Laman

Sabtu, 07 Agustus 2010

The Woman Who Still Wants To Marry (Episode 15)

Shin Young meminta Min Jae menghentikan semua ini dan kembali lagi ke dalam rumah untuk menyelesaikan semuanya.

Min Jae menolaknya, dan Shin young menyadari Min Jae masih kekanak-kanakan dan tidak bisa mengendalikan situasi. Min Jae menarik Shin young dan memeluknya dengan erat, "Jangan pergi."

Di dalam apartemen, Sang mi yang marah2 menemukan selembar surat dari Shin young yang ditulisnya untuk Min Jae,

Minjae, teman serumahku. Ku kira aku tidak bisa bertemu denganmu sebelum aku pergi, jadi aku menulis surat. Da jung selalu mengeluh bahwa kamar itu dingin, aku khawatir jika saat kau tidur ternyata memang dingin. Aku ingin menjaga janji yang kubuat pada ibumu. itu adalah suatu kehormatan baginya sebagai orang yang telah membawa Ha Min Jae yang kucintai ke dunia ini. Aku akan menerimamu sebagai teman serumah sampai akhir minggu ini. Aku akan memberikan selimut berpemanas di studio, supaya kau bisa tinggal di sana. Kalau aku kangen aku akan menemuimu. Ini adalah rasa gembira yang lama tidak kurasakan. Keinginan untuk mencoba dan hidup dengan baik. Ini adalah hadiah darimu. Hadiah apa yang bisa kuberikan untukmu..aku memikirkannya setiap hari. Terima kasih dan aku cinta padamu. Musim semi di hatiku, Ha Min Jae.

Sang mi tidak bisa marah lagi membaca surat itu. Ia pergi dan meninggalkan makanan yang dibawanya.

Min Jae membawa Shin young bermobil tanpa tujuan dan tidak mau pulang. Shin young akhirnya merasa cukup dengan kekanak-kanakan-nya dan minta Min Jae untuk menghentikan mobil dan ia turun, pulang naik taksi.

Bu ki menunggu Shin young dan membantunya membayar ongkos taksi dan menghibur Shin young. Shin Young menemukan kotak makanan dari Sang mi dan ia merasa bersalah. Shin Young mengaku ia merasa ada gap diantara dirinya dan Min Jae. Bu Ki berkata, bukan gap antar generasi tapi perbedaan pemikiran.

Bu Ki berkata, "Lee Shin Young jika ada begitu banyak rintangan, putus saja dengannya. Setiap pasangan punya gunung untuk di daki. Jika kau tidak mau berurusan dengan pria yang 10 th lebih muda darimu, kau bisa memilih pria seumurmu dengan kepribadian yang buruk, atau mungkin kau labih suka berurusan dengan mertua dan saudara ipar. Ini pilihanmu. Siapapun pria yang kau pilih, selalu ada sesuatu yang harus kau hadapi dalam hubungan itu. Pilih yang bisa kau terima."

Shin Young, "Apa kau tidak punya sesuatu yang bisa kau terima? Itukah sebabnya kau masih single sampai sekarang?"

Bu Ki, "Aku hanya suka dengan hidupku sekarang. Itulah mengapa aku masih tetap single."

Shin Young mengirim SMS pada Sang Mi, ia berharap semua kesalah pahaman akan selesai dan ia sudah meminta Min Jae kembali ke rumah.


Min jae muncul di rumah ibunya. Min Jae mengeluh karena ibunya memperlakukannya seperti anak kecil di depan pacarnya. Min Jae menjelaskan tidak ada apa2, dan Shin young cukup frustrasi untuk menjaga janjinya pada ibunya.

Min Jae juga minta maaf dan mengaku kesalahannya. Dan sang mi melunak pada anaknya.


Shin Young membereskan barang2 Min Jae dan ia menemukan kartu ID mahasiswa Min Jae, dan Shin young tertawa karena merasa Min Jae lucu sekali, tapi kemudian ia sadar ada perbedaan usia cukup signifikan diantara mereka.

Da jung yang sedang mempelajari proyek barunya, merasa kaget saat iparnya masuk ke apartemennya dengan kantong2 belanjaan dan anaknya. Ternyata ipar Da Jung mau Da jung memasakkan 5 macam masakan untuknya, ia mau memberikan masakan itu untuk mertuanya. Ha?

