Laman

Rabu, 16 Desember 2009

A Love To Kill (Episode 11)

Ketika sedang mengawal Eun-seok menjajal gaun pertunangan, tanpa sengaja Da-jeong melihat Bok-gu disisi gadis itu. Bisa dibayangkan bagaimana terkejutnya Da-jeong, ia langsung memandang pria itu dengan sinis sebelum melangkah pergi.

Joon-seong juga tidak kalah gusar melihat kedekatan Eun-seok dan Bok-gu, ia langsung memutuskan untuk mempercepat pertunangan dan mengancam bakal melakukan segala cara bila gadis itu berusaha menghindar. Di tempat lain, Bok-gu berusaha membujuk Da-jeong yang mengira pemuda itu telah melupakan dendamnya pada Eun-seok.

Memutuskan untuk tidak membongkar rencananya, Bok-gu melangkah pergi sebelum gerakannya terhenti akibat bunyi telepon genggamnya. Tahu bahwa yang menelepon adalah Eun-seok, pria itu sengaja tidak bicara melainkan bersiul melantunkan lagu pengantar tidur sang majikan. Sambil tersenyum, Eun-seok akhirnya ternyenyak.

Keesokan harinya saat syuting, mendadak Joon-seong muncul bersama sang ayah untuk menunggui Eun-seok. Kembali terjadi sesuatu, sebuah motor yang dikemudikan seorang tidak dikenal menerobos masuk ke lokasi dan nyaris saja menabrak gadis itu. Lagi-lagi, kesigapan Bok-gu membuatnya mampu menyelamatkan sang majikan.

Da-jeong yang lagi-lagi melihat kejadian itu langsung melangkah pergi dengan gontai, tatapan Bok-gu membuatnya sadar kalau pria itu telah jatuh cinta dengan Eun-seok. Bahkan ketika malamnya pria itu muncul dihadapannya, kemarahannya tidak juga mereda dan malah semakin berpikir yang tidak-tidak.

Tidak mau kalah lagi, Joon-seong bertindak cepat. Pertama yang dilakukannya adalah mengakui perasaan yang sesungguhnya terhadap Eun-seok, yang sayangnya mendapat penolakan. Kedua, ia berusaha menyingkirkan Bok-gu dengan alasan siap membiayai operasi Da-jeong.

Namun, sikap tersebut malah membuat Bok-gu semakin bernafsu untuk merebut Eun-seok. Lewat pesan singkat, ia meminta gadis itu untuk datang ke sasana tempatnya berlatih. Sambil menatap mata sang majikan, Bok-gu meminta ijin supaya boleh menyukai Eun-seok sebelum kemudian mencium keningnya.

***

Sambil menangis, ibu tiri Eun-seok meminta putrinya untuk memohon ampun pada Joon-seong dan meneruskan rencana pernikahannya. Keruan saja hati gadis itu makin tidak keruan, ia menemui Bok-gu di puncak sebuah gedung dan memeluknya dari belakang.

Mendengar suara Eun-seok yang seolah menyimpan beban berat, hati Bok-gu mulai goyah. Untuk menenangkan sang majikan, ia membawa gadis itu ke seuah tempa dimana banyak pepohonan dan tumbuhan. Namun di saat perasaan cintanya mulai berkobar, Bok-gu kembali teringat akan dendamnya.

Keduanya menghabiskan waktu bersama hingga hari gelap dan turun hujan, dan lagi-lagi Bok-gu melakukan hal yang pernah dilakukan Min-joo terhadap Eun-seok : melipat bagian bawah celana panjang gadis itu supaya tidak basah. Hatinya terasa sakit melihat wajah Eun-seok yang tidak keruan, ia mulai merasa mempermainkan perasaan wanita yang tidak bersalah.

Akibat kejadian yang berlangsung selama seharian tersebut, niat Eun-seok untuk menggelar konferensi pers membatalkan pertunangannya buyar karena sudah keduluan Joon-seong. Rupanya, sang ayah datang ke rumah direktur muda itu dan memohon supaya istrinya diampuni. Kali ini, posisi Eun-seok benar-benar terjepit.

Di rumah sakit sambil memijat Min-joo, Bok-gu teringat akan ucapan Eun-seok saat keduanya bersama dan mulai ragu akan hal yang dilakukannya. Sementara itu di tempat lain, Eun-seok akhirnya memutuskan untuk meneruskan rencana pertunangannya dengan Joon-seong karena ibu tirinya mengancam bakal pergi meninggalkan sang ayah.

Joon-seong langsung tersenyum penuh kemenangan melihat Eun-seok muncul dihadapannya untuk memohon, ia tahu kalau gadis itu siap melakukan apapun yang diinginkannya. Dengan sengaja, ia menelepon Bok-gu untuk melihat Eun-seok mencoba gaun pertunangan sekaligus memberi pesan tersirat bahwa pemuda itu sudah kalah.

Tanpa berkata apa-apa, Bok-gu kembali bertindak sebagai seorang pengawal sehingga Eun-seok yang duduk di bangku belakang merasa sedih. Tetesan air mata gadis itu akhirnya membuat Bok-gu tidak tahan lagi, ia mencium Eun-seok sambil merekam adegan tersebut. Rupanya, dendam yang dirasakan mampu mengalahkan rasa cinta yang dimilikinya.



Sumber :
http://www.indosiar.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...