Laman

Rabu, 27 Oktober 2010

Chuno (Episode 6)


Song Tae Ha menempelkan telinganya ke tanah, dia tahu mereka kembali lagi. Dialalu menuju kudanya. Tapi dia tidak menaiki nya dia menepuk pantat kuda keras-keras dan membiarkannya kabur. Dia lalu kabur dengan berjalan kaki dengan Un Nyun (pake taktik lagi).

Dae Gil datang lagi ke kedai. Dia tak melihat lagi ada kuda di sana , dia menempelkan telinga ke tanah dan mendengar derap kuda yang lari ke timur. Dia lalu memacu kudanya ke timur. Sampai di suatu tempat dia melihat kuda yang kosong. Dari suhu di pelana kudanya dia tahu dia kali ini tertipu lagi.

Tae Ha salah bicara akhirnya Un Nyun sadar bahwa mereka juga mengejar Tae Ha, bukan hanya dirinya. Un Nyun mendesak Tae ha dengan pertanyaan. Tae ha berkata mereka mungkin mengejarnya tapi dia bukan melarikan diri dari mereka.
"Tuan, katakanlah siapa mereka sebenarnya?"
"Chunokkun (slave hunter)", jawab tae ha
"Tapi mereka pasti bukan mengejar saya. saya bukan budak",jawab Un Nyun (soalnya dia bukan budak lagi)
"Saya juga bukan", jawab Tae ha (mungkin merasa dirinya bukan budak, karena dijebak aja)


Un Nyun mulai takut dan ragu, dia berusaha meyakinkan dirinya bahwa mereka bukan mengejarnya (ga punya majikan lagi).
"Aku tidak mau mengikutimu lagi", un Nyun merasa tidak aman. Tae Ha menyuruhnya ikut sampai ChungJu sesuai rencana semula.
"Apa kau takut aku melaporkanmu?", tanya Un Nyun. Tae Ha percaya pada Un Nyun, tapi karena Un Nyun sudah tau tujuan dia, bisa berbahaya karena dia bisa saja tertangkap dan dipaksa sampai bicara.
"Tapi Hanya sampai sana", Un Nyun sedikit mengancam.

Dae Gil dkk akhirnya berkumpul di kedai sambil makan pagi. Choi berkata bahwa taktik militer Tae Ha kali ini mengalahkan mereka. Wang son sudah merasa mereka bakal kehilangan hadiah mereka. tapi dae gil masih belum menyerah. dia ingin menyelidiki masa lalu Tae Ha untuk bisa mengira-ngira tujuan Tae Ha.

Tae Ha dan un Nyun mendaki perbukitan (gunung) yang tinggi. Dari puncaknya Un Nyun menikmati pemandangan yang indah. Tae Ha dari atas menyadari dia mengambil jalan yang keliru. Dia minta maaf karena tidak punya peta dan mengajaknya kembali. Kali ini Un Nyun tertawa.

Baek Ho tiba di kedai yang ditinggalkan daegil dan Tae Ha. Dia membawa lukisan Un nYun dan bertanya pada penjaga kedai. Hari ini sudah tiga orang yang bertanya. termasuk di situ ada orang-orang yang ingin hadiah dari suami Un Nyun. Baek Ho bertempur dan mengalahkan mereka. dia tak ingin Un Nyun tertangkap oleh anak buah suaminya (hadiah yang disediakan buat Un Nyun juga Tae Ha ternyata sama 500 nyang).

Dae gil dan robongan tiba di perpustakaan daerah dan membaca riwayat masa lalu Tae Ha. Choi dan Tae Ha seksama membaca dokumen (wang son dan seol hwa yang ga suka baca tertidur). Dari dokumen itu Choi membaca bahwa dulu Tae Ha bersikukuh tetap berkabung untuk putra mahkota sebagaimana patutnya 3 bulan, walau perintah resmi kerajaan hanya 3 hari.


Choi simpati pada Tae Ha yang setia pada pangerannya/prinsipnya. Dae Gil menganggap itu bodoh dan cari mati. Waktu itu anak buahnya, Hwang Chul Woong mengganti pakaian berkabungnya sesuai perintah kerajaan. Tae Ha menegurnya karena melanggar kepatutan pada anggota kerajaan. Chul Woong keluar dari resimen Tae Ha dan bergabung dengan mertuanya.

Tidak lama kemudian Tae Ha disebutkan mengambil persediaan militer untuk lumbungnya sendiri. Dae Gil mengejeknya seorang pencuri. Tae Ha dan anak buahnya disiksa dan dipaksa untuk mengaku.
Dae Gil dan Choi melihat kejanggalan cerita karena akhirnya Tae Ha nyawanya diampuni dan dijadikan budak. Dae Gil menyelidiki dokumen lainnya, dia menemukan saat yang bersamaan ada mentri yang turun dari jabatannya.
Kenyataannya saat itu, Lee Gyong Shik bertemu dengan seorang mentri (sepertinya di pihak mendiang putra mahkota) mentri itu berkata akan mengundurkan diri dari jabatan dan memberikan jalan untuk lawan politiknya, dengan syarat Tae Ha diselamatkan.

