Laman

Selasa, 30 November 2010

Becoming A Billionaire (Episode 16)


Suk kembali ke makam untuk menunggu Shin Mi. Ia kaget saat tahu Tae Hee ada disana. Presdir Lee Jong Heon juga shock melihat mereka berdua. Ia berteriak kesakitan sambil memegangi dadanya. Suk Bong langsung menghampirinya dan menolongnya. Ia melingakarkan tangan Presdir ke bahunya dan meminta Tae Hee untuk membantunya membawa Presdir pergi dari sana.

Suk Bong membawa mobil Presdir. Sedangkan Presdir duduk di kursi penumpang bersama Tae Hee. Ia melirik ke arah Tae Hee lalu memejamkan matanya. Disampingnya Tae Hee duduk dengan kaku. Ia masih shock setelah mendengar pengakuan dari Lee Jong Heon yang menjadi penyebab kematian dari Chul Min ayah Suk Bong.
Suk Bong melihat Tae Hee dari kaca spion dan bertanya padanya.
"Darimana kau tahu tempat itu?"
Tae Hee kaget dan salah tingkah. Ia beralasan mau mengembalikan baju Suk Bong yang tertinggal di rumah sakit saat Suk Bong pingsan. Ia baru sadar tasnya terjatuh di tempat pemakaman dan ia minta Suk Bong kembali ke sana. Suk Bong malah menghentikan mobilnya. Ia turun dan membuka pintu belakang. Ia menarik Tae Hee keluar dan memindahkannya ke sebuah taksi karena ia mau mengantar Presiden pulang. Tanpa sengaja kalung Tae Hee terjatuh. Mereka berdua tak ada yang menyadarinya.

Suk Bong mengantar Presiden pulang. Shin Mi berterimakasih padanya. Ia bertanya apakah Suk Bong sudah berbicara dengan ayahnya. Suk Bong belum mau membahas masalah ini dan ia memilih untuk berpamitan pulang.

Sekretaris Yoon terkejut saat Tae Hee menceritakan apa yang ia ketahui tentang rahasia Lee Jong Heon. Tae Hee berniat memberitahu Suk Bong. Ia mencari HP-nya. Sekeretaris Yoon segera mencegahnya. Ia mengatakan jika Suk Bong tahu masalah ini, kemungkinan besar ia akan menjauh dari Shin Mi. Dan dikhawatirkan Woon Suk akan kembali mengejar Shin Mi. Tae Hee mengerti.
Sekretaris Yoon menanyakan kalung pemberian Woon Suk. Ia tak melihat Tae Hee memakainya. Yang ia tahu Tae Hee tak pernah melepas kalung itu. Tae Hee meraba lehernya. Kalungnya memang tak ada. Ia menjerit panik. Tadi pagi kalung itu masih dipakainya. Sekarang tiba-tiba menghilang dan Tae Hee tak tahu dimana ia menjatuhkannya.

Suk Bong sedang termenung di teras depan kamarnya sambil memandangi foto mendiang ibunya. Ayah Kang Woo menghampirinya dan menghiburnya setelah Suk Bong menceritakan bahwa ia baru saja dari makam ayahnya.

Shin Mi menelepon Pengurus rumah. Ia meminta Pengurus rumah mengawasi Presdir dengan ketat. Ia tak mau kejadian kemarin terulang lagi. Pengurus rumah kesal saat Shin Mi menutup teleponnya padahal ia masih bicara. Di belakangnya Sekretaris Yoon sedang menunggunya. Sekretaris Yoo kesana untuk mengantar Tae Hee bertemu dengan Lee Jong Heon.

Lee Jong Heon memanggil Tae Hee datang. Ia membahas masalah kemarin. Ia memohon agar Tae Hee tak membocorkan rahasia itu dulu pada orang-orang sebelum dirinya yang berbicara.

Shin Mi sedang bekerja di kantornya. Saat hendak pulang ia menoleh ke meja Suk Bong yang masih kosong. Suk Bong belum masuk kerja.

