Laman

Sabtu, 26 Desember 2009

My Girl (Episode 10)

Sempat diwarnai oleh kejadian lucu, Yoo-rin sangat terharu saat tahu Gong-chan telah menyiapkan hadiah khusus untuknya. Dengan berat hati, gadis itu menyampaikan niatnya untuk mengakhiri tipuan yang selama ini digelar karena hati nurani Yoo-rin terasa sakit dan tidak ingin lagi mengelabuhi Seol-woong.

Dasar Yoo-rin, imannya kembali goyah saat ditawari untuk tetap bertahan sementara waktu dengan imbalan vila yang pernah ditinggalinya. Alasan yang dilontarkan Gong-chan sendiri cukup masuk akal, hal itu demi menjaga supaya Seol-woong sang kakek tidak shock dalam masa pemulihan. Padahal, diam-diam ia merasa kehilangan sosok gadis itu.

Sebuah kejadian mengubah rencana tersebut. Ketika Jeong-woo berhasil menangkap seorang juru foto yang terus mengikuti Seo-hyoon, gadis itu kecewa ketika Gong-chan terkesan tidak perduli kalau sang kekasih bakal digosipkan macam-macam. Tidak cuma itu, Gong-chan bahkan meminta supaya rencana pengumuman siapa kekasih Seo-hyoon yang sebenarnya tetap ditunda.

Dengan cepat gadis itu langsung mengambil kesimpulan kalau penyebab semua itu adalah kehadiran Yoo-rin. Ia langsung menemui sang rival dan secara tersirat menjelaskan bahwa bila Yoo-rin tidak pergi, maka hubungan Seo-hyoon dengan Gong-chan bakal terganggu. Yoo-rin dengan cepat menangkap maksud tersebut, dan menyebut kalau dirinya bakal segera pergi dari rumah keluarga sang sepupu.

Meski berat, namun Gong-chan terpaksa menuruti permintaan Yoo-rin yang ingin meninggalkan rumah keluarganya. Dasar nasib, sebuah kejadian kembali membuat kepergian gadis itu tertahan. Bahkan, berkat Yoo-rin pula bibi Gong-chan akhirnya bisa bersatu dengan Jang Il-do, asisten Seol-woong yang telah lama disukainya.

Secara mengejutkan, keduanya menyatakan niat ingin segera menikah di depan Seol-woong. Dengan gembira, kakek Gong-chan tersebut langsung setuju dan menunjuk Yoo-rin sebagai orang yang bertugas untuk mempersiapkan pernikahan tersebut. Padahal di saat yang sama, gadis itu (dengan bantuan Gong-chan) berniat memberitahu tentang rencana kepergiannya.

Yang membuat Yoo-rin tambah jengkel, Gong-chan ternyata sama sekali tidak berniat untuk memberitahu rencana kepergiannya didepan sang kakek meski telah berulang kali diberi signal. 'Kegagalan' rencana Yoo-rin membuat Gong-chan tersenyum sepanjang hari, dan hal itu terlihat oleh Seo-hyoon.


***
Yang serba salah justru Yoo-rin, yang telah terlanjur berjanji untuk pergi dan harus menerima sikap dingin Seo-hyoon. Demi menutupi perasaannya terhadap Gong-chan didepan yang lain, Yoo-rin menerima tawaran Jeong-woo yang ingin mengantarnya pulang.

Menjelang kepergiannya yang tinggal menghitung waktu, Yoo-rin memutuskan untuk memberi kesan baik terhadap semua orang dan membantu mereka dengan tulus. Di tempat lain, Jeong-woo mengambil keputusan yang cukup drastis : ia ingin mulai bekerja demi mencontoh YOo-rin.

Diam-diam mulai merasa kuatir bakal kehilangan, Gong-chan secara tidak sadar kerap mencari gara-gara dengan memarahi Yoo-rin saat gadis itu pulang larut malam (usai menemani Jeong-woo bermain). Kembali terjadi hal yang cukup membuat wajah Yoo-rin merah-padam saat sang sepupu meminta untuk menemaninya kesebuah tempat perbelanjaan.

Terus berusaha mencari sepupunya yang asli, Gong-chan bergeming ketika sang sekretaris menawarkan alternatif untuk mengakui Yoo-rin seandainya yang dicari tidak berhasil ditemukan. Sang sekretaris sendiri pelan-pelan mulai tertarik dengan sosok Ahn Jin-shim, yang demi mengejar gadis itu memutuskan untuk menjadi model.

Demi menahan Yoo-rin supaya bisa tinggal selamanya di sisi Seol-woong, sang kakek menggunakan segala cara agar gadis itu merasa betah (salah satunya adalah dengan berusaha menjodohkan dengan Jeong-woo). Keruan saja, yang serba salah adalah Gong-chan, yang dimarahi ketika dengan sinis memberi komentar miring saat ditanya.

Kembali terjadi oper-operan, Yoo-rin yang tidak enak hati karena mendapat tiket menonton sebuah pertunjukan memutuskan untuk memberikannya pada Seo-hyoon. Keruan saja ketika datang ke lokasi pertunjukan, bintang tenis itu malah bertemu dengan Jeong-woo.

Keruan saja ketika sampai di rumah, Gong-chan dan Yoo-rin sama-sama kaget melihat masing-masing pulang lebih cepat. Memutuskan untuk mengajak sang sepupu melihat keindahan kota Seoul dari ketinggian sebuah gedung, pemuda itu berulang kali dikerjai oleh kebohongan Yoo-rin.

Meski begitu, hati Gong-chan terasa bahagia bisa menghabiskan waktu bersama Yoo-rin. Di tempat lain, Seo-hyoon yang telah lama merasakan ada hal aneh antara sang kekasih dengan sepupunya semakin waswas mendengar penuturan Jeong-woo yang memberi kesan kalau Yoo-rin bukanlah sepupu Gong-chan.


Sumber :
http://www.indosiar.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...