Laman

Jumat, 30 Juli 2010

Coffee House (Episode 1)



Seung Yeon duduk di cafe kecil milik keluarganya dan berkhayal :
Seung Yeon : Semua komik yang kusuka memiliki awal seperti ini, pria yang memiliki segalanya mulai merasa bosan dengan rutinitas hidupnya, dan memutuskan melakukan hal yang berbeda.

Seperti yang terjadi pada Lee Jin Soo. Ia menyetir bersama 2 orang karyawan perusahaan penerbitan yang menemaninya ke acara tanda tangan buku.

Jin Soo : Aigoo, mobil2 ini hampir2 tidak bergerak.

Staf penerbit : Iya, aku memutuskan untuk mencoba rute baru dan sepertinya di sini macet. Aku seharusnya lewat jalur yang biasa. Tapi jangan khawatir, setelah kita lewat jembatan, kita akan sampai. Kita hampir sampai.

Jin Soo : Setelah lewat jembatan? (Padahal macet total)

Kedua staf itu meyakinkan Jin Soo kalau acara tanda tangan buku biasanya molor 1 jam, jadi tenang saja.

Jin Soo memutuskan untuk keluar dari mobil. Kedua karyawan itu teriak2, Pak anda mau kemana, Pak..Pak kalau anda seperti itu kami akan dipecat. Jin Soo hanya tersenyum dan jalan ke arah yang berlawanan. Kedua staf itu panik, mereka tidak bisa mengejar Jin Soo. Jin Soo berhenti sebentar dan berbalik sambil nyengir pada mereka.

Dan tempat tokoh utama melarikan diri dari pekerjaan-nya adalah tempat sederhana dimana gadis ini berada.

Hujan turun dan membuat kedua staf itu tidak melihat Jin Soo yang masuk ke dalam cafe. Seung yeon masih tidak melihat ke arah Jin Soo dan tanya apa kau mau pesan ? Lalu ia menoleh dan ..wow..! Seung Yeon terpesona.

Jin Soo : apa aku bisa minta cappuccino?

Seung Yeon : Satu Cappuccino? Mau dibawa? Jin Soo : Tidak, akan kuminum disini.

Maaf.. Seung Yeon melihat tissue yang digunakan Jin Soo menghapus air hujan lengket di wajahnya, dan ada "awkward moment" saat Seung Yeon mengambil tissue itu dari Jin Soo hehe

Seung Yeon jadi sadar, pria seperti ini adalah pria dalam fantasinya, seperti di buku komiknya (Inilah dia..Inilah bagaimana ceritaku akan mulai..). Eun Young melihat Jin soo dengan pandangan berbeda, Jin Soo bisa tiba2 bercahaya. Konyol!

Di pesawat, Eun Young dikenali oleh pria yang duduk di sebelahnya. Eun Young : Mengapa? Pria : Apakah kau wanita ini? dia tanya sambil menunjuk ke majalah yang dibacanya, Pria itu memuji Eun Young. Kau bahkan lebih cantik daripada yang di majalah.

Pria itu tanya lagi, ia tidak tahu banyak mengenai perusahaan penerbitan, tapi ia kagum membaca kisah Eun Young, bagaimana kau bisa jadi wanita karier sesukses itu? Pria itu terus memuji Eun Young.

Eun Young menggunakan telp pesawat untuk mengecek pekerjaan-nya. Ternyata dia boss 2 staf penerbit yang kebingungan itu. Mereka bingung saat ponsel mereka berbunyi. Bagaimana ini? ayo jawab, itu pasti President. Akhirnya mereka menjawabnya dan lapor kalau ada masalah.

Eun Young menanyakan acara tanda tangan buku, dan keduanya mengaku kalau Jin soo melarikan diri. Eun Young marah, apa kalian tidak mendengar perintahku? aku bilang jangan biarkan ia hilang dari pandanganmu! Kalian harus menemukan dia! Setelah menutup telp, Eun Young meminjam buku karangan Jin Soo dari pria di sisinya.

Eun Young masuk ke toilet pesawat dan ngamuk! Ia menghancurkan buku Jin Soo, manusia tidak berguna..! dasar brengsek! sampah! dan ia benar2 menghancurkan buku itu dan membuangnya. Setelah itu, Eun Young menenangkan diri dan kembali ke tempat duduknya dengan anggun. Dia minta maaf pada pemilik buku kalau bukunya basah.

