Laman

Selasa, 02 November 2010

Hotelier (Episode 4)

Di dapur hotel Seoul terlihat manajer Si sedang berbicara dengan kepala koki. Kepala koki menanyakan apakah ada masalah dengan manajer Si. Namun manajer Si mengatakan bahwa tidak ada masalah. Kepala koki mengatakan bahwa tadi Tai Jun baru saja datang dan termenung lama di dapur. Kini kenapa gantian manajer Si yang begitu. Kepala koki menanyakan apakah mereka berdua bertengkar. Si mengatakan tidak. Si membawakan kepada kepala koki makanan buatan Jenny. Ia menanyakan rasa dari masakan itu dan menanyakan apakah kepala koki ingin bertemu dengannya. Si mengatakan bahwa walaupun ia tidak mendapat latihan khusus, tapi Si merasa Jenny itu sangat berbakat.

Kepala koki tidak mengijinkannya setelah Si mengatakan bahwa dia adalah seorang wanita. Sebab semua yang ada di dapur itu pria dan seperti dapur tentara. Namun Si tetap memaksa. Tiba-tiba ia mendapat berita bahwa ada tamu yang kehilangan jam tangan dan cincin. Manajer Si segera kamar tamu tersebut.

Sampai di sana, ia menanyakan kepada kedua orang pelayan tentang apa yang terjadi. Kedua pelayan tersebut menceritakan kejadian tersebut. Tiba-tiba tamu hotel yang seorang yonya itu keluar dan mengatakan asal usul kejadian itu. Nyonya tersebut meminta agar ia dapat bertemu dengan Manajer umum di hotel Seoul. Tamu tersebut mengatakan bahwa setelah para pelayan membersihkan kamarnya, barang tersebut hilang. Langsung kedua pelayan itu menyanggah tuduhan itu. Manajer Si segera mengatakan bahwa mereka akan mencari lagi. Si juga mengatakan bahwa hotel Seoul tidak bertanggung jawab atas barang yang hilang. Mendengar itu, tamu langsung marah dan mengatakan bahwa mana ada hotel yang seperti itu. Si mengatakan bahwa semuanya itu memang peraturan hotel. Hal ini membuat tamu semakin marah. Ia segera menyuruh agar mencari cincinnya itu.

Si dan kedua pelayan itu, keluar kamar. Si menanyakan pada pelayan itu, apakah sudah di cari ke semua tempat, para pelayan sudah mencarinya, tetapi tidak ada, bahakan di tempat sampah juga tidak ada. Tiba-tiba Si menanyakan dimana manajer Li, pelayan hanya menggelengkan kepala.

Di tempat lain terlihat manajer Li sedang menangis karena merasa di khianati oleh Tai Jun. Sudah lama ia menyimpan rasa sukanya. Namun gara-gara melihat Tai Jun membawa wanita dalam kamarnya, ia menjadi kesal......

***

Manajer Wu terlihat sedang menaiki tangga untuk menemui temannya yang sesama manajer. Ia ternyata juga tidak menyukai Tai Jun. Manajer Wu mengatakan bahwa ada yang lebih gila dari kabar tersebut. Ia mengatakan bahwa Tai Jun masih saja membawa seorang wanita ke dalam kamarnya. Hal ini membuat temannya itu menjadi kaget. Namun ia kurang yakin sehingga menanyakan apakah manajer Wu mempunyai bukti untuk hal tersebut. Wu mengatakan bahwa ia melihat sendiri ada seorang wanita yang keluar dari kamar Tai Jun. Teman Wu itu juga ingin agar Tai Jun dapat pergi dari hotel Seoul ini dengan cara mengadukan bahwa Tai Jun membawa wanita ke dalam kamarnya. Manaje Wu menyetujuinya, mereka akhirnya sepakat. Manajer Wu segera ke ruangan video untuk melihat rekaman video ketika wanita tersebut pergi meninggalkan kamar Tai Jun.

Di tempat lain, telihat Tai Jun sedang berbincang dengan istri direktur. Dia menyatakan bahwa hotel Seoul masih bagus, namun saat ini hubungan dan keamanan saja yang kurang mendukung. Namun istri direktur malahan mengatakan bahwa masalah terbesar yang paling di takuti adalah bulan depan mereka harus melunasi hutang pada bank. Namun Tai Jun mengatakan mereka masih punya waktu satu bulan untuk menarik pengunjung sebanyak mungkin dalam tempo satu bulan. Namun istri direktur tidak tahu apa yang harus diperbuat untuk hal itu. Tai Jun mengatakan bahwa mereka dapat menaikkan tarif kamar hingga 80 % dan makanan dari 20 sampai 30 persen. Ia yakin, dengan cara itu masalah dapat diatasi. istri direktur mengatakan bahwa sejak direktur meninggal, karyawan banyak yang di pecat. Jadi istri direktur tidak yakin apakah dapat menjalankan cara itu. Tai Jun mengatakan bahwa mereka harus bekerja sama untuk hal itu. Istri direktur juga mengingatkan bahwa esok adalah rapat umum pemegang saham untuk memilih manajer umum. Ia meminta Tai Jun untuk mempersiapkan diri esok hari.

Sewaktu sedang berjalan, ia bertemu dengan manajer Han. Tidak sengaja ia menabraknya. Tai Jun mengatakan bahwa ia tidak sempat untuk menemui semuanya. Manajer Han mengatakan tidak apa-apa. Sama lagi ia sudah tahu lewat rekaman video. Tai Jun kaget mendengar hal tersebut. Han segera menyuruh Tai Jun untuk melihat rekaman dan menceritakan bahwa kemarin Manajer Wu menyuruhnya untuk memutar video tersebut. Tai Jun agak marah karena Han telah memberikan video itu pada Wu, seharusnya tidak boleh. Namun Han mengatakan bahwa siapa yang dapat melarang manajer Wu.......

***

Jin Yun malah pergi bersama Frank. Sehingga ia pun terlambat untuk mengikuti pesta tersebut. Sebenarnya walaupun terlambat, Jin Yun ingin menghadiri pesta tersebut. Namun Frank malah mengajak Jin Yun makan di luar hotel. Maka Jin Yun pun tak kuasa untuk menolaknya. Padahal Tae Jun dengan setia menunggu Jin Yun.

Sementara itu, saat pulang dari sebuah tempat bilyar. Yi Si menerima pernyataan cinta yang mengejutkan dari Cui Rung Ci. Dengan niat tulusnya Cui Rung Ci berusaha untuk mendapatkan Cinta Yi Si. Namun Yi Si tak begitu saja menerima cinta Cui Rung Ci. Ia mengatakan bahwa ia akan mempertimbangkan dulu pernyataan Cui Rung Ci. Saat Cui Rung Ci pergi, Yi Si kembali bertengkar dengan ayahnya.

Ayahnya tak suka dengan tingkah laku Yi Si yang ia rasa telah keluar batas. Namun Yi Si tak tinggal diam. Ia berusaha membela diri dengan mengatakan bahwa semua yang dilakukannya hanya karena ingin merasa bebas dari aturan ayahnya. Ia merasa bahwa selama ini ia begitu patuh pada ayanhnya. namun selalu saja apa yang dialukannya dinilai salah. Karenanya Yi Si pun memutuskan untuk pergi dari rumah.

Sumber : http://www.indosiar.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...