Laman

Rabu, 04 Agustus 2010

Coffee House (Episode 5)


Eun Young datang ke kantornya, stafnya mengucapkan selamat pagi, masuk ke ruangan-nya dan dengan semangat melihat keluar jendela dan what?

Han Ji Won menatap Eun Young dengan tatapan tajam dan sinis dari jendela di gedung sebelah. Eun Young langsung menutup tirai kembali, huh apa itu? hahaha Ji Won marah karena sudah tahu kalau dikerjain.

Lee Jin Soo masih heboh dengan dominonya. Seung Yeon mencoba mengingatkan bossnya : berhenti main2 dengan itu, ini sudah jam 1 siang.

Jin Soo berkata : sampai jam 2.

Seung Yeon : Bukankah kau itu pro? kenapa tidak menepati janjimu?

Jin Soo berkata : Aku menepati janjiku, aku baru saja memasang alarm

Jin Soo tetap berkeras ia akan menyelesaikan dominonya. Tiba2 ponsel Seung Yeong bunyi, dari president Seo. Eun Young mendengar Jin Soo masih main domino. Eun Young berkata pada Seung yeon : pergi dan injak dominonya.

Seung Yeon : Eh?

Eun Young : Aku bilang injak cepat! katakan saja aku yang menyuruh, aku akan tanggung jawab. Apa kau mau melawanku?

Seung Yeon ragu2. Sedangkan Jin Soo masih asyik dengan dominonya yang hampir selesai, ia berhenti sejenak karena menempel lagi posternya yang terkelupas dan yang what? memiliki stiker bunga sama dengan yang ditempel Eun Young di kantornya, astaga..dua manusia ini memang mirip, maksudku Lee Jin Soo dan Seo Eun Young hahaha..

Seung Yeon akhirnya melangkah mengendap-endap sesuai aba2 Eun Young di telp, 1, 2, 3..dan Seung Yeon menginjak domino Jin Soo yang langsung......roboh satu demi satu, Jin soo awalnya tidak menyadari tapi ia tertegun ketika dominonya jatuh sampai yang terakhir di depan mukanya. Jin Soo diam dan meletakkan domino terakhirnya. Sunyi...
Eun Young tanya : bagaimana? kau sudah menginjaknya?

seung yeong mengeraskan suaranya, aku melakukan ini atas perintah presiden Seo. Lalu Jin Soo murka! semua domino diangkat dan dihamburkan, dibuang, ia benar2 marah, Eun Young mendengar semua dari telp, dia kaget, apa dia semarah itu..lalu mematikan telp.

Manajer Dong Wook (yg kelihatannya mulai perhatian dengan Seung yeon) cemas dan tanya apa tidak apa-apa? Seung yeon bisa kena marah.

Eun Young hanya menjawab, ya wajar saja dia kena marah.
Dong Wook kaget, apa?
Eun Young : Kenapa dia mendengar perintahku? dia kan bukan sekretarisku, dia sekretaris Lee Jin Soo.
Dong Wook tanya apa tidak sebaiknya anda mengecek?

Benar saja, Jin soo memarahi Seung yeon habis2an, siapa yang membayar gajimu? Siapa yang kau dengar?

Seung yeon membela diri, Presiden bilang kau dibawah Go Publishing Company. Berarti aku juga ada dibawah Go Publishing Company.

Jin Soo masih kesal, jadi apa bayaranmu langsung dari Go Publishing Company? Kau ini payah dalam segala hal dan bahkan tidak bisa setia padaku? apa kau bahkan tidak tahu kau harus berdiri di sisi siapa untuk bertahan?

Seung yeon minta maaf, tapi Jin Soo sudah tidak mau dengar, dia mengambil papan dart dan membenarkan posisinya, dia mengambil 5 anak panah, Satu saja mengenai warna hitam, kau dipecat!!

Seung yeon bingung. Jin soo langsung mulai melempar. 1, 2, 3, 4 kena bidang putih. Seung Yeon berkata : Presiden seo terus saja mendesakku.

Jin Soo : jadi kau lebih takut pada presiden seo? Berarti kau tidak takut kalau aku memecatmu. Kau minta perusahaan untuk tanggung jawab, tapi apa presiden Seo mau tanggung jawab? Apa yang akan kau lakukan, siapa yang harus kau dengar di masa depan?