Woon Suk didatangi oleh ayahnya. Ia mempertanyakan persiapan pertunangan Woon Suk dengan Tae Hee. Ia juga mengingatkan agar Woon Suk lebih berhati-hati menjaga sikap pada Boo Kwi Ho karena berkat merger perusahaan mereka keadaan keuangan Frontier mulai stabil. Ketua Kang berpendapat jika Woon Suk menikahi Tae Hee posisi Frontier akan aman. Choo Young Dal berpamitan. Mulai sekarang ia mempercayakan masa depan Frontier pada Woon Suk.

Tae Hee pulang dari rumah Lee Jong Heon. Tae Hee berpikir mengapa Lee Jong Heon menyuruhnya tutup mulut. Kemudian ia teringat ayahnya. Dari dulu Oh Sung merupakan saingan bisnis Boo Ho. Tae Hee berniat memberitahu ayahnya.

Pagi-pagi Suk Bong sudah datang ke kantor. Ini hari pertamanya masuk kantor setelah mengambil cuti panjang. Ia tengah membersihkan meja kerjanya yang sudah lama ia tinggalkan.

Sementara Shin Mi di kamarnya masih tertidur. HPnya berbunyi. Ia meraih HP itu dimeja sebelah tempat tidurnya. Dengan malas Shin Mi mengangkat telepon itu. Setelah itu ia kembali meneruskan tidurnya. Tapi lagi-lagi bunyi HP mengganggunya. Diseberang telepon terdengar suara seseorang tengah bernyanyi. Shin Mi melihat layar HP-nya dan tersenyum saat tahu Suk Bong yang meneleponnya. Ia terpejam sambil tersenyum senang mendengar nyanyian Suk Bong.

Dalam perjalanan menuju kantor, Shin Mi mendendangkan lagu yang tadi dinyanyikan Suk Bong di dalam mobil. Ia terlihat ceria. So Jung di bangku setir senyum-senyum melihat tingkah bosnya yang sedang jatuh cinta.

Suk Bong meminta maaf pada Shin Mi dan semua staf Smart atas absennya ia kerja selama beberapa hari. Mun Dae Myung merasa keberatan jika Suk Bong hanya diberi peringatan. Ia menganggap absennya Suk Bong tak memiliki alasan yang kuat. Ia mengusulkan melakukan voting apakah Suk Bong layak diterima menjadi karyawan Smart lagi. Suk Bong menyetujui usulan ini.

Ketua Yoo melaporkan hal ini pada Woon Suk. Ia dikagetkan dengan kemunculan So Jung yang datang menghampirinya dan mengatakan pemilihan suara akan dimulai. HP-nya hampir saja terjatuh saking kagetnya.

Semua staf menuliskan pilihannya di secarik kertas. So Jung kebagian mengumpulkan kertas suara itu. Ia juga yang membacakan isi kertas itu. Ketua Yoo yang menulis hasilnya di whiteboard. Suk Bong menunggu dengan was-was. Hasil sementara berimbang. Sampai kertas suara terakhir dibuka. So Jung mengambil kertas itu dan menunjukkan bahwa kertas itu kosong. Artinya keputusan apakah Suk Bong dipecat atau tidak belum jelas. Shin Mi mengambil keputusan bijak untuk mengulang voting suara lagi.

Sementara keputusan belum diambil Shin Mi menyuruh Suk Bong bekerja dengan rajin. Suk Bong mulai bekerja mengepel lantai, memfotokopi dan membantu pekerjaan rekan-rekannya.
Suk Bong tak sengaja melihat Ketua Yoo yang sedang mengamati bursa saham di komputernya. Ketua Yoo sepertinya berniat menginvestasikan uangnya dengan membeli saham.

Suk Bong juga mendengar niatan Ketua Yoo yang sedang menelepon di dalam toilet. Ia mulai mencemaskannya (Suk Bong neh kadang terlalu ikut campur deh sama urusan orang).

