Laman

Kamis, 19 Agustus 2010

Chuno (Episode 1)


Prolog
Ketika invasi china(manchu) yang ke 2 ke Korea (1637 M). Putra Mahkota Soh Hyun ditangkap dan dibawa ke china sebaagai tawanan. 8 tahun kemudian (1645) dia kembali ke korea, tetapi sebulan kemudian dia meninggal karena racun. Istrinya disalahkan dan dipaksa minum racun, ke 3 anaknya yang masih kecil diasingkan ke pulang Jeju, 2 meninggal karena sakit, tinggal si bungsu Seok Kyun yang bertahan. Di ibukota kemudian terjadi perebutan kekuasaan di antara elite, separuh dari rakyat biasa tiba-tiba menjadi budak karena hanya kesalahan kecil atau karena intrik politik.

Mungkin buat kita aneh ada istilah budak tapi memang 400 tahun yang lalu perbudakan terjadi di korea. Jaman dinasti Joseon(chusun) 30-40% dari populasi orang biasa adalah budak yang dipekerjakan di pemerintahan atau di keluarga2 bangsawan. Orang yang dinyatakan bersalah di pengadilan menjadi budak, begitu pula keturunannya. Terlalu mengerikan untuk aku bayangin jadi mending aku nikmati jalan ceritanya aja. Kita mulai ke ceritanya aja

Tahun 1648 tahun ke 26 Raja Injo berkuasa, ayah dari putra mahkota yang terbunuh.

Di perbatasan korea dan China yang gersang dan berdebu, 3 orang chuno-kkun memakai topi caping datang berkuda untuk satu tujuan. (chuno-kkun yaitu orang yang dibayar untuk memburu para budak yang melarikan diri, atau disingkat chuno, chuno sendiri sebenarnya berarti memburu budak).


3 orang chuno itu adalah Lee Dae Gil (diperankan oleh Jang hyuk), General Choi dan Wang Son.
Di rumah makan di perbatasan ada 3 orang budak yang ingin melarikan diri keluar dari korea dan minta tolong pada seorang calo. yang 1 orang bernama Eop buk, 1 orang ibu dan seorang anak gadisnya. Si Calo ini tega menekan 3 budak ini untuk membayarnya lebih mahal jika ingin keluar dari sana. Mereka memohon bahwa hanya segitu uang yg mereka punya, dan mereka tidak punya banyak waktu untuk mencari uang. tapi si calo tidak punya belas kasihan.

3 chuno kita akhirnya muncul di rumah makan. Orang-orang mulai takut akan keberadaan mereka. Lee Dae Gil sebagai ketua rombongan membeberkan gambar orang yang mereka cari dan meminta yang lain tidak takut. Mereka mencari 4 budak yang lari. ternyata orang-orang itu adalah 3 orang tadi dan calo yang sombong. Mereka berniat melarikan diri tapi mereka tidak bisa mengalahkan ke 3 jagoan itu. Adegan gambar untuk Dae Gil bener2 OK dia terlihat menahan tubuhnya dengan 1 tangan di meja. pertarungan pertama ini cukup menghibur mata.


2 orang budak ibu dan anak gadisnya, ketakutan duduk dipojok. Si ibu akan membunuh anaknya dengan belati.
"Lebih baik kamu mati selagi bebas daripada kamu hidup sebagai budak", kata si ibu sambil menangis kpd anaknya"
Tapi si anak ini takut, dan minta ibunya untuk jangan membunuhnya. Sekilas Dae Gil melihat kejadian itu, dia melempar cangkir ke tangan si ibu, belatinya pun jatuh. Akhirnya ke 4nya berhasil tertangkap, salah seorang budak melukai kaki Wang Son, wangson marah ingin menghajarnya tapi ditahan oleh rekannya.
Mereka mengecek tubuh para budak, ternyata benar mereka karena di tubuh mereka terdapat tanda permanen (tato) tulisan kanji yang artinya budak perempuan dan budak laki2
. Mereka mengikat ke 4 budak itu dan dibawa pergi.

