Laman

Sabtu, 03 Juli 2010

Princess Lulu (Episode 17)


Sinopsis Princess Lulu
Episode 17


Dengan jantan, Chan-ho mendatangi Direktur Go dan menyebut kalau dirinya telah merelakan Hee-soo kepada Woo-jin sehingga pria tua itu kaget. Di taksi, Hee-soo terus memikirkan bagaimana nasib Chan-ho, dan sempat kuatir ketika teleponnya tidak diangkat.

Kekuatiran tersebut ternyata tidak beralasan, belakangan Chan-ho datang ke tempat persembunyian Hee-soo (masih dengan jas pertunangan) dan menyerahkan sebuah cincin pada gadis itu. Sebelum berpisah, ia meminta Hee-soo untuk tidak menangis, dan menyerahkan kunci mobilnya pada Woo-jin.

Dengan tegar, Chan-ho membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan pasangan itu. Begitu tiba di rumah, ia dipanggil oleh Direktur Go, yang menyebut bahwa tindakan pemuda itu membuatnya kecewa dan hanya akan membuat Hee-soo sengsara.

Baru saja hendak pergi ke kota lain, mendadak bensin mobil yang dikemudikan Woo-jin habis. Tidak punya uang dan kartu kreditnya ditolak, terpaksa ia dan Hee-soo bekerja sebagai petugas di pompa bensin selama satu hari. Dengan uang yang tidak terlalu banyak, pemuda itu sempat nekat ingin menginap di sebuah hotel berbintang.

Beruntung Hee-soo cekatan, ia merebut uang yang dipegang Woo-jin dan memilih untuk menginap di sebuah losmen kecil. Ketika berjalan-jalan di sebuah taman, Woo-jin dapat melihat betapa wanita yang dicintainya itu merindukan sang kakek. Untuk menghibur, ia membeli sebuah kalung namun pemberian itu malah ditolak Hee-soo yang menganggapnya sebagai pemborosan.

Namun tidak percuma Woo-jin dikenal sebagai penakluk wanita. Dengan caranya yang romantis, ia berhasil membujuk Hee-soo untuk menerima kalung tersebut. Di rumah, keadaan mulai kacau karena Yoo-mi mengadu pada Direktur Jung soal masalah Woo-jin yang menolak bertemu investor.

Di penginapan, Hee-soo mulai deg-degan ketika Woo-jin mendekatinya dengan tatapan yang mampu melumerkan gadis manapun. Namun ia kecele, karena pria itu ternyata malah mengajaknya bermain kartu untuk menghabiskan waktu. Woo-jin memang apes, siapa sangka Hee-soo yang baru diajari mampu mengunggulinya sehingga ia harus menerima hukuman.

***

Terbiasa hidup dalam kemewahan, Hee-soo kaget bukan main saat melihat kamar kecil yang tersedia berada di luar rumah dan letaknya terpencil. Mau tidak mau, ia harus membiasakan diri dengan kehidupan baru terutama dengan Woo-jin yang malah berusaha menakutinya.

Tidak bisa berhenti memikirkan sang kakek, Hee-soo menghubungi Direktur Go namun tidak ditanggapi. Woo-jin sendiri sadar kalau gadis yang dicintainya itu merindukan suasana lama, dan di tengah jalan ia bertengkar dengan Hee-soo. Ketika keduanya terlibat adu mulut, dengan nada tinggi pria itu menyuruh Hee-soo untuk kembali ke kediaman sang kakek dan Chan-ho.

Dengan marah, gadis itu memacu mobil Chan-ho. Namun, Woo-jin yang merasa bersalah berhasil menyusul dan menemuinya di sebuah kuil kecil. Setelah berbaikan, keduanya melakukan aksi berdoa sambil berjalan mundur karena Hee-soo mendengar tentang legenda setempat dan baru sadar kalau lagi-lagi dirinya dikelabuhi Woo-jin.

Berkat bujukan Woo-jin, Hee-soo akhirnya mau kembali ke rumah. Namun, Direktur Go malah mengusir sang cucu keluar. Dengan hati perih, keduanya melanjutkan perjalanan ke kediaman Direktur Jung dan lagi-lagi mendapat perlakuan sama. Kali ini malah lebih parah, wanita setengah baya itu menyiram Hee-soo dan mengancam akan menghajar gadis itu bila Woo-jin membawanya lagi.

Namun, Direktur Jung akhirnya tidak tega setelah Woo-jin mengajak Hee-soo menyelinap masuk dan memohon supaya dibiarkan tinggal didalam karena gadis itu sedang sakit. Belas kasihannya timbul, Direktur Jung mengajak Hee-soo tidur bersamanya dan di tengah malam, ia menasehati Hee-soo untuk kembali ke rumahnya.

Keesokan paginya, Direktur Jung meminta Hee-soo untuk pergi dan menelepon kediaman keluarga Go namun sambutan yang didapat tidak menyenangkan. Dengan wajah muram, ia meminta Woo-jin dan yang lain keluar sementara ia berbicara dengan Hee-soo.