Da jung sudah merasa cukup dan ia mencari Bu Ki, untuk sharing.

Bu Ki hanya bisa berkata, Da jung menahannya atau keluar dari situasi ini. Da jung berkata dengan nada cemburu, "Hari ini, aku cemburu padamu dan Shin Young." Bu Ki berkata agar Da jung ingat saat dia berdoa untuk pasangan agar ia bisa berbagi makan agujjim bersama. Da Jung menjawab bahwa harga untuk berbagi agujjim terlalu tinggi.

Da jung heran mengapa orang2 mau menikah, Da jung ingin menikah karena ingin mengakhiri hidup singlenya, hanya ia baru sadar bahwa pernikahan itu bukan akhir, tapi justru awal segalanya.


Shin Young sukses di kantor. Cerita pacar politisi yang sempat dibekukan akhirnya ditayangkan dan Shin Young mendapat pengakuan dari boss-nya.

Shin young segera ingin menemui Min Jae untuk berbagi berita menggembirakan ini, hanya saja ia melihat Min Jae sedang bersama seorang gadis muda. Gadis itu merangkulkan tangannya ke lengan Min Jae, dan Min Jae juga tidak bisa mengusirnya begitu saja. Kelihatan sekali kalau gadis itu mengejar Min Jae.

Shin Young tahu itu tidak berarti apa-apa, tapi ada sesuatu yang tidak enak, Shin young berbalik dan pergi. Min jae melihatnya dan ia segera mengejar Shin young.

Shin Young dengan santai tanya siapa gadis itu, Min Jae berkata dia adalah Senna, adik kelasnya, dan juga seorang penyanyi. Min jae memberikan lagu untuk album baru Senna.

Min Jae ingin makan malam di rumah, karena ia akan pindah besok, jadi ini makan malam terakhirnya di rumahShin Young. Mereka memutuskan bahwa orang pertama yang sampai di rumah harus masak. Dan Shin Young sangat gembira.

Sang Woo membawa Sang Mi ke apartemennya untuk diperkenalkan pada ibunya. Seperti yang sudah di duga, Ibu Sang Woo kaget dan menentang mentah2 hubungan mereka berdua. Ibu Sang Woo berkata bahwa ia dan ayah Sang Woo tidak akan menghadiri pernikahan mereka, dan akhirnya Ibu Sang Woo memohon pada Sang Mi untuk melepaskan Sang Woo.

Sang mi mengalami apa yang dialami Shin young. Ibu sang Woo minta Sang mi memikirkan putranya, dan bagaimana orang2 akan melihat putranya. Sang Woo tidak tahan dan ia menarik Sang Mi keluar dari apartemennya. Sang mi jadi ingat apa yang dilakukan Min jae waktu ia menarik Shin young di depan sang mi dan pergi. Mirip.

Shin young menolak ajakan teman2nya untuk merayakan kesuksesannya dan memutuskan untuk pulang lebih awal untuk masak buat Min Jae. Shin Young menyiapkan pasta.

Ternyata Min jae yang mau pulang langsung ditahan oleh teman2nya, mereka mau mengajak Min Jae minum2 dan tidak mau mendengar keberatan Min jae. Min jae akhirnya pergi dengan mereka. Min jae mengirim sms pada Shin young dan berkata ia pulang telat, jadi jika Shin young lapar, makan duluan saja.

Shin young memutuskan untuk menunggu Min Jae karena ini adalah makan malam terakhir mereka di apartemennya.

Da jung dan Ban Seok makan malam di resto sushi, Da Jung mencoba mengarahkan pembicaraan pada saudara perempuan Ban Seok. Ban Seok salah paham dan berpikir Da Jung mulai cocok dengan saudaranya jadi ia senang sekali. Da Jung benar2 putus asa.

Ban Seok bahkan mengumumkan dengan senang bahwa saudara perempuannya akan membeli apartemen di atas apartemen mereka. Apa? Da Jung kaget sekali, dia akan tinggal di lantai atas ? Akhirnya Da jung tidak tahan lagi dan mengatakan semuanya pada Ban Seok.

Mereka bertengkar. Da Jung berkata sambil menangis, ia takut saat memikirkan masa depannya, dan Ban seok membalas, ia tidak tahu bahwa Da jung adalah orang yang egois, ini menyakitkan hati Da jung.


