Laman

Kamis, 10 Februari 2011

Wedding (Episode 7)

Wedding's picture

Episode 7
Ungkapkanlah Isi Hati

Yoon Su berusaha menutupi kesedihan hatinya akibat pemutusan sepihak dari Jin Hui, dengan mendatangi kafe milik Jung Min. Kepada Jung-Min dan Hyun-joo, Yoon Su mengungkapkan perasaan kesepiannya setelah Seung Woo menikah dengan Se Na. Dulu, jika merasa kesepian dan bosan, ia akan mencari Seung Woo, kini sudah tak mungkin karena khawatir Se Na akan cemburu. Yoon Su meminta teman-temannya untuk membantunya jika ada masalah. Disisi lain, Jin Hui juga merasakan kesedihan karena harus berpisah dengan Yoon Su.

Kepada Se Na, Seung Woo menyampaikan pesan yang diberikan ibunya, Sook-Hee. Jung Sook-Hee mengatakan sekarang ini Se Na adalah orang yang paling penting bagi Seung Woo. Tak peduli keadaan dan masalah apapun, mereka harus selalu bersama. Masalah apapun, jangan disimpan dalam hati, harus dibicarakan bersama.

Se Na bertanya kepada ibunya, Sung Hae-Lim, apakah dulu sebelum menikah dengan ayahnya pernah menemui pria lain ? Meski mengatakan pernah dan tidak pernah memberitahu suaminya, Ibu Se Na tetap kaget ketika Se Na mengatakan sebelum menikah ia pernah dekat dengan seorang pria. Sementara itu, Ayah Se Na, Lee Jung-Il, kepada menantunya mengatakan bahwa Se Na belum pernah "dekat" dengan pria lain. Anaknya sangat polos dan ketika akan mengatakan hal-hal baik lainnya dari Se Na, perkataannya dipotong sang Ibu yang mengatakan hal itu bukan sesuatu yang penting dibicarakan.

Saat mengungkapkan kekhawatirannya, kalau suatu saat hubungannya dengan Jin Hui yang telah berlalu, terungkap dan Seung Woo akan marah, Se Na malah diingatkan teman-temannya bahwa sebelum menikah pun, Seung Woo pernah berhubungan dengan wanita lain. Seung Woo bahkah belum pernah mengatakan siapa perempuan yang dicintainya, jadi untuk apa Se Na berterus terang ?

Demi membahagiakan suaminya, Se Na meminta Yoon Su untuk mengajarinya membuat sup ciang. Meski kaget dengan permintaan Se Na, Yoon Su mau juga mengajari Se Na. Ketika melihat tangan Yoon Su tak mengenakan cincin (pemberian Jin Hui) yang pernah dikaguminya, Se Na bertanya kenapa, jika cincin itu miliknya akan dikenakannya setiap hari. Mendengar hal itu, Yoon Su tersenyum sambil memandang cincin pemberian ibu mertua Se Na. Menurut Yoon Su, sebenarnya ia sangat menyukai cincin itu dan karena telah diberikan kepada Se Na, ia tidak berhak untuk mencobanya sekalipun.

Se Na bertanya perempuan seperti apa yang disukai Seung Woo. Karena demi orang itu, Seung Woo belum bisa menyukai dirinya. Dan sejak pulang dari Jepang, belum sekalipun Seung Woo makan malam dengan dan selalu pulang larut malam. Tetapi tak apa, karena bisa menikah dengan Seung Woo sungguh merupakan kebahagiaannya. Meski kaget dengan pertanyaan Se Na, Yoon Su mengatakan Seung Woo adalah orang baik dan tak akan membuat Se Na menderita. Yoon Su juga kagum dengan keberanian Se Na mengeluarkan isi hatinya. Tidak seperti dirinya yang selalu memendam semua dalam hati.

Bermaksud mengembalikan barang-barang pemberian Jin Hui, Yoon Su mendatangi apartemen mantan kekasihnya itu. Ia kaget ketika melihat Jin Hui tengah menggandeng seorang wanita. Kepada Jin Hui, ia mengatakan tak pantas menyimpan barang-barang pemberiannya pria itu sehingga harus dikembalikan. Ia juga mengucapkan terima kasih karena Jin Hui telah memberinya banyak kebahagiaan. Jin Hui pun mengucapkan hal yang sama dan berharap Yoon Su baik-baik saja.

Kecewa karena Seung Woo kembali lembur dikantornya, sementara ia sudah memasak sup ciang, Se Na pergi ke kafe Chen Ming dan minum-minum hingga mabuk. Ia bahkan tak peduli ketika Seung Woo mengajaknya pulang. Dalam perjalanan pulang, sambil menangis Se Na mengungkapkan kekecewaannya. Ia merasa terlalu menyiksa diri, sering sakit hati dan merasa bersalah, namun Seung Woo tidak mengerti dirinya. Meski ia tahu Seung Woo menyukai wanita lain, namun yang paling ditakutinya adalah jika suaminya tak menyukai dirinya. Namun hal itu dibantah Seung Woo. Ia bertanya kepada Se Na, siapa yang mengatakan ia tak menyukai istrinya ?