Woo-jin memanfaatkan kesempatan itu untuk mengunjungi Direktur Go dikantornya, Chan-ho (yang telah pindah), dan Yoo-mi. Dengan dingin, wanita itu mengancam akan mengambil semua barang berharga milik pria itu bila Woo-jin menyakitinya.

Di rumah, Hee-soo harus memutar otak karena selain tidak diperbolehkan membantu membersihkan rumah, ia diminta keluar secepat mungkin. Dengan siasat, ia akhirnya 'membujuk' Direktur Jung untuk membiarkannya tinggal sehari lagi. Sikap polos gadis itu lama-lama membuat Direktur Jung kesal campur geli, namun hubungan keduanya buyar oleh kemunculan Nyonya Park.

Princess Lulu (Episode 16)


Sinopsis Princess Lulu
Episode 16


Sesampai di rumah, Woo-jin sempat ditegur oleh sang ibu Direktur Jung karena mau bekerja sebagai supir namun ia tidak perduli. Usaha pria itu sendiri sedang mulai dirintis, langkah pertama adalah mencari kantor dengan letak yang strategis.

Sudah bersiasat dengan Hee-soo lewat bahasa sandi, Woo-jin tidak bisa berbuat banyak karena harga tempat yang ditawarkan cukup mahal. Sadar kalau pria yang dicintainya sedang mengalami kesulitan, Hee-soo mengambil keputusan nekat dan menjual perhiasan warisan mendiang ibunya.

Ketika hal itu disampaikan pada Jae-kyeong, gadis itu kaget setengah mati namun akhirnya mendukung. Malang baginya, Woo-jin belakangan tahu dan ketika bertemu Hee-soo langsung memarahinya. Namun melihat ketulusan gadis itu, yang menyebut semua itu dilakukan demi cinta, membuat Woo-jin tidak berkutik.

Dasar apes, perhiasan tersebut malah jatuh ke tangan Go Sun, yang langsung memberitahu tindakan Hee-soo tersebut pada Direktur Go. Di tengah cercaan sang kakek, ibu tirinya Nyonya Park dan sang kakak, Hee-soo bergeming dan menyatakan tidak menyesal sama sekali.

Melihat putranya semakin nekat, Direktur Jung meminta waktu bertemu dengan Hee-soo dan mengatakan bahwa ia rela melupakan semua dendam asalkan gadis itu mau berpisah dengan Woo-jin. Hal serupa juga terjadi pada Woo-jin, Direktur Go menyanggupi untuk membantu perusahaan pria itu asalkan mau meninggalkan Hee-soo.

Di tempat terpisah, keduanya langsung menolak. Woo-jin bahkan lebih nekat lagi, ia menyatakan sangat mencintai Hee-soo dan suatu hari bakal menikahinya. Ketika keduanya bertemu dan hendak pergi bersama, mendadak ponsel gadis itu berdering, ia diminta pulang untuk makan malam bersama sang kakek.

Saat bersantap bersama, Direktur Go menyampaikan perintah mengejutkan : ia menaikkan jabatan Chan-ho dan meminta pemuda itu segera menikahi Hee-soo. Usaha gadis itu untuk menolak sia-sia karena sang kakek sudah teguh dengan pendiriannya. Keruan saja, Go Sun semakin pusing karena semua rencananya malah berantakan.

Keesokan harinya saat sedang bingung bagaimana kelanjutan perusahaannya, Woo-jin diajak Hee-soo untuk bertamasya bersama. Sempat adu mulut seputar masalah pernikahan, ungkapan perasaan Hee-soo membuat pria itu senang. Dengan tulus, ia juga berjanji akan selalu mencintai gadis itu sampai kapanpun.

***

Sejumlah tindakan pencegahan juga dilakukan : semua alat komunikasi Hee-soo (termasuk telepon genggam) diambil sehingga Woo-jin tidak mampu menghubunginya. Bahkan karena dikawal sangat ketat, usaha gadis itu untuk melarikan diri juga gagal.

Mendengar Hee-soo sedang dipertemukan dengan pria lain, Woo-jin langsung menyusul dan berhasil melarikan Hee-soo. Sayang, niatnya untuk pergi ke luar kota keburu ketahuan, ditambah masalah investasi perusahaan yang berhasil dibatalkan berkat siasat Direktur Go, membuat rencana keduanya berantakan.

Sadar kalau cucunya keras kepala, Direktur Go memanggil Chan-ho, berusaha membujuknya sekali lagi untuk mau nmenikahi Hee-soo, dan mengingatkannya untuk menjadi pria yang kuat supaya gadis itu menyukainya. Tidak ingin gadis yang dicintainya menderita lebih banyak, Chan-ho akhirnya menyanggupi permohonan itu dan mulai membuat rencana.

Keruan saja, Hee-soo lemas ketika saat dipertemukan dengan calon barunya, pria itu adalah Chan-ho. Woo-jin yang lagi-lagi berusaha menyusul kali ini tidak berhasil menembus pengawalan yang diatur oleh Direktur Go, dan hanya bisa dengan geram menatap Chan-ho yang wajahnya berubah dingin. Saat belakangan keduanya bertatap muka, Chan-ho meminta Woo-jin melepaskan Hee-soo karena pria itu hanya akan membuatnya menderita.