Mereka beristirahat di suatu tempat. Salah seorang dari mereka berusaha membuka tali. Dae Gil sedang menghangatkan diri dekat api. melihat api dia ingat masal\ lalunya saat orang berusaha membunuhnya dan membakar rumahnya. Ibu si gadis itu menghampiri Dae Gil minta belas kasihan. Dia menganggap dirinya ibu yang sial tapi dia memohon anaknya dibebaskan, dia rela mati untuk anaknya. Dia tidak mau anaknya kembali ke tuannya dan akan dipakai untuk memuaskan nafsu tuannya yang berumur 60 tahun.
Lee Dae Gil bertanya
"kamu pernah dengar chuno yang bernama Dae Gil?"
"Saya pernah dengar, dia katanya matanya merah dan menyeramkan, kuat dan buas bagai monster. kamu khan bukan dia mohon tolonglah kami"
"Itulah saya", kata Dae Gil ringan
Budak-budak itu langsung lemas dan pasrah.

Mereka kembali ke kota, 4 budak tersebut diserahkan kembali ke polisi, untuk dikembalikan ke tempat asalnya. Dae Gil mendapat bayaran beberapa puluh nyang. Ada chunokkun yang lebih tua iri dengan prestasi Dae Gil. Dae Gil menanyakan tentang Un Nyun pada polisi itu. Polisi itu belum mendapat kabar. Dia menawarkan 100 nyang untuk info itu dia menyobek uangnya dan memberikan baru separuhnya.
Un Nyun (diperankan oleh Lee Da Hee) adalah kekasih Dae Gil yang menghilang kira2 10 tahun lalu.


Lee Dae Gil dahulu adalah seorang anak bangsawan yang jatuh cinta pada budaknya yang bernama Un Nyun. Saat manis mereka yaitu saat musim dingin, Dae Gil kerap memberikan batu yang telah dia panaskan , untuk diberikan kepada Un Nyun agar tidak kedinginan bekerja di luar. Dae Gil dengan setia menyalakan kompor dan mengipasinya agar batu itu hangat untuk Un Nyun. Un Nyun memakai batu itu untuk menghangatkan tangannya, pipinya juga badannya.

Sampai di kampnya dia disambut oleh wanita2 yang kerap tinggal di sana dan memberinya makan.
Oh ya membahas kostum dulu. Chuno ini pakaiannya kumal mereka rakyat kecil bukan bangsawan. Pakaian mereka cuma baji/celana dan baju kutang seperti rompi.


Ternyata dari mereka ber 3, makanan yang disiapkan untuk "Jendral" Choi, begitu julukannya istimewa karena ada tambahan telur tersembunyi di balik nasinya. Wang Son kesal. Dea GiIl merebut telur itu.
Di antara mereka ber3 Jenderal Choi yang terlihat paling cool dan kalem. Dae Gil membagi uang hasil jerih payah mereka. sebagian di tabung oleh Daegil sebagian lagi mereka bagi rata. Begitu mendapat uang Wang son langsung pergi untuk bersenang-senang mengencani Gisaeng. Wangson
cute tipe flamboyan banget pinter ngerayu buat gisaeng jatuh cinta sampe nangis2 buat dia.

Sekarang kita cerita tokoh utama kita satu orang lagi dia adalah seorang budak yang bertugas di kemiliteran Song Tae Ha (diperankan oleh Oh Ji Ho). Song Tae Ha dan beberapa budak dengan baju compang camping sedang menunggu dan menyiapkan kuda untuk petinggi militer. Dia melongok mereka berlatih dan sempat ingat bahwa dia pernah bersama-sama petinggi militer itu di pertempuran bersama. Dia adalah Hwang chul wong.


Song Tae Ha bertugas di istal kuda. Dia kerap menjadi sasaran kemarahan (
bullying) dari budak-budak lainnya. Mereka suka menendang kakinya yang terluka, Song Tae Ha berjalan berat dengan satu kaki diseret karena terluka.

Di tempat lain, para budak yang melarikan diri dikembalikan pada tuannya. yang laki-laki Eop Buk dipukuli beramai-ramai. Mukanya ditambahi tato baru bertulisan kanji budak laki-laki. Dia menjerit kesakitan, seorang budak wanita teriris hatinya mendengarnya. Si ibu digantung terbalik dan ga diberi makan dan minum, anak gadisnya menangis-nangis melihat ibunya.


Malamnya di kamp, chuno senior yang iri sama Dae Gil berusaha menggertaknya. Tapi orang kyk Dae Gil ga mudah digertak. Dia pun melengos pergi.