Di kamar Byung Do tengah sibuk dengan berkas-berkasnya. Suk Bong penasaran pada apa yang tengah dikerjakan Byung Do. Ia melihat berkas Byung Do yang berisi jual beli saham. Suk Bong menyangka Byung Do ingin membeli saham, tapi Byung Do bilang harga saham sedang tidak bagus. Suk Bong melihat berkas-berkas itu dan teringat Ketua Yoo.

Suk Bong menemui Ketua Yoo untuk memperigatkannya. Ia juga memberikan hasil laporannya padanya. Sayangnya Ketua Yoo tak mempercayai ucapannya. Ia malah pergi meninggalkan Suk Bong.

So Jung mencegat Mun Dae Myung. Ia memberikannya sekotak susu segar (kayaknya So Jung mulai suka neh). Mun Dae Myung meminum susu itu setelah memastikan bahwa susu itu masih fresh. Kemudian So Jung mengatakan bahwa Suk Bong itu sebenarnya orang yang baik hati (maksud terselubung kayaknya).

Suk Bong mendekati meja Ketua Yoo dan mematikan saklar penghubung listirk pada komputernya. Ketua Yoo yang akan melakukan transaksi pembelian saham marah besar. Ia mengomeli Suk Bong yang dianggapnya telah merugikannya.
Shin Mi keluar dan melihat keributan itu. Suk Bong kembali ke mejanya dan mendapat SMS dari Shin Mi yang mengajaknya makan siang.

Di toilet Ketua Yoo mendapat telepon yang mengabarkan saham yang hendak dibelinya anjlok dipasaran. Mun Dae Myung kebetulan sedang ada disana dan mendengar percakapan itu. Ia mengingatkan Ketua Yoo semua ini berkat Suk Bong.

Shin Mi menunggu Suk Bong untuk makan siang, tapi yang datang malah So Jung yang memberitahunya bahwa Suk Bong tak akan datang karena tengah menghadap Presdir Lee. So Jung penasaran apakah Shin Mi sekarang tengah berpacaran dengan Suk Bong. Shin Mi enggan menjawab pertanyaan So Jung.

Suk Bong datang menemui Presdir Lee di rumahnya. Ia masih menanyakan masalah ayahnya pada Presdir Lee.
HP Suk Bong berbunyi dan Presdir mempersilahkan Suk Bong mengangkat HP-nya. Telepon itu dari So Jung. Saat Suk Bong menyebut nama putrinya Presdir menoleh ke arah Suk Bong dengan kaget.

Woon Suk mengajak Tae Hee ke toko perhiasan untuk menggantikan kalung Tae Hee yang hilang. Tae Hee menunduk sepanjang jalan dengan digandeng oleh Woon Suk. Ia terlihat malu pada Woon Suk. Tapi langsung berubah senang saat Woon Suk juga membelikannya cincin dan anting-anting.

Seusai makan siang, So Jung masih saja bertanya pada Shin Mi. Shin Mi kesal. So Jung malah mengajaknya bertanya ke peramal apakah ia dan Suk Bong berjodoh.
So Jung membawa Shin Mi ke peramal (hari gini masih percaya aja). Peramalnya agak aneh. Shin Mi juga sebenarnya kurang percaya dan terlihat enggan.

Di luar toko Woon Suk meminta Tae Hee menunggunya sebentar karena ia harus mengambil mobil. Tiba-tiba Tae Hee melihat Shin Mi dan So Jung baru saja keluar dari tempat jasa peramal. Karena penasaran Tae Hee masuk kesana menemui peramal itu dan menanyakan apa yang dilakukan Shin Mi disana. Peramal itu tak mau memberitahu. Tae Hee memberinya uang agar ia buka suara.
Tae Hee segera pergi ketika Woon Suk meneleponnya.

Voting kedua dimulai. Semua kembali memberikan suaranya. Hasil akhirnya menyatakan bahwa Suk Bong diterima lagi menjadi karyawan Smart. Suk Bong lega dengan keputusan itu. Shin Mi juga diam-diam merasa senang. Suk Bong berterimakasih pada seluruh rekan kerjanya.

