Laman

Senin, 08 November 2010

Hotelier (Episode 8)

Keesokkan harinya, terlihat Jenny sedang membersihkan bekas perayaan tadi malam. Manajer Si meminta maaf, karena telah membuat repot Jenny membersihkan bekas tersebut. Ia menyuruh Jenny agar istirahat. Namun Jenny tetap saja membersihkan lantai dengan menggunakan vacum cleaner.

Manajer Si kemudian mengatakan bahwa ia tidak suka dengan bunyi alat tersebut dan menyuruh Jenny agar pergi tidur. Jenny dengan kesal segera berhenti membersihkan dan mengambil sebuah kado dan memberikan pada Si sambil mengatakan bahwa itu adalah kado dari Eun Yu, sambil berlalu.

Di tempat lain terlihat Yung Mi sedang melipat serbet untuk tamu restoran. Ia kemudian mendengar sayup-sayup lagu. Ia segera menghampiri asal suara tersebut. Ternyata di sana terdapat Eun Yu yang sedang santai sambil mendengarkan alunan musik. Mereka akhirnya duduk berdua. Yung Mi menawari Eun Yu untuk minum. Mereka berdua berbicara dan bercanda. Ia kemudian menanyakan apakah Yung Mi dapat membuat arak. Yung Mi mengatakan tidak bisa, namun ingin mencoba. Eun Yu pun ingin mengajarinya.

Mereka berdua segera menuju ke bar. Eun Yu segera memberi tahu jenis-jenis minuman dan menyuruh agar Yung Mi mencoba minuman tersebut. Selain itu, Eun Yu juga menceritakan asal muasal minuman tersebut. Akhirnya Yung Mi menanyakan soal hubungannya dengan manajer Si. Mereka berdua akhirnya mengobrol, hingga Yung Mi minta diri.

Keesokkan harinya terlihat para pelayan sedang memakai sarung tangan. Mereka heran mengapa mereka di suruh memakainya. Tidak lama kemudian, datang Manajer Li sambil membacakan beberapa masalah yang terjadi pada kamar tamu hotel.....

***

bawahan Cing Fu Wan, ayah Yung Mi yang hendak menangkap Yung Mi. Ketika makan di restoran hotel Seoul, Ia menemukan sebuah rambut di dalam makanannya. Ia segera berteriak dan memprotesnya.

Leo yang kebetulan disana mendapat protes dari tamu itu. Ia segera memanggil bawahannya untuk menanyakan pada para koki. Bawahannya itu masuk ke dapur, namun di dapur seorang koki malahan marah, dan ia mengatakan bahwa tidak mungkin ada rambut pada makanan. Sebab mereka memakai topi untuk mencegah agar rambut tidak jatuh pada makanan. Namun rambut yang jatuh itu berwarna pirang, sedangkan di dapur tidak ada rambut yang warnanya pirang.

Malahan koki itu menuduh bahwa bawahan itu ingin mencelakakan dirinya. Bawahan Leo itu, tidak dapat berbuat apa-apa, Leo meminta agar segera mengganti makanannya. Koki tersebut tidak mau dan menyurh bawahan Leo itu untuk mengatakan bahwa Leo sendiri yang harus ke sini untuk berbicara padanya. Namun kepala koki segera melerainya dengan mengatakan akan membuatkan makanan lagi.

Setelah dibuatkan makanan lagi, manajer Leo merasa senang karena tamu tidak marah lagi. Tapi ketika akan memotong daging, ternyata daging tersebut keras sekali. Tamu tersebut membanting pisau dan garpu. Hal ini membuat kaget manajer Leo dan bertanya ada masalah apa lagi. Tamu itu mengatakan bahwa dagingnya keras seperti karet, dan ia minta di ganti. Dari kejauhan Yung Mi melihat orang tersebut.

Manajer Leo kembali memanggil bawahannya itu dan meminta agar ia memberitahukan pada koki dapur. Hal ini tentu saja membuat para koki menjadi marah. Kepala koki segera mengambil langkah. Ia menyuruh untuk membuatkan lagi, namun kali ini ia sendiri yang akan mengantar.

Ketika masakan sudah siap, kepala koki dan seorang koki mengantarnya ke tamu tersebut. Ia berbicara dengan perlahan pada tamu. Sang tamu segera mencoba, namun ketika dimakan, tamu tersebut malah meludahkannya di depan mereka dan Manajer Leo kaget. Tamu tersebut mengatakan bahwa tidak disangka masakan kepala koki terkenal hanya seperti ini saja. Kemudian ia menyuruh agar kepala koki itu pensiun. Kepala koki menjawab dengan perlahan. Tapi sang tamu tetap marah-marah, malahan menumpahkan air ke muka kepala koki. Hal ini membuat temannya menjadi marah. Yung Mi segera datang.....

***

Setelah Eun Yu bertemu dengan Yung Mi, mereka akhirnya berbicara di sebuah bangku di depan ruangan. Yung Mi meminta maaf, sebabia merasa semuanya ini merupakan kesalahannya, sehingga membuat semua menderita. Eun Yu segera mengatakan bahwa memang kerja di hotel kadang bisa bertemu dengan banyak sifat orang, jadi tidak akan ada yang mau menyalahkan dirinya. Ia meminta Yung Mi agar jangan merasa bersalah. Namun Yung Mi merasa semua ucapan Eun Yu makin membuat dirinya merasa bersalah.

Eun Yu kemudian menanyakan kenapa Yung Mi merahasiakan semuanya ini. Eun Yu tahu, pasti ayah Yung Mi sangat marah, begitu juga dengan ibu direktur, jika ia mengetahuinya maka ia pasti tidak mengijinkan Yung Mi untuk bekerja di hotelnya lagi. Yung Mi merasa sedih akan semuanya itu, namun ia merasa banyak sekali kekurangan yang di milikinya. Ia rindu akan semuanya itu.

Di tempat lain terlihat manajer Si sedang menunggu telepon hingga mengantuk, tiba-tiba telepon berdering. Akhirnya mereka dapat keluar dari penjara. Di dapur mereka semua di sambut dengan disuruh memakan tahu putih. Mereka merasa aneh, namun bagaimana lagi, ini merupakan sebuah tradisi. Demikian juga dengan Yung Jae, ia di sambut oleh Jenny. Ia menanyakan tentang diri Yung Jae. Yung Jae menceritakan tentang semuanya. Tiba-tiba datang ibu direktur menanyakan tentang mereka dan menyuruh agar ke dokter. Kepala koki meminta maaf karena membuat ibu direktur panik.

Di tempat lain, terlihat Eun Yu sedang menunggu Yung Mi yang berada di dalam kamar. Yung Mi terlihat sedang membereskan semua barangnya. Ia hendak kembali ke rumahnya dan di kawal oleh para penjaga. Eun Yu hanya bisa melihat dari jauh kepergiannya. Yung Mi melihat Eun Yu, kemudian berlari ke arahnya sambil menangis. Ia mengatakan pada Eun Yu apakah ia masih boleh ke sini lagi. Ia merangkul Eun Yu dan mengatakan bahwa ia sanagt mencintainya. Kemudian Yung Mi kembali ke mobilnya sambil tersenyum. Dari jauh Eun Yu hanya melihat kepergiannya sambil hujan yang mengguyurnya.

Tiba-tiba Yung Jae datang namun ia telah telat, Yung Mi telah pergi, ia dengan marah menanyakan pada Eun Yu kenapa ia melepaskan Yung Mi begitu saja. Eun Yu hanya berlalu dengan diam.

Sumber : http://www.indosiar.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...