Laman

Senin, 18 Oktober 2010

Hwang Jin Yi (Episode 10)


Sambil membawa sebotol arak, Ji-ni berjalan dalam keadaan mabuk ke tengah sebuah danau. Mengira kalau gadis tersebut hendak bunuh diri, seorang pria bernama Kim Jeong-han langsung bergegas menyelamatkannya. Namun bukannya berterima kasih, Ji-ni malah marah-marah sebelum akhirnya tertidur.

Oleh seorang pria yang merupakan pengawal pribadinya, Ji-ni langsung dibopong kembali ke kediaman kelompok Song Do. Tidak terasa, empat tahun telah berlalu sejak kisah cintanya yang tragis dengan Eun-ho. Kini, Ji-ni telah menggunakan nama baru yaitu Myeong-wol dan dikenal sebagai salah satu gisaeng jempolan.

Meski begitu, menjadi Myeong-wol mengubah Ji-ni menjadi sosok yang dingin. Tidak cuma berani menantang Baek-moo, ia juga dengan tegas menolak untuk menari lagi. Hebatnya walau punya sejumlah pantangan ditambah sikap yang begitu angkuh, reputasinya sebagai gisaeng kelas satu telah menjadi bahan pembicaraan kaum bangsawan.

Keangkuhan Myeong-wol terlihat ketika tandu yang dinaikinya berpapasan dengan Jeong-han. Sambil memandang rendah, ia menyebut siap menemani pemuda itu asalkan berani dibayar lebih tinggi. Dasar nasib, keduanya kembali dipertemukan ketika Myeong-wol tampil untuk menghibur kalangan bangsawan di sebuah tempat.

Secara mengejutkan, permainan harpa Myeong-wol bisa diimbangi oleh suara seruling Jeong-han. Belakangan, Jeong-han sempat marah besar ketika mendengar Myeong-wol melontarkan permintaan yang mustahil kepada pejabat yang menjadi tuan rumah, hingga akhirnya sadar kalau gisaeng papan atas itu ternyata cuma mempermainkan sang pejabat.

Apes bagi Jeong-han, sikap kasar membuatnya dikejar-kejar oleh pengawal pejabat itu dan nyaris saja mati kalau saja Yi Saeng yang tidak lain adalah pengawal Myeong-wol turun tangan menyelamatkannya. Baru saja tiba di kediaman Myeong-wol, Jeong-han sudah dibawa paksa oleh sejumlah pengawal kerajaan. Siapa sangka, pria berpenampilan lusuh tersebut ternyata adalah salah satu orang kepercayaan keluarga istana.

Rupanya, Jeong-han diberi misi khusus oleh keluarga raja. Dari Mae-hyang, ia mendengar bahwa demi memuluskan niatnya, cuma ada satu nama yang perlu dipertimbangkan : Baek-moo dari kelompok Song Do. Demi niat untuk menyelamatkan aliran musik Joseon, Jeong-han akhirnya meminta kerja sama dari Baek-moo, yang sudah tahu kalau semua adalah bagian dari siasat Mae-hyang, dan Myeong-wol.

Bisa ditebak, Myeong-wol berulah dan menghilang ketika waktu latihan hendak dimulai. Dengan perasaan kesal, Jeong-han langsung menyusul ke kuil dan sempat beradu mulut dengan gisaeng itu. Sayang, kebencian Myeong-wol yang begitu besar terhadap kalangan pejabat membuat usaha Jeong-han sia-sia.

Kembali dengan tangan kosong, Jeong-han sudah pasrah ketika niatnya untuk membujuk seorang pembesar asal negeri Cina bakal menemui kegagalan dan bisa berakibat dihapusnya musik Joseon. Siapa sangka, Myeong-wol muncul sambil membawa harpa yang tidak bersenar. Tidak cuma tampil anggun, Myeong-wol dengan jeli mampu membuat pejabat tersebut terkagum-kagum lewat sejumlah caranya yang unik.

Sumber :
http://www.indosiar.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...