Seung yeon : Aku akan mendengarkan-mu.

Jin Soo puas dan mengangguk : Tapi sudah terlambat! dan ia melempar anak panah yang terakhir dan ..mengenai bidang hitam! Oh tidak..kau dipecat.

Seung yeon melongo. Jin Soo langsung berkata Kang Seung Yeon sshi, terima kasih atas kerjasamanya dan menyalami Seung Yeon sampai tangannya berguncang. Jin Soo menyambung, kau pikir aku akan mengubah pikiranku dan membatalkan keputusanku? Seung Yeon mengangguk. Jin soo berkata : Aku tidak akan membatalkannya.

Eun Young akhirnya datang, Penulis Lee, berhentilah main domino dan mulai menulis. Jin Soo menjawab : Bawa saja dia.

Eun Young bingung, dia kan sekretarismu, mengapa aku harus membawanya? Jin Soo kalem berkata aku baru saja memecatnya.

Eun Young : Benar? dan melihat ke arah Seung Yeon, kau dipecat karena mendengarkanku? benar?

Seung yeon mengangguk. Eun Young hanya bisa menghela nafas, sayang sekali.

Eun Young menoleh ke Jin Soo, kau selalu jahat, hei pertimbangkan lagi atau aku akan merasa menyesal.

Jin Soo cuek : kalau kau merasa menyesal kau bisa merekrutnya.
Seung yeon lemas dan membenahi laptop dan barang2nya lalu mohon pamit. Jin Soo sama sekali tidak membalik melihat Seung yeon, ya kau tahu jalannya.

Seung yeon keluar dari apartemen Jin soo. Eun Young tidak percaya dan duduk di samping Jin Soo : Aku tidak mengira akan sejauh ini. Karena kau melakukan itu, dia tidak akan mendengarkan aku lagi. Dia pasti menangis sepanjang jalan, kalau kau tidak benar2 berniat memecatnya sebaiknya kau panggil dia sekarang.

Jin Soo : Aku pernah bilang dia itu bodoh kan? dia tidak akan mengerti kalau aku bilang baik2. Dia baru sadar kalau sudah menangis 3-4 hari.

Eun Young : Kau benar2 jahat.
Jin Soo : Kau lebih jahat 10% dariku.
Eun Young : Tapi mengapa tidak benar2 memecatnya?
Jin Soo : Kenapa kau selalu minta aku memecatnya?

Eun Young beralasan karena Seung Yeon tidak bisa membantu apapun. Jin Soo berkata bukankah lebih baik daripada tidak ada sama sekali.

Kemudian saat Eun Young beranjak, Jin Soo menyadari kalau ternyata pinsil yang ia pakai bukan hasil rautannya, lihat..lihat..

Eun Young balik lagi dan Jin Soo berkata kadang dia melakukan hal2 yang tidak terduga. Aku menggunakan pinsil ini karena kukira ini rautanku. Ternyata ini hasil kerjanya. Aku sebenarnya ingin membuat ia menderita beberapa hari tapi akan segera kuakhiri.

Jin Soo akan menelepon Seung yeon tapi dia berhenti lalu berkata : lebih baik kubiarkan dia menangis 24 jam dulu.

Sementara itu Seung Yeon menangis sepanjang jalan : Ini benar2 keterlaluan. Orang macam apa dia? Kasar sekali, benar2 orang yang egois.
Tiba2 mobil Han Ji Won mendekat, Nona...kau sekretaris Jin Soo kan?

Seung Yeon memberi salam dan menjawab tapi sekarang aku bukan sekretarisnya lagi. Ji Won berhasil membujuk Seung Yeon kembali ke apartemen Jin Soo. Seung yeon menekan bel dan berkata dengan cemas, dia bukan orang yang gampang dibujuk. Ji Won meyakinkan, dia akan mendengar kata2ku.

Begitu pintu dibuka, Jin Soo tersenyum melihat Seung Yeon tapi Ji Won langsung menyerang Jin soo : Kau brengsek!!