Seolah tidak kehabisan akal, malamnya Woo-jin mendatangi kediaman keluarga Go dan memploklamirkan cintanya dengan menggunakan toa. Hee-soo yang mendengarnya sangat sedih, dan berkat bujukan(dan tekanan) sang kakek, menelepon pria itu dan dengan berat hati mengatakan bahwa diantara mereka sudah tidak ada hubungan lagi. Keruan saja, Woo-jin yang mendengarnya melongo tidak percaya.

Dengan cepat, hari pernikahan disiapkan dan pengawalan yang dilakukan ekstra ketat. Di ruang ganti dengan pakaian pengantin, Hee-soo teringat akan nasehat sang ibu. Di saat terakhir, kenangan akan Woo-jin kembali muncul setelah gadis itu berhasil 'menemukan' kembali ponselnya. Melihat semua itu, Chan-ho mengambil keputusan drastis.

Princess Lulu (Episode 15)


Sinopsis Princess Lulu
Episode 15


Sebenarnya, Woo-jin melakukan hal itu untuk mengeluarkan unek-uneknya sekaligus menegaskan kalau ia akan bangkit lagi. Setelah mengantar Hee-soo keluar dari apartemennya yang telah disegel, mendadak Yoo-mi muncul untuk menawarkan bantuan. Dengan halus, pemuda itu menolak.

Kesulitan keuangan membuat Woo-jin kesulitan untuk membayar biaya rumah sakit, bahkan ia harus berbohong pada ibunya mengenai keadaan ekonomi mereka. Berusaha meyakinkan Direktur Go untuk memperhatikan kesejahteraan karyawan perusahaannya, saat kembali ke rumah sakit ia bertemu dengan Hee-soo, yang kedapatan berkunjung ke kamar Direktur Jung.

Usaha Woo-jin sendiri tidak mudah untuk bisa bangkit, namun ia tidak menyerah meski terus mendapat penolakan dari klien. Ketika malam tiba, pria itu mengajak Hee-soo dan kawan-kawannya ke karaoke. Melihat Woo-jin berusaha menyembunyikan kesedihannya, Hee-soo maklum kalau saat itu ia harus memberi dukungan dan berusaha memeriahkan suasana dengan ikut menyanyi.

Keesokan harinya, Woo-jin didatangi Chan-ho yang berniat untuk minta maaf, pemuda itu akhirnya menyerah dan mengaku kalau kakak angkatnya dan Hee-soo adalah pasangan yang serasi. Sempat ada kejadian lucu di kamar, ketika Woo-jin masuk, Hee-soo sedang salah-tingkah karena Direktur Jung ternyata memergokinya.

Rupanya, gadis itu berinisiatif membayar biaya rumah sakit namun Woo-jin yang tahu menolak dan mengembalikan uang tersebut. Untuk menghidupi ibunya, yang memutuskan keluar dari rumah sakit dan sebenarnya telah tahu akan keadaan mereka yang sesungguhnya, pria itu tidak segan-segan menjadi seorang supir.

Di kantor, Chan-ho melihat Yung-joo keluar dari ruangan Go Sun dan curiga anak buahnya itu berkhianat. Hal yang sama juga dirasakan Woo-jin, yang memutuskan untuk menjebak gadis itu dengan persetujuan Hee-soo. Usahanya nyaris saja gagal karena Hee-soo ngambek melihat kemesraan pria itu dengan Yung-joo, sehingga rencana terpaksa diundur.

***

Gerak-gerik Yung-joo yang mencurigakan terus dipantau Chan-ho dan kali ini ia mendapat bala bantuan : Woo-jin. Semalaman mengintai, ketika hendak pulang keduanya mendapati truk yang mengangkut barang perusahaan menuju ke tempat lain. Dengan cepat, mobil yang dikemudikan Chan-ho menghadang laju mobil besar itu.

Berkat tindakan cepat itu, akhirnya terbongkar dalang dari semua kejadian : Yung-joo dan Go Sun. Presentasi gadis itu berjalan lancar di hadapan Direktur Go. Sayang, hal serupa tidak terjadi pada Woo-jin yang datang terlambat ke rapat investor. Geram melihat sikap pria itu, Yoo-mi mengangkat ponsel pria itu saat berdering dan mengutarakan apa yang terjadi pada Hee-soo.

Ketika berjalan pulang, Woo-jin dicegat oleh Hee-soo yang minta maaf dan dengan cepat menciumnya hingga pria itu kaget. Karena berlangsung didekat rumah, adegan itu terlihat oleh Direktur Jung yang langsung berteriak keras. Rupanya, wanita itu masih dendam dengan keluarga Hee-soo dan tidak merestui hubungan mereka.

Keesokan harinya Yung-joo mengajukan surat pengunduran diri, namun sebelum pergi ia menceritakan kepada Hee-soo kejadian sebenarnya. Mendengar kakaknya sendiri yang menjadi dalang, gadis itu tidak habis pikir dengan masalah kebencian yang begitu meliputi keluarganya dan sedih luar biasa. Melihat itu, Chan-ho berusaha menghiburnya.

