Laman

Sabtu, 19 Desember 2009

Princess Hours (Episode 9)

Tidak kehabisan akal, Chae-kyoung membuat boneka dimana kedua sisinya menampilkan wajah Shin yang merengut dan tersenyum. Sikapnya itu malah membuat sang suami geleng-geleng, dan sekali lagi gadis itu merasa terhina oleh ucapan ketus Shin.

Sudah tentu, kemarahan tersebut dilampiaskannya pada boneka malang itu. Paginya, Chae-kyoung mendapat kejutan ketika Ibu Suri, yang tidak bisa menahan senyum melihat tingkah gadis itu, memperbolehkannya untuk pulang ke rumah orang tuanya.

Kegembiraannya semakin bertambah saat tahu semua itu adalah ide Shin, dan dan dengan gembira menggandeng tangan pemuda itu. Adegan tersebut dilihat oleh Yool, yang hanya bisa termangu. Tapi tinggal di rumah orang tua Chae-kyoung ternyata tidak semudah yang diperkirakan, mengingat kebiasaan yang bertolak belakang dengan istana.

Yang membuat semuanya terkejut, ternyata Shin meminta kamar yang sama dengan Chae-kyoung. Keruan saja gadis itu sebal, apalagi ternyata semua itu dilakukan Shin untuk menjahilinya. Keduanya kembali bertengkar dan saling berebut tempat tidur.

Meski jengkel karena harus menatap punggung Shin, diam-diam Chae-kyoung mendapat perasaan aneh yang seolah membuatnya tidak sungkan lagi berada bersama pemuda itu. Lamunan tersebut akhirnya membuatnya tertidur, dan ketika Shin terbangun, ia kaget ketika merasakan punggungnya basah. Rupanya, sang istri tertidur sambil bersender padanya dan tanpa sadar mengeluarkan air liur.

Bingung harus melakukan apa, kedua orang tua Chae-kyoung sepakat untuk mengantarkan air minum ke kamar Shin dan sangat kaget saat melihat sang putri tidur pulas sambil berpelukan dengan Shin. Mereka akhirnya sepakat kalau keduanya harus dipisahkan, dan Chae-kyoung yang malang harus merelakan dirinya tidur di lantai gara-gara kalah suit.

Untuk pertama kali dalam hidupnya, Shin merasakan bagaimana hidup menjadi orang biasa dan mencicipi nikmatnya memakan sayur-sayuran yang 'dilarang' di istana. Di sekolah, Shin dan Chae-kyoung menceritakan kejadian yang dialami di rumah orang tua gadis itu pada sahabat masing-masing sehingga keduanya menjadi bulan-bulanan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...