Laman

Sabtu, 26 Desember 2009

My Girl (Episode 13)

Dengan cepat, Jeong-woo menelepon Seo-hyoon dan menyetujui ajakan gadis itu untuk makan dengan pasangan masing-masing. Yoo-rin yang berada dalam situasi tidak enak memutuskan untuk pergi, namun langkahnya dihentikan Jeong-woo yang akhirnya menyatakan perasaannya yang mencintai gadis itu.

Yoo-rin semakin patah semangat ketika diberitahu oleh Jeong-woo kalau sepupu Gong-chan yang asli telah meninggal, yang berarti kepura-puraan itu bisa berlanjut selamanya. Tinggal berdua dengan Seo-hyoon, Gong-chan akhirnya mengaku kalau alasannya tidak menghubungi sang tunangan adalah karena sudah tidak ada perasaan cinta lagi.

Ketika hendak kembali, Gong-chan terkejut saat mendapati Yoo-rin ternyata masih menunggunya. Rupanya, gadis itu sudah tidak tahan lagi berbohong dan ingin pergi. Namun, perdebatan mereka berakhir lewat dering telepon, yang memberitahu kalau kondisi Seol-woon kembali memburuk.

Berada dalam posisi serba salah, berkat desakan sekertarisnya Gong-chan memutuskan untuk memberitahu soal nasib sepupunya yang asli pada Yoo-rin. Teringat akan ucapan gadis itu yang gemar berada di puncak gedung tinggi saat sedih, Gong-chan mengarahkan mobilnya ke tempat yang dimaksud.

Saat berada dalam lift menuju lantai atas, Yoo-rin mendadak menelepon dan menyebut setuju untuk terus berpura-pura sebagai sepupu Gong-chan. Tidak ada yang tahu bahwa dibalik semua permintaannya yang terkesan materialistis, gadis itu sempat menjauhkan ponsel genggamnya dan berbisik kalau dirinya mencintai Gong-chan (sambil bercucuran air mata).

Dasar nasib, keduanya gagal bertemu karena berselisih jalan saat keluar/masuk elevator. Setelah sampai dirumah, Yoo-rin berusaha keras untuk menganggap Gong-chan sebagai saudara, namun malah sejumlah kejadian konyol bin kocak yang terjadi mulai dari gugup saat membangunkan sang sepupu sampai mencekik Gong-chan saat berusaha membetulkan dasinya.

Telah ditunggu Seo-hyoon saat hendak masuk ruang kerja, Gong-chan membulatkan tekad dan akhirnya menyatakan ingin mengakhiri hubungan, yang tentu saja membuat bintang tenis itu terpukul. Diam-diam lega telah menyelesaikan satu hal sulit, perasaan Gong-chan kembali tidak keruan saat mendengar Jeong-woo ingin melamar Yoo-rin.

Di rumah, Yoo-rin lagi-lagi berulah yang membuatnya harus melakukan hal yang tidak terbayangkan sebelumnya bersama Gong-chan : membuat kue. Saat sibuk mengajari gadis itu membuat motif hati, dengan suara pelan Gong-chan meminta Yoo-rin untuk mempertimbangkan secara hati-hati bila kelak ada pemuda yang ingin melamarnya.


***
Namun, ucapan Yoo-rin lagi-lagi mendapat tanggapan dingin dari Gong-chan sehingga gadis itu merasa dikerjai dan berubah jengkel. Setelah berada di dalam kamar, pemuda itu hanya bisa mengeluh. Di tempat lain, Jin-kyoo harus menerima nasib hancurnya jeruk pemberian sekertaris Gong-chan yang disukainya.

Di saat Yoo-rin mulai membiasakan dirinya terhadap Gong-chan, sikap pemuda itu malah berubah canggung saat berada di dekat sang sepupu. Apalagi saat mendengar Jeong-woo bakal melamar Yoo-rin (sementara sang kakek memintanya mengantar ke restoran yang dimaksud), dengan berat hati Gong-chan setuju.

Bisa dibayangkan, bagaimana kalutnya perasaan Yoo-rin saat tahu apa yang sebenarnya terjadi. Menolak lamaran Jeong-woo dengan tegas, gadis itu melampiaskan kemarahannya pada Gong-chan yang dianggap ikut menjebaknya. Saat bertemu muka, Yoo-rin memberi tahu kalau Jeong-woo telah tahu semuanya.

Langsung menemui Jeong-woo untuk menanyakan kebenaran, Gong-chan cuma bisa terpaku saat sang sahabat mengakui semuanya dan meminta supaya ia tidak lagi mencintai Yoo-rin. Dibelakang keduanya, Seo-hyoon yang mendengar langsung terkaget-kaget.

Menghadap sang kakek Seol-woong, Gong-chan meminta ijin supaya bisa pindah kerja ke Pulau Jeju. Sudah tentu, Yoo-rin langsung bisa menebak bahwa hal itu dilakukan pemuda itu untuk menghindarinya. Apalagi sejak kejadian bersama Jeong-woo, sikap Gong-chan berubah total.
setelah berpapasan dengan Seo-hyoon, Yoo-rin sempat menduga kalau 'pelarian' Gong-chan disebabkan oleh rasa sakit hatinya setelah putus dengan sang kekasih. Namun belakangan saat bertemu Jeong-woo, gadis itu sadar kalau sang sepupu juga mencintainya. Ketika secara tidak sengaja bertemu Gong-chan, Yoo-rin langsung berlari sambil mencucurkan air mata.

Tahu bagaimana menderitanya Gong-chan saat menutupi perasaan yang sebenarnya, Yoo-rin berusaha menjaga keceriaannya dan menyebut kalau persaudaraannya dengan Gong-chan yang bakal dimulai secara resmi keesokan harinya adalah hal terbaik dalam hidup gadis itu. Sebelum kembali, lagi-lagi pemuda itu dikerjai saat berada didalam elevator.

Tapi saat perjalanan pulang, apa yang dipendam Yoo-rin akhirnya tidak bisa dibendung lagi. Dengan suara lemah sambil bercucuran air mata, ia meminta supaya Gong-chan bisa menganggapnya sebagai Yoo-rin yang sebenarnya saat salju mulai turun.

Hari keberangkatan Gong-chan akhirnya tiba, sebelum pergi ia mengelus kepala Yoo-rin (yang belakangan kembali mencucurkan air mata) untuk terakhir kalinya. Keberangkatan pemuda itu sempat tertunda akibat salju, yang belakangan berhenti.

Di saat yang sama, Yoo-rin tinggal selangkah lagi untuk resmi menjadi cucu Seol-woong. Berusaha menyemangati dirinya, mendadak dari belakang muncul Gong-chan, yang menyebut kalau dirinya tidak bisa lagi berbohong kalau dirinya tidak mencintai Yoo-rin.


Sumber :
http://www.indosiar.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...