Hee-soo bertekad untuk memperbaiki kesalahan yang dilakukan keluarganya, namun Direktur Jung malah semakin marah dan menganggap gadis itu sengaja mencari muka dihadapannya. Setelah penyakit jantungnya nyaris kumat (ditambah kemunculan Yoo-mi), dengan lantai gontai Hee-soo berjalan pergi meninggalkan tempat itu. Ketika sedang berdiri sendirian, ia didatangi Yoo-mi yang memintanya untuk menjauhi Woo-jin.

Tidak hanya itu, Yoo-mi juga menunjukkan bagaimana Hee-soo membuat pria itu menderita dan bekerja sebagai seorang supir. Mengikuti dengan diam-diam, Hee-soo harus menahan tangis ketika mendadak Woo-jin meneleponnya, ia harus berpura-pura seolah ia tidak ada didekat sana.

Woo-jin yang tidak tahu sudah tentu gembira mendengar suara Hee-soo, dan mengajak bertemu di sebuah tempat. Saat tiba, pemuda itu dikagetkan oleh dandanan unik Hee-soo, yang memintanya untuk tidak buka mulut sementara gadis itu menyanyi.

Princess Lulu (Episode 14)


Sinopsis Princess Lulu
Episode 14

Saat sedang bekerja, Hee-soo mendadak ditelepon oleh Nyonya Park yang memintanya menemani ke sebuah acara amal. Bertemu dengan Direktur Jung, ia diberitahu kalau Woo-jin telah memiliki wanita lain dan meminta gadis itu untuk melupakan putranya. Dengan perasaan kalut, ia langsung meninggalkan lokasi untuk menemui Woo-jin.

Di kantor, Chan-ho mendapat berita bahwa Go Sun telah mempunyai rencana untuk menjatuhkan Chan-ho, Woo-jin dan Hee-soo sekaligus mengambil alih kepemimpinan perusahaan. Berencana menemui Woo-jin, Chan-ho langsung mengurungkan niatnya begitu melihat Hee-soo ada disana. Gadis itu sendiri mendadak berteriak kegirangan karena Woo-jin memberinya ide tentang pembuatan desain terbaru.

Gerakan Go Sun berimbas ke perusahaan Woo-jin, yang langsung kehilangan banyak uang dan terancam bangkrut akibat kehilangan investor. Berita tersebut akhirnya sampai ke telinga Hee-soo, yang tidak terima akan tindakan tersebut dan memutuskan untuk menemui sang kakek Direktur Go. Di rapat pemegang saham, Direktur Jung langsung ambruk begitu mendengar keputusan dewan direksi, apalagi ditambah oleh orang kepercayaan perusahaan yang mengkhianatinya.

Dari orang tersebut, Woo-jin akhirnya tahu kalau dalang semua itu adalah Go Sun dan perusahaan yang dipimpin Direktur Go. Sepulang dari rumah sakit, Hee-soo langsung menghadap sang kakek, memohon supaya perusahaan keluarga Jung dikembalikan, dan menyebut kalau dirinya punya impian tersendiri.

Ucapan Hee-soo yang menyebut tidak ingin bernasib seperti ayah-ibunya membuat Direktur Go marah dan menamparnya, kejadian itu membuat Go Sun senang karena berarti hanya tinggal tunggu waktu sebelum Hee-soo pergi. Siapa sangka keesokan harinya, dengan dingin Direktur Go memberi nasehat kepada sang cucu sebelum berangkat kerja seperti biasa.

Dalam keadaan terpuruk, dan segala asetnya disita, Woo-jin mendatangi Go Sun dan menyebut bahwa apapun yang terjadi, dirinya akan tetap tegar dan bakal kembali bangkit sehingga rivalnya itu merasa geram.

Sebelum melangkah keluar, ia menyempatkan diri untuk menengok ke ruangan Hee-soo. Siapa sangka, gadis itu sempat merasa kehadiran Woo-jin dan berusaha menyusul. Melihat pria itu naik lift ke lantai paling atas, keruan saja Hee-soo langsung panik dan berusaha menyusul karena mengira Woo-jin ingin bunuh diri.

Jumat, 02 Juli 2010

Princess Lulu (Episode 13)


Sinopsis Princess Lulu
Episode 13


Siapa sangka, cinta segitiga yang dialami Hee-soo hanya awal dari kesulitan yang menimpanya. Tanpa ia sadari, Yung-joo diam-diam menyalin hasil kerja tim untuk kemudian diserahkan pada Go Sun. Bertekad menghancurkan adiknya dan Chan-ho, pria itu mulai menjalankan siasatnya.

Di kediaman mereka, keluarga Go dikejutkan oleh hilangnya Chan-ho selama beberapa hari. Berusaha menenangkan suasana, Nyonya Park malah dimarahi mertuanya Direktur Go yang menyebut kalau pemuda itu sudah dianggap sebagai cucu sendiri. Di tempat lain, Direktur Jung terus berusaha menjodohkan Yoo-mi dengan putranya Woo-jin.

