Laman

Kamis, 17 Desember 2009

A Love To Kill (Episode 14)

Di luar rumah sakit, Joon-seong menemui Bok-gu dan meminta maaf karena selama ini salah menduga apa yang terjadi. Menolak untuk menerima Eun-seok kembali, pria berkacamata itu dengan tepat menebak kalau sang pengawal yang disewanya itu benar-benar telah jatuh hati pada sang majikan.

Kembali ke hotel tempatnya menginap sambil berhujan-hujanan, Eun-seok terkejut ketika Bok-gu muncul dan memayunginya. Berusaha tidak memperdulikan pemuda itu, sesampainya dikamar gadis itu langsung jatuh pingsan. Beruntung, Bok-gu tidak meninggalkannya begitu saja dan sambil memeluk erat, meminta maaf pada gadis itu.

Keesokan harinya saat kembali ke rumah sakit, Eun-seok terkejut melihat ranjang yang biasa ditiduri Min-joo ternyata telah ditempati orang lain. Nasibnya benar-benar malang, Bok-gu yang ditemuinya menolak untuk memberitahu keberadaan sang kakak sehingga ia terus menunggu di depan rumah pemuda itu meski cuaca sangat dingin.

Malamnya saat mendengar Eun-seok masih duduk di luar, Bok-gu langsung bangun, menggendong gadis itu, dan meminta Da-jeong untuk mau membiarkannya tidur disana. Keesokan harinya saat bangun, Eun-seok mendapati foto Bok-gu bersama Da-jeong.

Begitu keluar, Eun-seok disambut oleh ucapan Bok-gu yang sengaja memanas-manasi dengan kata-kata menyakitkan. Meski strategi tersebut cukup sukses, namun Da-jeong tidak bisa dibohongi dan tahu bahwa ada sesuatu hal lain yang disembunyikan pemuda itu.

Ucapan Bok-gu yang begitu menyakitkan benar-benar memukul Eun-seok, yang berlaku bagai orang kesurupan dan akhirnya dibawa ke kantor polisi. Sementara itu di tempat perawatan Min-joo, Bok-gu dikagetkan oleh sang kakak yang secara ajaib mulai sadar dan bisa mengenali lingkungan sekitarnya.

Berita tersebut langsung jadi santapan media massa, beruntung keluarga Eun-seok muncul dan langsung menebusnya keluar. Saat menuju mobil, mendadak Joon-seong muncul. Ketika berbicara berdua, pria itu kembali meminta Eun-seok untuk mau kembali kesisinya.

***

Setahun telah berlalu. Setelah karirnya nyaris berantakan, Eun-seok mendadak kembali populer setelah film yang dibintanginya kembali diedarkan. Ketika ditanya wartawan, Joon-seong sebagai pihak investor mengaku hal itu dilakukannya murni dengan pertimbangan bisnis.

Dalam perjalanan, mobil Eun-seok mogok dan berhasil dibawa ke sebuah bengkel. Siapa sangka, disana ia kembali dipertemukan dengan Bok-gu yang bekerja sebagai seorang montir. Dari pria yang sempat meninggalkan Seoul selama setahun itu, kabar mengejutkan diterimanya yang membuat lemas : Min-joo telah meninggal.

Kembali harus diselamatkan karena nyaris ditabrak mobil, Eun-seok diantarkan Bok-gu dengan mobil. Dalam perjalanan, sang mantan pengawal memintanya untuk bisa melupakan Min-joo sambil mengatakan abu sang kakak telah ditebarkan ke laut. Keruan saja, hati Eun-seok makin sakit karena ia tidak bisa mengunjungi makam pria yang pernah begitu dicintainya itu.

Pertemuan tersebut membuat perasaan masing-masing kembali tidak keruan. Bok-gu yang masih berhubungan dengan Da-jeong akhirnya memutuskan untuk meminta gadis itu mau tinggal bersamanya, sementara Joon-seong berusaha menghibur Eun-seok di sebuah bar dengan bermain saksofon.

Saat kembali ke bengkel, Eun-seok yang ngotot ingin mengambil kembali mobilnya dicegah oleh Bok-gu, yang mengemudi kemudian meminta gadis itu menunggu selama tiga jam. Sebelum berpisah, ia berpesan supaya Eun-seok tidak lagi bersedih atau minum-minum.

Dari ucapan tersebut, Eun-seok akhirnya tahu kalau apa yang dilakukan Bok-gu tidak sepenuhnya berdasarkan dendam, pemuda itu juga menyimpan perasaan yang sama dengannya. Namun nasib masih belum mau memisahkan mereka, gadis itu menemukan ponsel Bok-gu dan didalamnya, ia melihat foto si empunya bersama Min-joo yang semula disangka telah mati.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...