Laman

Selasa, 02 November 2010

Hotelier (Episode 1)

Pada episode pertama drama Hotelier ini ceritanya berawal dengan pemandangan kesibukan dari sebuah hotel. Terlihat seorang wanita yang sedang terburu-buru karena harus segera sampai tepat pada jamnya. Saat ia tiba di lokernya, didalamnya terdapat walky talky dan ada seseorang yang menginginkan agar ia segera di tunggu karena dibutuhkan di ruang pesta. Wanita tersebut adalah seorang manajer, orang memanggilnya Manajer Si. Ia segera berganti pakaian dan sepatu, namun ia masih menyempatkan diri untuk menggosok giginya, bahkan ketika bertemu dengan temannya, ia juga memperingatkan kawannya untuk menggosok gigi. Setelah rapi, ia segera pergi ke ruang pesta.

Setelah itu pemandangan beralih ke sebuah dapur di hotel tersebut. Terlihat berbagai macam kesibukan, seperti seorang tamu yang anaknya ingin makan hamburger, namun di hotel tersebut tidak ada, maka kepala dapur segera menyuruh anak buahnya untuk membelikan di luar hotel. Setelah masalah selesai kini timbul lagi seperti pematik api pada kompor rusak. Kemudian beralih ke dapur yang lain. Disana terlihat kesibukan para koki. Ada yang memotong sayur, ada yang menggoreng udang, memanggang roti dan lain-lain. Namun lagi-lagi masalah datang, seorang koki sedang menarik sebuah tempat yang berat, karena kurang hati-hati, ia terjelembab. malang sekali, secara tidak sengaja ia terdorong ke belakang dan mengakibatkan sebuah rak yang berisi makanan untuk pesta terguling. Akhirnya kepala koki segera mengambil langkah untuk mengganti menu pesta kali ini dan mengusir koki wanita itu.

Di tempat lain terlihat Manajer Si sedang berlari memburu waktu. Namun sayang ketika ia ingin masuk ke lift, ia lupa sesuatu, yakni absen, maka ia segera berlari untuk absen. Setelah itu, dirasa tidak ada waktu menunggu lift, akhirnya ia segera berlari menaikki tangga. Akhirnya sampai juga dengan nafas yang terengah-engah. Ia segera berjalan cepat, namun malang ia bertemu dengan atasannya. Ia di tegur karena waktu shift telah berganti, namun ia terlambat terlalu lama. Terlebih lagi, lipstick yang dipakainya tidak sesuai. Atasannya segera mengurangi penilaian terhadapnya.

Di tempat lain terlihat dua orang pelayan kamar sedang merapikan kamar. Terlihat seorang wanita yang telah bercermin kurang lebih 20 menit. Kedua pelayan tersebut segera membicarakan perempuan tersebut. Namun lagi-lagi wanita tersebut cerewet, ia meminta kedua pelayan untuk menambah bantal menjadi empat, kemudian jika ranjang sudah selesai dirapikan, ia minta lantainya di sedot dan jendela dibuka. Kedua pelayan tersebut mengiyakan dan terlihat wanita tersebut berdandan. Ternyata dia adalah Manajer Li, ia menerima pesan dari Manajer Si, namun ia tidak menggubrisnya.

Di tempat lain, terlihat seorang bapak yang sedang mendapati seorang karyawan yang sedang santai sambil merokok. Ia memarahinya, namun pemuda tersebut minta maaf. Ternyata bapak itu adalah direktur dari hotel tersebut. Ia mendapati anaknya tengah santai dan merokok. Ia segera memanggil ayahnya dengan kata ayah, namun sang ayah ingin agar anaknya itu memanggilnya direktur. Sang ayah berjanji jika anaknya itu membuatnya marah, maka baik gaji maupun uang jajannya tidak akan diberikan....

***

Setelah hidangan siap, para tamu baru dipersilahkan untuk masuk. Direktur hotel Hua Ke segera membuka kata sambutan kepada para tamu dan berterima kasih karena telah datang di pesta ulang tahun hotel yang ke tiga puluh. Sang direktur mengatakan bahwa orang-orang pasti mengetahui bahwa dahulu sebelum ada hotel, tempat ini sangat kacau. Sehingga hotel Hua Ke ini mempunyai semboyan yakni perubahan musim menjadi yang lebih baik. Akhirnya ia bercerita tentang perjalanan hotel dari awal hingga sekarang ini.

Ditempat lain terlihat kepala koki sedang berjalan sendiri ke arah dapur dan duduk dimejanya, sambil memandangi sebuah foto. Tiba-tiba terlihat Manajer Si datang dan menanyakan tentang tangan kepala koki yang terluka. Namun kepala koki mengatakan tidak apa-apa dan sudah diberi obat. Manajer Si kemudian mengatakan mengapa ada hal seperti ini diacara besar. Kepala koki mengatakan jika ada hal yang baik, pasti ada hal yang tidak baik. Itu semua hal biasa. Kemudian, Manajer Si melihat foto milik kepala koki tersebut. Kepala koki menanyakan pada Manajer Si tentang Han Tai Cun, apakah masih sering menelponnya. Manajer Si mengalihkan bicara dan ingin segera memeriksa ke ruang pesta.

Di ruang pesta terlihat direktur yang sedang berbincang dengan seorang pria yang ingin memiliki restoran di hotelnya. Bahkan jika ia mau menyerahkan padanya, direktur akan diberi jabatan yang tinggi. Direktur mengatakan bahwa saat ini ia sedang senang dan semua ini dianggapnya hanya sebagai lelucon yang kejam terhadap dirinya.

