Laman

Sabtu, 07 Agustus 2010

The Woman Who Still Wants To Marry (Episode 9)



Semua wanita yang ada di kantor Shin Young ternganga melihat Min jae... Min JAe berkata ia datang untuk melamar posisi VJ. Rekan kerja Shin Young semuanya berdebar2, tapi Shin Young dingin, ia tidak berniat main2 dengan anak kecil. Min Jae terus mendesak dan Shin Young ingin tahu mengapa Min JAe ingin kerja dengan mereka. Min JAe sangat serius hari ini, ia memandang Shin Young dengan tajam dan berkata, "Kau tahu mengapa..."

Dan...Shin Young berhenti mendengarkan suara Min Jae dan kita pemirsa hanya mendengar detak jantungnya huehehe..., dan ia tidak bisa menguasai perasaan-nya, langsung meninggalkan ruangan.

Min Jae mengikuti Shin Young ke lorong (lilin-nya dah diberesin hehe) dan ingin tahu apa yang ditakutkan Shin Young. Shin Young minta agar Min Jae menjaga bicaranya. Min Jae berkata bahwa Shin Young sangat berani dalam banyak hal, tapi ketakutan jika itu menyangkut cinta.
Min Jae, berusia 40 saat aku 30, 50 saat aku 40, apakah itu sangat menakutkan? Mengapa? Mendapatkan kerutan lebih cepat dari aku, rambutmu putih duluan, lalu apa?

Min Jae : Aku mengakui ini pertama kalinya dalam hidupku dan kau menghentikanku begitu saja?

Shin Young : Kemunduran membuat kau dewasa.
Min Jae : Dunia sudah berubah, dan begitu pula pikiran orang. Ikuti kata hatimu dan beranilah.

Shin Young : Ini tidak ada hubungannya dengan keberanian.

Min Jae : Apa kau tidak menyukaiku?
Shin Young : (Menahan air matanya) Tidak.

Min Jae : Apa kau tidak melihatku sebagai seorang pria?
Shin Young : (jelas bohong), Tidak, aku tidak melihatmu sebagai pria.

Min Jae : Aku tahu kau berbohong.

Shin Young : Tidak masalah jika itu kebohongan.
Min Jae : Aku mengerti. Terima kasih karena mengacaukan hatiku, karena menjadi orang yang ingin kulihat setiap hari. Kau membuatku merasa hal2 yang baru dalam hidupku. Aku sangat bersyukur karena itu. Saat warna rambutku kembali ke asal, aku akan melupakanmu, jaga dirimu. (oh..siapa yg mau mungut Min Jae...) Min Jae pergi, Shin Young melihat punggung Min Jae dan ia ingat semua kenangan-nya dengan Min Jae. Tiba2 Shin Young memanggilnya. Min Jae berhenti.
Shin Young mengusulkan mereka kencan 10 hari. 10 hari ? Min Jae tanya apa Shin Young mempermainkannya. Shin Young berkata benar2 bersama Min Jae akan membuang waktunya, tapi ia pikir ia bisa meluangkan waktu untuk 10 hari. Min Jae tanya lalu apa yang akan ia lakukan pada hari ke-11? Shin Young menjawab, Baik, 3 hari saja. Apa? Oke, 10 hari, deal! Min Jae berkeras, untuk mulai menghitung besok pagi saja, sekarang sudah terlambat dan ia tidak mau menyia-nyiakan setengah hari.

Min Jae berjalan menjauh dengan senyum kemenangan! dasar...hahaha


Di rumah, Da Jung masih memikirkan kata2 calon ayah mertuanya. Ban Seok meneleponnya, tapi ia tidak bisa menjawabnya. Da Jung mencari solusi dengan mendatangi konselor, tapi ia juga tidak mendapat jawaban.

Lalu ia ke RS, mau menemui Ban Seok, hanya ternyata ayah Ban Seok juga ada di sana, mengenalkan Ban Seok dengan anak perempuan temannya.
Da Jung berkata pada dirinya sendiri, bahwa ini bukan jawaban yang ia cari. Dan ia benar2 terpukul.

Lalu kita melompat pada adegan kung fu, hehe..Bu Ki sedang berlatih bela diri. Mengapa? Karena Bu Ki itu keren! hehe (menjelaskan mengapa Bu Ki dengan mudah mengatasi ibu2 yang menyerangnya waktu itu.)
Bu Ki mendapat sms dari kedua temannya, mereka ingin minum sambil curhat.

Shin Young mengatakan pada teman2nya mengenai kencan 10 harinya dengan Min JAe, dan minta mereka tidak mencoba dan berkata hal2 yang masuk akal padanya.
Bu Ki tanya apa yang terjadi setelah 10 hari itu lewat? Shin Young berkata mereka akan kembali ke posisi semula.

Bu Ki : Ke Sang Woo? Shin Young mengiyakan, Benar? Apa itu yang kau pikirkan?


