Laman

Kamis, 19 Agustus 2010

Queen Seon Deok (Episode 1)


Narasi : Ketika Surga dan Bumi belum dipisahkan. Ketika masih ada 2 matahari dan 2 bulan. Ketika matahari menjadi Bintang Utara dan bulan menjadi Bintang Pembajak. Sisa dari pecahan bintang menjadi manusia. Bintang yang lebih besar mewakili penguasa. Yang terbesar dari antara mereka menjadi Raja Jinheung, mengangkat sebuah kerajaan yang lemah bernama Silla menjadi kerajaan yang besar.

Ketujuh bintang yang paling terang dalam Ursa major juga dikenal sebagai pembajak.

Raja Jinheung (540-576) adalah raja ke-24 dinasti Silla. Satu dari Tiga Kerajaan di Korea. Dia mengikuti Raja Beopheung(514-540) dan diikuti Raja Jinji (576-579). Jinheung adalah keponakan Raja Beopheung. Raja Jinheung adalah salah satu Raja terbesar dinasti Silla dan bertanggungjawab memperluas wilayah Silla. Dia dan Raja Seong, Raja ke-26 dari Baekje, bertempur diatas lembah sungai Han. Raja Jinheung memenangkan pertempuran dan berhasil memperluas wilayah Silla. Dia dikenang oleh rakyat Korea sebagai salah satu penguasa terbesar Silla dan Korea.

Raja Jinheung sedang mengendarai kudanya untuk memeriksa perbatasan. Pendeta utama sedang memimpin doa saat tiba-tiba diserang. Raja Jinheung disergap dan dia terjatuh dari kudanya. Penyerang itu dikirim oleh Baekje yang ingin menuntut balas untuk Raja mereka. Kemudian datang bantuan dari pejuang bertopeng yang mengendarai kuda. Pejuang bertopeng itu berhasil mengalahkan semua pembunuh itu dan membunuhnya dengan cambuk rantai. Cambuk rantai adalah salah satu senjata mematikan dari 18 senjata dalam ilmu seni bela diri dan biasa dipakai oleh seorang wanita karena ringan dan mudah digerakkan.

Ternyata si pejuang bertopeng adalah Mi Shil yang meminta pengampunan pada Raja Jinheung karena ketidakmampuan mereka menjaga Raja. Raja berkata dia tidak bersalah karena ini karena dia keras kepala dan tidak mendengarkan Mi Shil, seharusnya dia tidak memeriksa perbatasan sendirian. Mi Shil ingin membawa Raja kembali ke istana tapi Raja menolak. Raja ingin cucunya Baek Jeong melihat Bukhansan diseberang Silla.

Bukhansan atau Gunung Bukhan adalah gunung di sebelah utara Seoul. Seoul dibatasi oleh gunung Bukhan. Di puncak gunung ini Raja memuji semua usaha yang dilakukan anak buahnya dalam menaklukkan Bukhansan. Raja memuji Eul Jae yang berhasil mengatur dan menstabilkan kondisi istana, memuji Se Jong dan Bo Jong atas keberhasilan mereka mengatur rumah tangga istana. Memuji Mi Shil sebagai Kapten Kolonel Pasukan Wanita Hwa Rang yang menjaga keluarga Raja. Memuji Seol Won Rang dan Moon Noh, tapi Moon Noh tidak hadir. Raja menyerahkan Silla dalam perlindungan mereka, karena keberadaan mereka-lah Silla menjadi seperti ini.

Raja berkata pada cucunya Baek Jeong yang kelak menjadi Raja Jinpyeong untuk melanjutkan harapannya, bahwa orang-orang yang hadir di sini sekarang akan membantunya mewujudkan mimpinya. Tapi Pangeran Geum Ryun, kelak menjadi Raja Jinji merasa tidak senang. Pangeran Geum Ryun adalah putra ke-2 Raja Jinheung.

Dalam perjalanan kembali ke istana, Mi Shil menemani Raja Jinheung di dalam keretanya. Mi Shil berkata kalau bukan Raja Jinheung pasti tidak akan memiliki mimpi besar seperti ini. Raja berkata Mi Shil juga dapat mencapai mimpi seperti itu. Tiba-tiba kereta berguncang dan teh Raja Jinheung tumpah. Mi Shil memeriksa dan ternyata salah seorang pemegang tandu tegelincir, Mi Shil memberi isyarat dengan matanya agar orang itu dibunuh. Kemudian dia berkata pada Raja bukan apa-apa, cuma masalah kecil.

