Laman

Selasa, 02 November 2010

Hotelier (Episode 3)

Setelah bertemu dengan para koki, Tai Jun segera pergi ruangan kepala koki. Di sana mereka berbicara dan bercanda. kepala koki mengambil foto ketika ia bersama Tai Jun memancing ikan. kepala koki ingin mengajak Tai Jun untuk memancing ikan sebagai tanda untuk merayakan kepulangannya di korea. Mereka bercanda bertiga. Namun istri direktur telah menunggu kepulangannya, sehingga ia minta pamit dan segera ke ruangan istri direktur.

Di tempat lain, seorang pelayan memberi kabar kepada asisten manajer yang tidak suka terhadap keberadaan Tai Jun bahwa Tai Jun telah kembali ke hotel Seoul. Ini membuat khawatir sang asisten. Ia segera memberi tahu atasannya. Atasannya baru saja mendapat sebuah sogokan dari sebuah perusahaan karena ingin memasukkan minumannya ke hotel Seoul.

Asisten tersebut segera menceritakan padanya tentang kehadiran Tai Jun di hotel Seoul yang akan menjadi direktur. Hal ini membuat sang manajer Wu menjadi takut, sebab ia sangat ingin menduduki jabatan manajer umum tersebut. sehingga dengan adanya Tai Jun berarti merupakan sebuah ancaman untuknya. Di tempat lain, Manajer Li juga kaget karena Tai Jun telah kembali. Ia membicarakan dengan para bawahannya. Para bawahannya malahan heran mengapa orang yang telah berbuat tidak baik itu akan menjadi direkturnya. Namun Manajer Li malahan membela, sebab ia tahu bahwa kejadian waktu dulu bukan salah Tai Jun. Sama lagi banyak orang yang suka padanya. Manajer Si segera bersiap-siap untuk berdandan. Para bawahannya menjadi heran.

Di tempat lain Tai Jun dan manajer Si masuk ke ruang istri direktur. Istri direktur sangat senang karena Tai Jun telah kembali. Ia juga telah mempersiapkan pakaian untuk Tai Jun. Istri direktur memerintahkan kepada semua manajer untuk segera rapat untuk memperkenalkan manajer umum baru hotel Seoul.

Rapat hendak di mulai semua manajer telah mempersiapkan diri, begitu juga dengan manajer Wu. Ia menanyakan pada Manajer Si apakah benar Tai Jun akan menjadi manajer umum. Namun manajer Si hanya mengatakan nanti istri direktur yang akan memberi tahu semuanya. Manajer Wu tersebut malahan mengatakan bahwa bagaimana mungkin orang seperti dia yang telah mencemarkan nama baik hotel Seoul, kini akan menjadi manajer umum. Ia tidak setuju dengan keberadaannya. Istri direktur dan Tai Jun hendak masuk ke ruang rapat, ketika hendak membuka pintu, ia terhenti karena mendengar ucapan manajer Wu yang tidak suka padanya.

Di dalam ruang rapat, masih saja manajer Wu terus membicarakan tentang keburukkan Tai Jun. Manajer Si dan manajer Li segera membela dan mengatakan bahwa manajer Wu sudah keterlaluan dan semuanya itu dulu bukanlah salah Tai Jun. Sang asisten manajer Wu juga membela manajer Wu.

Tiba-tiba istri direktur dan Tai Jun membuka pintu dan masuk ke dalam. Semua segera menghentikan pembicaraan. Istri direktur segera membuka rapat dan mengatakan bahwa semua telah tahu tentang topik rapat sehingga ia akan langsung pada pokoknya. Manajer Wu segera mengatakan keberatan pada istri direktur. Ia yakin jika Tai Jun menjadi manajer umum hotel Seoul, maka di pastikan hotel akan menjadi lebih buruk. Manajer Wu juga mengatakan bahwa jika istri direktur mempertahankan Tai Jun, ia akan meninggalkan hotel ini. Manajer Wu segera meninggalkan ruang rapat, bergitu juga dengan beberapa manajer. Hal ini membuat semuanya terdiam.....

***

Di hotel Seoul terlihat Tai Jun sedang merokok dan kelihatannya ia sedang memikirkan tentang keberadaannya di hotel tersebut. Manajer Si datang ke kamarnya, namun ketika hendak mengetuk pintu, ia melihat pintu kamarnya tidak terkunci. Ia kemudian membuka pintu dan melihat Tai Jun sedang duduk terdiam. manajer Si menanyakan apakah dari tadi Tai Jun hanya berdiam di kamar dan tidak kerja.

