Laman

Sabtu, 06 November 2010

Cinderella's Sister (Episode 10)

Eun Jo masih saja sibuk menangani pesanan dengan baju berkabung. Dia berusaha membuat dirinya sibuk agar bisa menghindar dari kenyataan. Jung Woo menemuinya dan berkata kalau mereka harus menghadiri pemakaman.

Sementara itu, Jun Su dan Kang Sook bersama para pelayat. Jun Su memberi hormat pada mereka dengan tampang kebingungan. Ketika Bibi-nya Dae Sung tiba, Kang Sook langsung mendekatinya dan bersedu-sedan. Wanita ini dengan cepat membebaskan dirinya dari cengkraman Kang Sook.

Di sisi lain, Hyo Sun berada di kamarnya dan meminum banyak sekali anggur beras hingga mabuk. Ki Hoon melihat ini dari kejauhan. Karena sudah tidak tahan, dia mendekati Hyo Sun dan menyuruhnya berhenti minum. Hyo Sun malah meledak, “Kau tidak akan membiarkanku bersandar padamu! Jadi kenapa kau mengambil minumanku?!”

Hyo Sun menyuruh Ki Hoon keluar dan menemui Eun Jo saja. Dia juga menuduh Eun Jo yang menyebabkan kematian Dae Sung. Ki Hoon menegang dan berkata dalam hati bahwa dialah yang telah membunuh Dae Sung. Ki Hoon lalu memeluk Hyo Sun dan berkata kalau mereka harus mengantar Dae Sung ke perisirahatan terakhirnya. Hyo Sun protes dan bilang jika dia tidak bisa melakukan itu.

Eun Jo dan Jung Woo berangkat ke pemakaman. Tapi kelihatannya Eun Jo tidak mau pergi. Jung Woo menarik tangan Eun Jo dan berkata, “Kakak, ayo pergi bersama!” Jung Woo berkata kalau Eun Jo harus melakukan ini dan menambahkan kalau pemakaman Dae Sung kacau. Eun Jo tergerak dan berkata, “Gu Dae Sung. Pemakaman.” Jung Woo sekali lagi meminta Eun Jo untuk pergi lalu mengelus rambutnya. Eun Jo menengadah tapi tidak berkata apa-apa. Dia kemudian berjalan pergi.

Setelah acara pemakaman, Ki Hoon menemui kakaknya Ki Jung, tentu saja untuk menyalahkannya. Ki Hoon mengatakan kalau rencananya adalah menghentikan Ki Jung mengambil alih perusahaan Dae Sung. Ki Hoon tahu kalau tidak akan ada yang mempercayainya sekarang. Kemudian dia malah menyalahkan Ki Jung atas kematian ibunya.

Ki Hoon berkata dia tidak akan memaafkan Ki Jung ataupun dirinya sendiri. Ki Hoon: “Sekarang aku tidak bisa kembali pada diriku yang dulu.” Ki Hoon menantang Ki Jung jika perusahaan Dae Sung tidak akan mati dengan cara seperti ini. Perusahaan itu akan bertahan dan dia menjamin Ki Jung tidak akan bisa menyentuhnya. Ki Jung bertanya apa yang akan Ki Hoon lakukan kalau dia tidak mau berhenti. Ki Hoon menjawab, “Aku akan membawamu hancur bersamaku… dan kita akan mati bersama!”

Di rumah, Kang Sook sangat panic. Dia memeriksa surat pernikahannya, takut kalau surat itu hilang. Kemudian dia menangisi Dae Sung sebab dia merasa sangat kesepian. Eun Jo sendiri menemui para tetua. Dia menjelaskan kalau setengah barang yang dikirim ke Jepang telah dibeli oleh perusahaan lain. Setengahnya lagi dibawa pulang. Yang dibawa pulang ini sebagiannya dijadikan cuka dan sebagiannya lagi dia minum.

Mereka kecewa waktu Eun Jo bilang jika uang pinjaman dari mereka tidak bisa segera dikembalikan. Para tetua ini takut kalau perusahaan Dae Sung tidak akan bagus tanpa keberadaan Dae Sung. Namun, Eun Jo menjamin mereka semua kalau pinjaman itu akan dikembalikan.