Raja Jinheung bercerita tentang pengalamannya ketika berburu dan membunuh harimau dengan pisau kecil. Mi Shil heran bagaimana Raja mampu membunuh harimau hanya dengan belati atau pisau kecil, Raja berkata karena harimau itu menggigitnya, maka ia mampu menusuk tenggorokan harimau itu dengan belati sehingga harimau itu mati. Dia juga berkata bahwa saat berburu ia pergi sendirian tapi dia berhasil meyakinkan orang untuk mengikutinya sehingga dengan bantuan mereka, ia berhasil dalam perburuan. Penguasa tidak diberikan oleh surga tapi rakyatlah yang memberikannya. Mi Shil berterima kasih atas pelajaran hidup yang dalam dari Raja. Tiba-tiba Raja batuk darah, ternyata Raja menderita hemoptysis (batuk berdarah).

Kembali ke Gyeongju (Ibukota Silla). Mi Shil kaget dengan kondisi Raja yang memburuk. Raja Jinheung meminta Mi Shil menyediakan kertas dan tinta. Raja mendiktekan surat wasiatnya kepada Mi Shil.

Raja : Aku memutuskan bahwa penerusku adalah cucuku Baek Jeong. Dengan Eul Jae sebagai penasihat. Mengenai Pangeran Geum Ryun dan Sae Ju Mi Shil, mereka tidak dapat mempengaruhi keputusan dalam politik pemerintahan. Mereka harus mengikutiku dalam keabadian. (Tirza : bukan ikutan mati tapi menjalani hidup agamawi. Silla adalah negara dengan agama Buddha, jadi mereka jadi hwesio atau biksuni )

Mi Shil yang sedang menulis kaget dan tercekat. Raja bertanya apa ia merasa bahwa itu tidak adil? Mi Shil membantah bahwa Raja akan pergi, Mi Shil berkata ia akan meninggalkan hidup duniawi. Raja bertanya apa Mi Shil akan mematuhi perintahnya, Mi Shil berkata ia akan menjalankan agama Buddha dan berdoa untuk Raja. Mi Shil meninggalkan kediaman Raja.

Raja memanggil Eul Jae dan Baek Jeong ke kediamannya. Kemudian Seol Won Rang datang. Raja berkata tentang testimoninya pada Mi Shil. Seol Won Rang berkata agar Raja tidak berkata hal-hal yang tidak benar. Raja berkata Seol Won Rang dan Moon Noh pasti tahu kondisi kesehatannya. Raja menurunkan titah rahasia pada Seol Won Rang dan memintanya untuk mendekat dan menerima surat.

Raja meminta Seol Won Rang untuk membacakan perintahnya. Raja memerintahkan agar Mi Shil dibunuh. Seol Won Rang kaget. Raja berkata Mi Shil tidak akan pernah mengikuti perintahnya sesuai testimoninya. Saat ia hidup, Mi Shil adalah harta berharga untuk Silla. Tapi setelah ia meninggal, Mi Shil adalah bencana yang akan mengancam Silla. Raja bertanya apa Seol Won Rang akan mematuhinya, dan Seol Won Rang bersumpah untuk mematuhinya. Raja merasa tenang. Seol Won Rang mengambil surat perintah dan pergi.

Raja batuk keras dan menolak saran Kasim untuk memanggil dokter istana. Raja heran mengapa cucunya Baek Jeong dan Eul Jae belum datang setelah dipanggil sekian lama. Kasim berkata mereka akan segera datang. Raja meminta Kasim dan dokter istana pergi, dia hanya ingin melihat Baek Jeong. Seol Won memberikan perintah rahasia itu pada Mi Shil dan memintanta untuk membaca perintah itu. Seol Won berkata bahwa Raja sudah terlalu jauh, Mi Shil berkata Raja adalah Raja besar dinasti Silla jika Raja tidak bijaksana tidak mungkin mencapai posisi ini.

Seol Won Rang adalah kapten ke 9 dari pasukan Hwa Rang dan..kekasih Mi Shil.