Woon Suk menerima laporan bahwa Suk Bong telah diterima kembali bekerja di Smart. Ia terlihat tak menyukai kabar ini. Ia meminta Kepala Kang terus memantau perkembangan hubungan Shin Mi dan Suk Bong.

Suk Bong berdiskusi dengan Mun Dae Myung mengenai kelanjutan proyek kartu mereka. Suk Bong ingin menggabungkan kartu Echo Fashion dan kartu Win-Win yang kemarin dianggap gagal. Mun Dae Myung setuju dengan ide Suk Bong.
So Jung masuk dengan membawa makanan. Suk Bong berpamitan pulang. So Jung mengatakan Shin Mi juga akan pulang. Suk Bong menawarkan diri menjadi supir menggantikan So Jung.
So Jung senang ditinggal berduaan dengan Mu Dae Myung.

Shin Mi keluar dari kantornya. Ia naik ke mobilnya tanpa tahu Suk Bong yang membawa mobilnya. Di dalam mobil ia kaget saat melihat Suk Bong yang mengendarai mobilnya. Shin Mi minta berhenti. Suk Bong menghentikan mobilnya. Ia turun lalu pindah ke kursi belakang. Shin Mi hendak turun, tapi dicegah Suk Bong yang langsung memegangi tangannya. Suk Bong tahu Shin Mi kesal padanya karena tak menceritakan apa yang dibicarakannya dengan Presdir. Suk Bong ingin memberitahunya tetapi setelah mereka pergi bermain.
Mobilnya keren.

Sung Na Young diundang ke rumah Boo Kwi Ho. Direktur Boo mengundang Na Young kesana atas permintaan Tae Kyung putranya.
"Untuk apa aku diundang kesini?" tanya Na Young.
Direktur Boo menoleh ke arah putranya. "Sekarang dia sudah ada disini. Kau bicara langsung saja padanya?" ucapnya.
Tae Kyung yang duduk disebelah Na Young agak grogi (hehe...). Ia menatap Na Young.
"Setiap aku membuka buku kau selalu ada di depanku. Aku harap kau jangan muncul lagi!" ucap Tae Kyung. Direktur Boo dan Sekretaris Yoon tak bisa menahan tawa mendengar ucapan jujur Tae Kyung.
Na Young bertanya pada Direktur Boo mengapa anaknya bicara sembarangan dan seperti orang bodoh. Ia juga menambahkan Tae Kyung seperti Direktur Boo.
"Ini karena kau menyukaiku, kan? Kau jatuh cinta padaku pada pandangan pertama, ya?" ucap Na Young pede (wkwkwk, nie anak polos banget).
Tae Kyung masih bingung. Ia malah menanyakan pada ayahnya apa benar bahwa dirinya menyukai Na Young. Direktur Boo cuma tersenyum. Lalu Na Young minta dipertemukan dengan ayahnya. Direktur Boo menyuruh Sekretaris Yoon mengantarnya kesana, namun Sekretaris Yoo melaporkan bahwa ayah Na Young sudah kabur lagi dan sekarang tak diketahui keberadaannya. Mendengar itu Na Young langsung menangis. Direktur Boo mencoba menenangkan Na Young dengan bertanya apa yang diinginkannya. Na Young bilang ingin pergi ke taman hiburan. Secara kebetulan Tae Hee datang. Tae Hee kaget saat melihat Na Young dirumahnya. Ia masih kesal pada gadis cilik itu. Lalu Direktur Boo menyuruh Tae Hee menemani Na Young pergi ke taman hiburan.

Suk Bong mengajak Shin Mi ke taman hiburan. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan. Shin Mi mengajak Suk Bong duduk dan kembali membicarakan masalah dengan ayahnya. Akhirnya Suk Bong menceritakan semuanya pada Shin Mi.
Shin Mi tak mau memikirkan hal yang macam-macam. Ia mengajak Suk Bong menikmati permainan disana.