Jun Su berlari dari satu ruangan ke ruangan lain. Dia ingin mencari seseorang untuk bermain dengannya. Dia akhirnya membangunkan Hyo Sun. Dia juga tidak ingin bermain dengan Jun Sun. Kemudian, Jun Su berkata, “Tidak ada yang mau bermain dengan Jun Su. Ayah paling sering bermain dengan Jun Su. Kapan ayah akan pulang? Kenapa ayah belum juga pulang?” Hyo Sun memeluk adiknya dan setuju untuk bermain dengannya.

Saat mereka berjalan keluar, mereka bertemu dengan Eun Jo. Mereka bertiga berjalan ke sungai. Hyo Sun duduk di sebelah Eun Jo dan berkata, “Aku sangat terkesan kalau kau sungguh2 menyukai ayahku. Tapi kau tidak menangis. Semua orang menangis.” Dia bertanya lagi apakah Eun Jo benar2 menyayangi Dae Sung. Eun Jo tentu saja tidak menjawab.

Hyo Sun sebenarnya menyalahkan kematian ayahnya dan Eun Jo membela diri dengan berkata apa yang seharusnya dia lakukan. Hyo Sun berteriak, “Bawa kembali ayahku!” Hyo Sun menangis. Dia berlutut dihadapan Eun Jo dan berkata, “Aku takut, Kak. Aku takut sampai mau mati. Aku merasa aku seperti berdiri di luar tanpa pakaian. Aku kedinginan dan ketakutan.” Eun Jo mulai mengulurkan tangannya…

Dia menepuk kepala Hyo Sun. Eun Jo memeluk Hyo Sun erat dan menenangkannya. Dia juga memanggil namnya, “Hyo Sun ah.” Tapi… itu semua hanya ada di kepala Eun Jo. Waktu tangannya sampai di atas kepala Hyo Sun, dia menarik tangannya lagi.

Eun Jo mengumpulkan keberaniannya dan berteriak pada Hyo Sun untuk berhenti menangis. Yang perlu mereka lakukan sekarang adalah menyelamatkan perusahaan. Hyo Sun masih berlutut, lalu berkata, “Tidak bisakah kau menenangkanku, sekali saja? Aku sangat takut dan kesepian. Tidak bisakah kau menunjukkan rasa sayangmu? Aku pikir rasa takutku akan hilang.” Tapi seperti biasa Eun Jo bersikap antipati dan bilang jika dia sudah muak melihat tingkah Hyo Sun lalu pergi. Jun Su yang melihat ini melempari Eun Jo dengan batu dan berkata kalau dia akan mengadukan sikap ini pada ayah! Eun Jo berhenti sejenak tapi kemudian berjalan lagi.

Eun Jo pergi untuk memeriksa para pekerja. Mereka semua hanya duduk. Eun Jo bertanya kenapa mereka tidak bekerja. Mereka diam. Eun Jo berkata lagi kalau mereka selalu dibayar dan sekarang mereka harus terus bekerja. Kalau mereka tidak suka lebih baik berhenti saja. Di tengah2 kemarahannya, tangan Dae Sung tiba2 menyentuh bahunya, menenangkannya. Dia ingat kalau selama ini Dae Sung-lah yang menenangkannya di saat dia merasa kacau.

Eun Jo berbalik dan ternyata itu adalah tangan Ki Hoon. Di kantor, Ki Hoon berkata kalau sebaiknya Eun Jo melakukan pendekatan yang berbeda dengan para pekerja. Dia menjelaskan ini dengan memberikan contoh perusahaan lain yang pernah mengalami hal serupa. Dia juga meminta Eun Jo untuk menuliskannya sebagai sebuah artikel di majalah. Mereka disela oleh pekerja yang meminta berhenti sebab mereka tidak tahan dengan sikap Eun Jo.