Namun Tai Jun malah mengatakan bahwa pertama ia menganggap semuanya akan mudah, tapi kenyataannya bukan hal yang mudah. Ia tahu semuanya belum melupakan kejadian dahulu. Jadi ia ingin mempertimbangkan lagi untuk bekerja di hotel Seoul. Ia merasa dirinya apakah memang diperlukan di hotel Seoul ini. Manajer Si mengerti akan isi hati Tai Jun, ia kembali memberi semangat pada Tai Jun. Tiba-tiba ia mendapat kabar bahwa seorang tamu hotel pingsan karenaa serangan jantung. Ia segera ke sana, begitu juga dengan Tai Jun.

Setelah sampai, ia melihat tamu hotel yang tergeletak di lantai. Manajer Si kemudian menanyakan pada Manajer Li apa yang terjadi. Manajer Li kemudian menceritakan tentang semuanya. Tai Jun segera turun tangan untuk membantu tamu yang pingsan tersebut dengan cara memompa tubuh tamu dan memberikan nafas buatan. Manajer Wu datang, sambil bergumam ia mengatakan bahwa sejak kehadiran Tai Jun, masalah mudali datang. Namun manajer Li segera menginjak kakinya.

Tai jun tetap berusaha untuk menyelamatkan nyawa tamu tersebut. Akhirnya tamu tersebut sadar dan mereka semua bergembira, terlebih lagi dengan manajer Li. Ia menyuruh semuanya bertepuk tangan. Melihat hal tersebut, manajer Wu segera pergi.

Setelah masalah ini selesai, manajer Si kembali mendapat laporan bahwa mesin pendingin dari lantai 8 hingga lantai 12 berhenti sudah 1 jam. Ia segera melaporkan pada Tai Jun. Selain itu karena ada beberapa baju milik tamu hotel menjadi basah karena mesin pendingin itu cair. Di tambah lagi ada tamu yang mengingkan pindah ke tempat VIP. Tai Jun segera memikirkan jalan keluar tentang semua masalah yang terjadi itu. Ia meminta manajer Si untuk menjalankan perintahnya. Manajer Si terlihat sangat senang dan mengucapkan selamat datang pada Tai Jun sebagai manajer umum yang baru.

***

Setelah mengetahui teman-temannya berbuat hal tidak baik, Cui Rung Ci sangat mneyesal karena telah mengajak kedua temannya yang brengsek itu. Di tempat lain Manajer Si terlihat sangat lelah, ia bersandar di sebuah kursi. Di tempat lain terlihat Frank Sin sedang makan malam di hotel Seoul.

Secara tidak sengaja manajer Si melihat selembar kertas yang di tujukan pada dirinya. Surat tersebut ternyata berasal dari Frank. Ia sangat kaget karena ia telah menerima kertas tersebut. Ia segera menelpon pada petugas bagian restoran untuk mencari apakah ada seseorang yang bernama Frank Sin. karena terlalu lama menunggu, akhirnya Frank telah pergi. Sehingga pelayan hotel mengatakan bahwa tidak ada seseorang yang bernama Frank di sana.

Manajer si penasaran, ia kemudian menelpon lobby untu menanyakan apakah ada orang yang bernama Frank menginap di hotel Seoul. Petugas membenarkan bahwa ada seseorang yang bernama Frank menginap di sana.

Manajer Si segera berlari ke hotel dan ia segera berlari untuk menemui Frank, namun hari telah malam, ia merasa tidak enak untuk bertamu. Namun ketika hendak pergi, ia melihat lampu kamar ada yang menyala, Ia lalu mencoba untuk berlatih mengucapkan selamat datang ke hotel Seoul. Namun ketika belajar, tiba-tiba dari belakang muncul Frank. Manajer Si kaget dan merasa malu dengan tingkahnya. Kemudian mereka berdua bercakap-cakap, tiba-tiba ada Tai Jun melihat mereka berdua berjabat tangan. Tai Jun segera menuju lapangan tenis untuk menemui Cui anak direktur dan ingin membahas masalah temannya tadi.

Cui mengatakan bahwa para temannya itu mabuk, sehingga terjadi hal itu. Tai Jun mengatakan bahwa Cui tidak berubah dari dahulu. Ia juga menasehati Cui bahwa ayahnya baru saja meninggal, sebaiknya ia harus berubah dan tidak seperti ini. Namun Cui malahan mengatakan bahwa jangan membicarakan tentang ayahnya. Itu merupakan urusan keluarganya, jadi Tai Jun jangan mencampurinya.

Sumber : http://www.indosiar.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...