Dalam hati Eun Young berkata: Baik, ini adalah yang terakhir kalinya, benar2 yang terakhir, jadi tabahlah Seo Eun Young...

Mantan pacar Seung Yeon masuk ke cafe dan marah, hei kau seharusnya mengangkat telp-mu! Seung Yeon berkata mengapa harus mengangkat, kau sudah tidak berarti bagiku. Mantan-nya kesal, jika kau mau mengakhiri hubungan, kau seharusnya bicara langsung bukannya sms!

Seung Yeon tidak mau mendengar lagi dan lari masuk kamar mandi. Mantan-nya kesal, ayo keluar!! Aku tidak akan pergi, keluar! Keduanya bertengkar dan akhirnya pria itu menyerah dan pergi.

Jin Soo akhirnya mengetuk pintu toilet, maaf..aku tadi minta cappuccino. Seung Yeon kaget sekali dan ia minta maaf. Ternyata pintu toiletnya macet. Seung Yeon, maaf..pelanggan? Jin Soo : Ya?

Seung Yeon : Maaf..aku kira pintunya macet, apa kau bisa membukanya dari luar? Jin Soo mencobanya tapi tidak berhasil juga. Seung Yeon minta Jin Soo menelp keluarganya. Ponselnya ada di kasir. Jin soo mencobanya tapi tidak ada yang mengangkat.

Seung Yeon mengeluh dalam hatinya, mengapa yang terjadi di komik tidak terjadi padanya...Akhirnya Jin Soo memanggil tukang reparasi. Seung Yeon minta maaf dan berkata Jin soo bisa mengambil uang kopinya kembali.

Saat Jin Soo ada di meja depan, ada seorang pelanggan datang dan memesan kopi : Anak muda, 2 Americanos, 2 cafe latte, 2 cappuccino. Dan ternyata Jin Soo bisa juga membuat kopi, mirip barista beneran.

Tiba-tiba teman Jin Soo datang. Namanya Do Sang, hei..apa yang kau lakukan di sini? Jin Soo berkata ada pelanggan memesan kopi. Do Sang ternyata kenal Seung Yeon, mana pemiliknya? Mana Seung Yeon? Jin Soo heran, kau kenal dia? Do sang berkata dia adalah adik kelasku di SMU. Jin soo : oh dia ada di kamar mandi.

Tukang reparasi datang dan ternyata Seung Yeon sakit perut dan teriak jangan...tunggu dulu..jangan dibuka! Seung Yeon tertangkap basah sedang "deposit" dengan celananya melorot.

Setelah tukang reparasi itu pergi, Seung Yeon keluar dengan muka malu dan Do Sang menyapanya. Seung Yeon kaget, sunbae! Do Sang ketawa, wow..kau melakukan-nya ketika terkunci ya..Kang Seung Yeon yang terbaik!!

Jin soo berkata tadi ada pelanggan dan uangnya ada di kasir. Seung Yeon terpana. Seung Yeon akhirnya sadar, kalau Jin Soo itu novelis terkenal. Lee Jin Soo!

Pihak perusahaan penerbit minta maaf dan berkata pada para fans yang menunggu dan wartawan kalau Lee Jin Soo mendapat "kecelakaan" mobil!

Keluarga Seung Yeon berkumpul untuk sembahyang memperingati kematian ibu Seung Yeon. Seung Yeon melihat muk (jelly) hancur, dan bagaimana bisa semangka ini hancur? Neneknya berkata kita bisa memotong semangkanya dan meletakkan di sebelah atas, dan ikan keringnya juga bisa diatur.

Seung Yeon kesal, apa ini tidak keterlaluan? dia meninggal belum lama...Tiba2 ponselnya berdering, mantan pacarnya menelepon. Mantan-nya marah2 dan menuduh Seung Yeon mengirim seluruh keluarganya untuk menyerangnya. Seung Yeon bingung, dan ternyata keluarganya melihat Hee Sok (mantan Seung Yeon) itu sedang dengan gadis lain. Mereka memukuli Hee Sok dengan bahan makanan yang mereka beli.

