Laman

Rabu, 16 Desember 2009

A Love To Kill (Episode 3)

Belum habis kemarahan sang ayah, Joon-seong kembali berulah dengan mengaku pada media kalau dirinya sudah bertunangan dengan Eun-seok. Keruan saja ketika sedang bertandang ke rumah sang ayah, ia disantroni oleh gadis itu dalam keadaan marah besar.

Rupanya, Joon-seong punya alasan sendiri yaitu demi merebut simpati masyarakat karena meski terkenal, Eun-seok memiliki latar belakang keluarga miskin. Gadis itu kaget bukan main ketika tahu pria yang baru dikenalnya itu malah berniat datang ke rumah untuk bertemu keluarganya, dan meminta maaf sambil berharap Joon-seong tidak bertindak gegabah.


Dalam keadaan kalut, Bok-gu merenung di kediaman Min-joo sebelum melampiaskan kekecewaannya atas tindakan nekat sang kakak dengan merusak sekelilingnya. Da-jeong sendiri belakangan berusaha menyusul untuk menghibur, namun yang ditemukannya adalah ruangan yang berada dalam keadaan berantakan.

Dari foto-foto yang didapat disana, baru ketahuan kalau Min-joo dan Eun-seok ternyata adalah sepasang kekasih. Ucapan tersebut terdengar oleh Bok-gu yang ternyata masih ada di ruangan tersebut, dan tanpa sadar pria itu meneteskan air mata.

Kehadiran Joon-seong membuat kedua orangtua Eun-seok langsung berharap pemuda itu bisa menjadi kekasih putri mereka, hal yang tentu saja mengecewakan gadis itu karena keluarganya tahu ia masih mencintai Min-joo. Yang membuatnya lebih sedih, kedua saudara kandungnya bahkan berpura-pura tidak mengenal Min-joo yang telah membantu mereka.

Di rumah sakit, Bok-gu terpukul saat mendengar Min-joo mengalami kerusakan otak sehingga nyaris tidak mungkin untuk bisa normal lagi. Sambil menunjukkan foto sang kakak bersama Eun-seok, pemuda itu menegaskan niatnya membalas dendam. Saat pulang dari rumah sakit dengan motor, Bok-gu nyaris saja menabrak Eun-seok yang hendak menyeberang jalan.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...