Laman

Rabu, 18 Agustus 2010

God Of Study (Episode 2)

Baek Hyun: Sebagian besar murid yang bersekolah di Byung Moon adalah anak dari keluarga tidak mampu. Kami harus mancari uang sendiri untuk menghidupi keluarga kami. Kami terlalu sibuk hanya untuk bertahan hidup. Enyah kau dari sini!

Baek Hyun melempar bola basket ke jendela dan membuat jendela itu pecah. Anak-anak yang lain menyorakinya setuju.

Seok Ho pergi ke sebuah kelas yang tidak terpakai. Ia akan menggunakan kelas itu sebagai kelas khusus. Ia membersihkan kelas itu. Soo Jung memutuskan untuk membantunya bersih-bersih. Soo Jung ragu apakah akan ada anak yang mau bergabung dengan kelas khusus. Seok Ho mengajaknya bertaruh.

Seok Ho: Apabila aku berhasil membawa lima orang anak ke kelas khusus, kau harus membantuku di kelas khusus.

Pada saat pelajaran, para murid tidak ada yang memperhatikan guru yang mengajar. Mereka sibuk dengan diri mereka sendiri. Chan Doo sibuk menonton dance dari hp-nya, Bong Goo sibuk melawan rasa kantuknya, Pul Ip memikirkan kata-kata Seok Ho, Hyun Jung sibuk menggambar wajah Baek Hyun, dan Baek Hyun sibuk memikirkan bahwa ia dan neneknya akan diusir dari rumah mereka.

Seok Ho memulai proses merekrut murid-murid untuk kelas khususnya. Ia mulai membidik beberapa murid, dimulai dari Baek Hyun. Ketika sedang bekerja, Baek Hyun mendapat telp dari neneknya. Ternyata Seok Ho mendatangi neneknya dan berkata padanya bahwa Baek Hyun ikut ke kelas khusus dan akan belajar dengan sangat keras. Hal itu tentu membuat neneknya sangat senang dan bangga padany, tetapi membuat Baek Hyun luar biasa kesal. Neneknya bercerita pada Seok Ho bahwa mereka akan diusir dari rumah mereka. Seok Ho mencari cara untuk membantu mereka.

Bong Goo, seperti biasanya, membantu orang tuanya di restoran. Namun ia selalu menggunakan waktu senggangnya untuk membaca dan belajar. Mantan teman sekelas Bong Goo bersama orang tuanya datang berkunjung ke restorannya. Mereka mengatakan bahwa anak mereka akan berusaha yang terbaik pada ujian nanti.

Orang tua Bong Goo: Bong Goo masih bersekolah di Byung Moon. (Padahal orang lain pada pindah).

Orang tua teman Bong Goo: Ooh.. (Dengan ekspresi yang aneh)

Hal itu membuat Bong Goo malu walaupun orang tuanya cuek-cuek aja.

Disisi lain, orang tua Chan Doo dikunjungi oleh beberapa teman mereka. Teman orang tuanya bercerita tentang anak-anak mereka, namun orang tua Chan Doo hanya tertawa pahit dan merasa tidak nyaman. Chan Doo melihat mereka dari kejauhan dan merasa tidak nyaman juga.

Hyun Jung mencoba menelepon Baek Hyun, namun tidak pernah diangkat. Ia meminta Pul Ip menelepon Baek Hyun, dan Baek Hyun mengangkat telp Pul Ip. Membuat Hyun Jung begitu kesal. Seok Ho terus menerus melakukan pendekatan agresif pada Baek Hyun.

Pul Ip pulang ke rumahnya dan menemukan ibunya mabuk-mabukan. Ibunya berkata bahwa, istri kekasihnya datang dan membuat keributan dengannya. Ibunya menangis histeris. Pul Ip merasa sedih. Tiba-tiba Seok Ho datang ke bar-nya dan menasehatinya agar ia tidak menyesal kelak.

Seok Ho mendatangi Baek Hyun dan menawarkan akan membantunya mengenai masalah rumah, namun dengan syarat Baek Hyun harus masuk ke kelas khusus. Baek Hyung menolak. Ia merenung semalaman. Ia memutuskan untuk keluar dari sekolah dan bekerja. Ia ingin memberitahukan pada neneknya namun tidak jadi karena melihat neneknya membuatkan bekal makan siang untuknya.

Baek Hyun: Nenek... (Hendak menceritakan keputusannya)

Nenek: Ada apa?

Baek Hyun: Tidak, tidak apa-apa.

Hari itu, Baek Hyun tidak masuk sekolah. Ia bekerja sebagai mekanik di sebuah bengkel.

Chan Doo dan Bong Goo berpikir tentang teman-teman orang tua mereka yang kemarin datang berkunjung. Dalam hati, mereka mulai merasakan keinginan untuk mengubah hidup mereka.

Pada saat makan siang, Baek Hyun membuka bekal neneknya dan menemukan sepucuk surat. "Cucuku Baek Hyun. Ibumu pasti akan membuatkan bekal makan siang yang lebih baik dan lebih bagus dari ini. Aku minta maaf. Mungkin nasi ini tidak enak, tapi makanlah agar kau tetap sehat. Nenek menyayangi Baek Hyun." Baek Hyun menangis. Ia teringat masa kecilnya dimana neneknya selalu menemaninya dan selalu ada untuknya. Tiba-tiba telepon berdering. Seok Ho menelepon dan bilang padanya untuk membantu neneknya. Baek Hyun datang dan melihat neneknya menarik gerobak yang berisi barang-barang mereka. Ternyata mereka harus pindah hari ini. Baeok Hyun hendak berlari membantu neneknya, tapi dihalangi oleh Seok Ho.

Seok Ho: apa kau mau nenekmu melihatmu seperti ini? Dengan baju mekanik dan bolos dari sekolah?

Baek Hyun: Lalu apa? Apa yang harus aku lakukan?

Seok Ho: Ini belum terlambat. (Seok Ho lalu memberikannya baju untuk dipakai).

Hari terakhir perekrutan murid kelas khusus.

Pul Ip berpikir. Berpikir tentang kelasnya, teman-temannya... dan ibunya. Ia menetapkan hatinya. Ia berdiri dan berkata pada gurunya bahwa ia akan bergabung dengan kelas khusus. Melihat itu, Chan Doo dan Bong Goo terkejut dan ikut berdiri.

Pul Ip datang ke kelas khusus, diikuti oleh Chan Doo dan Bong Soo. Ma Ri dan seorang guru datang ke kelas khusus. Dari lima murid yang menjadi taget, yang ingin masuk kelas khusus ternyata hanya tiga orang.

Seok Ho: Aku minta maaf. Kelas khusus Universitas Chan Ho sepertinya tidak akan ada.

Baek Hyun: Kata siapa?

Baek Hyun tiba-tiba muncul dengan terengah-engah. Hyun Jung mengikutinya. Lima orang murid kelas khusus telah terkumpul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...