Laman

Senin, 05 Juli 2010

Wonderful Life (Episode 15)


Sinopsis Wonderful Life
Episode 15


Dalam keadaan bingung, Se-jin ditolong oleh Il-jin untuk memberi penjelasan kepada Shin-bi. Untuk meyakinkan gadis cilik itu, Il-jin mengambil foto anak ayam lain dan menggunakan kecanggihan program Photoshop untuk memberi kesan sedang berlibur di luar negeri.

Dari kakaknya Seung-pil, Seung-hwan mendapat kabar bahwa penyakit Shin-bi kemungkinan besar bisa sembuh asalkan menemukan sumsum tulang belakang yang cocok. Di rumah sakit, Se-jin yang sedang bertugas menjaga terkejut melihat kemunculan Chae-young yang datang khusus untuk menjenguk putrinya.

Siapa sangka, kepolosan Shin-bi malah mampu membuat mantan kekasih Seung-hwan tersebut melupakan keegoisan dan sakit hatinya. Do-hyun yang belakangan juga datang tersenyum melihat usaha Seung-hwan membujuk Shin-bi yang akan disuntik, dan memutuskan untuk tidak muncul demi kebaikan Se-jin.

Selama pengobatan, Shin-bi sendiri sangat menderita. Namun, tangisannya terhenti melihat kemunculan panda raksasa yang dijanjikan sang ayah. Rupanya, itulah akal Seung-hwan untuk membuat putri kecilnya paling tidak sedikit melupakan kesakitan yang dialami. Namun, semangat hidup Shin-bi sempat padam mendengar ucapan dua putra kembar Seung-pil yang menyebut ia akan mati.

Terkejut mendengar putrinya mengerti arti kata 'mati', yaitu berpisah dengan ayah dan ibu, Seung-hwan dan Se-jin tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Meski berusaha membujuk gadis kecil itu, hati keduanya sangat sakit sehingga tanpa terasa, air mata mereka bercucuran.

***

Se-jin yang sudah kehilangan akal memohon supaya nama pendonor diberitahu sehingga ia bisa memohon, namun niat tersebut dicegah oleh Seung-pil kakak Seung-hwan. Dalam kemarahannya, wanita itu pergi ke gereja namun mendadak pingsan saat hendak pulang.

Didepan pastur, Shin-bi mengajukan permintaan menarik : ia meminta supaya Tuha ditelepon dan, karena Ia menyukai anak baik, meminta supaya nyawa gadis cilik itu tidak dicabut dulu karena merasa belum menjadi putri yang berbakti.

Saat menyisiri rambut sang putri, Se-jin terkejut melihat rambut Shin-bi yang mulai rontok. Namun dengan akalnya yang cerdik, ia berhasil menghibur gadis cilik itu dengan bersama-sama memakai bandana (bahkan sukses memaksa Seung-hwan mengikutinya). Ia juga memberitahu sang putri tentang arti pentingnya membuat kenangan yang manis semasa masih hidup.

Di rumah sakit, Shin-bi (meski merasa bersalah pada Do-hyun) mendapat kecengan baru : seorang dokter muda. Untuk menghibur keponakannya, Il-jin meminta Chang-myung untuk mengenakan pakaian boneka beruang dan menari. Namun saat sampai di kamar ia kecele, Shin-bi rupanya sudah tahu kalau sang ayah memakai pakaian itu untuk menghiburnya

Babak sulit kehidupan Shin-bi akhirnya dimulai, setelah rambutnya rontok nafsu makannya juga mulai terganggu dan kerap muntah-muntah. Melihat Se-jin menitikkan air mata, dengan wajah polos gadis itu meminta maaf karena sudah membuat sang ibu cemas.

Saat di luar, pertahanan Se-jin akhirnya bobol dan ia menangis terisak-isak di pelukan Seung-hwan. Namun dasar Shin-bi, di saat penderitaannya itu ia malah berhasil mendamaikan dua orang yang telah cukup lama bermusuhan : Do-hyun dan Chae-young, keduanya tersentuh saat gadis cilik itu memberikan hadiah kenang-kenangan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...