Tae Hee juga sudah sampai di taman hiburan. Sekretaris Yoon membelikan tiket untuk mereka. Tae Hee kaget saat tahu Sekretaris Yoon hanya membeli tiga buah tiket. Sebelum mendapat dampratan dari Tae Hee, Sekretaris Yoon langsung kabur diiringi dengan teriakan dari Tae Hee. Tae Kyung dan Na Young segera menarik Tae Hee masuk.

Shin Mi dan Suk Bong menikmati kencan mereka dengan mencoba semua permainan di taman hiburan. Mereka tampak gembira saat naik bom-bom car dan saling menabrakkan mobil dengan tertawa lepas. Lalu dilanjut dengan berlomba memukul gendang.

Sekretaris Yoon ternyata ada kencan dengan Pengurus rumah. Mereka makan di sebuah restoran daging yang mahal. Pengurus rumah mendapat telepon dari Byung Do. Sekretaris Yoon malah menyuruh Pengurus rumah untuk mengundang Byung Do makan bersama mereka.

Shin Mi dan Suk Bong kecapaian. Suk Bong mengambil saputangannya dan mengelap keringat Shin Mi. Shin Mi senang dan ingin membeli es krim untuk mereka berdua. Lalu ia pergi mencari penjual es krim. Suk Bong tersenyum. Ia mengatakan bisa tertawa dalam kondisi seperti ini karena ada Shin Mi.

Tae Hee kewalahan menjaga dua orang anak itu. Mereka berlarian disana. Tanpa sengaja Na Young menabrak Suk Bong yang tengah menunggu Shin Mi. Tae Hee kaget sekaligus senang bisa bertemu Suk Bong disana. Ia mengajak Suk Bong bergabung.
Shin Mi datang membawa es krim. Tae Hee kaget saat melihat kehadirannya.
"Apa kalian berkencan?" tanyanya.
"Iya," jawab Suk Bong. Lalu ia merangkul pundak Shin Mi dan pergi dari sana. Tae Hee makin shock melihat keakraban mereka.
"Suk Bong galak...!" panggilnya.
Shin Mi menoleh. Ia kembali menghampiri Tae Hee dan mengomelinya karena menyebut nama orang sembarangan. Suk Bong cuma tertawa melihat pertengkaran dua wanita itu.

Shin Mi memakaikan bando mickey pada Suk Bong. Suk Bong juga melakukan hal yang sama pada Shin Mi. Mereka tertawa bersama. Tae Hee mengikuti mereka dan ikut-ikutan membeli bando seperti mereka. Ia tak mau kalah dengan memakai bando kelinci.

Shin Mi dan Suk Bong berfoto dengan badut. Tae Hee masih mengikuti mereka dan memaksa anak-anak berfoto bersama. Kasihan anak-anak nggak bisa menikmati hiburan disana, hanya mengikuti Tae Hee yang terus-terusan membuntuti Shin Mi dan Suk Bong.

Shin Mi dan Suk Bong naik kora-kora. Mereka terlihat sangat senang. Sementara Tae Hee didepan mereka tengah menjerit ketakutan.

Setelah naik kora-kora, mereka mengantri untuk naik perahu. Suk Bong melepas jasnya dan memakaikannya pada Shin Mi. Shin Mi mulai kesal pada Tae Hee yang selalu mengikuti mereka.
"Untuk apa kau mengikuti kami terus?" serunya pada Tae Hee.
"Kau bicara padaku?" tanya Tae Hee.
"Lalu aku bicara dengan siapa lagi," Shin Mi benar-benar kesal.
"Memangnya siapa yang mengikutimu. Aku kesini karena anak-anak ingin naik perahu."
"Bohong. Kami tidak mau kesini. Tapi dia yang memaksa kami kesini," seru Na Young tiba-tiba.
Tae Hee kesal pada bocah itu.
Saat giliran Shin Mi dan Suk Bong naik perahu. Tae Hee menyerobot Shin Mi duluan dan naik bersama Suk Bong yang sudah duduk di dalam perahu. Tae Hee mengejek Shin Mi saat perahu mulai jalan. Suk Bong panik dan memanggil Shin Mi yang hanya bisa memasang wajah geram. Na Young mengomentari Tae Hee yang kelihatan menyukai Suk Bong.

