Laman

Kamis, 17 Desember 2009

A Love To Kill (Episode 12)

Ketika air mata Eun-seok tak henti berderai, Bok-gu menyatakan tidak akan melepas gadis itu sampai jantungnya berhenti berdetak. Begitu pria itu pergi, mendadak Eun-seok teringat akan sesuatu, sesuatu yang pernah dikatakan Min-joo.

Setelah kejadian itu, Bok-gu nyaris saja ditabrak oleh sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi dan ia tahu siapa yang ada dibelakang kemudi. Tidak hanya Bok-gu, Eun-seok juga mengalami perubahan dalam hidupnya dan keesokan harinya meminta supaya sang pengawal mencari pekerjaan lain.

Namun sebagai balasan, Bok-gu malah memperlakukannya bagai seorang putri. Ketika sedang syuting, mendadak Joon-seong muncul dan berusaha memprovokasi baik Eun-seok maupun Bok-gu. Namun, ancaman serta ucapannya yang bernada merendahkan malah ditanggapi santai oleh Bok-gu, yang menyebut akan selalu berada disamping Eun-seok.

Sadar kalau usahanya sia-sia, Joon-seong mengalihkan sasarannya pada Da-jeong. Tidak hanya itu, dalam wawancara yang digelar dalam bahasa Inggris, ia menyatakan Eun-seok siap melepas pekerjaannya sebagai aktris setelah menikah. Karena tidak mengerti, gadis itu hanya mengangguk-angguk sambil tersenyum.


Demi menjauhkan Bok-gu dari dirinya, Eun-seok berpura-pura mengajak Joon-seong beristirahat di kamar hotel dan setelah sampai, mengurung diri di kamar mandi dalam waktu yang cukup lama. Setelah semuanya selesai, mereka pergi makan malam sambil mengajak Bok-gu. Pria itu tidak sadar bahwa sang rival juga mengundang Da-jeong.

Terburu-buru dan ingin tampil cantik, Da-jeong melangkah menuju kamar kecil dan disana mendengar percakapan antara Bok-gu dan Eun-seok. Keruan saja ia sedih bukan main, dan melangkah keluar restoran dengan gontai. Tidak hanya Da-jeong, Eun-seok juga memutuskan pulang tanpa memberitahu Joon-seong yang menunggu di restoran dengan senyum kemenangan.

Saat berjalan keluar, tanpa sengaja Bok-gu melihat Da-jeong melintas dan sadar bahwa Joon-seong telah menjebak mereka semua. Konfrontasi keduanya tidak bisa dihindari lagi, dan sebelum pergi Bok-gu memaki pria itu dan menyatakan tidak akan membiarkan rivalnya itu menang.

***

Ketika sedang berada di samping Min-joo, Bok-gu mendapat SMS dari Eun-seok yang mengajaknya bertemu di sasana tinju. Disana, gadis itu menceritakan tentang kisah cintanya di masa lalu dan bagaimana ucapan Bok-gu mirip dengan kekasihnya yang terdahulu.

Di pagi hari pertunangannya, pikiran Eun-seok makin kacau setiap mengingat ucapan terakhir Bok-gu, dan memutuskan memandangi pria itu dari kejauhan didalam mobilnya. Siapa sangka, Bok-gu melihat dan malah mengajaknya melarikan diri bersama. Dengan wajah muram, Eun-seok memacu mobilnya pulang, Tak jauh dari sana, Joon-seong menyaksikan semua kejadian itu.

Benar-benar berencana mengacaukan pesta pertunangan Eun-seok, Bok-gu menyempatkan diri menengok keadaan Da-jeong yang jatuh sakit. Saat hendak pergi, tangannya digenggam erat oleh gadis itu. Dengan wajah serius, pria itu mengatakan bahwa semua tindakannya mempunyai alasan, dan berjanji akan kembali ke sisi Da-jeong setelah semuanya selesai.

Belakangan, Bok-gu mencegat mobil yang dinaiki Eun-seok dengan motor kesayangannya dan menghajar supir gadis itu. Keruan saja, kejadian itu membuat keluarga Eun-seok panik, namun keinginan mereka melapor ke polisi dicegah Joon-seong yang berjanji bakal mengurus semuanya.


Sikap Bok-gu yang bisa berubah drastis keruan saja membuat Eun-seok keheranan, di satu waktu gadis itu ditinggalkan sendiri di tepi jalan sementara tak lama kemudian sang pengawal malah muncul lagi seolah tanpa perasaan bersalah. Ia tidak tahu bahwa saat itu terjadi pergumulan hebat dalam diri Bok-gu.

Tahu kalau Bok-gu dan Eun-seok bakal berusaha melarikan diri keluar kota, Joon-seong menghubungi sejumlah informannya yang terpercaya untuk melacak keberadaan mereka. Tidak hanya itu, ia juga berusaha untuk mencegat pasangan itu di dermaga.

Bok-gu sendiri akhirnya ditangkap pihak kepolisian di sebuah rumah, tepat saat ia mengurungkan niatnya untuk bermesraan dengan Eun-seok. Rupanya jauh didalam lubuk hati pria itu, dendam saja tidak cukup untuk membuat Eun-seok merasakan sakitnya ditinggalkan orang yang dicintai.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...