Kejutan mencapai puncak keesokan harinya, saat sebuah koran memaparkan desain yang dikeluarkan perusahaan Fortuna yang sama persis dengan hasil rancangan tim yang dikomandani Chan-ho. Sedang menyepi di pinggir pantai untuk melupakan Hee-soo, pria itu langsung berlari ke arah kantor setelah secara tidak sengaja melihat berita tersebut.

Hee-soo ikut kena getahnya, ia dipanggil oleh Direktur Go dan diminta mundur dari pekerjaan sebagai bentuk tanggung jawab. Mendadak keduanya dikejutkan oleh kemunculan kembali Chan-ho yang telah memapas rambutnya hingga tampil lebih sporty.

Dengan wajah serius dan nampak lebih dewasa, Chan-ho menyatakan bertanggung jawab atas semua kejadian dan siap mengajukan desain baru sebelum tenggang waktu yang ditetapkan. Meski gembira karena pria itu sudah kembali, Hee-soo menangkap ada perubahan dalam diri Chan-ho.

Malamnya ketika keluar, mendadak Chan-ho menarik Hee-soo dan menciumnya dan itu terjadi tepat didepan hidung Woo-jin yang kebetulan datang untuk menemui gadis itu. Ucapannya yang sengaja memanaskan suasana membuat Woo-jin kehilangan kesabaran dan memukul Chan-ho, namun permusuhan itu tidak berlangsung lama dan berlalu seiring dengan bir yang diteguk keduanya.

Untuk mengejar tenggang waktu, Chan-ho bekerja sangat keras dan memutuskan untuk mengacuhkan Hee-soo saat keduanya pergi ke pabrik untuk melakukan peninjauan. Kebingungan mendapat tugas yang tidak dimengerti, ditambah sindiran Yung-joo, membuat gadis itu memutuskan untuk menelepon Woo-jin dan meminta tolong.

Kehadiran Woo-jin ternyata sangat membantu, apalagi saat pria itu mengatakan akan selalu menyertainya. Ketika kembali ke kantor dan membuka komputer Chan-ho untuk mengambil data, Hee-soo sadar bahwa sikap dingin pria itu adalah untuk menutupi perasaan yang sesungguhnya.

Princess Lulu (Episode 12)


Sinopsis Princess Lulu
Episode 12


Hee-soo sebal setengah mati karena sepanjang hari Woo-jin terus mengikutinya bahkan hingga ke tempat pemandian umum. Kesabarannya habis, dan dengan nada keras ia menyebut hal yang langsung membuat Woo-jin terdiam.

Di kantor, Hee-soo ternyata melakukan kesalahan fatal saat menggunakan satuan ukuran untuk tugas yang diberikan. Dimarahi habis-habisan dan hendak meminta maaf pada klien, tanpa sengaja ia mendengar adu mulut Chan-ho dan Woo-jin. Gadis itu akhirnya tahu semuanya, rupanya Chan-ho sang sahabat sejak kecil mencintainya.

Jawaban Hee-soo sudah tentu membuat Chan-ho sedih bukan main, namun harapannya sia-sia meski mengaku siap menunggu puluhan tahun lagi sampai gadis itu berubah. Akibat kejadian itu, Hee-soo sempat berniat berhenti namun ia mengurungkan niatnya meski itu berarti suasana di kantor, terutama pertemuan dengan Chan-ho, berlangsung kaku.

Namun keesokan harinya berkat pembicaraan intensif, hubungan mereka mulai kembali normal, Chan-ho akhirnya tahu kalau cinta tidak bisa dipaksakan. Sayang, sebuah insiden yang melibatkan Woo-jin dan pria itu kembali membuat Hee-soo jengkel setengah mati.

Hubungan keduanya semakin rumit berkat ikut campurnya pihak ketiga : Direktur Go akhirnya turun tangan sendiri dan saat bertemu dengan Direktur Jung ibu Woo-jin di sebuah pesta, ia meminta supaya putra wanita itu tidak mendekati sang cucu.
Tapi Woo-jin tidak kalah cerdik, ia berencana mengenalkan Hee-soo langsung kepada ibunya untuk menunjukkan ketulusan cintanya. Siapa sangka, sambutan Direktur Jung begitu dingin hingga akhirnya mereka dikejutkan oleh kemunculan Chan-ho yang langsung menarik Hee-soo keluar.

Princess Lulu (Episode 12)


Sinopsis Princess Lulu
Episode 12


Hee-soo sebal setengah mati karena sepanjang hari Woo-jin terus mengikutinya bahkan hingga ke tempat pemandian umum. Kesabarannya habis, dan dengan nada keras ia menyebut hal yang langsung membuat Woo-jin terdiam.

Di kantor, Hee-soo ternyata melakukan kesalahan fatal saat menggunakan satuan ukuran untuk tugas yang diberikan. Dimarahi habis-habisan dan hendak meminta maaf pada klien, tanpa sengaja ia mendengar adu mulut Chan-ho dan Woo-jin. Gadis itu akhirnya tahu semuanya, rupanya Chan-ho sang sahabat sejak kecil mencintainya.