Dae Gil merasa dia telah mendapatkan petunjuk untuk mendapatkan Tae Ha.
Kali ini Dae Gil berganti strategi tidak mengikuti jejak Ta Hae, tapi menghambat atau mencegat sasuai arah tujuannya. Dae Gil melihat sebuah rumah penginapan di desa, dia menyamar sebagai polisi rahasia dan berkata ke pemiliknya sambil menunjukkan lukisan Tae Ha
"Jika kau melihat pria ini bersama seorang wanita pakaian berkabung, terima mereka menginap lalu diam2 laporkan ke polisi setempat"
Seol Hwa mengkritik Dae Gil yang sering berpura-pura sebagai petugas dan mengelabui orang.
"Jangan-jangan kau juga punya lencana utusan rahasia?" kata Seol hwa
"Sperti ini?", kata Daegil menunjukkan lencananya yang lain. Seolhwa tersenyum sinis.


Hwang Chul Woong akhirnya menyerah, dia memutuskan keluar dari penjara dan mengikuti kemauan mertuanya. Dia dengan dingin mengikuti instruksi mertuanya.


Dia juga datang ke tempat istrinya ketika mertuanya meminta. Istrinya memperlihatkan tulisan yang pernah ditulisnya. Tapi Chul Wong meremaskan dan berkata dia tidak bisa membaca tulisannya dan menyuruhnya bicara. istrinya khawatir dan memintanya mengikuti kemauan ayahnya tapi Chul Woong berkata dia juga tidak bisa menangkap perkataan istrinya . Chul wong lalu pergi ke rumah ibunya. Dia hanya bernai melihat dari ibunya dari luar rumah. Dia menghormat lalu pergi.

Tae Ha dan Un Nyun ingin menginap di rumah yang diperkirakan oleh Dae Gil. Pemiliknya mengingat wajah Tae Ha dan menyuruhnya masuk. Dia lalu pergi diam-diam melaporkan mereka.

Saat beristirahat Un Nyun akhirnya menyebutkan namanya Hye Won marganya Kim dari Jounaei. Hye won merasa aneh telah mereka berjalan bersama berhari-hari tanpa menyebutkan namanya. Hye Won ingat nama Tae Ha dan asalnya karena dia penyelamatnya (Tae ha pernah memperkenakan diri ke rahib di kuil). Tae ha berkata keluarganya tidak ada setelah invasi Qing dan dia 8 tahun berada di Qing.


Hyewon juga berkata dia pernah hampir mati saat invasi tapi tuan muda yang ia cintai itu menyelamatkannya. Tae Ha meminta dia melupakan orang yang telah meninggal. Un Nyun berkata perempuan tidak sama dengan laki-laki, pemuda itu terlanjur tertanam di hatinya.
Beberapa polisi datang menyergap mereka. Tae Ha terpaksa melawan dan mengalahkan mereka. Tae Ha memungut peluit dan membawa Un Nyun kabur dari tempat itu.

Tae Ha dan Un Nyun hampir tiba di Chung Ju mereka harus melewati pos pemeriksaan. Tae Ha meminta sebaiknya mereka masuk terpisah. Un Nyun bisa pura-pura jadi orang yang gila. Tae Ha memberikan peluit pada Un Nyun. Tapi Un Nyun terlalu gugup dia ditangkap karena mencurigakan. Wanita misterius yang mengejarnya (Yoon Ji?) muncul dan membunuh polisi. Peluit dibunyikan. Yoon Ji akan menawan Un Nyun. Tae Ha lari karena mendengar bunyi peluit. Dia menyingkirkan Yoon Ji. Un Nyun duduk terdiam karena syok di bajunya terkena noda-noda darah.


Tae ha memintanya mengingat sesuatu yang dia cintai. Dia memegang erat batu kenangannya. Tae ha membuat lukisan dibaju Un Nyun untuk menyamarkan noda darah. Mereka melanjutkan perjalanannya dan kemudian berpisah.


Hwang Chul Wong juga pergi ke ChungJu dia berniat menghabisi seorang mantan mentri lawan politik mertuanya. Mentri itu yang menolong Tae Ha, beliau sebenernya telah merencanakan pembebasan anak putra mahkota di P Jeju.

Tae Ha pergi ke sana dan mendapati mantan pejabat yang dicarinya itu telah tewas oleh Chul Woong. Tae Ha bertempur dengan Chul Woong.

Dae Gil sudah tiba di sekitar lokasi. Dia berkoordinasi dengan teman-temannya. Choi membantunya menyerang dari arah lain. Wan Song diminta mengawasi dari atap. SEol Hwa seperti biasa menjaga kuda. Dae Gil mendapati Tae Ha yang tengah bertarung melawan seseorang (Chul woong).


Alih-alih mengambil kesempatan , Dae Gil ikut bertarung juga. Dia ingin mendapatkan Tae Ha untuknya sendiri. Terjadilah pertarungan segitiga yang mengesankan.

Choi datang membantu, dia bertarung melawan Chul Woong. Jadi sekarang ada 2 pasang pertarungan.
Wang Son di atas bertemu dengan wanita bayaran, Yoon Ji. Dia dilukai oleh Yoon Ji.

Baek Ho menemukan Un Nyun, Un Nyun kabur dan meniup peluit. Tae Ha mendengar suara peluit dia menghentikan pertarungannya dengan Dae Gil dan lari. Dae Gil juga lari mengejar Tae Ha.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...