Laman

Selasa, 19 Oktober 2010

Hwang Jin Yi (Episode 17)

Yang cukup mengejutkan, Myeong-wol bahkan dengan berani meninggalkan Baek-moo yang sedang serius mengajar. Jawaban yang dilontarkan cukup berani, gisaeng itu menyebut sedang tidak bisa menari. Keruan saja, Baek-moo marah besar dan langsung mengutus anak buahnya untuk menjemput paksa Myeong-wol.

Dasar keras kepala, Myeong-wol tetap menolak melanjutkan latihan meski tangannya sudah digantung dan kakinya disabet karena tidak mau mengikuti alunan musik. Bisa dibayangkan, betapa bingungnya Baek-moo dan Hyeon-geum sang ibu melihat putrinya tidak mau bergerak sedikitpun selama tiga hari meski kakinya sudah lecet dan tidak minum setetes air pun.

Di ibukota, Jeong-han membuat geger rapat kabinet ketika mengusulkan supaya perjamuan digelar kerajaan dalam skala kecil demi melakukan penghematan. Bisa dibayangkan, bagaimana marahnya para pejabat mendengar keberanian tersebut, yang akhirnya malah disetujui oleh putra mahkota.

Myeong-wol memang keras kepala. Diam-diam bersama Yi Saeng pengawal setianya, ia menyelinap keluar dari kediaman kelompok Song Do. Sudah tentu Baek-moo langsung mengira kalau sang murid telah kabur demi mencari Jeong-han, dan mengutus orang-orang untuk bisa kembali menjemput Myeong-wol.

Siapa sangka, yang dicari malah selama berhari-hari berada di pinggir sebuah sungai. Ketika dikonfrontir, dengan wajah serius Myeong-wol menyebut kalau tarian bangau yang selama ini diyakini sebagai kebenaran oleh sang guru salah. Bisa dibayangkan, bagaimana terpukulnya Baek-moo apalagi melihat gerakan tarian bangau versi Myeong-wol yang sangat persis dengan hewan yang asli.

Sadar akan kesalahannya, Baek-moo kembali menemui Myeong-wol sambil meminta sang murid untuk mau bersama-sama memulai tarian bangau versi baru. Siapa sangka, sang murid, yang baru saja menceburkan cincin pemberian mendiang Eun-ho sebagai tanda siap memulai cinta yang baru, malah meminta Baek-moo berlutut dan meminta maaf pada kekasihnya yang telah meninggal itu.

Disaat itulah apa yang tidak pernah dibayangkan terjadi, Baek-moo berlutut di hadapan sang murid. Namun Myeong-wol masih belum bisa melupakan siasat Baek-moo yang telah sukses membuat cinta pertamanya hancur berantakan. Dengan penuh linangan air mata, ia menyebut tetap menolak untuk meneruskan tarian bangau.

Usaha Gae-soo untuk menjatuhkan Myeong-wol berlanjut. Didepan putra mahkota, ia meminta supaya sang gisaeng bisa diangkat sebagai selir sebagai balasan atas jasa-jasanya. Belakangan, Gae-soo meminta kepada Jeong-han, yang datang dan meminta supaya semuanya dibatalkan , untuk tidak lagi mengganggu hubungannya dengan Myeong-wol yang telah mendapat restu.

Secara demonstratif, Myeong-wol muncul hanya dengan mengenakan pakaian dalam. Maklum kalau bakal mendapat perlawanan, Gae-soo menyebut siap melepas Myeong-wol bila sukses beradu pantun dengan total 10 orang cendekiawan paling terkemuka. Lagi-lagi Gae-soo apes, karena 10 orang sekalipun tidak mampu melawan bakat seni Myeong-wol yang begitu besar.

Dengan wajah merah-padam, Gae-soo yang telah dipermalukan langsung mengatai kalau tarian yang diperagakan kelompok Song Do adalah murahan dan meminta semuanya untuk menemani minum arak. Ucapan tersebut langsung membangkitkan kemarahan Baek-moo yang begitu mencintai dunia seni, sehingga melakukan hal yang sama sekali tidak terduga sebelumnya.

Sumber : http://www.indosiar.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...