Seol Won bertanya pada Mi Shil apa yang akan dilakukannya, Mi Shil berkata apa lagi yang bisa dia perbuat. Mi Shil heran mengapa Eul Jae belum juga tiba di istana. Pendeta Moon Noh masih berdoa di gunung, Mi Shil berkata ini kehendak langit, dia meminta Seo Won Rang bersiap. Sementara itu Moon Noh di gunung berdoa, membaca bintang, dan mencoba melihat apa yang akan terjadi.

Seol Won Rang mengumpulkan prajuritnya dan bersiap untuk penyerangan. Baek Jeong kaget saat mengetahui bahwa kakeknya menyerahkan takhta padanya. Raja bertanya apa Baek Jeong mampu.Baek Jeong berkata bagaimana ia bisa, Raja meyakinkan Baek Jeong bahwa ia pasti mampu. Baek Jeong takut jika Raja sudah meninggal, dia tidak akan mampu naik takhta. Raja meminta cucunya mendekat dan memberikan belati kecil. Raja berkata belati itu telah menyelamatkan nyawanya. Raja berkata Baek jeong harus melindungi dirinya dan juga Silla. Baek Jeong berkata is tidak bisa. Raja meminta cucunya menyelamatkan Silla dari penderitaan. Raja batuk dengan hebat, Baek Jeong sangat khawatir.

Seol Won Rang memimpin pasukannya ke istana dan menghentikan siapapun di depannya. Sementara itu Raja hampir kehabisan napas dan Baek Jeong hanya dapat memanggil kakeknya dengan cemas. Raja mengumpulkan kekuatannya dan meminta Baek Jeong mewujudkan mimpinya. Mimpinya adalah Silla harus menyatukan ketiga kerajaan menjadi satu Kekaisaran Silla. Raja muntah darah, Baek Jeong lari dan mencari bantuan. Mimpi Raja adalah harapan satu-satunya bagi Silla untuk bertahan selamanya.

Obor Moon Noh mati. Itu pertanda bahwa Raja Jinheung telah berpulang. Seol Won Rang bersiap melakukan kudeta dan membunuh semua yang menghalanginya. Mi Shil masuk ke istana dan membawa semangkuk obat. Baek Jeong melihatnya dan masuk ke ruangan kakeknya. Mi Shil membawa obat menghadap Raja. Raja seperti duduk di takhta. Mi Shil meminta Raja meminum obatnya tapi tidak ada jawaban. Mi Shil mendekat dan memeriksa, badan Raja telah dingin. Mi Shil memeriksa denyut nadi Raja. Mi Shil berkata pada mayat Raja bahwa dia akan mengingat selamanya rasa terimakasih Raja padanya dan Mi Shil menuangkan cairan obat ke dalam pot tanaman bonsai.

Baek Jeong menjadi saksi atas semua itu, ia ada di belakang takhta Raja. Pengikutnya masuk, dan Mi Shil berkata pada mayat Raja bahwa ini adalah masanya. Ia akan tidak terkalahkan. Roh Raja Jinheung mendatangi Moon Noh (??) dan berkata sebelum rasi bintang utara/pembajak berubah menjadi 8 bintang, Mi Shil akan tak terkalahkan. Saat bintang yang mampu mengalahkan Mi Shil lahir, itu adalah hari dimana bintang utara memiliki 8 bintang.

Mi Shil meninggalkan istana dengan perasaan menang, Baek Jeong melihat semuanya. Mi Shil mendatangi Pangeran Geum Ryun. Ia berkata bahwa pengganti Raja adalah keponakannya. Anak tertua mendiang Pangeran Mahkota Dong Ryun, yaitu Baek Jeong. Pangeran Geum Ryun marah. Mi Shil meyakinkan pangeran bahwa perintah Raja dapat diubah. Ini karena perintah Raja ditulis oleh tulisan Mi Shil, sebagai gantinya, Mi Shil ingin menjadi Permaisuri. Mi Shil bertanya apakah Pangeran bersedia. Mi Shil menggoda Pangeran Geum Ryun dan dilihat oleh Mi Saeng (adiknya).