Ji Won langsung menahan Jin soo ke tembok. Seung yeon panik, mengapa..mengapa kau seperti ini? Ji Won tidak peduli, ia menantang Jin Soo tinju!

Benar, keduanya langsung pergi ke gym, ke ring tinju lengkap dengan sarung tinju. Jin Soo mengeluh, dia tahu bukan tandingan Ji WOn dalam tinju. Dia ngomel ke Seung yeon, aku baru saja memecatmu dan kau langsung balas dendam.

Seung Yeon panik, dia bilang akan membantuku, dia bilang dia kenal denganmu sejak lama dan akan bicara baik2. Aku benar2 tidak tahu akan jadi seperti ini.
Jin soo : Aku pernah berkata aku tidak pernah dekat dengan orang ini kan? Kau tidak pernah mendengarku tapi kau mendengar orang lain dengan baik. Ini benar2 mengherankan.

Ji Won menantang ayo kesini cepat. Jin soo mau tidak mau maju dan jelas saja, Jin soo bukan tandingan Ji Won, dia terus saja menghindar, meskipun bisa mendaratkan pukulan, Jin soo mendapatkan pukulan lebih banyak lagi dari Ji Won.

Seung Yeon panik dan menelepon Eun Young, bagaimana ini mengapa mereka bertanding tinju? Eun Young kaget dan ingin bicara dengan Ji Won. Seung yeon berkata tidak mungkin mereka sedang berkelahi. Seung yeon minta Eun Young datang, ke stadion tinju di perempatan jalan dekat bank. Eun Young mengeluh ah aku benar2 akan gila.

Jin Soo lalu jatuh dan pingsan. Seung Yeon ketakutan, pak! Pak..apa yang terjadi. Ji Won : hei, hei, Lee Jin Soo..bangun.

Tapi Jin Soo tidak kunjung bangun. Akhirnya dengan full style, Ji Won melompat keluar ring, Seung Yeon naik ke ring dan bingung, pak..pak..dia menggoncang2 Jin Soo dan memijit pundaknya tapi Jin Soo tidak bergerak, saat Seung Yeon panik, Jin Soo melirik sedikit ke arah Ji Won. Ternyata Jin Soo pura2 pingsan.

Seung yeon teriak apa yang harus kulakukan? bagaimana jika ia benar2 tidak bangun?
Ji Won menjawab kalem, Non, tujuanku memukulnya adalah membuatnya tidak bangun. Seung yeon : Tapi ini benar2 keterlaluan..Pak bangun..apa yang harus kulakukan..

Seung yeon semakin panik dan ia berusaha melakukan CPR haha..Seung yeon meniup mulut Jin Soo! Jin Soo kan pura2 pingsan jadi dia kaget sekali, matanya terbelalak dan dia terbatuk2 mendorong Seung Yeon.

Jin Soo meludah dan melap bibirnya, apa yang kau lakukan!! Oh Tuhan! ini menjijikkan! (bukan adegan romantis yang biasanya terjadi)

Seung Yeon kaget, marah campur aduk, jadi kau tidak benar2 pingsan? dan celakanya lagi suaranya cukup keras sehingga Ji Won yang sudah keluar dari ruangan mendengar dan masuk lagi ke dalam!

Seung Yeon masih marah, apa kau tidak bisa berhenti main2? Ini membuat orang jadi gila!
Jin Soo menjawab siapa yang main2?

Ji Won masuk lagi, Lee Jin Soo kau ini benar2 ..apa kau ingin main-main denganku sampai akhir? kau benar2 akan mati! ayo coba main2 lagi. Ji Won menyerang Jin Soo dan kali ini sama sekali tidak bisa dihentikan.

Seung yeon sia-sia saja memohon dan minta keduanya berhenti berkelahi sampai Eun Young datang dan teriak, hentikan! Eun Young naik ke ring dan langsung memisah keduanya. Ji Won marah jangan ikut campur, minggir!

Eun Young : Aku minta kau berhenti!
Ji Won : Minggir!

Eun Young : Hentikan! Apa kalian ini anak SMU? mengapa sangat kekanak-kanakan? Ayo bicara.
Seung yeon berlari mendekati Jin Soo, Pak kau tidak apa-apa?
Jin Soo terengah-engah, apa aku kelihatan tidak apa-apa?