Hyo Sun dan Jun Su pulang ke rumah. Kang Sook ketakutan sebab Hyo Sun tidak bilang mereka pergi kemana. Kang Sook akhirnya menunjukkan dirinya yang sebenarnya. Dia bukan ibu yang baik lagi. Hyo Sun meminta maaf dan mencoba membuat Kang Sook seperti dulu lagi. Kang Sook mendorong Hyo Sun dengan kasar.

Sekarang Hyo Sun sadar jika dia sendiri. Dia berdiri di depan kamar Eun Jo untuk menunggu agar kakaknya mau menenangkannya. Tapi dia sadar kalau dia tidak pernah berhasil memenangkan hati Eun Jo. Hyo Sun kemudian mencari Ki Hoon. Tapi, Oppa sedang sibuk minum dengan para pekerja yang mengancam akan berhenti. Keesokan harinya, dia melihat ketakutannya menjadi nyata: Kang Sook memanjakan Jun Su dan memberikan potongan ikan pada Jun Sun dan Eun Jo. Hyo Sun diabaikan.

Ki Hoon memeriksa artikel Eun Jo lalu mengkritiknya secara terbuka. Dia bahkan menyuruh Eun Jo menulis ulang artikel itu dan minta maaf pada para pekerja. Eun Jo jelas menolak. Eun Jo bilang mereka bisa berhenti sementara itu, Ki Hoon menyuruh Eun Jo untuk menemukan orang2 yang mampu mengabdi seperti mereka dan punya banyak pengalaman.

Ki Hoon pergi ke gudang anggur dan menemukan ayahnya disana. Ki Hoon berkata kalau ini bukan tempat ayahnya. Ayah bilang jika dia sudah memberikan semua uangnya untuk perusahaan ini dan sekarang menjadi miliknya. Ki Hoon terkejut. Ayahnya bukan lagi orang yang dapat diajak kerja sama.

Ki Hoon berunding dengan ayahnya dan meminta waktu. Ayah merasa jika Ki Hoon mulai menentangnya. Ayah akan mengambil uang itu atau kalau tidak bisa memberikan uang, dia akan mengambil perusahaan. Ki Hoon mengabarkan ini pada Eun Jo dan Hyo Sun. Dia meminta mereka untuk mencari cara memecahkan masalah ini. Eun Jo berkata, “Kenapa kau peduli? Siapa kau bagi kami?”

Eun Jo meminta ibu untuk menyerahkan semua uang yang selama ini dia sembunyikan. Ibu berkata kalau dia tidak punya uang. Eun Jo tahu itu bohong. Tidak mungkin ibu tidak mengambil uang Dae Sung. Kang Sook bilang jika Eun Jo pasti sudah gila. Jika dia memang punya uang, dia tidak akan menyerahkannya pada siapapun sebab dia harus memikirkan Eun Jo dan Jun Su.

Kang Sook tidak akan menyerahkannya pada perusahaan yang hampir bangkrut. “Itu adalah uang yang aku dapatkan dengan cara kotor. Kau punya hak apa hingga berani menyuruhku menyerahkan uang itu?” Kang Sook mendorong Eun Jo dan berlari keluar. Dia berhadapan dengan Hyo Sun. Selama ini, Hyo Sun telah mendengarkan percakapan mereka. Kang Sook kaget untuk beberapa saat. Tapi kemudian sadar kalau dia tidak perlu takut lagi!

Hyo Sun terlihat terluka. Dia mendatangi Eun Jo dan bertanya, “Begitukah selama ini? Apa ibu begitu dari dulu? Itu bohong, kan? Aku salah dengan, kan?” Di sisi lain, Kang Sook mulai beraksi. Dia memecat semua orang yang dia anggap mengahalangi. Dia memecat dua wanita yang sudah mengabdi seumur hidup mereka pada Dae Sung.

Hyo Sun mengejar kedua wanita itu sambil menangis. Eun Jo melihat apa yang dilakukan ibunya. Hyo Sun berlutut dihadapan Kang Sook dan berkata jika para wanita itu bukan hanya sekedar pekerja tapi sudah seperti keluarga bagi Hyo Sun. Kang Sook dengan dingin malah berkata kalau Hyo Sun sebaiknya ikut saja dengan mereka. Hyo Sun bertanya kenapa ibu seperti ini. Kang Sook malah berteriak padanya untuk pergi saja.

