Laman

Kamis, 10 Februari 2011

Wedding (Episode 5)

Wedding's picture

Episode 5
Saling Cinta dan Terus Terang

Se Na sangat panik ketika ibunya memberi kabar bahwa Seung Woo mengalami kecelakaan di kantornya. Ia merasa tidak bisa lagi bertemu dengan Seung Woo. Karena itu ia melupakan segala permasalahan antara mereka termasuk perasaan cinta Seung Woo kepada wanita lain dan perbedaan yang terdapat diantara mereka. Dirumah sakit, Se Na merasa lega melihat Seung Woo hanya mengalami luka ditangan. Tanpa sengaja ia menangis dan membuat Seung Woo merasa terharu.

Seung Woo mengatakan ia tidak akan membuat Se Na khawatir lagi. Ia pun memberikan cincin pernikahan ibunya untuk dikenakan Se Na. Menurut Seung Woo, ia tidak punya pengalaman dalam berpacaran karena itu ia tidak bermaksud membuat Se Na sedih. Ia meminta satu kesempatan lagi, untuk bisa menikah dengan Se Na. Mendengar hal itu Se Na menyatakan ia tak hanya sekedar ingin menikah dengan Seung Woo. Ia ingin bersama-sama selamanya. Dan jika sesuatu terjadi pada diri Seung Woo, entah itu baik atau buruk, Se Na ingin menjadi orang pertama yang tahu dan orang yang terdekat.

Yoon-Su yang diberitahu oleh Jin-Hui bahwa Seung Woo mengalami kecelakaan, langsung bergegas pergi ke rumah Seung Woo untuk mengantar obat, padahal ia sendiri sedang tidak enak badan. Sempat bersikeras tak ingin ditemani, Yoon-Su akhirnya pergi kerumah Seung Woo dengan diantar Jin-Hui. Namun ia urung menemui Seung Woo saat melihat Se Na bersama dengan teman masa kecilnya itu.

Jin-Hui bertanya kenapa Yoon-Su tidak menemui Seung Woo ? Menurut Yoon-Su, ia tidak ingin terjadi kesalahpahaman. Mengkhawatirkan Seung Woo adalah kebiasaannya sejak dulu, tetapi sekarang Seung Woo bukan bujangan lagi. Jin-Hui meminta agar rasa khawatir Yoon-Su diberikan padanya saja, karena bagi Jin-Hui disaat orang lain menganggapnya buruk, Yoon-Su adalah satu-satunya orang yang menaruh perhatian padanya.

Rasa khawatir ternyata juga terjadi pada Seung Woo, saat mengetahui Yoon-Su deman. Dengan tangan terbalut, ia mengantarkan obat deman kepada Juun Soo. Gadis itu sangat gembira mengetahui Seung Woo sudah rujuk dengan Se Na. Menurut Seung Woo, segala permasalahan antara mereka telah terselesaikan. Ia juga merasa terharu ketika Se Na menangis untuknya. Ketika seseorang menangis untuknya, perasaan nyaman melingkupinya. Tak ada yang lebih baik dan nyaman selain diperhatikan orang.

Itu berarti, ucap Yoon-Su, gadis itu sangat menyukai Seung Woo. Dan ia juga menyukai Se Na karena sangat baik dengannya. Sudah seharusnya, kata Seung Woo. Karena yang bersalah adalah dirinya, yang tidak terus terang kepada Se Na tentang perasaan cintanya kepada Yoon-Su.

Upacara pernikahan tiba. Yoon-Su yang menjadi pendekor bunga di acara pernikahan Seung Woo dan Se Na mengenalkan Jin-Hui kepada pasangan pengantin baru itu. Kekagetan terpancar dari wajah Jin-Hui dan Se Na, saat mereka berdua berkenalan. Namun mereka berusaha tampak normal. Yoon-Su sempat bertanya kepada Jin-Hui, kenapa ia tampak kaget saat bertemu Se Na, apakah mengkhawatirkan Seung Woo.

Di Jepang, Se Na merasa bahagia karena Seung Woo sangat memperhatikannya. Keceriaan Se Na tak berlangsung lama. Jin-Hui datang menemuinya. Rupanya mereka saling mengenal, saat berada di Inggris. Jin-Hui meminta kepada Se Na untuk bersikap seolah mereka tidak saling mengenal, karena ia tak ingin Yoon-Su berprasangka buruk kepadanya. Sementara itu, Seung Woo dan Yoon-Su yang menunggu pasangan mereka di hotel, kaget ketika Se Na pingsan.

Sumber :
http://indosiar.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...