Setelah itu, Jin Soo dan Seung Yeon keluar. Jin Soo memarahi Seung Yeon, apa kau tidak bisa membedakan aku pingsan atau pura-pura pingsan? Apa kau benar2 tidak tahu?
Seung Yeon heran bukankah biasanya pria itu mau menang, mengapa Jin Soo tidak mencoba mengalahkan Ji Won. Bukankah profesional itu akan melakukan yang terbaik?

Jin Soo mencibir, bukan melakukan yang terbaik kau salah, tapi memusatkan perhatian dan kekuatan pada hal yang membutuhkan perhatian, itu profesional.
Lalu Jin soo berkata lagipula mengapa kau tiba2 tadi melakukan CPR, aku kaget, kau pasti terlalu sering melihat drama. Dasar.

Kemudian Jin Soo ingat kalau bajunya ketinggalan. Seung yeon berbaik hati masuk untuk mengambilnya, dan minta Jin Soo pulang duluan. Ketika di dalam, Seung Yeon tidak sengaja mendengar percakapan Seo Eun Young dan Han Ji Won.

Eun Young : Aku tahu kau sangat marah karena dikerjai, tapi siapa yang minta kami melakukan itu?
Eun Young : Kau tidak punya hak untuk bertindak sejauh itu. Ayo kita akhiri saja. Berhentilah mencemaskanku, carilah wanita lain. Kau adalah Han Ji Won, mengapa kau masih terpaku dengan masa lalu? ini tidak seperti kau. Dan juga..jangan pernah melukai Penulis Lee lagi. Jika terjadi sesuatu lagi, aku tidak akan melepaskanmu!

Ji Won : Mengapa?
Eun young heran apa maksudmu mengapa? Lee Jin Soo adalah aset perusahaanku! Jika dia luka atau terjadi sesuatu dengan-nya, aku benar2 tidak akan melepaskanmu.

Ji Won tidak percaya, aset perusahaan? Apa kau benar2 marah karena aset perusahaan? Apa sebenarnya hubungan kalian? ketika aku tidak ada, kemana hubungan kalian?
Eun Young : Apa maksud kata-katamu?

Ji Won : mengapa pria yang tidak pernah peduli pada siapapun, membantumu? Mengapa dia mengerjai aku demi kau?
Eun Young : Itu karena dia tidak tahan lagi! Dia pasti melihatku sangat menyedihkan.

Tapi Ji Won tidak setuju, bukan, pria itu punya motif lain kepadamu. Eun Young berkata Ji Won gila. Ji Won justru berkata, kalian tahu itu tidak akan mungkin, kau juga tahu itu.
Eun Young tertegun. Sepertinya ada sesuatu di masa lalu keduanya. Eun Young berkata dingin, kita selesaikan pembicaraan kita disini. Eun Young keluar dan melihat Seung yeon berdiri di koridor, Eun Young merasa malu. Lalu bergegas pergi.

Seung Yeon kembali ke apartemen Jin soo, dia meletakkan sweater Jin Soo dan Jin Soo minta es batu. Seung yeon berkata kalau ia pikir Jin Soo melakukan ini karena tidak suka pada Ji Won. Jin soo mengakuinya, lalu mengapa?
Seung Yeon ragu apa benar hanya itu motifmu? Jin Soo balik tanya apa yang ingin kau dengar? Seung yeon berkata sudahlah, oh kau minta es ya..

Seung yeon heran, bukankah aku tadi dipecat mengapa dia tidak bicara apa-apa? Apa ia lupa? Jika ia tiba2 ingat dan minta aku pergi, itu akan sangat memalukan. Aduh apa yang harus kulakukan?
Jin Soo langsung berkata dari ekspresimu ada yang ingin kau katakan.

Seung yeon : Pak kau sudah lupa kan? Kalau tadi aku baru dipecat? Aku pergi sekarang.

Jin Soo tidak menjawab dan hanya berkata bagaimana Seung yeon meraut pinsil ini?
Seung Yeon tersenyum lebar, aku menggunakan mikroskop untuk memeriksa pinsil2 itu. Jin Soo terlihat lumayan kagum, ia tidak pernah berpikir ada yang memakai mikroskop untuk menyelidiki pinsil itu.

