Laman

Selasa, 19 Oktober 2010

Hwang Jin Yi (Episode 14)

Disinilah kehebatan Myeong-wol terlihat. Sempat menjatuhkan pisau yang dipegangnya, ia langsung mengambil sebilah pedang dan melakukan hal yang tidak dibayangkan sebelumnya : menggabungkan tarian bangau yang pernah diajarkan oleh Baek-moo dan tarian pedang.

Kombinasi tersebut kontan membuat Mae-hyang terkejut dan merasa dikhianati, sebaliknya dengan Baek-moo yang tersenyum dan sadar bahwa sikap Bu-yong malah membuat potensi terpendam Myeong-wol keluar. Sambil terus bergerak, Myeong-wol teringat akan masa-masa indah bersama Eun-ho. Begitu tarian selesai, semua langsung memberi tepuk tangan meriah kecuali Jeong-han.

Bukannya memberi pujian, Jeong-han malah membawa Baek-moo, Mae-hyang, Myeong-wol dan Bu-yong ke persidangan. Karena diancam, Mae-hyang tidak bisa berbuat apa-apa selain membela Bu-yong yang berusaha menjatuhkan Myeong-wol. Alih-alih menjadikan gisaeng itu sebagai budak seperti yang telah disepakati pada awalnya, Jeong-han malah memberi hukuman terberat bagi Myeong-wol : kembali sebagai murid Baek-moo.

Mendengar penuturan Bu-yong yang begitu haus kekuasaan sampai menggunakan segala cara, apalagi ketika mendengar kalau Baek-moo menceritakan kisah almarhum Eun-ho pada Jeong-han, Myeong-wol semakin benci terhadap gurunya tersebut. Ia tidak sadar bahwa Baek-moo punya tujuan tersendiri : tidak ingin Myeong-wol terpuruk untuk kedua kalinya karena cinta yang tidak mungkin dicapai akibat perbedaan status.

Yang menyedihkan, Myeong-wol malah salah-paham terhadap Jeong-han dam menganggap pria itu menghukumnya supaya terlihat tegas dan kelak bakal dilirik untuk menempati posisi yang lebih terhormat. Tebakan Baek-moo ternyata tepat, Jeong-han telah jatuh cinta pada Myeong-wol tanpa sadar cinta tersebut tidak akan bisa berakhir bahagia.

Alih-alih menurut kepada Baek-moo, Myeong-wol beralasan tidak bisa latihan karena harus menghibur Gae-soo dan para koleganya. Disana ia kembali berulah, selain banyak minum, gisaeng itu sengaja menguap ketika Gae-soo bermain kecapi, sebuah tindakan yang benar-benar dianggap sangat menghina.

Yang paling kasihan adalah Dan-shim, yang sudah kadung jatuh cinta pada Gae-soo namun ternyata hanya jadi bahan pelampiasan nafsu sang pejabat yang ingin mendapatkan hati Myeong-wol. Sementara itu di kediaman kelompok Song Do, Myeong-wol menyampaikan pergumulan batinnya tentang sosok Jeong-han pada sang ibu Hyeon-geum.

Dengan motivasi baru, Myeong-wol akhirnya memutuskan untuk mulai berlatih dibawah asuhan Baek-moo. Di saat yang sama, Hyeon-geum secara mengejutkan malah bersekutu dengan Gae-soo demi menaklukkan hati sang putri. Tujuannya ternyata cuma satu : menggunakan kekuasaan Gae-soo supaya Ji-ni alias Myeong-wol bisa lepas dari genggaman Baek-moo.

Setelah latihan keras, ditambah sejumlah saran dari Hyeon-geum, Gae-soo mulai melancarkan jurusnya menaklukkan Myeong-wol. Benar saja, gisaeng itu mulai terpengaruh dan hanya bisa menatap dengan pandangan penuh arti saat permintaannya supaya Gae-soo tinggal tidak digubris.

Sumber : http://www.indosiar.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...