Seung Yeon baru sadar, itulah mengapa makanan itu berantakan semua. Seung Yeon mengaku dia sudah putus dengan Hee Sok, dia yang mencampakkan Hee Sok, jadi tenang saja. Keluarganya setuju, neneknya juga tidak suka dengan Hee Sok.

Jin Soo ada di Ulleungdo (pulau sebelah timur) dan ketika kembali ke rumah, Eun Young sudah meninggalkan pesan, Penulis Lee, kita akan mengadakan pertemuan mengenai pelanggaran kontrakmu, jadi bersiaplah. Aku sudah mengirim surat resmi isinya mengenai setiap wawancara yang yang kau gagalkan, setiap acara yang tidak kau hadiri, dan setiap pelanggaran kontrakmu.

Eun Young : Pergi di tengah acara 5 kali, tidak menghadiri interview, 8 kali. Tidak menemui penerbit 44 kali. Menghilang tanpa pemberitahuan, 28 kali. Tidak bisa dihubungi total 130 kali. Jadi bersiaplah, kami akan menuntutmu. Sepertinya ini akhir dari kerjasama kita.

Awalnya Jin Soo kaget juga tapi suara Eun Young berubah saat mengatakan : Pasti sedih. Sedih? Omong Kosong. Kau tahu kau tidak akan pernah bisa menang dengan tuntutan ini kan? Sampai kapan kau kira aku akan membiarkan ini semua? Ada yang ingin kukatakan tapi belum bisa, apa kau tahu apa itu? sederhana, kau manusia tidak berguna, brengsek!!

Jin Soo ketawa mendengarnya.

Di kantor, Eun Young membuka champagne dan staff-nya sedikit tidak enak, karena mereka merasa menyesal jika harus kehilangan Lee Jin Soo sebagai pengarang. Tapi sepertinya Eun Young lega karena bebas dari Jin Soo.

Jin Soo tiba, tepat saat mereka mengangkat gelas untuk toast. Jin Soo : Wow..kau benar2 berpesta setelah menghancurkan orang brengsek ini, iya kan?

EUn Young : Oh, Penulis Lee, kau di sini ya? Kita sedang berpesta.

Jin Soo : Hei, dengan hubungan kita, bagaimana kau bisa menuntutku? bukankah itu terlalu berlebihan?

Eun Young : Hubungan apa? Pihak A dan Pihak B dalam kontrak? Atasan dan Bawahan? atau...musuh?

Jin Soo : saat kau di Amerika, Presiden Seo, aku menulis sinopsis saat di Ullengdo dan aku pikir ceritanya menarik. Jin Soo melipat sinopsisnya menjadi kapal terbang dan melemparkan ke arah Eun Young yang mendarat di atas kue.

Jin Soo : Coba baca..kalau kau ada waktu.

Semua membeku. Eun Young tertegun tapi dia berkata, mengapa kau minta kami membacanya? Bawa saja pada penerbit lain, tentu saja..apakah kau akan bisa membuat buku tanpa ide? Kalau kami mulai menuntutmu di sidang, kau akan sangat menderita paling tidak selama...3 tahun?

Jin soo tidak terpengaruh dan berkata ini benar2 bagus, coba saja, bahkan juga bagus untuk film. Eun Young diam sejenak, tapi ia tetap pada pendiriannya, Eun Young meremas kertas tanpa membukanya dan menjatuhkannya dalam gelas champagne-nya.

Jin Soo kaget dan berkata, hanya itu satu2nya kertasnya, ia tidak memiliki copy-an lain. Tapi Eun Young tidak bisa mundur lagi, ia melanjutkan mengguncang2 gelasnya dan berkata kalau begitu sayang sekali...

Jin Soo akhirnya pergi. Begitu Jin Soo pergi, semua dengan panik mencoba menyelamatkan kertas basah itu, perlahan membuka lipatan kertasnya dan Eun Young mulai membacanya, dan reaksinya mengatakan isi sinopsis itu, Jin Soo benar, ini LUAR BIASA. Ini Jackpot!

Eun Young berkata, si brengsek itu mulai benar2 menggunakan bakatnya. Karyawan-nya heran mengapa Eun Young selalu memanggil Lee Jin Soo sebagai si brengsek, Eun Young berkata, kau belum mengenalnya, jika nanti kau kenal dia, maka kau tahu dia itu memang brengsek.

