Laman

Senin, 08 November 2010

Hotelier (Episode 7)


Sementara itu Yun Mi malah mendengarkannya dengan banyak minum arak. Akhirnya Han Tae Jun pun memutuskan untuk menyudahi pertemuan mereka. Di sisi lain, manager Si mendapatkan laporan bahwa di ruang restoran ada seorang tamu yang tak mau pergi. Padahal restoran hendak di tutup.

Akhirnya manager Si pun mendatangi ruang restoran dan bertemu dengan tamu tersebut. Ternyata tamu yang dimaksud adalah Frank. Frank sengaja melakukan hal tersebut hanya ingin ditemani oleh manager Si. Perbincangan antara Frank dan manager Si pun berakhir di sebuah ruangan yang hanya boleh dimasuki oleh karyawan hotel dan tamu VVIP. Itupun akibat kehadiran Han tae Jun yang merasa kurang berkenan dengan hadirnya Manager Si dan Frank di ruangan tersebut.

Seusai pertemuan antara Frank dan manager Si, Han Tae Jun merasa cemburu. Ia langsung memarahi Manager Si atas kelalaiannya dengan membawa Frank ke tempat VVIP. Namun dimarahi sedemikian rupa membuat Manager Si jengkel. Ia pun merasa tak dihargai dan berbalik memarahi Han Tae Jun.

***

Saat Frank menelpon Manager Si, Manager Si mengira telepon tersebut dari Han Tae Jun sehingga Manager Si langsung memaki-maki. Saat ia sadar yang menelpon adalah Frank, maka Manager Si langsung salah tingkah.

Sementara itu, dilain waktu, Cui Rung Ci menunggu Yun Mi di depan paviliunnya. Selama 20 menit ia menunggu Yun Mi. Namun saat Yun Mi muncul, Yun Mi malah ingin agar Cui Rung Ci membiarkannya sendiri. Cui Rung Ci jelas menolak, ia tak bermaksud untuk memaksakan cintanya pada Yun Mi, namun ia berusaha untuk memberikan yang terbaik pada Yun MI. Akhirnya Yun Mi pun mau juga untuk diantarkan ke tempat kerja.

Disisi lain, Ayah Yun Mi merasa kehilanga anaknya. Namun itu untuk sementara waktu, karena ada akhirnya ayah Yun mengetahui keberadaan Yun Mi di Hotel yang dimanageri oleh Han Tae Jun. Informasi yang diberikan oleh mata-mata sewaan ayah Yun Mi ternyata kurang lengkap. Apa yang dilaporkannya hanyalah sebatas bahwa Yun Mi berada di Hotel Seoul.

***

Di tempat lain, terlihat Manajer Si sedang tidur, tiba-tiba bel berbunyi, ia merasa terganggu. Sambil melihat jam, ia menggerutu dan kesal dengan siapa yang pagi-pagi sudah ingin bertamu ke tempatnya. Dengan rasa malas, ia segera ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang. Ternyata seorang kurir sedang membawakan barang-barang yang sangat banyak. Ia hanya melihatnya dengan heran, setelah selesai menaruh semua barang tersebut, maka kurir tersebut segera undur diri.

Setelah kurir itu pergi, maka manajer Si segera melihat sebuah kartu ucapan untuknya. Ketika sedang membaca kartu itu, telephonenya berbunyi. Ternyata Frank yang menelponnya, Ia menanyakan kenapa Si mematikan HPnya. Sebab Frank merasa sulit sekali untuk menemukan nomor telpon rumahnya. Namun akhirnya ia bisa mendapatkannya. Frank mengatakan bahwa ia yang memberikan hadiah tersebut, namun Frank tidak tahu seleranya, jadi ia membelikannya beberapa macam. Frank, menyuruhnya untuk memakai apa yang Si rasa suka. Manajer Si ingin menanyakan sesuatu, namun Frank menyuruhnya segera turun dan menutup telponnya.

Si segera melihat ke jendela, ternyata Frank telah menunggunya. Ia segera bergegas untuk memakai pakaian. Frank menunggu di bawah dan melihat Si membawa semua hadiah pemberiaanya, namun karena tidak terlihat pemandangan depan, ia hilang keseimbangan dan akhirnya jatuh bersama semua hadiah itu. Melihat hal itu, Frank segera menghampirinya dan menolong. Frank menanyakan mengapa Si mengembalikan semua hadiahnya. Si mengatakan bahwa ia tidak cocok untuk memakai pakaian semahal itu, sama lagi ia tidak berharap mendapatkannya. Namun Frank menyuruhnya agar Si menyimpan semua pakaian tersebut. Kelak suatu saat ia akan memakainya......

Sumber : http://www.indosiar.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...