Laman

Kamis, 10 Februari 2011

Wedding (Episode 1)

Wedding's picture

Episode 1
Apakah yang Terpenting dalam Pernikahan ?

Disuatu restauran, untuk pertama kalinya, Han Seung Woo bertemu dengan Lee Se Na. Pertemuan mereka diatur oleh bibinya Seung Woo, sebagai bentuk perjodohan yang dalam tradisi Korea disebut 'seon'. Se Na, adalah anak perempuan dari seorang pengusaha kaya yang sangat dimanjakan. Bagi Se Na, menikah adalah mimpinya, sebagai bagian dari langkah-langkahnya untuk menentukan hidupnya sendiri. Meski manja, Se Na tak menolak pernikahan yang diatur oleh orang tuanya.

Sementara itu Seung Woo, adalah seorang pria sederhana yang sedang menata kariernya di suatu kantor pemerintahan. Meski sangat mencintai seorang gadis, teman masa kecilnya, namun Seung Woo tidak menolak perjodohannya dengan Se Na.

Saat kencan pertama itu, mereka tampak kaku dan salah tingkah. Mereka hanya membicarakan tentang pekerjaan dan keluarga. Bahkan Se Na, lebih banyak membicarakan tentang perhiasan, yang diketahuinya dari buku dan majalah. Diakhir kencan mereka, Seung Woo yang mengaku bahwa ini merupakan perjodohan pertamanya karena itu ia merasa tegang, sempat bertanya kepada Se Na apakah yang terpenting dalam pernikahan ? Pernahkan memikirkan hal itu ?

Seung Woo menceritakan perjodohan dan kencan pertamanya kepada teman-temannya. Salah seorang temannya, Jung Min menyarankan agar Seung Woo menelepon Se Na kembali. "Untuk apa telepon ? Bertemu lagi ?, tanya Seung Woo. "Bertemu kembali akan timbul perasaan. Ada perasaan berarti ada cinta. Jika ada cinta, menikahlah". Meski sudah didesak untuk menelepon kembali, namun Seung Woo tak melakukannya, karena ia telah membuang nomor telepon Se Na.

Pertanyaan Seung Woo itu ternyata membekas dalam pikiran Se Na dan ia pun berusaha mencari jawabannya, namun tak berhasil. Karena itulah dalam pertemuan kedua mereka, Se Na mempertanyakan kembali hal tersebut, namun menurut Seung Woo, ia hanya asal bertanya karena dulu ada yang bertanya tentang hal itu kepadanya.

Saat berjalan kaki menuju rumahnya, Se Na mengatakan bahwa Seung Woo mirip sekali dengan Ketua Kelasnya sewaktu di sekolah dasar. Suka puisi, tidak banyak bicara, polos, jujur dan suka membantu orang lain. "Kamu suka pria itu", tanya Seung Woo. "Tidak, aku tidak menyukainya. Aku juga sudah tidak ingat tampangnya. Orang seperti itu tak suka kepadaku", kata Se Na berkelit.

Ibu Seung Woo datang ke Seoul. Dari ibunyalah, Seung Woo tahu bahwa perjodohan yang diatur bibinya itu dimaksudkan untuk keluar dari kesulitan yang dialaminya. Karena usahanya tidak berjalan baik, sang bibi terlilit hutang dengan jaminan rumah keluarga Seung Woo. Jika perjodohan antara Seung Woo dan Se Na berjalan lancar kemudian menikah, maka rumah mereka bisa dipertahankan. Karena itulah, Ibu Seung Woo memintanya melupakan dan tidak menemui Se Na lagi, jika Seung Woo keberatan dengan perjodohan tersebut.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...