Di rumah, Jin Soo menemukan sinopsisnya berhasil diselamatkan dan tertempel di pintunya, dengan catatan Post-it dari Eun Young : Pakai sinopsis ini untuk membuat draft dalam 6 bulan, jika kau tidak selesai dalam jangka waktu itu, aku akan mulai persidangan untuk menuntutmu. Kau bisa melakukannya. Aku percaya padamu. Penulis Lee, semangat!!

Jin Soo tersenyum simpul membacanya.

Seung Yeon mendapat telp dari Do Sang kalau ada pekerjaan untuk Seung Yeon. Awalnya Seung Yeon minta Do sang menelp lagi nanti karena ia sedang sembahyang untuk ibunya. Tapi nenek dan ayahnya mendesak untuk segera cari tahu pekerjaan apa yang ditawarkan Do Sang.

Do Sang : Apa kau ingat temanku yang waktu itu di coffee shop?

Seung Yeon : Penulis Lee Jin Soo?

Do Sang : Apa kau mau mencoba kerja menjadi sekretarisnya?

Seung Yeon tentu saja senang sekali, tapi juga bingung karena ia tidak punya background kerja apalagi pengetahuan sastra. Keluarganya ikut heran, tapi langsung bersorak, whatever..pekerjaan ya pekerjaan, Apalagi gajinya menggiurkan, 100,000 won sehari!! Mereka mulai berhitung kalau 5 hari 500 ribu Won, 2 juta Won sebulan, dan 24 Juta Won setahun ..hore..!!

Paginya, Seung Yeon muncul di apartemen Jin Soo : Halo, namaku Kang Seung Yeon. Aku mendapat telp dari Do Sang sunbae ...

Jin Soo : Masuklah.

Seung Yeon : Aku sudah menulis resume kalau diperlukan.

Jin Soo membacanya, jadi latar belakangmu kimia? Seung Yeon membenarkan tapi ia benar2 suka buku dan juga suka menulis secara online.

Jin Soo berkata ia harus menyelesaikan pekerjaan-nya dalam 6 bulan, jadi ia mempekerjakan Seung Yeon juga selama 6 bulan. Lalu Jin Soo menerima telp, Seung Yeon melihat dengan kagum, bagaimana bisa di dunia ini ada pria seperti dirinya? Bagaimana bisa ada pria yang tidak bercela, kaya, tampan, dan berbakat? Dia sopan, ramah, dan juga murah hati...Bagaimana bisa demikian sempurna, Jadi aku akan kerja untuk pria seperti dia? Apa ini bukan mimpi? Bukankah ini terlalu bagus?

Jin Soo menerima telp dari Eun Young dan berkata ini sekretaris yang mulai kerja. Eun Young bingung, dan telp langsung diserahkan pada Seung Yeon. Jin Soo : Katakan halo, ini kepala perusahaan penerbitan, Presiden Seo Eun Young. Seung Yeon langsung mengucapkan salam.

Setelah itu, Seung Yeon yang terlibat urusan dengan karyawan penerbitan. Staf penerbitan mengeluh mengenai Jin Soo, Dia tidak punya mobil, dia juga tidak punya ponsel jadi susah sekali menghubunginya, Dia selalu membuang ponsel yang kami berikan, jadi pastikan untuk mengambil telp itu kembali. Oya, kalau ia sedang menulis draft hanya ada 2 hal yang ia inginkan, 10 pinsil yang sudah diraut tajam..dan kopi.

Seung Yeon menyiapkan itu semua. Jin Soo mengucapkan terima kasih dan mencicipi kopinya, dan Seung Yeon melihat Jin Soo tidak terlalu suka, jika kopinya terlalu kental..Jin Soo : tidak, tidak apa. Cara meraut pinsilnya juga tidak sesuai standarnya dan suara ketikan Seung Yeon mengganggunya.

Jin Soo tidak tahan lagi dan berkata, maaf..Seung Yeon menoleh, iya?

Jin soo : Kalau kau turun ke cafe di lantai satu, ada buku berjudul Fossils of the Ages. Apa kau bisa merangkumnya untukku dan memasukkan-nya ke komputer?