Setelah itu, terlihat seorang gadis cantik berlari meninggalkan ruang pesta. Para keamanan menjadi heran melihat tingkahnya dan segera berusaha untuk mengetahui penyebabnya. Gadis tersebut kemudian bersembunyi di balik tembok. Gadis tersebut tetap saja lari dan masuk ke ruang-ruang di hotel, sepertinya ia sedang mencari seseorang. Tiba-tiba ketika ada seseorang yang datang, ia kemudian bersembunyi di sebuah ruangan. Ia tidak mengetahui bahwa di dalam ruangan tersebut ada seorang pria yang ternyata adalah anak direktur. Ia kemudian bertanya siapa gadis itu. Namun sang gadis mengatakan bahwa dia tersesat dan ingin diantar keluar. Akhirnya mereka berdua pergi dan berjalan berdua sambil berbicara. Anak direktur tersebut mengantarnya untuk pergi ke perpustakaan. Namun tiba-tiba ada yang menelpon gadis tersebut yang ternyata adalah ayahnya. Ayahnya sangat marah sebab, ia tidak bilang terlebih dahulu untuk pergi.

Akhirnya mereka berdua sampai di perpustakaan. Mereka berdua akhirnya berkenalan. Anak direktur memperkenalkan dirinya dan mengatakan bahwa namanya adalah Cui Rung Ci. Namun sang gadis diam saja dan tidak mau mengatakan namanya. Cui hanya diam saja dan menunggu di depan perpustakaan.

Di dalam perpustakaan gadis tersebut disambut oleh temannya. Temannya mengatakan bahwa pria yang bersamannya masih menunggunya di luar. Namun sang gadis tidak menggubriskan dan mengatakan bahwa agar temannya jangan memperhatikan pria tersebut.

***

Setelah ngobrol dengan Manajer Si, direktur Cui segera masuk ke kantornya. Di sana telah menunggu Cing Fu Wan, saingannya yang ingin memiliki hotelnya. Ia kembali datang untuk menanyakan tentang masalah yang pernah ia katakan bahwa ia ingin membeli hotel Seoul. Namun lagi-lagi ia mengatakan bahwa itu hanya di anggap sebagai lelucon.

Ci Fu Wan mengatakan bahwa ia tidak pernah menganggap bisnis adalah sebuah lelucon. Direktur mengatakan bahwa ia tidak akan menjual hotel Seoul kepadanya. Ci Fu Wan tahu bahwa hotel Seoul sedang mengalami krisis keuangan dan telah meminjam dua puluh lima milyar pada bank. Jadi Ci Fu Wan berharap ia dapat membantunya dengan membeli hotel tersebut. Akhirnya terjadi perang mulut diantara keduanya dan menyebabkan sakit jantung direktur Cui kambuh. Ci akhirnya pergi keluar ruangan.

Setelah itu, direktur Cui mengambil sebuah map dan sebuah kaset video. Ia melihat seseorang lewat tayangan proyektor yang ingin mengembangkan hotel Seoul. Tidak berapa lama masuk istri direktur Cui, ia melihat tidak ada suaminya di meja kerjanya, kemudian ia mencoba mencari ke ruangan lain dan ia menemukan suaminya yang sedang bersandar. Istrinya datang membawakan bubur. Ia segera memanggil namanya, namun tidak ada sahutan. Akhirnya sang istri mengerti bahwa suaminya telah meninggal.

Keesokkan harinya, diadakan upacara pemakaman. Semua karyawan bersedih dan memakai pita hitam. Namun tiba-tiba Cing Fu Wan datang sambil marah-marah dan tidak ingin semua karyawan memakai pita hitam. Ada seorang koki yang tidak suka dengan sikapnya dan terjadilah perkelahian. Keadaan hotel makin kacau. Sang istri segera mengambil alih pimpinan hotel.

Pihak bank datang ingin menemui pimpinan. Akhirnya istri direktur mengatakan bahwa sebenarnya ia juga buta tentang kepemimpinan hotel. Yang ia tahu bahwa suaminya sangat mencintai hotel ini dan sudah seperti nyawanya sendiri. Pihak bank menyadari tentang hal tersebut.

Mereka malah mengatakan bahwa bisnis menggunakan perasaan. Istri direktur Cui mengatakan bahwa ia akan mencari seorang direktur yang akan menangani hotel ini. Namun pihak bank malah mengejeknya dengan mengatakan bahwa siapa yang mau menjadi direktur di hotel yang akan bangkrut ini. Namun istri direktur mengatakan siapa yang mengatakan bahwa hotel ini akan bangkrut. Ia akan berusaha untuk tetap mengelola hotel Seoul.

Ia kemudian ke meja kerja suaminya dan bercakap-cakap dengan Manajer Si. Ia memperlihatkan sebuah map berisi mantan karyawannya yang telah di pecat. Namun map tersebut ada di meja suaminya ketika suaminya meninggal. Istri direktur kemudian ia meminta Manajer Si untuk pergi ke Amerika untuk menemui mantan karyawannya itu. Apalagi ditambah lagi dengan desakan dari berbagai pihak, seperti pihak bank, para pemegang saham yang ingin menjual saham hotel Seoul dan dia yang tidak bisa bertahan lama. Mantan karyawan tersebut bernama Han Tai Cun dan ternyata hubungannya dengan Manajer Si kurang baik. Namun istri direktur mengatakan bahwa anggap saja ini permintaan direktur.....

Sumber : http://www.indosiar.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...