Moon Noh mengendarai kudanya. Pasukan Hwa Rang menyiapkan pengangkatan Pangeran Geum Ryun sebagai Raja Jinji. Mi Shil duduk disebelah Raja sebagai Permaisuri. Baek Jeong juga hadir dalam acara penobatan itu. Semua menyatakan panjang umur kepada Raja.
Moon Noh datang terlambat sementara Seol Won Rang melihat Mi Shil yang sangat senang. Moon Noh menyadari bahwa ini adalah masa Mi Shil. Moon Noh menemui Eul Jae dan Baek Jeong. Baek jeong mencoba membujuk Eul Jae untuk membawanya pergi karena Eul Jae akan dikirim ke Dinasti Tang.

Baek Jeong merasa takut pada pamannya dan Mi Shil. Eul Jae berkata Pangeran tidak boleh seperti ini. Tempat Pangeran adalah di Istana dan Eul Jae berjanji akan segera kembali. Moon Noh masih teringat mimpinya tentang bintang ke-8. Sekarang sudah 4 tahun sejak saat itu.
Moon Noh memainkan pedangnya saat Seol Won Rang tiba dan Moon Noh berkata ia tidak akan memenuhi permintaan Seol Won Rang.

Mi Shil dikecewakan oleh Raja Jinji. Mi Shil membawa putrinya, anak Raja Jinji. Mi Shil bertanya mengenai janji Raja untuk mengangkatnya menjadi Permaisuri. Raja beralasan Mi Shil belum memberinya putra sedang selir lain sudah memberinya putra. Raja juga berkata bahwa pengangkatannya menjadi permaisuri tidak disetujui para menteri. Mi Shil mendesak Raja untuk mengambil keputusan karena ia telah menipu semua orang tentang wasiat Raja Jinheung.

Mi Shil kesal dan meninggalkan putrinya di takhta dan pergi begitu saja. Putrinya menangis.
Isteri Baek Jeong, Kim Maya mengandung dan ia bermimpi salah satu bintang Utara memasuki rahimnya. Dia berpikir itu adalah hal yang baik. Baek Jeong yang selama ini mengenakan belati kakeknya di lehernya melepaskan belatinya dan memberikan pada isterinya sebagai perlindungan.

Seorang pelayan, Jo Hwa masuk dan tersandung. Maya memintanya hati-hati. Jo Hwa berkata ini adalah Festival Nang Chon Chae (Festival Hwa Rang) mengapa mereka tidak menghadirinya. Maya akan pergi tapi ia ingin berdoa dulu di kuil. Baek Jeong pergi ke festival sendiri. Maya dan Jo Hwa pergi ke kuil dan kaget karena melihat pasukan Hwa Rang yang sedang mengenakan make-up (ini adalah Nang Jang Kyeol Yul yaitu misi bunuh diri pasukan Hwa Rang). Maya mengerti akan hal ini.

Maya meminta Jo Hwa melaporkan hal ini pada Baek Jeong. Sementara itu Raja dan Baek Jeong merasa heran karena isteri mereka tidak ada. Baek jeong melihat Jo Hwa mendekat dan saat Raja harus memimpin upacara, dia menyelinap menemui Jo Hwa.
Prajurit Hwa Rang berkata bahwa Raja tidak berhak memimpin upacara, dia tidak dipilih menjadi Raja. Mi Shil muncul dengan pasukannya dan melakukan kudeta lagi (what a woman..ck..ck). Seperti biasa Baek Jeong ada di belakang singgasana Raja dan kaget karena Mi Shil melakukan kudeta lagi.

Maya dikawal ke arah gerbang Utara dan diculik. Moon Noh melihat semuanya. Moon Noh melihat sulaman phoenix dari baju Maya diantara pintu. Moon Noh segera mencari Maya.
Raja Jinji merasa bahwa ini adalah konyol, tapi Mi Shil berkata bahwa pasukannya tidak akan mundur. Ini misi bunuh diri. Mereka akan berhasil atau mati. Mi Shil berkata bahwa Raja Jinji telah menipu rakyat. Seharusnya sesuai perintah mendiang Raja Jinheung, yang akan menjadi Raja bukan dia melainkan Baek Jeong. Perdana menteri menarik Baek Jeong keluar dan mengumumkan bahwa Baek Jeong adalah Raja Silla dan semua memberi hormat sebagai Raja baru.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...