Jawaban Hee-soo sudah tentu membuat Chan-ho sedih bukan main, namun harapannya sia-sia meski mengaku siap menunggu puluhan tahun lagi sampai gadis itu berubah. Akibat kejadian itu, Hee-soo sempat berniat berhenti namun ia mengurungkan niatnya meski itu berarti suasana di kantor, terutama pertemuan dengan Chan-ho, berlangsung kaku.

Namun keesokan harinya berkat pembicaraan intensif, hubungan mereka mulai kembali normal, Chan-ho akhirnya tahu kalau cinta tidak bisa dipaksakan. Sayang, sebuah insiden yang melibatkan Woo-jin dan pria itu kembali membuat Hee-soo jengkel setengah mati.

Hubungan keduanya semakin rumit berkat ikut campurnya pihak ketiga : Direktur Go akhirnya turun tangan sendiri dan saat bertemu dengan Direktur Jung ibu Woo-jin di sebuah pesta, ia meminta supaya putra wanita itu tidak mendekati sang cucu.
Tapi Woo-jin tidak kalah cerdik, ia berencana mengenalkan Hee-soo langsung kepada ibunya untuk menunjukkan ketulusan cintanya. Siapa sangka, sambutan Direktur Jung begitu dingin hingga akhirnya mereka dikejutkan oleh kemunculan Chan-ho yang langsung menarik Hee-soo keluar.

Princess Lulu (Episode 12)


Sinopsis Princess Lulu
Episode 12


Hee-soo sebal setengah mati karena sepanjang hari Woo-jin terus mengikutinya bahkan hingga ke tempat pemandian umum. Kesabarannya habis, dan dengan nada keras ia menyebut hal yang langsung membuat Woo-jin terdiam.

Di kantor, Hee-soo ternyata melakukan kesalahan fatal saat menggunakan satuan ukuran untuk tugas yang diberikan. Dimarahi habis-habisan dan hendak meminta maaf pada klien, tanpa sengaja ia mendengar adu mulut Chan-ho dan Woo-jin. Gadis itu akhirnya tahu semuanya, rupanya Chan-ho sang sahabat sejak kecil mencintainya.

Jawaban Hee-soo sudah tentu membuat Chan-ho sedih bukan main, namun harapannya sia-sia meski mengaku siap menunggu puluhan tahun lagi sampai gadis itu berubah. Akibat kejadian itu, Hee-soo sempat berniat berhenti namun ia mengurungkan niatnya meski itu berarti suasana di kantor, terutama pertemuan dengan Chan-ho, berlangsung kaku.

Namun keesokan harinya berkat pembicaraan intensif, hubungan mereka mulai kembali normal, Chan-ho akhirnya tahu kalau cinta tidak bisa dipaksakan. Sayang, sebuah insiden yang melibatkan Woo-jin dan pria itu kembali membuat Hee-soo jengkel setengah mati.

Hubungan keduanya semakin rumit berkat ikut campurnya pihak ketiga : Direktur Go akhirnya turun tangan sendiri dan saat bertemu dengan Direktur Jung ibu Woo-jin di sebuah pesta, ia meminta supaya putra wanita itu tidak mendekati sang cucu.
Tapi Woo-jin tidak kalah cerdik, ia berencana mengenalkan Hee-soo langsung kepada ibunya untuk menunjukkan ketulusan cintanya. Siapa sangka, sambutan Direktur Jung begitu dingin hingga akhirnya mereka dikejutkan oleh kemunculan Chan-ho yang langsung menarik Hee-soo keluar.

Princess Lulu (Episode 11)


Sinopsis Princess Lulu
Episode 11


Kejadian itu membuat Woo-jin mengubah sikapnya, ia bertekad kembali berjuang untuk mendapatkan cinta Hee-soo. Keesokan harinya begitu melihat gadis itu berkeringat dingin setelah 'disiksa' Yung-joo, Woo-jin langsung beralasan supaya Hee-soo bisa diajak keluar.

Rupanya ia langsung dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa, namun sudah tentu perasaan Hee-soo makin tersiksa karena mengira Woo-jin mempermainkannya. Dengan cepat ia langsung memanggil taksi dan kembali sambil menahan tangis.

Di kantor, Chan-ho diminta untuk mempersiapkan diri mengisi posisi pemimpin karena banyak orang yang tidak senang dengan Go Sun yang dianggap terlalu berbahaya. Saat kembali ke ruangannya, ia terkejut mendengar laporan kalau Hee-soo baru saja diajak keluar oleh Woo-jin.

Malamnya Hee-soo kembali bertemu Woo-jin secara tidak sengaja, dan untuk membuktikan keseriusannya, ia menghapus nomor telepon Woo-jin di hadapan pria itu. Tapi apa yang dikatakan pria itu kemudian membuat perasaannya tidak keruan, ia sadar kalau Woo-jin melihatnya saat berada di boks telepon.