Da Jung mengumumkan ke sejuta kalinya bahwa ia tidak akan menikah, Da Jung akhirnya mengatakan mengenai ayah Ban Seok yang tidak setuju jika ia bersama putranya dan semua kata2 menyakitkan yang ia katakan pada Da Jung. Kedua temannya, tentu saja, shock!
Bu Ki berkata seharusnya Da Jung mulai makan dengan tangannya untuk menunjukkan pada ayah Ban Seok betapa kasarnya Da Jung. Shin Young tanya mengapa Da Jung menyimpan ini sendiri?

Da Jung mengeluh, "Apakah berusia diatas 30 adalah dossa? Apakah wanita single diatas 30 seharusnya mati saja?" Shin Young memegang lehernya sendiri, berseloroh, "Mati..!"


Da Jung : Aku kerja keras. Aku melakukan yang terbaik, aku diakui. Dengan caraku sendiri, aku sukses. Mengapa aku diperlakukan seperti ini? Menikah? Siapa yang membutuhkannya? Aku tidak akan menikah. Aku akan mencampakkannya dengan dingin. Bahkan jika ayahnya memohon dengan berlutut, aku tidak akan kembali padanya!
Bu Ki dan Shin Young bersorak dan memberi Da Jung applaus, mereka lalu siap tos ...hanya Da Jung membiarkan tangan mereka tergantung di udara dan ia berkata, "Hanya saja jika aku bisa seperti itu."

Da Jung mengakui bahwa dia tidak ingin kehilangan Ban Seok. Da Jung mohon agar kedua temannya membantunya. (ih..rasanya mau nyekek deh..)


Shin Young berkata Da Jung seharusnya melupakan Ban Seok dan menemukan pria yang baru. Da Jung tidak bisa menunggu pria lain, dan apalagi pria baru. Pria itu mungkin punya hal yang lebih mengerikan. Bu Ki setuju dengan hal ini, hidup jarang yang sempurna. Jika pria berikutnya memiliki orang tua sempurna, mungkin saja ia punya hutang judi.


Di tengah pembicaraan mereka, Ban Seok menelepon. Da Jung pura2 sakit untuk menghindari telp-nya. Ban Seok ada di bawah dan ia akan menunggu Da Jung semalam-an. Da Jung terkesan, tapi Shin Young mengatakan jangan gampangan, Da Jung harus membuatnya menunggu sedikit lebih lama dan jual mahal.

Tapi bersamaan dengan itu, telp Shin Young berdering, Min Jae! dan kita lihat perubahan Shin Young : Min JAe mau bertemu tepat jam 12 malam, saat resmi untuk mengawali hari 1, tapi Shin Young memajukannya jadi jam 9 malam. Dia memberikan 3 jam sebagai bonus awal.

Kemunafikan ini tidak lolos dari pengamatan Da Jung :)


Bu Ki membawa Da Jung ke apartemen-nya. Da Jung akan pura -pura sakit.

Shin Young bersiap untuk kencan-nya, ia menyanyi dan menari di shower, dengan senang.


Ban Seok tiba di apartemen Bu Ki, Da Jung dengan konyol-nya pura2 sakit dan mengatakan semua kejelekan ayah Ban Seok. Dan mereka berhasil, Ban Seok memeluk Da Jung dan ia menyesal ayahnya telah kasar dan Ban Seok ada di pihak Da Jung sekarang. Ban Seok berkata ia mencintai Da Jung dan setelah Ban Seok pergi, kedua wanita itu merayakan kesuksesan mereka.

Shin Young turun untuk bertemu Min Jae, yang datang dengan mobil putihnya. Min Jae berkata agar Shin Young masuk ke mobil sebelum ia menciumnya. weee...
Saat mereka kencan, Shin Young mendapat telp dari Sang Woo, yang sedang di Paris. Shin Young bohong pada Min JAe tentang siapa yang menelepon-nya, lalu bohong pada Sang Woo ditelp. Shin Young berkata ia sibuk kerja selama 10 hari ke depan.


Mereka jalan berdua, Min JAe menggandeng tangan Shin Young dan memasukkan-nya ke sakunya. Min Jae berkata tangannya halus, dan Shin Young berkata ia sudah sering mendengarnya.
Min Jae berhenti dan dengan senyum berkata : Aku cemburuan. Jangan berkata hal2 seperti itu lagi.

Paginya, Sang Mi memilih wallpaper untuk apartemen Sang Woo, dan ia mendapat 2 pesan, pertama dari Min jae yang berkata bahwa ia mencintai ibunya (sweet), dan kedua dari Sang woo yang berkata Sang Mi tidak perlu buru2 dengan wallpapernya dan ia akan mengontaknya saat ia sudah kembali ke Seoul. Sang Mi tidak menghiraukan yang pertama tapi membaca terus yang kedua.
Sang Mi memasang wallpaper baru dan ia mengirim fotonya pada Sang Woo, Sang Woo terlihat sangat senang.
Sang Woo kembali dari Paris dan ia bertemu Sang Mi untuk minum kopi. Sang Woo memberikan scarf dan mereka saling memandang.

