Laman

Kamis, 24 Desember 2009

Coffee Prince (Episode 5)

Melihat penghasilan Coffee Prince yang semakin menurun, Han-gyeol memutuskan untuk melakukan layanan pesan antar dan tidak memperdulikan saran dari Hong Gae-sik yang menyebut pangsa pasar yang dituju oleh pria itu salah. Tidak cuma itu, Han-gyeol memutuskan untuk memecat Min-yeop.

Alasannya sederhana : pria lugu itu tidak memberikan alasan yang jelas saat absen. Keruan saja, niat tersebut ditentang Eun-chan, terutama setelah belakangan tahu kalau Min-yeop tidak dapat menolak tawaran kakak kelasnya di perguruan gulat untuk menjaga warung. Saat dikunjungi (dan sempat adu mulut), Min-yeop mendapat ide baru untuk membahagiakan Eun-sae : memberikan makanan ceker ayam untuk gadis yang dicintainya itu.

Dasar nasib, tidak cuma Eun-sae yang terlihat keluar dari sauna perempuan tapi juga Eun-chae. Keruan saja Min-yeop langsung lemas, apalagi saat tahu kalau 'pemuda' yang selama ini dikenalnya ternyata adalah kakak kandung dari gadis yang disukainya.

Untungnya meski bodoh, Min-yeop tidak buka mulut soal identitas Eun-chan. Sementara itu, Eun-chan juga memutuskan untuk membantu Min-yeop kembali bekerja di Coffee Prince. Tidak sengaja bertemu Han-gyeol saat berjualan di malam hari, sang bos kehabisan kata-kata dan akhirnya setuju untuk menerima Min-yeop. Tak berapa lama, terjadi insiden kecil dimana Eun-chan nyaris tertabrak mobil namun berhasil diselamatkan Han-gyeol.

Sejak kejadian di sauna, sikap Min-yeop berubah 180 derajat, ia tidak lagi memusuhi Eun-chan dan malah sebaliknya. Perhatian itu ditunjukkan saat Hong Gae-sik mengajak para pekerja Coffee Prince (dan sang bos Hang-gyeol) ke perkebunan apel milik rekannya.

Sempat malas-malasan saat rekan-rekannya membantu memetik apel, Han-gyeol malah diserahi tugas menjaga warung apel. Karena berulang kali berhadapan dengan pembeli, akhirnya ia memutuskan untuk menjual apel-apel tersebut dengan harga yang (menurutnya) pantas. Keruan saja saat kembali, sang pemilik terbengong-bengong melihat apel miliknya sudah habis diborong.

Selidik punya selidik, ternyata harga yang ditentukan oleh Han-gyeol jauh dibawah pasaran yang sebenarnya. Dengan penuh rasa bersalah, pria itu akhirnya meminta tolong para karyawannya untuk membantu memetiki apel sebanyak 20 kardus. Pelajaran yang didapat Han-gyeol tidak cuma itu. Dengan mata kepalanya sendiri, ia melihat keakraban antara dirinya dan para penghuni Coffee Prince yang mulai terjalin.

Pulang dengan hadiah beberapa kardus berisi apel segar, Eun-chan kembali berhadapan dengan masalah baru : ia diajak oleh Han-seong untuk datang ke pesta. Akhirnya dengan bantuan sang ibu dan Eun-sae, Eun-chan berdandan seadanya. Untung baginya, Han-seong adalah pria yang pengertian.

Sadar kalau selama ini Eun-chan belum pernah mengenal riasan, pria itu membawa sang gadis ke sebuah salon dan butik terkenal untuk didandani. Begitu turun dengan pakaian (dan wig) baru, Han-seong terkesima dan hampir tidak mengenali sosok Eun-chan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...