Laman

Sabtu, 26 Desember 2009

My Girl (Episode 9)

Dengan wajah panik, Yoo-rin langsung memberitahu temuannya pada Gong-chan tentang salah seorang tamu di hotelnya. Ditemani oleh sekretarisnya (dan Yoo-rin yang terus mengikuti), pemuda itu memutuskan untuk mengkonfirmasi kecurigaan kalau tamu tersebut adalah seorang penjahat.

Sudah membayangkan macam-macam, Yoo-rin kembali harus menanggung malu saat tahu kalau pria yang disangkanya sebagai teroris tersebut ternyata adalah seorang sutradara terkenal. Dalam perjalanan pulang bersama Gong-chan, gadis itu bertekad untuk menyampaikan isi hatinya pada sang sepupu namun meski telah mendapat dukungan semangat dari Jeong-woo, niat tersebut tidak kesampaian.

Masalah Yoo-rin makin rumit setelah dirinya berhasil bertemu dengan sang ayah, yang dipenjara akibat terlibat keributan dengan seorang pria. Sedih bukan main karena pria yang dicintainya tersebut hidup menderita, Yoo-rin terpaksa menuruti keinginan pria yang ternyata seorang berandalan itu untuk menjadi penghibur di sebuah karaoke.

Di rumah, Gong-chan mulai kuatir karena hari semakin larut sementara Yoo-rin belum juga pulang. Saat kembali ke rumah, Yoo-rin mulai berhitung karena pria yang dicelakai ayahnya ternyata meminta ganti rugi dalam jumlah besar. Satu-satunya peluang adalah menjual barang-barang pemberian keluarga Gong-chan, namun gadis itu kembali ragu-ragu.

Perubahan sikap Yoo-rin sendiri bukannya tidak disadari oleh Jeong-woo, yang semakin jatuh cinta pada gadis itu. Membulatkan tekadnya untuk menjual barang-barang berharga demi membebaskan ayahnya, Yoo-rin berniat untuk bisa menebus semua barang tersebut suatu saat nanti. Setelah semua selesai, ia melakukan pembalasan pada pria yang membuatnya susah dengan cara super unik.

Turunnya salju di Seoul membuat Gong-chan teringat akan janjinya kalau saat itu bakal menjadi ultah Yoo-rin, ia bertekad untuk merayakannya bersama gadis itu dan telah membeli sebuah hadiah tak terlupakan. Namun saat menunggu, pemuda itu mengangkat telepon dari ayah Yoo-rin dan langsung salah paham.

Sambil menitikkan air mata, Yoo-rin hanya mengangguk lemah terhadap semua tuduhan Gong-chan dan memutuskan untuk meninggalkan rumah keluarga pemuda itu dan kembali tinggal bersama sahabatnya dan sang ayah. Namun, sebuah kejadian membuat Gong-chan sadar akan kesalahannya.


***
Namun ketika ditawarkan untuk kembali, Yoo-rin menolak dengan berbagai alasan. Diam-diam gadis itu melampiaskan kesedihannya dengan mabuk-mabukan, dan secara tidak sengaja aksinya di sebuah rumah makan terlihat oleh Jeong-woo.

Berpura-pura gembira didepan Yoo-rin yang mabuk meski hatinya sakit, Jeong-woo meminta pemilik rumah makan untuk menjawab panggilan ponsel gadis itu yang ternyata dari Gong-chan. Begitu tahu tentang kondisi sang sepupu, Gong-chan langsung menyusul dan membopongnya kembali ke rumah.

Menghadapi Yoo-rin yang telah mabuk ternyata tidak mudah. Selain terus meracau dan sempat membuat kehebohan dengan mengambil hiasan bintang di sebuah pohon natal (yang membuat Gong-chan harus berurusan dengan sejumlah suster), pemuda itu juga sempat kerepotan ketika mobilnya terkunci dari dalam saat hendak membeli obat untuk menyadarkan Yoo-rin.

Untungnya, ia bertemu dengan Jin-kyoo yang dengan senang hati menunjukkan tempat dimana Yoo-rin tinggal. Siapa sangka, pertemuan tersebut membuat polemik baru keesokan harinya : Jin-kyoo jatuh cinta dengan sekretaris Gong-chan sementara Jin-shim mengagumi paras Gong-chan yang tertidur saat menunggui Yoo-rin.

Meski berulang kali mendapat penolakan dari Seol-woong, Seo-yoon terus berusaha untuk merebut perhatian kakek Gong-chan tersebut (yang jelas-jelas lebih menyukai Yoo-rin). Masuk ke kamar sang kekasih, gadis itu tersenyum gembira melihat kado di meja Gong-chan dan mengira benda itu bakal diberikan kepadanya.

Kembali bertengkar di meja makan saat pagi, Yoo-rin yang jengkel dengan kelakuan Gong-chan balik mengerjai pemuda itu dengan mengutak-atik ponselnya yang tertinggal. Keruan saja saat rapat, Gong-chan yang tidak sadar sempat nyaris mengamuk mendengar dering ponsel, sebelum sadar kalau yang berbunyi adalah miliknya.

Belakangan, Seo-hyoon akhirnya tahu kalau hadiah yang berada di meja Gong-chan adalah untuk Yoo-rin, dan mulai curiga dengan hubungan kedua saudara sepupu tersebut yang dianggapnya terlalu dekat. Berusaha menyembunyikan kecemburuannya, gadis itu memaksa ikut acara makan malam yang semula hanya dihadiri oleh Gong-chan dan Yoo-rin.


Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...