru. tae ha spontan memegang tangannya . Un Nyun masih risi dia menarik tangannya kembali. Untuk selanjutnya Tae Ha memberikan ujung tongkatnya untuk dipegang Un Nyun

Choi, Wang Son dan Dae Gil bertemu di deket kuil mereka belum berhasil menemukan Tae Ha, mereka ke kuil Tae ha juga tidak ada di sana.
Mereka mengejar Tae ha naik kuda. Seol Hwa ingin bersama Dae Gil. Seol hwa memeluk Dae Gil erat-erat yang sedang memacu kudanya.

Tae Ha menyewa perahu dan naik perahu bersama Un Nyun. Dae Gil menemukan Tae Ha sedang naik perahu. Dia memanah Tae Ha dari pinggir sungai. Tae Ha menghadangnya dengan goloknya. Un Nyun menunduk ketakutan. Tae Ha melindungi Un Nyun di belakang tubuhnya. Dae Gil memanah lagi tapi berhasil dipatahkan lagi oleh Tae Ha.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...