Seung Yeon : Fossils of the Ages? Baiklah, aku akan segera kembali.

Jin Soo : Tidak, tidak, lebih baik kalau kau membawa laptop sekalian dan kerja di bawah. Kau tidak boleh membawa buku itu keluar dari cafe.

Jin Soo mengatakannya sambil tersenyum manis. Seung Yeon mengerti dan ia keluar dengan laptopnya, tapi ada yang ketinggalan dan ia kembali ke atas dengan senang karena sudah diberikan tugas baru.

Tapi Seung Yeon kaget saat melihat Jin Soo membuang semua pensilnya ke tong sampah dan menajamkan pensil dengan standarnya sendiri. Membuang kopi buatan-nya dan membuat kopi sendiri.

Seung Yeon turun dengan sedikit kecewa dan ia ke cafe meminjam buku Fossils of the Ages. Ternyata buku itu dalam bahasa Inggris, yang membuat Seung Yeon semakin putus asa.

Ternyata itu cafe milik Eun Young. Eun Young datang dan heran, apa yang dilakukan gadis itu disini? Stafnya berkata Penulis Lee memintanya meringkas buku dan memasukkan-nya ke komputer. Eun Young heran, benarkah?

Eun Young menyapa Seung Yeon dengan ramah, jadi dia memintamu merangkum buku ini? Seung Yeon membenarkan dan merasa malu, ya, tapi bhs Inggrisku kurang bagus.

Eun Young meminjam bukunya dan berkata, dia memintamu merangkum ini?? Eun Young bergumam, kau membuatku gila Lee Jin Soo. Seung Yeon kaget, mm..mengapa? Eun Young menutupinya dan berkata ah tidak apa-apa. Ia merasa kasihan dengan sekretaris baru ini.

Seung Yeon tetap di cafe hampir sepanjang hari sampai Jin Soo meneleponnya. Seung Yeon minta maaf, ia tidak punya kamus dan jadinya ia baru bisa merangkum lima halaman saja. Jin Soo tersenyum dan berkata : Kau bisa melakukannya dengan perlahan. Terima kasih atas kerja kerasmu. Kau bisa pulang sekarang.

Seung Yeon : tapi buku ini...

Jin Soo : Bacalah kembali besok, ada banyak waktu.

Jin Soo membayar upah Seung Yeon dan pesan hati-hati di jalan. Seung Yeon membelikan makan malam istimewa untuk keluarganya dari gaji pertamanya, dan mereka berharap agar Seung Yeon bisa terus bekerja 6 bulan..setahun..6 tahun...

Seung Yeon berpikir, apa ada pekerjaan seenak ini, membaca 5 halaman buku sepanjang hari, membuat kopi dan meraut pinsil dan dibayar 100 ribu Won sehari, Oh Tuhan semoga pekerjaan ini akan bertahan lama.

Hari berlalu...Seung Yeon datang kerja dengan semangat, selamat pagi Pak! Aku hanya dapat 3 halaman hari ini. Jin Soo : tidak apa2 dan terus seperti itu..

Setiap hari Seung Yeon bertekad melakukan 2 pekerjaan-nya dengan se-sempurna mungkin, membuat kopi dan meraut pinsil. Tapi selalu saja Jin Soo membuangnya dan menyiapkan sendiri dengan caranya. Setiap hari Jin Soo membayarnya dengan tersenyum ramah dan berkata terima kasih.

Terima kasih
Terima kasih untuk kerja kerasmu
Terima kasih

Seung Yeon stress.

Ia minum soju dan mengeluh pada sunbaenya, Tapi kak, tentang Tuan Penulis..dia memberiku uang tapi tidak minta aku mengerjakan apapun.

Do Sang hanya tertawa, itu bukan masalah kan? Kau tidak perlu khawatir. Karakternya memang seperti itu, ia sudah biasa gila seperti itu dan dia itu brengsek.

Seung yeon bingung, ia orang brengsek? Do Sang berkata karakter normalnya adalah gila dan brengsek. Seung Yeon tidak mengerti dan saat di taksi, ia menceritakan hal itu pada pengemudi taksi. Awalnya sang pengemudi berkata kalau pria itu pasti menyukaimu.

