Laman

Sabtu, 19 Desember 2009

Princess Hours (Episode 2)

Dasar masih kekanak-kanakan, keesokan hari pikiran Chae-kyoung kembali berubah saat telah didandani untuk dipertemukan dengan keluarga kerajaan. Sang ayah yang tidak ingin putrinya menderita langsung bertindak : ia melempar cincin pemberian Kaisar terdahulu sejauh mungkin.

Namun, kehadiran sekumpulan rentenir yang berusaha menyita seisi rumah Chae-kyoung (akibat sang ayah terjerat hutang) akhirnya memantapkan niat gadis itu. Dengan rambut acak-acakan, ia meminta cincin kerajaan yang dipegang sang adik, dan dengan mantap melangkah ke arah mobil keluarga istana yang telah menunggu di di depan rumahnya.

Masuk ke istana yang merupakan tempat yang tabu bagi keluarga biasa membuat Chae-kyoung terkagum-kagum akan keindahannya, dan ia diperingati supaya menjaga kesopanan karena akan dipertemukan dengan Permaisuri. Nyaris saja menjatuhkan sebuah guci antik, petaka bagi gadis yang penuh rasa ingin tahu itu akhirnya datang ketika ia menumpahkan teh, tepat disaat kemunculan Permaisuri.

Hanya bisa menunduk dan tidak berani menatap langsung istri sang Kaisar, dengan suara pelan Chae-kyoung menuturkan persetujuannya untuk menikah demi membantu kesulitan yang dialami kedua orangtuanya. Terperangah mendengar kejujuran gadis itu, tentu saja kesan pertama Permaisuri tidak begitu baik.

Namun sebaliknya dengan Ibu Suri yang muncul belakangan, ia menyukai sosok Chae-kyoung yang polos dan cepls-ceplos. Sebelum pulang, gadis itu berpapasan dengan Shin yang lagi-lagi mengejeknya. Sudah tentu, Chae-kyoung langsung panas dan buru-buru pergi.

Permaisuri sendiri menentang rencana tersebut, namun Ibu Suri berhasil meyakinkan bahwa Chae-kyoung adalah calon yang pas. Bagaimana dengan Chae-kyoung sendiri? Setelah pulang dan berpikir lama (ditambah obrolan dengan teman-temannya), pikirannya berubah lagi. Namun saat hendak mengembalikan cincin, di tengah jalan ia melihat selebaran rencana pernikahan Pangeran......lengkap dengan foto gadis itu.

Begitu sampai di rumah, ia menangis tersedu-sedu karena foto yang digunakan sangat kocak. Paginya saat bangun, rumah Chae-kyoung sudah dikerubungi wartawan dan wajahnya yang baru bangun tidur langsung menghiasi halaman depan. Di istana, Ibu Suri langsung tertawa terbahak-bahak melihat wajah Chae-kyoung di koran.

Sejak identitas dirinya terbongkar, Chae-kyoung harus menyelinap dari para wartawan untuk bisa berangkat sekolah, dan disana para sahabat baiknya memusuhinya karena dianggap merebut Lee Shin dari mereka. Di hari yang sama, Hyo-rin berangkat meninggalkan Korea untuk mengejar mimpinya sebagai pebalet.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...