Laman

Kamis, 17 Desember 2009

A Love To Kill (Episode 13)

Demi mencegah Eun-seok melakukan tindakan nekat, keluarga gadis itu menguncinya di kamar. Belakangan, Joon-seong masuk dan memberitahu bahwa semua yang dilakukan hanya akan menghancurkan karir yang telah dibangun, namun Eun-seok ternyata tidak perduli.

Ia langsung menuju kantor polisi, dan dihadapan para petugas, mengatakan bahwa apa yang dilakukan Bok-gu sama sekali tidak ada unsur paksaan. Keruan saja ketika berjalan keluar, mereka dikerubungi wartawan tepat pada saat Eun-seok memeluk pria itu.

Eun-seok nampaknya benar-benar dimabuk cinta, ia sama sekali tidak perduli bermesraan dengan Bok-gu meski berada di tempat umum. Di saat yang sama, citra gadis itu yang membatalkan pertunangannya di tengah jalan membuat karir Eun-seok terancam tamat.

Ketika sedang berada didalam mobil, mendadak Bok-gu meminta Eun-seok menceritakan tentang kekasihnya yang terdahulu. Sikap gadis itu langsung berubah, demikian pula sang pengawal yang mendadak menjadi dingin dan mengatakan bahwa ia merasa bosan. Keruan saja, Eun-seok meneteskan air mata dan patah hati melihat Bok-gu melangkah pergi.

Setelah melampiaskan rasa bersalahnya dengan minum-minum, Bok-gu mendatangi kamar Min-joo dan mengobrol dengan sang kakak. Meski awalnya menyatakan niat membalas dendam akhirnya kesampaian, Bok-gu tidak bisa menahan air matanya dan menyesalkan mengapa Min-joo menyukai wanita sebaik Eun-seok.


Eun-sook sendiri memutuskan untuk tidur sejenak didalam mobil sambil berharap apa yang terjadi dengannya hanyalah mimpi. Saat bangun, ia memutuskan untuk menyusul Bok-gu. Berkat informasi yang didapat, ia menyusul pria itu ke rumah sakit sehingga tabir kebenaran mulai terungkap.

Tidak ingin dirinya disakiti lagi, Da-jeong menelepon Joon-seong dan meminta supaya direktur muda itu berusaha dengan segala cara untuk menghalangi percintaan Bok-gu dan Eun-seok. Tidak hanya itu, ia juga mengungkap rahasia Bok-gu yang sebenarnya.

***

Air mata Eun-seok tidak berhenti berderai mendengar pengakuan Bok-gu sebagai adik Min-joo, ia langsung terduduk lemas di lantai. Di belakang mereka, Da-jeong mendengar semua percakapan tersebut dan hanya bisa tertegun.

Tidak tega melihat kondisi Eun-seok yang mengenaskan, Da-jeong keluar dan memperkenalkan dirinya. Tidak hanya meminta maaf karena sebelumnya sempat memeras, ia juga meminta sang artis memaafkan pengawalnya yang telah bertindak di luar batas. Bahkan, niat Eun-seok untuk melihat kondisi Min-joo dilarang oleh Da-jeong yang tidak ingin gadis itu makin sakit hatinya.

Kesal melihat Bok-gu seolah tidak perduli dengan tindakannya, ketika berkaraoke Da-jeong akhirnya melihat kesedihan di mata pria itu. Setelah semuanya tertidur baik karena kelelahan maupun mabuk, adik Min-joo itu mengambil keputusan untuk menyendiri. Di tempat lain, Eun-seok muntah-muntah akibat terlalu banyak memakan mie.

Gembira karena Bok-gu telah kembali ke rumah, Da-jeong memperlakukan pria yang dicintainya itu dengan sangat baik. Selain memasakkan makanan, saat sarapan ia sengaja menyebut berharap bisa mempunyai anak dari Bok-gu, sehingga otomatis pria berhati keras itu sedikit terkejut.

Ketika kembali ke rumah, Eun-seok disambut oleh kemarahan ibu tiri dan dua saudaranya. Namun, kali ini gadis itu tidak tinggal diam dan balas memarahi sang ibu. Rupanya, ia telah tahu apa yang dilakukan wanita itu pada Min-joo, dan menyebut bahwa Bok-gu sengaja mendekatinya untuk membalas perlakuan yang diduga dilakukan Eun-seok pada sang kakak.

Rupanya tidak cuma Eun-seok, belakangan Bok-gu juga tahu kenapa gadis itu menolak membicarakan Min-joo. Hal itu dibuka oleh pengakuan Da-jeong, yang mengaku sempat memeras sang rival dengan ancaman bakal mempublikasikan foto mesranya dengan sang kakak.

Sadar akan kesalahannya, Bok-gu berlari kesana-kemari sambil berusaha menghubungi Eun-seok namun sayang ponsel gadis itu ternyata dimatikan. Dengan panik sambil bercucuran air mata, pria itu akhirnya menyerah dan kembal ke rumah sakit. Siapa sangka, Eun-seok telah lebih dulu sampai disana dan melihat kondisi Min-joo.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...