Laman

Sabtu, 07 Agustus 2010

Spring Waltz (Episode 3)



Melihat putranya terus bersedih, ayah Su-ho bisa menebak bahwa pemuda cilik itu sangat menyukai Eun-young. Namun ada masalah besar yang kembali menghampirinya : ia kembali didatangi sejumlah pria dari Seoul berkaitan dengan hutang.

Diam-diam, para penduduk pulau mulai membicarakan ayah Su-ho namun tentu saja hal itu tidak dipercaya oleh ibu Eun-young. Ketika sedang berbincang-bincang dengan putranya, ayah Su-ho mendengar bahwa ibu Eun-young diam-diam telah menabung dalam jumlah yang cukup besar untuk biaya operasi putrinya.




Dengan nekat, pria itu diam-diam masuk kedalam rumah ibu Eun-young, mengambil semua tabungan yang dimiliki, dan kabur dari pulau. Bisa dibayangkan, bagaimana reaksi sang empunya rumah saat pulang dan melihat kediamannya berantakan. Dengan wajah putus asa, ibu Eun-young berusaha mengejar namun terlambat, feri yang dinaiki ayah Su-ho sudah meninggalkan pulau.

Kejadian itu membuat Su-ho makin terpukul, apalagi mengingat aksi sang ayah yang malah mencelakai Eun-young. Dengan tekad bulat, ia memutuskan untuk pergi dari pulau dengan perahu untuk mencari sang ayah dan memintanya mengembalikan uang yang diambil. Aksi tersebut dilihat oleh Eun-young, yang tanpa perduli dengan keselamatannya memutuskan untuk menceburkan diri ke laut dan mengejar perahu Su-ho.

Saat berusaha kembali ke pulau, arus malah membawa mereka semakin ke tengah hingga akhirnya terdampar di pulau lain. Untungnya, pulau tersebut dihuni oleh sepasang kakek-nenek yang baik hati. Sadar kalau keberadaannya hanya membawa bencana, Su-ho kembali berniat meninggalkan Eun-young, dan lagi-lagi gadis cilik itu berhasil mengikutinya.

Dengan penuh harapan, keduanya berangkat ke Seoul untuk mencari ayah Su-ho dan ibu Eun-young tanpa sadar bahwa yang terakhir mengalami kecelakaan saat berusaha melacak keberadaan uang yang dicuri. Penolakan demi penolakan diterima oleh Su-ho, yang ayahnya dianggap sebagai penipu. Sambil menunggu, Eun-young duduk di anak tangga dan karena kelaparan, memakan sisa makanan dari piring kotor didekatnya.

Dengan kantong yang semakin menipis, Su-ho dengan putus-asa terus berusaha melacak keberadaan sang ayah hingga ke tempat main judi yang biasa dikunjungi namun tetap sia-sia. Sempat terpisah dengan Eun-young, keduanya duduk di bangku taman hingga larut malam. Saat menyanyikan lagu nina bobo, Su-ho tercekat melihat Eun-young tidak sadarkan diri dan langsung menggendongnya ke rumah sakit.

Perasaan Su-ho bertambah sedih ketika mendengar percakapan antara salah seorang penduduk pulau yang datang untuk menjemput Eun-young dengan resepsionis rumah sakit yang menyebut bahwa ibu gadis cilik itu telah tiada. Sempat terlibat kejar-kejaran, Su-ho masuk ke sebuah kamar untuk bersembunyi. Siapa sangka, disana ia malah bertemu seorang perempuan yang begitu mengenalnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...