Laman

Sabtu, 19 Desember 2009

Princess Hours (Episode 10)

Tidak cuma salah tingkah, jantung Chae-kyoung berdetak lebih cepat setiap melihat punggung Shin. Ia akhirnya tidak bisa menahan rasa penasaran, dan memeluk pria itu dari belakang untuk merasakan punggung sang suami dengan ekspresi lucu.

Hubungan Hyo-rin dan Putri Hye-jong semakin dekat, dan melihat gadis itu berada dalam keadaan bimbang, ibunda Yool tersebut menceritakan kisah cinta segitiga Pangeran Charles-Putri Diana-Camilla Martin. Keruan saja semua itu menginspirasi Hyo-rin untuk berjuang merebut cinta Shin, apalagi ia merasa Chae-kyoung tidak pantas untuk pria itu.

Keakraban Shin dengan keluarga sang istri semakin menjadi, ia mulai terkesan dengan kehidupan orang biasa dan mulai terpikat dengan kesederhanaan dan keluguan sikap Chae-kyoung. Sambil tersenyum, ia menatap gadis itu dengan perasaan berbeda saat Chae-kyoung bercanda dengan keluarganya.

Namun, masa-masa bahagia tersebut harus berakhir karena mereka harus pulang ke istana. Kembalinya Shin dan Chae-kyoung disambut gembira penghuni istana, namun tidak demikian bagi keduanya yang sudah terlanjur terbiasa tidur bersama.

Sama-sama tidak bisa tidur, Shin dan Chae-kyoung mengobrol dan mengutarakan perasaan mengenai kejadian dirumah orang tua gadis itu. Bahkan, Shin langsung menyodorkan punggungnya untuk dipeluk lagi. Chae-kyoung yang terlanjur geregetan mulai beraksi namun semua buyar berkat kemunculan kepala pelayan.

Sekembali ke istana, Shin mulai merasa kehilangan berada di tengah kehangatan sebuah keluarga, apalagi sang ibu yang terus menekankan supaya pria itu bersikap layaknya seorang calon kaisar (bahkan menolak dipanggil Ibu). Melihat Shin muram, Chae-kyoung langsung berusaha menghibur dengan tingkahnya yang kocak.

Ulah Chae-kyoung memang kerap tidak terduga, ia berani melakukan hal yang dianggap tabu di istana seperti mengendarai sepeda. Bahkan, gadis itu sukses 'menghasut' kepala pelayan untuk mencoba mengendarai sepeda, yang malah membuat leher pria malang itu patah karena tidak bisa mengendalikan lajunya.

Dari Ibu Suri, Chae-kyoung dan Shin mendapat hadiah sebuah mobil tua berwarna mentereng. Pertanyaan Chae-kyoung soal umur kendaraan tersebut langsung membuat wanita bersifat ceria itu terkikik, dan walhasil sejak hari itu keduanya berangkat ke sekolah dengan mobil tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...