Da Jung datang menjumpai Ban Seok di Rs karena Da Jung harus 'diobati' atas sakitnya, saat Ban Seok menunduk untuk memeriksa Da Jung, Da jung sempat2nya mencuri mencium pipi Ban Seok. Tapi kehangatan mereka terusik oleh datangnya ayah Ban Seok. Ayah Ban Seok membawa putri temannya dan memperlakukan Da Jung seperti warga kelas tiga. Ban Seok tidak bisa membela Da Jung dan Da jung hanya minta maaf dan pergi.
Ban Seok mencoba beradu pendapat dengan ayahnya, tapi gagal. Akhirnya Ban Seok mengancam akan membuat bayi dulu agar bisa menikah dengan Da Jung! ha..

Da Jung berakhir di restauran Bu Ki, mengatakan sekali lagi ia tidak akan menikah. Bu Ki sudah tidak bisa menganggap serius Da jung dan mengingatkan semua alasan Da Jung mempertahankan hubungannya. Da Jung pergi dan berkeras ia tidak akan menahannya lagi.

Da Jung menunggu di halte bis dan melihat ke atas pada tanda kedatangan bis. Da Jung bergumam, pasti menyenangka jika hidup bisa seperti itu, ada yang mengumumkan siapa yang akan datang kemudian dan kapan. Dan refleksi Da Jung membuatnya mau memberi kesempatan pada Ban Seok lagi.


Pekerjaan Shin Young semakin bagus dan seniornya sebal, ia bermuka dua, di depan Shin Young ia meremehkan rating mereka, di muka boss ia ingin diijinkan bergabung dalam show karena Shin Young perlu bantuan. Sang Boss tampaknya setuju.
Kencan Shin Young dan Min Jae, kali ini Min Jae mengajar Shin Young main gitar, mereka mendengarkan musik dan bermain batu, gunting kertas karena mereka tidak ingin berpisah.

Ban Seok berkata pada Min Jae untuk keluar besok malam. Min Jae menyeringai dan ia mengerti, ia berkata Ban Seok bergerak cukup cepat juga dengan Da Jung.
Min Jae juga mengaku pada Ban Seok bahwa ia sedang jatuh cinta pertama kalinya dalam hidupnya. Di rumah, Shin Young melihat kalender dan sadar ia hanya punya 3 hari lagi dengan Min JAe. Shin Young berdoa agar mereka melakukan kencannya dengan perlahan.

Sang Woo mencari alasan lagi untuk bertemu Sang Mi, dan mereka pergi untuk 'kencan' keduanya dan Sang Woo bahkan memanggil Sang Mi dengan namanya saja. Sang Mi bahkan tidak tahu bagaimana bereaksi mendengarnya. Sang Woo kemudian tanya mengapa Sang Mi menyewakan apartemen itu, Sang Mi menjawab jujur.

Sang Mi berkata dia punya anak usia kuliah dan...suami. Sang Woo tertegun dan tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya dan ia hanya bisa memandang Sang Mi berjalan pergi.
Sang Woo kecewa dengan Sang Mi dan ia menelepon...Shin Young. Sang Woo ingin bertemu Shin Young, tapi Shin Young beralasan ia sibuk. Sang woo berkeras mau bertemu Shin Young malam ini, dan berkata ia akan menunggu telp Shin Young.

Shin Young juga sudah mendengar bahwa seniornya ingin mengambil alih program barunya, dan Min Jae membicarakan hal ini pada Shin young, mendukung Shin young.
Setelah menghibur Shin Young, Min Jae berkata agar Shin Young tidak pulang malam ini. Shin Young : Mengapa? Min Jae : Karena kau akan terus bangun semalaman. Ayo kita tidur bersama.

oh..no..apa ada yang shock...?


Ternyata...

Di sinilah mereka, main2 di jjimjilbang yaitu, sauna umum yang buka 24 jam hehehe....


Shin Young tanya pada Min Jae apa yang akan ia lakukan jika berusia 34 th, Min Jae : Aku kira aku akan menulis musik untuk film...dan aku ingin bersama dengan wanita berusia 44 th. Kau.


Shin Young : Aku tidak pernah sekalipun memikirkan ini, sampai sekarang, jika aku berusia 24 th sekarang, seperti apa rasanya? Aku berpikir tentang itu...untuk pertama kalinya.
Dan kemudian mereka jatuh tertidur, saling bergelung di lengan pasangannya.

Sampai...siapa yang harus datang ke sauna yang sama di malam yang sama? Of course...Sang Woo!

Karena itulah yang akan terjadi jika kita bohong hehehe...

Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...