Seung Yeon : tidak, itu tidak mungkin Paman. Jadi pengemudi taksi itu mengusulkan kalau begitu tanya langsung saja pada orangnya. Seung Yeon merasa itu ide hebat dan ia minta taksi kembali. Kembali ke apartemen-nya. Kembali ke shinsa-dong.

Seung Yeon menggedor pintu apartemen Jin Soo. Seung Yeon ingin tahu mengapa Jin soo tidak menyuruhnya melakukan apa-apa. Jika kau tidak suka kopiku, kau tinggal bilang. Atau kau bisa minta aku berhenti. Mengapa kau mempermainkanku?

Jin Soo ketawa. Bukankah pekerjaanmu menyenangkan dan mudah? Seung Yeon : Kata siapa? itu pelanggaran etika kerja. Fossils of the Ages, mengapa kau memintaku membacanya?

Seung yeon berkata menghabiskan waktu melakukan hal yang sama membuatnya muak dan capai. Kemudian Seung Yeon berpikir dan memberanikan diri tanya, apa mungkin..mungkin..apa kau tertarik padaku? apa mungkin kau jatuh cinta pada pandangan pertama di cafe?

Jin soo melihat Seung Yeon dengan geli dan Seung yeon membela diri, itu karena tingkah lakumu benar2 konyol. Jadi sebenarnya apa alasannya?

Jin Soo mengaku ia ingin membayar Do Sang sebanyak 10 juta won untuk melakukan pekerjaan baginya tapi Do Sang menolak dan berkata berikan saja pada Seung Yeon. Pekerjaan ini sebenarnya alasan saja, sebagai balasan untuk Do Sang.

Seung Yeon bingung, mengapa? Jin Soo tersenyum, kau seharusnya tahu mengapa. Seung Yeon sadar: Do Do Sang sunbae menyukaiku?

Jin soo mengusulkan agar Seung Yeon tanya sendiri pada Do Sang dan memintanya keluar, maaf tapi aku banyak pekerjaan. Seung Yeon keluar, tapi kemudian kembali lagi dan berkeras mendapat jawaban-nya.

Jin Soo mengangkatnya menjadi sekretaris tapi tidak memberinya pekerjaan, bukankah itu pemborosan? Mengapa?

Jin Soo : Karena kau tidak bisa memenuhi seleraku. Aku ini lebih pilih2 daripada kelihatan-nya, kau tahu.

Seung Yeon : Meskipun kau pemilih, aku bisa mencoba mengikuti standarmu, jika kau mengatakan-nya..

Jin Soo : Kau tidak bisa

Seung Yeon : Mengapa?

Jin Soo : Apa yang bisa kuharapkan dari seorang amatir? Bagaimana amatiran bisa mencapai standarku?

Jin Soo menjelaskan saat pertama kali bertemu Seung yeon di cafenya, terlihat Seung Yeon itu amatiran, lihat bagaimana ia membuat foam untuk kopi dan ia menghargainya 3,500 Won! Jin soo berkata, apa kau sudah mengerti sekarang? Itu karena pikiranmu. Pikiranmu yang membuatmu menjadi amatiran.

Seung Yeon menutup telinganya, aku mengerti, aku tahu ini sejelas kristal, kau tidak perlu menjelaskannya padaku. Aku minta maaf.

Jin Soo berkata Seung Yeon tidak perlu minta maaf. Itu uang yang sebenarnya akan kuberikan pada Do Sang, jadi kau tetap disini. Dan jika kau tidak mau membaca Fossils of the Ages, kau bisa baca buku lain.

Jin Soo menambahkan, ah apakah uangnya terlalu kecil bagimu? Apa aku harus menaikkan-nya? Seung yeon kesal dan malu, apa kau mengolok-olokku? Jin soo melihat Seung Yeon mabuk, apa kau mau kubuatkan kopi?

Seung yeon dalam hatinya : Kopi??? Apa aku harus minum kopi di situasi seperti ini? Mengapa kau seperti ini? Kau benar2 brengsek, dia (Do Sang) benar saat menyebutmu brengsek.

Tapi..benar2 ..bagaimana brengsek gila seperti ini membuat matahari terbit hanya dengan satu senyuman...??

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...