Laman

Senin, 18 Oktober 2010

Hwang Jin Yi (Episode 1)


Gisaeng adalah salah satu profesi yang paling unik di Korea masa silam, dan salah satu kelompok yang cukup terkenal adalah kelompok penghibur Song Do pimpinan Im Baek-moo. Namun meski para anggotanya terlihat selalu tersenyum saat tampil, ternyata Song Do menyimpan berbagai masalah.

Salah satu yang paling memusingkan Baek-moo adalah niat mundur yang diutarakan salah satu gisaeng andalannya yang kini telah buta Hyeon-geum. Tidak ada yang tahu, Hyeun-geum sendiri ternyata memiliki seorang putri yang berhasil diungsikannya ke sebuah biara : Hwang Ji-ni.

Meski dididik oleh para biksu, Ji-ni sendiri dikenal memiliki kemauan yang sangat keras dan rela melakukan apa saja bila sudah menginginkan sesuatu. Hal terakhir yang dilakukannya adalah melakukan gerakan menyembah sebanyak 3000 kali supaya diijinkan untuk datang ke kota dan melihat keramaian. Harapannya cuma satu : bisa mengenali sang ibu yang tidak pernah dilihatnya.

Meski yang terakhir tidak bisa dilakukan, ada satu hal yang langsung membekas di ingatan Ji-ni : dengan mata kepalanya sendiri, ia akhirnya bisa melihat sekumpulan perempuan cantik yang melintas dengan pakaian indah nan harum. Sempat tidak sengaja melihat aksi kelompok gisaeng, Ji-ni nekat mengulangi sejumlah gerakan tarian sehingga berulang kali mendapat hukuman.

Di tempat lain, Baek-moo sedang menghadapi dilema karena saat diminta menghibur utusan dinasti Ming, di tengah pertunjukan kelompok penghibur istana pimpinan Mae-hyang tiba-tiba menyeruak masuk dan mengambil alih acara. Sadar kalau Mae-hyang takut posisinya direbut, Baek-moo tidak berkutik karena tahu kalau kekuatan kelompoknya masih belum sebanding dengan kelompok istana yang memiliki si kecil Bu-young sebagai penari potensial.

Satu-satunya harapan adalah merekrut gadis-gadis muda untuk dilatih menjadi gisaeng andalan, dan secara kebetulan Ji-ni (yang berhasil kabur dari biara) melihat pengumuman tersebut dan berniat mendaftar. Sempat ditolak masuk, aksi Ji-ni yang berusaha meniru tarian secara tidak sengaja dilihat oleh Baek-moo.

Sang pimpinan kelompok Song Do makin terpesona saat tahu kalau Ji-ni mampu menghapal gerakan tersebut dengan hanya sekali lihat. Baru saja berniat untuk menawarkan bergabung, muncul pimpinan biara yang langsung membawa Ji-ni pulang. Dasar keras kepala, gadis cilik itu menolak makan dan minum selama nyaris tiga hari saat berada dalam kurungan.

Niatnya cuma satu : bergabung dengan kelompok Song Do. Bingung dengan keteguhan hati Ji-ni, kepala biara mendatangi kediaman Hyeon-geum untuk memberitahu kondisi terakhir sang putri. Apes bagi mereka, pembicaraan tersebut terdengar oleh Baek-moo, yang langsung memerintahkan para pengawal untuk menjemput Ji-ni yang dikurung.

Saat tiba di biara, Ji-ni teryata sudah tidak ada sehingga Baek-moo mengira kalau Hyeon-geum yang telah menyembunyikan sang putri. Dipukuli didepan gisaeng lain karena tidak mau mengaku, sekonyong-konyong Ji-ni malah muncul didepan kediaman kelompok Song Do.

Baek-moo langsung tersenyum lebar, dan dengan tatapan wajah penuh arti menawarkan Ji-ni untuk bergabung. Sementara itu dibelakang mereka, Hyeon-geum yang terlihat begitu lemas terus berteriak dengan pilu supaya sang putri, yang tidak mengenalinya, menolak.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...