Laman

Sabtu, 26 Desember 2009

My Girl (Episode 16-Tamat)

Namun begitu Gong-chan menoleh ke arah kiri, ternyata Yoo-rin sudah tidak ada disana. Ia langsung berlari keluar, dan mendapati gadis itu memacu mobilnya dengan kencang. Dengan terpaksa, pemuda malang itu dibuat gigit jari lagi.

Dengan sisa uang pemberian Yoo-rin dikantongnya, Gong-chan dengan susah-payah akhirnya berhasil sampai ke tempat dimana Yoo-rin bekerja dan mengajukan keluhan. Hasilnya, ia kembali bergabung dengan kelompok tur meski usaha untuk mendekati gadis yang dicintainya itu ditolak mentah-mentah.

Sementara itu, Jeong-woo akhirnya berhasil melacak keberadaan Yoo-rin lewat tempatnya bekerja sebagai pemandu wisata. Dengan tersenyum lebar sambil membawa karangan bunga, pemuda itu yakin bakal bisa merebut gadis itu dari Gong-chan.

Usaha Yoo-rin untuk terus menghindari Gong-chan membuat suasana dalam grup pariwisata yang dipimpin gadis itu terasa canggung, dan untuk mencairkan suasana mereka akhirnya menghibur diri di sebuah tempat karaoke. Siapa sangka, Gong-chan yang semula berniat pergi malah nekat naik ke atas panggung dan mulai menyanyi.

Di luar dengan suara tinggi, Yoo-rin menyebut kalau dirinya tidak mencintai Gong-chan lagi. Menyempatkan diri untuk kembali ke rumah, Gong-chan mendapati kalau kakeknya Seol-woong ternyata telah menemukan cucu perempuan yang selama ini dicarinya. Menolak menuruti keinginan sang kakek, pemuda itu kembali untuk mencari Yoo-rin.

Gong-chan muncul tepat pada saat Yoo-rin hendak membuang bintang pemberiannya, dan meminta gadis itu untuk mau mempercayainya. Lewat sejumlah aksi yang dilakukan, Yoo-rin akhirnya tidak bisa berbohong lagi kalau dirinya masih mencintai Gong-chan (terutama setelah dibawa ke sebuah gereja).

Demi meneruskan niatnya hidup bersama gadis yang dicintai, Gong-chan nekat melawan Seol-woong yang tetap melarang pemuda itu bersama Yoo-rin. Bahkan, ia bergeming saat sang kakek menyebut seandainya Gong-chan meneruskan niat pergi ke Jepang bersama Yoo-rin maka tidak akan diakui sebagai cucu lagi.

Tidak mau menyerah begitu saja, Seol-woong meminta suami bibi Gong-chan untuk melacak keberadaan Yoo-rin meski sudah diperingati hal itu hanya akan mengulang masa lalu. Namun, nasib kadang memang lucu dan tidak pernah diduga. Secara kebetulan, ayah Yoo-rin hendak mencarikan pekerjaan yang lebih baik untuk putrinya.

Ironisnya, yang ditemui justru adalah Seo-hyoon, yang langsung terkaget-kaget saat tahu siapa putri pria itu sebenarnya. Ketika itu, Yoo-rin sendiri berniat menemui Gong-chan, namun langkahnya langsung terhenti saat ditelepon oleh Seol-woong.

***
Rupanya, sebab utama kenapa Seol-woong meminta Yoo-rin pergi meninggalkan Gong-chan adalah karena meski sudah menemukan yang asli, ia masih tetap menganggap gadis itu sebagai cucunya. Sambil melap air matanya yang menetes, Yoo-rin menyebut bakal membereskan semua dengan caranya sendiri.

Saat melangkah keluar, ia berpapasan dengan Seo-hyoon yang langsung membombardir gadis malang itu dengan sejumlah pertanyaan. Kaget saat tahu ayahnya-lah yang menyelamatkan cucu Seol-woong belasan tahun silam, Yoo-rin mendapat ide bagaimana membuat Gong-chan melupakannya dan tidak lupa meminta bantuan Seo-hyoon.

Walaupun sempat merasa lega, belakangan Seo-hyoon merasa bersalah karena tahu betul betapa Yoo-rin sangat mencintai Gong-chan. Dengan terpaksa, ia membantu rencana gadis itu yang mempertemukan Gong-chan, keluarganya, Yoo-rin dan sang ayah. Didepan semua yang hadir, Yoo-rin membeberkan penuturan yang mengejutkan.

Dengan wajah dingin, Yoo-rin menyebut telah mengetahui cucu perempuan Seol-woong selamat sejak awal dan menggunakan kesempatan untuk masuk ke keluarga Gong-chan serta menggunakan Seo-hyoon untuk mencapai niatnya. Sudah tentu Gong-chan tidak percaya begitu saja, namun ia terpaku saat Yoo-rin hanya menatapnya dengan dingin.

Berusaha menutup rapat-rapat kesedihannya dengan minum-minum, saat kembali Yoo-rin terkejut mendapati Gong-chan telah menunggunya untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Kembali menegaskan dirinya tidak percaya akan ucapan gadis itu, Gong-chan melangkah pergi dengan lesu.

Ketika masuk ke dalam rumah, Yoo-rin diberitahu sang ayah kalau Gong-chan telah memberinya sejumlah hadiah. Saat di dalam kamar, ia langsung terduduk lemas melihat sejumlah bola kristal yang menandakan bahwa meski waktu telah berlalu cukup lama, Gong-chan ternyata masih tetap mencintainya dengan tulus.

Siapa sangka, pertolongan justru muncul dari pihak yang paling tidak disangka : Seo-hyoon yang ternyata tidak mempercayai ucapan Yoo-rin begitu saja. Dengan air mata bercucuran, ia akhirnya mengakui telah kalah dengan Yoo-rin dalam memperebutkan Gong-chan.

Ternyata bukan cuma Gong-chan, Seol-woong juga tidak percaya akan ucapan Yoo-rin dan sadar akan kesalahannya. Sambil tersenyum, pria setengah baya itu menyuruh Yoo-rin untuk menyusul ke bandara mumpung Gong-chan belum pergi.

Lewat bocoran yang diberikan oleh bibi Gong-chan, Yoo-rin akhirnya tahu bahwa sebelum pergi, pemuda itu berada di gedung tinggi tempat mereka biasa melihat keindahan kota. Sambil berpacu dengan waktu, Yoo-rin bergegas menuju tempat tersebut.

Waktu hendak turun dengan elevator, Gong-chan teringat ucapan Yoo-rin tentang apa yang harus dilakukannya supaya keinginan bisa jadi kenyataan. Siapa sangka, pintu elevator kembali terbuka dan Yoo-rin berada didepannya sambil mengungkapkan apa yang dirasakan sebenarnya.

Ucapan itu keruan saja membuat Gong-chan tidak bisa menahan diri, dan langsung menarik Yoo-rin kedalam sambil memeluk gadis itu seerat mungkin. Kemudian dengan lembut, pemuda itu memegang pipi Yoo-rin dan menciumnya dengan lembut.

Belakangan setelah semuanya kembali normal (Gong-chan dan Yoo-rin bisa bersama lagi), akhirnya terungkap siapa cucu perempuan Seol-woong yang sebenarnya. Dia adalah Choi Ha-na yang datang bersama suaminya Lee Mong-ryong. Apakah nama itu terdengar tidak asing lagi bagi penggemar?


TAMAT

Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...