Laman

Sabtu, 19 Desember 2009

Princess Hours (Episode 3)

Dijodohkannya Chae-kyoung dengan Lee Shin membuat gadis itu jadi orang paling populer di sekolah, meski di sisi lain hal itu malah membuatnya tertekan. Yang paling terpukul adalah Hyo-rin, yang di hari yang sama memutuskan untuk pergi ke luar negeri mengejar mimpinya sebagai pebalet.

Ketika hendak berangkat, gadis itu bertemu dengan Lee Yool yang baru tiba di Korea tanpa tahu siapa pemuda itu sebenarnya. Yool yang adalah salah satu anggota kerajaan memutuskan untuk langsung datang ke istana, kehadirannya kotan disambut hangat oleh Ibu Suri dan semua orang, kecuali Permaisuri yang merasa waswas.

Di sekolah, Chae-kyoung akhirnya kehilangan kesabaran saat Shin menghinanya, namun tendangan kungfu malah membuatnya terjatuh. Belum hilang kekesalan (dan sakit-sakit ditubuhnya akibat jatuh), gadis itu harus mengambil langkah seribu karena kebiasaan mengenakan celana olahraga membuatnya harus berurusan dengan guru piket 'favorit'nya.

Ketika dikejar-kejar oleh sang guru piket, gadis itu bertemu dengan Yool (yang memutuskan untuk masuk ke sekolah yang sama dengan Shin), yang setengah takjub melihat gadis itu melepas celana olah raga didepannya dan kemudian pergi begitu saja.

Pertemuan kembali dengan Yool membuat Shin gembira, ia akhirnya mengaku kalau motifnya adalah memberi pelajaran pada keluarga kerajaan dengan menyetujui perjodohan, dan sedikit heran ketika sang sepupu menyebut Chae-kyoung sebagai gadis yang manis. Malamnya di istana, pemuda itu diperingati Permaisuri untuk berhati-hai pada Yool yang dicurigai mempunyai motif lain kembali ke Korea.

Hari pernikahan yang semakin dekat membuat Chae-kyoung resah, dan sebelum pergi, untuk terakhir kalinya ia tidur bersama ayah dan ibunya, yang merasa trenyuh melihat sikap putrinya yang masih kekanak-kanakan namun sudah harus menanggung beban keluarga.

Dengan berat, keesokan harinya mereka melepas Chae-kyoung yang tampil begitu cantik dengan pakaian tradisional dan siap dibawa ke istana untuk tinggal disana. Begitu masuk ke istana, Chae-kyoung langsung dipusingkan oleh tata-krama istana yang harus dipelajarinya melalui setumpuk buku.

Kehadiran Chae-kyoung menjadi masalah baru di istana. Selain tertangkap basah oleh Permaisuri tidur saat belajar, ia juga membuat pelayannya pusing tujuh keliling karena kerap menghilang untuk bermain-main. Bisa ditebak, para pelayan itu langsung dimarahi oleh atasannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...