Sementara itu, Yoon Su yang tiba-tiba mempunyai keberanian untuk mengungkapkan isi hatinya, kembali mendatangi apartamen Jin Hui. Meski tak mampu menahan tangis, Yoon Su mengatakan Jin Hui sebagai pria yang jahat. Ia mengakui memang menyukai Seung Woo dari dulu, namun karena bertemu dengan Jin Hui, ia merasa telah mendapatkan orang yang dicintainya. Meski selamanya Seung Woo orang yang penting baginya, namun hanya Jin Huilah pria yang sangat disukai dan dicintainya.

Terpana mendengar pengakuan Yoon Su, Jin Hui pun mengungkapkan perasaan hatinya. Ia berterus terang bahwa keputusannya untuk berpisah karena ia merasa cemburu dan marah. Saat ia mengatakan hal itu dan Yoon Su tak menolak keputusan itu, hatinya terasa sakit. Saat ini, ia tak peduli apakah Yoon Su mengkhawatirkan atau menyukai Seung Woo, yang penting ia mengetahuinya. Jin Hui mengatakan bahwa ia cinta kepada Yoon Su.

***

Wedding's picture

Melihat Seung-woo muncul dengan tangan dibalut, Se-na tidak mampu menahan tangis dan sadar kalau dirinya tidak bisa hidup tanpa pria itu. Tetap dengan perawakan tenang, Seung-woo menyerahkan cincin milik sang ibu dan mengenakannya di jari manis Se-na sambil meminta kesempatan lagi.

Yoon-su yang mengalami demam mendengar berita tentang kecelakaan yang dialami Seung-woo dan karena tahu betul tabiat sang sahabat dekat, langsung menuju ke apartemen Seung-woo sambil membawa kotak P3K. Namun ia langsung menyelinap ke balik semak-semak saat melihat pria itu bersama Se-na, dan tahu diri kalau Seung-woo sudah dirawat dengan baik.

Ketika sampai di rumah, batuk Yoon-su makin parah dan saat berusaha menghubungi Jin-kui, telepon pria itu tidak diangkat. Sempat ragu-ragu, ia memutuskan untuk menelepon Seung-woo, yang langsung melesat ke rumah gadis itu untuk membawakan obat.

Memulai hari-hari penuh kegembiraan, Se-na mengatakan tidak keberatan mengundang wanita yang disebut merupakan cinta pertama Seung-woo ke pesta pada Yoon-su, yang langsung membuat wajah wanita itu berubah. Di tempat lain, Seung-woo menjemput sang ibu di stasiun kereta.

Tidak bertemu selama seminggu demi persiapan pernikahan, keduanya saling tersenyum saat bertukar pesan singkat lewat ponsel masing-masing. Dan tanpa terasa, momen pernikahan yang telah ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga.

Maju ke depan altar terlebih dahulu, Seung-woo tersenyum tipis saat Se-na muncul dengan pakaian pengantin yang sangat indah dan langsung menggenggam tangan gadis itu dengan lembut. Dari bangku penonton, orang tua masing-masing mempelai menunjukkan reaksi beragam.

Menjelang usainya pesta, Jin-kui baru muncul dan langsung mengajak Yoon-su pergi dengan terburu-buru. Keruan saja, gadis itu menolak dan meminta sang tunangan berkenalan lebih dulu dengan Se-na. Begitu keduanya saling bertemu, baik wajah Se-na maupun Jin-kui langsung berubah.

Gara-gara pertemuan itu, Se-na jadi salah-tingkah sepanjang perjalanan dan saat tiba di tempat bulan madunya bersama Seung-woo di Jepang. Dengan hati-hati, ia menanyakan apakah Jin-kui adalah tunangan Yoon-su, yang langsung diiyakan.

Suasana hati Se-na makin tidak keruan saat tahu Jin-kui ternyata juga ada di Jepang untuk urusan yang sama dengan Seung-woo : pekerjaan. Rupanya lewat pembicaraan dengan sang sahabat, baru ketahuan bahwa di masa lalu Se-na dan Jin-kui ternyata sempat menjalani hubungan asmara yang sangat singkat.

Di tengah kegalauan hatinya, Se-na sendiri sempat berpikir untuk menceritakan semuanya pada Seung-woo (yang mengira Se-na sebagai gadis polos) namun langsung dicegah oleh sang sahabat. Sementara itu, di Jepang Seung-woo sibuk dengan pekerjaannya sebagai diplomat.

Sumber :
http://indosiar.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...