Eun Young minta maaf pada Jin Soo. Jin soo berkata jika kau datang terlambat 5 menit saja, aku mungkin tidak akan bisa melihat matahari esok. Eun Young merasa Ji Won menyadari sesuatu ketika di Busan.
Eun Young tanya apa Sunbae mengatakan sesuatu padamu? Jin Soo heran, tidak, dia hanya bilang hal2 yang tidak berguna.

Eun young menegaskan, kalau dia datang dan mengatakan hal2 aneh, kau tidak boleh percaya apa katanya.
Malam itu Seung yeon belajar tentang CPR, seperti yang kuduga, ternyata CPR tidak bisa digunakan sembarangan. aku pikir CPR bisa dipakai kapan saja kalau terjadi kecelakaan.
Ponsel Seung Yeon bunyi, dari Eun Young : Ya Presiden.
Eun Young ingin minta bantuan Seung Yeon, aku tiba2 berpikir sesuatu dan aku ingin minta bantuanmu.

Seung yeon langsung menolaknya, apa ? Tapi aku tidak bisa, aku harus mendengar hanya kata2 Bapak mulai sekarang. Jika tidak aku akan diusir lagi.
Eun young berkata bukan itu, apa yang kau dengar tadi, tolong pura-pura tidak terjadi apa-apa, meskipun itu tidak benar, tapi tidak akan enak kalau tersebar. Seung yeon mengerti. Eun Young lega, maaf sudah mengganggumu di jam ini. Selamat malam.

Ada tamu datang di coffee shop Seung yeon, Selamat datang. Ternyata Dong Wook! Seung yeon heran, manager?
Dong Wook : Aku kesini untuk beli kopi. Apa ini coffee shop keluargamu? Seung yeon membenarkan, ya namanya Palace Coffee.

Seung yeon agak heran melihat penampilan Dong Wook yang funky haha..Seung yeon merasa penampilan Dong Wook mirip dengannya. Dong Wook : Apa kau punya American coffee?
Seung yeon : Ya, silahkan duduk. merebus kopi untuk barista profesional terasa memalukan.

Dong Wook minum kopinya dan berkata enak. Seung yeon berkata : bohong. benarkah?
Iya kata Dong Wook, ini sudah enak. Seung Yeon mengucapkan terima kasih. (hehehe manager Dong Wook mulai berani...)

Ponsel Seung Yeon bunyi dan ayah Kang mengangkatnya, langsung memaki: Brengsek. Ternyata yang telepon Jin Soo, ayah Kang minta maaf oh aku kira orang lain, aku kira kau mantan pacar Seung yeon. Ayah Kang mabuk lagi. Dan bercerita kalau Seung Yeon sangat menderita setelah ditinggal ibunya. Jin soo terlihat simpati.

Ayah Kang keluar dan tanya siapa itu? Dong Wook berkata ah anda pernah datang ke cafe perusahaan kami kan? Seung Yeon menjelaskan, ini manager dan ia tinggal di sekitar sini.

Ayah Kang memberi salam dan berkata aku serahkan Seung Yeon ke tanganmu sekarang, kumohon jagalah dia. (kaya kata2 di depan pendeta waktu nikah hahaha), Seung yeon menggeleng, ayah mabuk. Ayo. Seung Yeon mengantar Dong Wook keluar.

Setelah Dong Wook pergi, Seung Yeon melihat ada pesan, apa ini? nenek yang menulisnya? Ya, penulis Lee telp. Dia minta agar kau segera ke Gimpo Airport, jam 9.30 malam.
Seung Yeon kaget, sekarang? mengapa? neneknya berkata ia juga tidak tahu, terlalu berisik dan aku tidak bisa dengar jelas, telp saja dia sendiri. Pakai pakaian formal.

Seung yeon lari2 ke bandara dan menemui Jin Soo, kita mau pergi kemana?
Jin Soo : bukankah aku minta kau mengenakan baju formal?
Seung yeon : Iya, ini adalah baju formal yang kumiliki.