Sejak kejadian itu, hubungan Chan-ho dan Woo-jin praktis merenggang karena keduanya sama-sama tidak mau mengalah dalam memperebutkan cinta Hee-soo. Sementara Chan-ho terus berusaha mengerahkan segala upaya supaya bisa terus bersama Hee-soo, Woo-jin juga ditempel oleh Yoo-mi yang mengatakan kalau dirinya tidak akan melepaskan pria itu.

Di tengah rencana Go Sun memisahkan Chan-ho dengan Hee-soo, Woo-jin juga melancarkan aksi memikat gadis itu, yang sempat marah berkat ucapan Yoon-mi. Mendengar gadis itu sedang lembur, ia mengirimkan sejumlah benda mulai dari minuman penambah energi hingga makanan. Keruan saja, Hee-soo jengkel karena semula mengira semua itu pemberian Chan-ho.

Princess Lulu (Episode 10)


Sinopsis Princess Lulu
Episode 10


Berita bagus didapat oleh Chan-ho, Direktur Go memutuskan untuk mempercepat promosi pemuda itu hingga bisa menempati posisi yang strategis. Hal itu sudah tentu membuat Go Sun jengkel, namun ia tidak berkutik karena sang kakek sudah memerintahkan supaya proses itu dilakukan secepatnya.

Keberuntungan juga didapat Hee-soo, hasil karyanya dinyatakan sebagai pemenang. Setelah berpikir cukup lama, Chan-ho meminta dirinya ditempatkan di posisi direktur tim departemen peralatan rumah tangga dengan Hee-soo sebagai salah satu anak buahnya. Rupanya, Direktur Go juga sudah tahu kalau karya pemenang adalah hasil karya cucunya.

Begitu diberitahu kalau dirinya diijinkan untuk bekerja, Hee-soo senang bukan kepalang. Untuk mempersiapkan diri (termasuk cara berpakaian), gadis itu dibantu oleh Chan-ho yang terus memberi masukan tentang cara bersikap di kantor. Tidak hanya Hee-soo, Jae-kyeong juga mendapat pekerjaan di sebuah butik.

Di hari pertamanya, Hee-soo yang sumrigah langsung berubah wajahnya begitu mendapati kiriman bunga dari Woo-jin. Sempat terkejut mendapati Chan-ho menjabat sebagai atasan, gadis itu langsung mendapat musuh baru : seniornya Choo Yung-joo, yang langsung menggunakan kesempatan pertama untuk mengerjai karyawan baru malang itu.

Terus teringat akan kejadian bersama Woo-jin (terutama saat di kafetaria), malamnya Hee-soo merayakan hari pertamanya bersama rekan-rekan kantor dan Chan-ho di sebuah bar. Saat pulang, ia meminta taksi yang ditumpanginya pergi ke daerah Hong-dae.

Begitu sampai disana, ia langsung memasuki boks telepon kenangan dan seolah berbicara dengan Woo-jin untuk mencurahkan semua perasaan. Rupanya meski berusaha keras, gadis itu tetap tidak bisa melupakan pria yang dicintainya itu. Hee-soo tidak sadar kalau secara kebetulan Woo-jin juga melintasi tempat itu dan hanya bisa memperhatikan dari belakang.

Princess Lulu (Episode 9)


Sinopsis Princess Lulu
Episode 9


Tidak menyerah begitu saja, Hee-soo terus menguntit Woo-jin, yang belakangan memutuskan untuk menemui Yoo-mi untuk mengetahui dalang di balik semua itu. Dengan dingin Woo-jin mendatanginya (setelah diberitahu Yoo-mi), dan meminta gadis itu untuk berhenti melakukan hal itu.

Ucapan Woo-jin yang sangat menyakitkan benar-benar memukul Hee-soo, akibatnya ia tidak juga pulang ke rumah meski hari telah larut. Akibatnya, Chan-ho yang kuatir langsung menelepon Woo-jin. Keruan saja, ia langsung dimarahi karena dianggap tidak mampu menjaga gadis itu dengan baik. Berkat petunjuk Woo-jin, Chan-ho akhirnya menemukan Hee-soo di sebuah taman.

Dari bawahannya, Go Sun mendengar tentang aksi Hee-soo yang terus mengikuti Woo-jin dan mulai merencanakan untuk mencelakai keduanya. Secara kebetulan, ia melihat Woojin bersama Yoo-mi dan langsung mengenali wanita itu yang dianggap bisa merusak rencananya.

Terinspirasi dengan kisah cintanya, Hee-soo memutuskan untuk mengikuti kontes desain warna namun tentu saja ia tidak berani melakukannya terang-terangan. Ketika menceritakan masalahnya kepada Jae-kyeong, sahabat baiknya itu kontan marah dan mengajak gadis itu untuk melabrak Woo-jin yang dianggap tidak tahu diri.
Setelah menyelesaikan urusannya dengan Woo-jin, termasuk mendaftar kontes dengan nama orang lain dan menyerahkan formulirnya pada orang yang dicintai itu, Hee-soo memutuskan untuk melupakan semua hal tentang Woo-jin dan menghapus nama pria itu dari daftar nama di ponselnya.