Shin Young menunggu Min Jae..menunggu..menunggu..main2 dengan pasta mentah, menusukkan pasta ke rambutnya, dan tiba2 ada kiriman foto dari teman Shin young yang kebetulan ada di bar yang sama dengan Min jae. Di foto itu, Min Jae dan Senna lomba minum bir sambil berangkulan tangan.

Sebenarnya Min jae benar2 berusaha untuk pulang, tapi teman2nya tidak mengijinkannya. Shin Young panik dan tiba2 kepanasan, ia mematahkan pasta mentah dalam jumlah banyak, stress. Lalu Shin young memutuskan untuk relaksasi dengan yoga. Shin young mendengar Min Jae masuk dan Shin young siap untuk menghadapi Min Jae.

Min Jae membawa kue dan bersikap biasa saja. Shin young terlihat marah. Min Jae sadar situasinya tidak enak, tapi Min jae tidak mengerti mengapaShin young begitu marah.

look at Bummie's eyes..wow..Shin Young is so scary...

Shin young akhirnya berhasil menenangkan diri, ia tidak akan cemburu dengan anak usia 22 th. Shin young akhirnya memutuskan untuk masuk ke kamarnya saja.


Min Jae menyiapkan kue tart-nya, ia memasang lilin dan masuk ke kamar Shin young. Shin Young melihat Min Jae dengan kue dan lilinnya dan ia tidak bereaksi. Lalu Min Jae langsung naik ke tempat tidur Shin Young. Shin Young duduk dan minta Min Jae pergi, kau tidak bisa di sini. Tapi Min Jae mendorong Shin young kembali tidur dan melingkarkan lengannya ke pinggang Shin young, aku lelah dan mabuk, biarkan aku disini 10 menit saja, heh?


Shin young tidur dengan tangan di kepalanya dan memandang Min Jae, dan sepertinya tidak marah lagi...hehe..Shin Young memandangi Min Jae dan tanya apa yang sedang dipikir Min Jae,

Min Jae, "Aku benar2 pengacau sampai aku bertemu Ban Seok. Saat aku bertemu hyung aku berubah, dan ketika aku bertemu denganmu, aku berubah lagi."
Shin young, "Bagaimana?"
Min Jae, "Aku akan mengatakannya nanti."

Min Jae tidur, Shin young yang juga mengantuk akhirnya mematikan lampu dan mereka tidur.

Sebaliknya Da jung dan Ban Seok untuk pertama kalinya tidur terpisah. Da Jung merasa sedih karena Ban Seok membiarkan ia tidur sendirian dan tidak membujuknya kembali ke kamar mereka.


Paginya, Min Jae dan Shin Young bangun bersama dan Min jae berkata, bahkan tanpa membasuh wajah, Shin young tetap cantik. Min Jae, "Jadi kita tidur bersama" Shin Young, "Ya, kukira begitu." Min Jae, "Aku akan bertanggung jawab, jangan khawatir." hehe..

Tiba2 Min Jae mendapat telp dari Senna, aarrgh..!

sang Mi dan Sang Woo jalan2 di tepi sungai, dan akhirnya Sang mi memutuskan untuk meninggalkan Sang Woo. Sang mi kemudian pergi dan Sang Woo sendirian memandangi sungai. Di rumah Sang mi menangis sendirian.

Di kantor, Shin young melihat Min Jae dengan Senna lagi, dan Senna benar2 nyebelin. Shin young pulang sendirian ke apartemennya dan ia berimajinasi Min jae ada di sana menyambutnya. Tapi saat Shin young melihat lagi, Min jae hilang.


Kemudian ia berhalusinasi melihat Da jung masuk dari pintu luar membawa arak untuk minum dan ngobrol bersama. Tapi ternyata itu juga halusinasi. Shin young, "Apakah karena ini, orang2 memutuskan menikah?"

Tiba2 persis dengan halusinasi Shin young, Da Jung keluar dari kamar lamanya dengan membawa tas. Shin young kaget sekali. Da jung menjawab, "Jangan pernah menikah. Hidup saja dengan bebas dan nyaman." (bwa hahaha..well menurutku, tidak perlu buru2 menikah..enjoy your life and have fun, jika sdh waktunya dan benar2 siap baru menikah haha..Da jung ini contoh soal yg bagus )

Shin young masih bengong dan Da jung berkata ia tidak bisa menyelesaikan pekerjaan-nya karena keributan di apartemen atas dan ia menambahkan ia iri pada Shin young. Da jung berpamitan dan pergi. Shin young masih bingung, apa benar tadi itu Da jung.