Jin Soo melihat jamnya, tidak ada waktu lagi, ayo pergi. Seung yeon bingung, kemana? Jin Soo menjawab, pulau Jeju. Apa?? Menghadiri pemakaman? (dan baju Seung Yeon warnanya shocking pink!)
Jin Soo : Itulah mengapa aku minta kau memakai baju formal.

Seung yeon bingung, kalau pemakaman tidak bisa pakai baju seperti ini, apa kita bisa beli baju? Jin Soo berkata ini sudah jam 11 malam, dimana bisa beli baju?

Akhirnya diputuskan, Seung Yeon tidak boleh masuk dan Jin Soo berkata akan menjemput Seung yeon setelah acara selesai. Pergilah ke dekat sini dan menunggu. Kau tidak bawa ponsel?

Seung Yeon terburu-buru sehingga lupa bawa ponsel. Jin Soo : baiklah, kalau begitu kau tunggui disini dan jangan kemana-mana.
Seung Yeon tanya berapa lama acaranya kira2? Jin Soo berkata aku akan memberi hormat dan hadir kira2 30 menit setelah itu aku akan pergi. Hei..kau tidak punya jam?

Seung Yeon berkata dengan lemas, aku biasanya menggunakan jam hanphone ku. Jin soo pergi.
Seung Yeon mengeluh nenek keterlaluan, seharusnya ia bilang kalau ini acara pemakaman. sigh...

Ini adalah pemakaman orang dari dunia penerbit yang juga dihadiri oleh staf penerbit lainnya termasuk President Seo. Eun Young ingin Jin Soo bertemu banyak orang. Jin Soo seperti biasa segan, Eun Young mendesak, jika kita membiarkan kesempatan ini berlalu akan sayang sekali. Aku percaya kau tahu sopan santun.

Jin Soo gelisah, sudah 1 jam (Seung Yeon menunggu). Eun Young bertemu seorang kolega yang akan segera berangkat ke Jepang besok pagi, dan minta apa pembicaraan bisa dilanjutkan di tempat yang lebih tenang. Jadi mau tidak mau, Jin Soo ikut dalam rombongan Presiden Seo.

Eun Young memuji Jin Soo karena bisa menjaga sikap. Jin Soo tanya jam berapa ini. Sudah jam 2 pagi! Astaga, Jin Soo minta diantar balik ke RS, ada yang kulupakan. Eun Young heran, apa yang kau lupakan?

Jin Soo : Sekretarisku.
Eun Young : Kang Seung yeon juga ada disini? Bagaimana kau bisa lupa sekretarismu? Kau keterlaluan.

Jin soo : Aku sibuk sekali hari ini
Eun Young pusing, Tuan Park menunggu kita. Akhirnya sopir Seo Eun Young berkata dia akan mengantar mereka ke pertemuan dan akan segera menjemput Kang Seung yeon.

Beberapa saat setelah pertemuan, Jin Soo dan Eun Young ada di sebuah rumah. Jin soo gelisah menunggu telp dari sopir Eun Young. Sudah jam 2 pagi, dan ia langsung mengangkat ketika ada telp masuk, apa kau sudah melihatnya?
Sopir : Belum, aku masih di perjalanan, aku akan sampai dalam 30 menit.
Jin Soo : Kalau kau melihatnya, telp aku segera. Aku tutup ya.

Eun Young tidak begitu cemas, dan dengan ringan berkata jika kau berpikir lagi, dia hanya beban yang tidak berguna dan menimbulkan masalah.
Jin Soo : apa?
Eun young : ya wanita seperti itu, jika ia mendaki gunung maka kakinya akan terkilir dan seorang pria akan menggendongnya turun. Jika ia pergi berenang, dia akan jatuh ke air dan seorang pria akan menggendongnya keluar. Sedangkan ada wanita lain yang harus berusaha sendiri. Tapi wanita ini hanya diam saja dan berkata "tolong aku!" selamatkan aku!

Jin Soo : Apa dia melakukan sesuatu yang membuatmu berkata seperti itu.
Eun Young kesal dan masuk ke ruangan-nya.