Eun Jo masuk ke kamar Hyo Sun, mencoba menenangkan saudarinya. Dia sudah memindahkan para wanita itu ke gudang anggur sebab dia perlu pegawai. Eun Jo mengepalkan tangannya dan berusaha menenangkan Hyo Sun tapi lagi2 dia menarik tangannya. Hyo Sun bertanya pada Eun Jo kenapa ibu tiba2 seperti ini.

Eun Jo: “Kau bukan lagi putri di rumah ini. Jika kau membuat langkah yang salah, kau mungkin akan diusir. Ibuku mampu melakukan hal itu. Kau pikir tidak? Pikirkan lagi, Gu Hyo Sun! Aku memohon padamu. Pikirkan lagi dan jadilah anak pintar. Berhentilah menangis seperti orang bodoh. Temukan caramu untuk hidup di rumah ini dimana tidak akan ada yang mengambil tempatmu. Kau mengerti?”

Eun Jo berteriak pada Hyo Sun memintanya untuk bangkit. Sementara itu, Kang Sook memulai aksinya lagi. Kali ini dia mengusir paman Hyo Sun. Dia menuduh paman sebagai penyebab kematian Dae Sung.

Jung Woo ingin memberikan hadiah pada Eun Jo, akan tetapi Eun Jo terlalu sibuk bersama Hyo Sun. Di sisi lain, Ki Hoon menelpon ayahnya dan mengatakan kalau dia sudah mendapatkan solusi baru: dia akan menjual sahamnya di Hong Ju. Ayah ketakukan. Dan Ki Hoon tahu dia telah memenangkan ronde ini. Tapi Jung Woo mendengarkan percakapan itu. Dia bertanya apakah Ki Hoon berhubungan dengan Hong Ju. Ki Hoon menyangkalnya. Namun, Jung Woo tahu ada yang tidak beres.

Eun Jo membawa Hyo Sun ke gudang anggur. Dia menyuruh Hyo Sun mencicipi salah satu kendi. Hyo Sun melakukannya. Eun Jo bertanya padanya milik siapa anggur itu. Hyo Sun menjawab bahwa tentu saja anggur itu milik ayah. Eun Jo bertanya sekali lagi. Eun Jo telah berhasil. Dia telah menciptakan ulang rasa anggur. Mereka berdua terdiam. Kaget. Eun Jo beralih ke kendi dan berulang2 berkata, “Aku… aku… melakukannya. Aku pikir aku tidak bisa… Aku pikir aku tidak akan mampu…” Dia menangis.

Ketimbang berbagi kesenangan dengan Hyo Sun, dia malah menantangnya. Eun Jo berkata jika ini adalah harapan baru untuk perusahaan Dae Sung. Eun Jo: “Ibuku tidak bercanda. Dan aku adalah anak ibuku. Aku mungkin melebihinya. Aku jauh lebih pintar darinya, kau tahu kan? Jangan sampai terbakar. Dan kalaupun kau terbakar, aku tidak akan menyelamatkanmu. Kau sudah diperingatkan!” Eun Jo memeluk kendi anggur beras itu. Jung Woo mencoba memberitahu Eun Jo tentang Ki Hoon tapi dia memperingatkan Jung Woo agar tidak mengikutinya.

Eun Jo berjalan dari satu kendi ke kendi yang lain dan berakhir di kantor Dae Sung. Dia meletakkan kendi anggur beras di samping foto Dae Sung. Eun Jo lalu memetakkan semangkuk anggur beras dihadapan foto itu. Dia berkata kalau dia sudah mencoba berkali-kali dan akhirnya berhasil.

Eun Jo mempersembahkan anggur beras itu pada Dae Sung dan bilang kalau dia telah berhasil. Eun Jo: “A… a… ayah…” Eun Jo menangis dan memanggil “Ayah!” Dia menangis dan meminta maaf.

Sumber : http://meylaniaryanti.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...