Shin Young mendapat promosi. Bossnya menyarankan Shin Young menjadi wartawan koresponden di kantor luar negeri (another K-drama klise, pasti akan ada yg keluar negri, sampai sekian th..) Boss Shin young berkata sekitar 3 tahun. Shin Young ragu2 dan menolaknya. Bossnya berkata agar Shin young memikirkannya lagi dan jangan sampai kehilangan kesempatan bagus ini.

Shin Young menunggu Min Jae, Shin Young mencoba mengatakan ini pada Min jae hanya tidak mampu dan hanya janji akan saling menelepon.



Shin young meminta pendapat Bu Ki, dan my Bu ki (oh I love her..) berkata jika shin young tetap di korea, ia juga tetap saja menua dan mungkin masih tetap single. Kau tidak pernah berpikir kau akan berusia 34 th dan masih single kan? Tapi hidup cukup menyenangkan kan?nah usia 37 juga akan sama. hehe..I like it, I do! I love Bu Ki (didn't I say earlier that Bu Ki is really like me? I mean the way she thinks hehe..)


Shin young berkata berarti itu adalah akhir hubungannya dengan Min jae, Bu Ki berkata, kalaupun Min Jae ada di sisi shin young, bukan berarti mereka akan tetap bersama, dan jika mereka berjauhan, bukan berarti mereka putus. Bu Ki berkata bahwa masa depan itu misteri dan mereka bisa saja berpisah lalu balik lagi. "Dunia ini luas, banyak pria di luar sana, dan kau berharga."

Min Jae mendengar dari ibunya jika ia dan Sang Woo sudah putus. Min Jae, "Mengapa ibu tidak bisa berani seperti Shin young?" Min Jae menemui Sang Woo dan ingin tahu, jika benar Sang Woo mencintai ibunya , mengapa Sang Woo menyerah begitu saja. Sang Woo menjelaskan ia menunggu Sang mi kembali dan berubah pikiran. Min jae tidak percaya.

Min Jae, "Kau tidak tahu bagaimana mencintai seseorang. Kau tidak tahu bagaimana mencintai shin young waktu itu, dan kau melakukan yang sama pada ibuku sekarang."

Sang Woo hanya berkata Min jae anak yang tidak tahu kesulitan ibunya. Min jae sebaiknya mencemaskan Shin young saja, berusahalah mengubah pikirannya. Apa? Min jae kaget dan ia baru tahu jika Shin young ragu2 mengambil promosinya karena dirinya. Sang Woo berkata Shin young dulu tidak ragu2 untuk mengambil kesempatan ke LN, sekarang ia ragu. Ini karena Min jae.

Shin young akhirnya memutuskan mengambil kesempatan ke LN, dan ia harus mengatakannya pada Min Jae. Min Jae minta shin young menemuinya di lorong, dan mereka berdiri diam saja beberapa saat, Min Jae dengan menahan perasaannya berkata pada Shin young untuk pergi.


Shin young, "Apa kau benar2 mau aku pergi?"

Min Jae, "Ya"
Shin young, "Aku akan pergi selama 3 tahun."
Min Jae "Aku tetap ingin kau pergi."
Shin young, "Baik tapi aku tidak mau pergi dengan berat hati. Kita putus saja."
Min Jae, "Mengapa kita harus putus?"
Shin Young, "Dalam 3 th, kita tidak bisa berkata perasaan kita masih tetap sama. Dan tempatmu..aku kira tidak akan berada di sisiku."
Min Jae, "Aku akan menunggu. Pergi dan kembalilah."
Shin young, "Kau tidak bisa berjanji menungguku selama 3 th, aku ingin pergi dengan nyaman, kita putus saja."
Min Jae, "Apa ini yang benar2 kau inginkan?"
Shin Young, "Ya, aku serius."

Shin young akan pergi tapi Min jae menarik tangannya. Shin young berbalik untuk terakhir kalinya dan berterima kasih pada Min Jae untuk semuanya dan berkata, "Baik2 ya.." dan Shin young melepaskan tangan Min Jae dan pergi.


Min Jae melihat Shin Young pergi dengan hati hancur...


Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...