Tapi mungkin karena dia ngomong seperti itu atau karena tidak hati2 hahaha..Eun Young sedang di kamar mandi dan terpeleset, tanpa busana! wa...Eun Young sangat kesakitan dan tidak bisa bergerak, ia panik lalu telp Hyun Ju asisten-nya yang sedang ada di mobil untuk menjemput Seung yeon.
Keduanya bingung, bagaimana ini Presiden terpeleset dan luka. Sopir juga bingung, tapi bagaimana Kang Seung Yeon? Hyun Ju berkata bukankah kita harus mendahulukan yang kesakitan? Mereka akan balik lalu ingat hei..bukankah Penulis Lee ada di sana?

Hyun Ju langsung telp Lee Jin Soo. Jin Soo tanya apa kalian sudah menemukan Seung yeon? Hyun Ju berkata belum tapi tolong cek presiden Seo, dia sepertinya terpeleset dan luka. Tolong lihat apa perlu kami memanggil 119.

Jin Soo menyanggupi dan pergi ke kamar Eun Young. Jin Soo membuka pintu dan kaget melihat kondisi Eun Young. Obviously hahaha..

Eun Young juga malu sekali dan ia menelepon temannya yang dokter dan tanya aku tidak bisa gerak, apa aku lumpuh? temannya menasihati jangan berusaha bangun, berbaring saja, apa tidak ada orang?

Eun Young : Ada penulis Lee tapi aku tidak pakai baju, bagaimana aku bisa memanggilnya?

Jin Soo memutuskan untuk teriak dari balik pintu, Seo Eun Young! Apa yang terjadi? seserius apa lukamu? Hyun Ju meneleponku.
Temannya mendesak, minta Jin soo membantumu ke RS, lebih cepat lebih baik.
Jin Soo : Seo Eun Young, aku tanya bagaimana kondisimu? Apa perlu memanggil 119?
Eun Young : aku harus berdiri dulu, apa kau bisa mengambilkan aku baju?

Eun Young ke teman-nya : kalau ia masuk, bagaimana ? cepat pilih, satu : pura2 tidak terjadi apa-apa. Dua : malu. Tiga : cuek saja dan bercanda, mana yang kau pikir paling bagus?
Teman Eun young : Apapun itu, memang agak aneh.
Eun Young : cepat, ini penting.
Temannya akhirnya memutuskan pilihan ketiga, cuek saja dan bercanda. Eun Young setuju, cuek, cuek saja..ya aku pikir juga yang paling baik.

Jadi saat Jin Soo masuk, Eun Young berkata lemparkan saja selimut kepadaku. Kau ini hati2 sekali, kau malu ya? Mengapa? setelah melihatnya sendiri, apa keberanianmu meninggalkanmu? ya aku bisa mengerti, tubuhku memang bagai emas tanpa cacat.
Eun Young terus menggoda Jin Soo (padahal ia sendiri menahan malu) Jin Soo tanya apa kau bisa gerak. Sepertinya aku harus menggendongmu. Eun Young berkata mau menggendong di punggung atau di lenganmu, anggap saja sebagai kehormatan.

Jin Soo : Sebaiknya hentikan bertingkah memalukan seperti itu. Dalam situasi seperti ini, aneh kalau kau jadi tebal kulit.
Eun Young : Jangan ketawa, mati kau!

Jin Soo mengangkat Eun young dan meletakkan ke tempat tidur lalu ingin memanggil 119. Eun Young panik, itu..itu bajuku. Jin Soo : Baju?
Eun Young menunjuk tasnya, ada baju disana, lebih gampang pakai itu.

Jin Soo : Apa kau bisa memakai ini?
Eun Young minta Jin Soo membantunya memasukkan baju ke kepalanya.

Jin Soo akhirnya mencoba memakaikan baju Eun Young secepat mungkin, keduanya merasa malu. Eun Young : Apa yang kau lakukan? kemana tanganmu itu? jangan sentuh aku, jangan sentuh itu!
Jin Soo : Aku tidak menyentuh apapun.
Eun Young : Jangan lakukan itu!
Jin Soo : Apa ini?
Eun Young : Aku bilang jangan sentuh aku!
Jin Soo : Apa yang kulakukan? Geser pantatmu ke bawah
hahahaha...begitulah kalau Jin Soo membantu Eun Young pakai bajunya, memalukan memang.

