Laman

Selasa, 09 November 2010

Hotelier (Episode 15)

cerita berawal dengan Jenny yang sedang membersihkan rumah. Tiba-tiba pintunya di ketuk. Ia segera membukakan, ternyata Tai Jun yang datang. Jenny malahan mengatakan bahwa Si tidak ada di rumah, Tai Jun tahu dan ia membawa pangsit, kemudian menyuruh Jenny untuk menggorengnya.

Sambil makan, Tai Jun dan Jenny berbicara. Tai Jun menanyakan pada Jenny tentang keadaannya di hotel. Apakah baik, terlebih lagi di bagian dapur. Jenny mengatakan bahwa semua orang baik terhadapnya dan di dapur sudah seperti keluarga saja. Tapi Tai Jun mengatakan bahwa keluarga tersebut tidak seperti keluarga sendiri. Ia kemudian menanyakan Jenny telah bertemu dengan kakak kandungnya. Jenny mengatakan bahwa Si telah menyuruh agar tidak menceritakan pada Tai Jun. Jenny juga minta pada Tai Jun agar tidak memberi tahu pada orang lain.

Tai Jun heran mengapa Jenny bersikap seperti itu. Bukankah sejak kecil ia ingin sekali bertemu dengan kakak kandungnya. Jenny mengatakan bahwa Ia tidak menyangka bahwa orang yang tidak di sukainya itu adalah kakak kandungnya sendiri. Tai Jun tetap menyuruh agar Jenny jangan bersikap seperti itu, walau bagaimana pun, ia tetap kakak kandungnya.

Di tempat lain Frank sedang membuka sebuah laptop. Ia melihat foto direktur, ingatannya pun kembali ketika ia ke rumah ayahnya kemudian meninggalkannya. Tiba-tiba telepon berdering, Frank mengangkatnya, ternyata Si yang menelponnya. Ia ingin tahu apakah Frank sudah tidur apa belum. Ia juga memberi tahu Frank bahwa Jenny juga sudah tidur. Mereka berdua membicarakan Tai Jun.

Keesokkan paginya terlihat mobil Frank dan asistennya datang membawa ayah Frank. Mereka di sambut oleh Tai Jun, segera Tai Jun menyuruh ayah Frank untuk mengikutinya. Ia menjelaskan bahwa kedua anaknya ada di sini, sang ayah pun menjadi heran.

Tibalah mereka di sebuah meja makan, ayah Frank sangat berterima kasih pada Tai Jun karena telah mengundangnya ke tempat hotel yang mewah seperti ini. Kemudian ayah Frank dan Jenny mengatakan bagaimana ia dapat membalas segala kebaikan Tai Jun. Tai Jun pun mengatakan bahwa putrinya bekerja di hotel ini dan putranya adalah seorang tamu yang penting di hotel ini.

Di tempat lain terlihat Jenny sedang berdandan. Si, Li dna seorang pelayan ikut membantunya berdandan agar terlihat cantik ketika bertemu ayahnya. Jenny juga banyak mendapat nasehat dari ketiganya itu. Si kemudian menyuruh agar Jenny segera menemui ayahnya. Di tengah jalan ia bertemu dengan para koki yang ingin memberikan ucapan dan bunga.

Frank telah menunggu Jenny, tidak lama kemudian Jenny muncul bersama dengan Si. Mereka kemudian berjalan, seketika itu tangan Frank menggandeng tangan Jenny. Si melihatnya dengan muka tersenyum.

***

setelah Yung Mi dan Tai Jun berpamitan, keduanya berjalan sambil mengobrol. Tai Jun menanyakan tenang keadaan Yung Mi di rumah, apakah masih selalu di marahi ayahnya.

Yung Mi mengatakan bahwa ayahnya kini tidak asal marah, sepertinya takut dengan ancaman dirinya. Tai Jun agak senang mendengarnya. Kemudian Tai Jun menanyakan tenang masalah hotel, Yung Mi mengatakan bahwa sikap sang ayah tetap saja tidak menyetujui. Sang ayah bukan karena bisnis, namun karena memang seorang yang keras kepala. Barang yang disukai harus bisa ia dapatkan.

Tai Jun ingin membantu Yung Mi, tetapi Yung Mi tidak mau jika merepotkan Tai Jun kembali. Sebab ia merasa bahwa Tai Jun telah banyak membantunya. Tai Jun mengatakan bahwa Yung Mi tidak bersalah, namun ayahnya yang telah membuatnya menjadi seperti itu.

Ketika mereka berjalan, tiba-tiba dari belakang mobil Yung Jae datang kepadanya. Ia kemudian menyapa keduanya, Yung Jae ingin mengantar Yung Mi pulang. Tai Jun menyuruh agar Yung Mi pulang dengan Yung Jae. Yung Mi pun menyetujuinya dan segera minta diri pada Tai Jun, juga berterima kasih karena telah menemaninya.

Setelah mengantar mereka, Tai Jun kembali ke ruangannya. Disana ia tidak menemukan Si, hanya ada piring kosong dan sebuah surat yang isinya bahwa Si merasa lapar, sehingga ia memakan semua makanan di piring, namun tidak enak makanannya. Melihat hal tersebut, Tai Jun hanya tersenyum saja.

Di tempat lain, Yung Mi dan Yung Jae sedang berdua. Yung Jae mengatakan pada Yung Mi bahwa lebih baik mereka berdua sekolah di luar negeri. Sebab mereka tidak akan di marahi oleh orang tuanya dan juga dapat bekerja di hotel. Yung Mi menganggap hal tersebut bahwa Yung Jae belum dewasa. Tapi Yung Jae malahan mengatakan bahwa semuanya ini di bicarakan pada Yung Mi karena ia dewasa dan Yung Jae tidak akan bermain-main di negeri orang. Namun Yung Mi segera menyuruh agar Yung Jae mengantarnya pulang.

Kemudian Yung Jae malah berteriak dan mengatakan bahwa mengapa Yung Mi selalu meremehkan dirinya. Yung Mi segera meminta Yung Jae agar tidak berteriak, tapi Yung Jae mengatakan bahwa disini bukan restoran, jadi boleh berteriak. Yung Mi menjadi bingung dengan sikap Yung Jae.

Yung Jae kemudian mengatakan bahwa ia sudah muak dengan bayang-bayang Tai Jun dalam Yung Mi. Ia ingin memiliki Yung Mi seutuhnya. Yung Jae juga mengatakan bahwa ia sudah hampir gila menjadi budak Yung Mi, ia hanya berharap Yung Mi dapat kembali ke sisinya.

Sumber : http://www.indosiar.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...