Tae Hee turun dari perahu dengan kepayahan. Ia mual dan ingin muntah. Suk Bong melihat pajangan foto-foto yang tadi diambil saat perahu berada di terowongan. Ia tertawa melihat fotonya dan Tae Hee ada disana. Posisinya ia sedang menutup telinga sementara Tae Hee menjerit sangat keras (bwahaha...gak kebayang deh gimana waktu didalam tadi)
Tae Hee benar-benar mual. Ia memluk tiang dan muntah-muntah. Suk Bong membantunya dengan menepuk-nepuk punggungnya. Tae Hee tertegun memandangi wajah Suk Bong.
HP Suk Bong bunyi. Shin Mi menunggu mereka di pintu luar. Tae Hee langsung mencegah saat Suk Bong hendak pergi. Ia minta Suk Bong menemaninya naik kereta gantung.
Suk Bong lucu banget pake bando mickey.
Mereka duduk diatas kereta gantung. Tae Hee terlihat salah tingkah. Ia kaget saat HP-nya bunyi. Woon Suk meneleponnya. Tae Hee melarang Woon Suk yang hendak menyusulnya ke taman hiburan.
Tiba-tiba Suk Bong mendekat ke arah Tae Hee. Ia menunjuk pemandangan diluar yang terlihat indah dari atas kereta. Tae Hee makin salah tingkah. Ia bahkan mulai sesak nafas. Suk Bong heran melihatnya dan mengira Tae Hee fobia ketinggian. Tae Hee terus saja memegangi dadanya yang bergetar hebat (Tae Hee bener2 udah suka sama Suk Bong)

Mereka turun dari kereta gantung dan mencari Shin Mi. Tae Hee menutupi wajahnya dari Suk Bong. Ia takut tak bisa mengendalikan perasaannya lagi. Shin Mi benar-benar kesal pada Tae Hee. Suk Bong ditarik pergi oleh Na Young dan Tae Kyung meninggalkan Shin Mi dan Tae Hee berduaan.

Shin Mi mengingatkan Tae Hee agar jangan mengganggu hubungannya dengan Suk Bong. Lalu ia pergi, tapi Tae Hee meneriakinya. Shin Mi semakin kesal dan kembali pada Tae Hee.
Tae Hee mengancam bahwa ia tahu rahasia mengenai ayahnya. Shin Mi menganggap dirinya omong kosong.
"Jika Suk Bong tahu yang dilakukan ayahnmu apakah dia masih mau benmain denganmu?" ucap Tae Hee. "Jika ia tahu ayahmu yang membuat ayahnya celaka apa ia masih mau bersamamu. Kau tahu ayahmu adalah pembunuh ayah Suk Bong." Tae Hee kelepasan bicara.
Shin Mi kaget mendengar hal ini. Ia menampar pipi Tae Hee yang menurutnya bicara keterlaluan. Tae Hee terkejut. Ia memegangi pipinya dan mulai menangis. Seumur hidupnya ia belum pernah dipukul oleh orang lain bahkan oleh ayahnya sendiri. Ia nerteriak pada Shin Mi.

Shin Mi masih dikuasai emosi. Ia hendak melayangkan tamparan lagi di pipi Tae Hee, tapi sebuah tangan menghalanginya.
"Jangan menyentuh wanitaku!" Woon Suk datang memegang tangan Shin Mi. Shin Mi dan Tae Hee terkejut melihat kedatangan Woon Suk. Ia menatap Shin Mi dengan dingin.

Tiba-tiba Suk Bong datang. Ia melepaskan cengkraman tangan Woon Suk pada Shin Mi.
"Kau yang seharusnya jangan menyentuh wanitaku!" ucapnya.
Lalu ia mendekati Shin Mi yang tampak shock. "Kau tak apa-apa?"
Shin Mi diam saja. Ia hanya memandangi wajah Suk Bong dan terlalu shock setelah mengetahui bahwa ayahnya adalah seorang pembunuh.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...