Laman

Selasa, 19 Oktober 2010

Hwang Jin Yi (Episode 16)

Sudah tentu, Jeong-han langsung pergi dengan penuh kekecewaan. Namun belum sempat berciuman, Yi Saeng telah menahan Myeong-wol sambil menyebut meski tetap bakal menjadi pelindung, ia berharap supaya tidak dilibatkan dalam kemelut cinta sang majikan.

Begitu kembali ke kediamannya, Myeong-wol terkejut karena mendapati Jeong-han sudah ada didalam. Berusaha untuk tetap membuat bangsawan itu menjauhinya, Myeong-wol langsung mengucapkan perkataan yang begitu dingin dan membuat Jeong-han terdiam dan mulai memikirkan apa yang sebenarnya dirasakan sang gisaeng.

Untuk mengalihkan perhatiannya, Myeong-wol memutuskan untuk lebih serius melatih tarian bangaunya dibawah bimbingan Baek-moo namun yang terjadi ia malah kerap mendapat teguran. Di tempat lain, latihan yang tidak kalah serius juga dilakukan oleh Bu-yong, yang bertekad menguasai tarian genderang ciptaan Mae-hyang demi menunjukkan superioritasnya di depan Myeong-wol.

Meskipun sudah berusaha keras, pikiran Myeong-wol masih terbagi saat berlatih. Namun, ia tetap bersikukuh tidak ingin menemui Jeong-han meski sudah diberi saran. Masalah ternyata cuma tidak dihadapi Myeong-wol, Dan-shim alias Gae-dong kedapatan mengandung janin hasil hubungannya dengan Gae-soo.

Baru saja mulai merasakan ketenangan, Myeong-wol sudah mendapatkan pukulan baru. Saat diminta untuk tampil menghibur, ia mendengar penuturan seorang pejabat yang mengaku seolah mengenal sosok Myeong-wol. Bisa dibayangkan, betapa marahnya sang gisaeng saat tahu pria itu ternyata adalah orang yang telah membuat ibunya menderita selama ini.

Sempat menyiram wajah sang pejabat, belakangan Myeong-wol diberitahu kalau pria itu datang ke tempat kelompok Song Do dan ia beserta sang ibu harus menyambut. Tidak ingin mengecewakan Hyeong-geum yang wajahnya berseri-seri, Myeong-wol terpaksa berpura-pura ramah meski tatapan matanya penuh kebencian.

Ditengah kemarahannya, Myeong-wol sadar bahwa ada satu orang lagi yang mengalami kepedihan hati : guru musiknya yang telah lama memendam cinta pada sang ibu. Ketika ditemui, pria itu memberikan nasehat yang berharga pada Myeong-wol seputar masalah cinta. Namun saat melihat Jeong-han duduk termenung sambil minum arak, Myeong-wol mengurungkan niatnya untuk mendatangi pria yang sangat dicintainya tersebut dan berbalik pergi.

Strategi untuk menghancurkan Myeong-wol kembali dilancarkan Bu-yong, yang dengan perantaraan Gae-soo berhasil membujuk pihak penguasa untuk menarik kembali Jeong-han ke ibukota sekaligus meminta supaya tarian bangau dan genderang dipertontonkan didepan umum. Dengan cepat, Baek-moo langsung bisa menebak semua adalah ulah Bu-yong yang dikenal sangat licik.

Dengan membawa ketulusan hatinya, Bu-yong kembali berusaha merayu Jeong-han, yang hatinya masih terluka akibat diacuhkan Myeong-wol, namun lagi-lagi mendapatkan penolakan. Dalam kegalauannya, pria itu akhirnya beradu kepandaian memanah dengan Yi Saeng yang ternyata melihat semua kejadian. Dengan suara datar, pengawal Myeong-wol itu mengingatkan bahwa apa yang dialami sang majikan sama persis dengan Jeong-han.

Kepergian Jeong-han untuk kembali ke ibukota membuat Baek-moo mengira kalau Myeong-wol bakal berkonsentrasi latihan, namun dugaannya salah. Pasalnya, belakangan sang murid malah memutuskan untuk memacu kudanya untuk menyusul. Mengira kalau usahanya sia-sia, Myeong-wol kembali ke tempat dimana ia pertama kali berkenalan dengan Jeong-han sambil mengenang momen-momen yang telah dilalui bersama.

Siapa sangka, Jeong-han juga berada ditempat itu dan seolah hati mereka telah bertaut. Dengan suaranya yang berat, Jeong-han menyebut lebih baik kehilangan Myeong-wol daripada hanya bisa menjadi sahabat. Sebagai salam perpisahan, Jeong-han ingin melihat dari depan wajah Myeong-wol untuk bisa mengenang perempuan yang begitu dicintainya itu.

Sumber : http://www.indosiar.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...