Di tempat bangsawan yang ada ibu dan gadisnya itu, bangsawan2 lagi pada ngumpul minum-minum dengan para gisaeng. Si budak gadis disiapkan dan dimandiin oleh ibu pelayan/budak lain. Kata ibu itu jika kamu mengkhawatirkan ibumu bersikaplah baik-baik di sana.
"Apa ibuku akan diberi minum , apa bisa dibebaskan?"
"Jika kau membuat tuan senang kau bisa meminta itu", kata ibu pelayan kasihan.
Si gadis dibawa ke kamar bangsawan tua. Bangsawan tua memintanya mendekat
"Tuan apa tuan mau memberi minum ibuku?"
"tentu kemarilah"
"Mau melepaskannya?"
"Iya tentu cepatlah kemari"


Lee Dae Gil datang menyelinap ke tempat itu dengan menutup mukanya. Dia memukul bangsawan tua itu, dan mengambil uangnya. Dia meminta si gadis ikut dengannya, mereka juga melepaskan ibunya. Mereka melarikan diri dari tempat itu. Dae Gil membuka penutup mukanya, mereka kaget mengenali dia chuno yang menangkap mereka.
"Terimakasih tuan", kata si gadis kecil
"Jangan coba-coba lari ke perbatasan lagi larilah ke pedesaan di gunung". Dae Gil memberi tahu nama tempat dan contact person untuk mereka, juga menyerahkan sekantung uang yang dia curi tadi.
"Tuan, saya tidak akan pernah melupakanmu", kata si gadis senang.

Di akademi militer, salah satu kuda sakit.


Song Tae Ha diperintahkan ke kota untuk mengantar kuda yang sakit. Dae Gil yang sedang bersantai dengan rekan-rekannya mengamati budak itu dengan penasaran. Song Tae ha kemudian kembali di tengah jalan dia bertabrakan dengan seorang terpelajar. Tae Ha minta maaf, orang itu ternyata diam-diam memberikan dokumen pada Tae Ha.

Lee Dae Gil menemui seorang pelukis langganannya yang suka ngegosip. Si pelukis punya gossip penting tentang kejadian di pulau Jeju tapi Dae Gil ga mau dengar. Dia kembali minta dia melukis wajah Un Nyun. Si pelukis itu bosan, dia malas melukis gambar yang terus sama. Dia punya argumen bahwa gadis itu hilang 10 tahun yang lalu wajahnya bisa jadi sekarang berubah apalagi jika ternyata dia sudah menikah dan punya anak. Dae Gil memaksanya melukis dan membuat perubahan yang perlu.

Kita cerita lagi soal Un Nyun dan masa lalu Dae Gil. Diceritakan lagi tentang Daegil yang sering mengipasi batu dan menaruh di tempat yang mereka janjikan. ketika batu itu sudah dingin Un Nyun mengembalikan di tempat itu dan Dae Gil mengganti dengan batu yang baru. Dae GIl juga kerap datang ke dapur.


Suatu saat ketika Invasi Manchu ke korea, rumahnya diserang tentara China. Dae Gil sembunyi di kolong. Tapi Un Nyun tertangkap dan diseret tentara manchu.
Un Nyun minta tolong memanggil manggil tuan muda. Dae Gil yang sedang bersembunyi bingung. Stelah agak lama akhirnya dia keluar dan memberanikan diri membunuh tentara itu. Mereka berdua akan dibunuh tentara lainnya , tapi seorang petinggi militer Korea datang menyelamatkan mereka. Dia Jendral Song Tae Ha.

Cerita tentang kekasih lama Dae Gil Un Nyun ini juga diketahui rekan se tim nya juga chuno senior yang memusuhinya.
Suatu pagi Wang son lari tergopoh-gopoh menemui Dae Gil yang sedang ngobrol dengan Choi. Dengan tersengal-sengal dia bicara bahwa dia mendengar tentang Un Nyun.
Di tempat lain Un Nyun yang kini jadi keluarga bangsawan sedang disiapkan untuk menghadapai upacara pernikahannya sebagai pengantin.


Dae Gil begitu mendengar kabar tentang Un Nyun langsung pergi dan memacu kudanya.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...