Jin Soo menyindir Eun Young, sekarang mirip dengan gambaranmu tentang wanita yang tadi, apa yang berusan kau katakan tadi ya..jika dia mendaki gunung, dia pasti akan terkilir dan seorang pria menggendongnya turun. Jika dia berenang, dia akan jatuh ke air dan seorang pria akan menggendongnya keluar. Apa lagi yang kau katakan ya, untuk menggoda pria, gadis2 itu akan menunjukkan semuanya untuk dilihat, bukankah itu menggambarkan kau dengan tepat, Seo Eun Young?

Jin Soo memanggil 119 dan setelah ambulan datang, mereka memasukkan Eun Young ke dalam-nya. Jin Soo melihat semuanya dan ikut di dalam ambulan, sesaat pandangan Jin Soo silau karena lampu ambulan dan sebuah ingatan buruk melintas. Wajah Jin Soo muram.

Eun Young : hei kenapa dengan ekspresimu itu? oh "emas tanpa cacatku" masih mengganggu pikiranmu kan?

Jin Soo : Sudah kubilang kau salah persepsi, aku punya kenangan buruk dengan ambulan.
Eun Young terdiam, tampaknya memang ada kenangan buruk yang melibatkan keduanya.

Ambulan sampai ke lokasi RS yang merupakan RS tempat upacara kematian tadi. Jin Soo melihat sesosok gadis dengan baju pink yang familiar disana. Astaga..kemana sopirnya Eun Young?

Kang Seung Yeon masih berdiri di dekat RS. Jin Soo melihat jam, sudah jam 5.30 pagi!

Seung Yeon marah, kesal, dan teriak ketika Jin Soo datang, jam berapa ini sekarang?

Jin Soo : 5.30 pagi

Seung Yeon : Bukankah kau bilang cukup 30 menit saja? kau sudah terlambat lama sekali. Aku menunggumu selama 6 jam.

Jin Soo sebenarnya marah pada dirinya sendiri tapi dia mengeluarkannya dalam bentuk kemarahan pada Seung Yeon : Tidak-kah kau memikirkan hal yang lain selain menunggu? karena aku tidak datang, kau seharusnya berpikir hal yang lain.

Seung yeon : tentu saja aku berpikir tentang itu, aku sudah memikirkannya baik2. Kau membuatku menunggu. Bagaimana jika kalau saat aku tidak ada dan kau datang? Jika kau tidak bisa menemukanku, maka kau akan memarahiku lagi. (aku sudah ketakutan dimarahi olehmu) Aku bahkan tidak berani pergi ke toilet dan terus saja menunggu.

Jin Soo dengan suara pelan : maaf

Seung Yeon : Apa?

Jin Soo : Aku bilang aku minta maaf karena keras padamu.

Jin Soo : Aku sudah bilang minta maaf kenapa kau melihat seperti itu? Jangan bilang ini kali pertama ada yang minta maaf padamu.

Seung yeon terpana dan ia langsung senang lagi, karena ini pertama kalinya Jin Soo minta maaf padanya. Karena aku tidak pernah berpikir kau akan minta maaf.

Jin Soo menghela nafas, ia sudah minta maaf. sekarang giliranmu. Ayo minta maaf, tidak membawa ponsel, berpakaian aneh bahkan melupakan jam tanganmu.

Seung yeon : Aku juga minta maaf.

Jin Soo : Tidak ada artinya, aku tidak akan menerima permintaan maaf.

Seung Yeon : Apa? tidak ada yang seperti itu.

Keduanya sudah lebih akur dan Jin soo menyuruh Seung yeon ke toilet dulu dan ia menunggu. Ketika menunggu, Jin Soo melihat ada ambulan lewat.

Ada flashback, seorang wanita dalam kondisi luka parah, darah dimana-mana, dengan tabung oksigen didalam ambulan, Jin Soo dan Eun Young duduk di samping wanita itu menangis sedih.

Eun Young di kamar RS, tertidur dan tiba2 menangis, ia mendapat mimpi yang sama.
Jin Soo tanya, mengapa kau menangis? kau mimpi buruk? Kau mengagetkan aku, kau menangis karena kesakitan? Kau mimpi apa?

Eun Young bingung dan menghapus air matanya...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...