Kejadian itu sendiri sebenarnya sangat memukul Woo-jin, ia langsung menghabiskan hari tersebut dengan mabuk-mabukan ditemani oleh Yoo-mi. Dibawa ke sebuah kamar hotel, gadis itu terdiam ketika dalam mimpinya, Woo-jin menggenggam tangannya sambil menyebut-nyebut nama Hee-soo.

Princess Lulu (Episode 8)


Sinopsis Princess Lulu
Episode 8

Untuk membuktikan kesungguhannya, Woo-jin meminta Hee-soo untuk menemaninya membeli sikat gigi sehingga setiap pagi mereka bisa membersihkan diri mereka secara bersama-sama. Hal itu belakangan malah membuatnya kerepotan sendiri, pasalnya gadis itu kerap bangun saat matahari belum bersinar.

Di rumah, Chan-ho tanpa sengaja melihat foto Woo-jin bersama Hee-soo didepan grafitti buatannya dan sangat terpukul. Di saat yang sama, kedua insan yang dimabuk cinta itu sedang menonton pertandingan baseball. Tanpa sengaja, wajah mereka tersorot oleh kamera dan hal itu terlihat oleh Go Sun, yang langsung menyiapkan strategi licik.

Malamnya setelah mengantar Hee-soo pulang dan nyaris mencium bibir gadis itu (namun batal karena sebuah insiden kecil), Woo-jin ditelepon Chan-ho yang memintanya bertemu di stadion. Tanpa malu-malu, ia berlutut didepan pria itu dan memohon supaya Woo-jin mau melepaskan Hee-soo kembali padanya.

Keesokan harinya Woo-jin sengaja ingkar janji saat menyuruh Hee-soo menunggunya di sebuah tempat dan meminta Chan-ho untuk menjemputnya. Sejak itu, Hee-soo mengalami kesulitan untuk menghubungi ponsel pria itu. Siapa sangka, mereka kembali dipertemukan oleh Go Sun yang ternyata menggunakan adiknya untuk menekan Woo-jin.

Sikapnya yang berubah dingin saat berdua keruan saja membuat Hee-soo keheranan, apalagi Woo-jin kemudian meminta supaya mereka tidak bertemu lagi. Ia langsung menceritakan hal tersebut pada Jae-kyeong, dan marah bukan main dan berjanji bakal menghajar pria itu.

Berkat saran sang sahabat, Hee-soo memutuskan untuk mengikuti pria yang dicintainya itu.
Di rumah, Chan-ho terus berusaha untuk merebut perhatian Hee-soo namun gagal. Saat pagi tiba, gadis itu menghilang dan Nona Park sang pembantu terpaksa beralasan kalau majikannya keluar untuk membeli bunga saat ditanya sang kakek.

Dengan motor skuternya, Hee-soo pergi menuju ke kantor Woo-jin untuk mengikuti saran Jae-kyeong sekaligus mencari tahu kalau-kalau pria itu punya pacar lagi. Tapi baru sampai di depan lobi, penyamarannya terbongkar dan ia ditarik keluar oleh pihak keamanan.

Kamis, 01 Juli 2010

Princess Lulu (Episode 7)


Sinopsis Princess Lulu
Episode 7

Sejak kejadian itu, Hee-soo dan Woo-jin harus berpikir keras untuk bisa berkencan dan menghindari kawalan supir pribadi gadis itu Tuan Moon. Beruntung Woo-jin cerdas, ia menggunakan beberapa orang anak kecil untuk menjadi pengalih perhatian sebelum membawa Hee-soo kabur.

Kebahagiaan jelas terpancar dari wajah keduanya, namun Hee-soo sempat ngambek ketika melihat ponsel Woo-jin berdering dan melihat nama mesra yang tertulis didalamnya. Lucunya, Woo-jin yang berbalik jengkel melihat gadis itu berusaha menutupi kekesalannya langsung mengganti nama 'Playboy' yang tertulis di ponsel Hee-soo menjadi 'Milikku'.

Di tengah perasaan yang sedang gembira, Woo-jin juga sedang ditimpa masalah karena diam-diam salah satu direktur perusahaan sang ibu Tuan Cho berkhianat dan bekerja sama dengan Go Sun. Di rumah Hee-soo, secara tidak sengaja Chan-ho melihat buku harian gadis itu dan mulai curiga dengan sejumlah tulisan yang terdapat didalamnya.

Keesokan harinya, Woo-jin dan Hee-soo kembali sukses mengerjai Tuan Moon di sebuah pusat kebugaran namun sayang ketika sampai di luar, ternyata Chan-ho telah menunggu. Akibatnya dengan perasaan tidak enak, keduanya menerima tawaran makan siang bersama tanpa sadar kalau Chan-ho telah mengetahui semuanya.

Kerukunan Woo-jin dan Hee-soo kembali mendapat cobaan ketika ia memergoki sang kekasih masuk ke sebuah kamar hotel dengan seorang gadis. Keadaan diperparah dengan Jae-kyeong yang akhirnya tahu ada hubungan khusus antara sahabatnya dengan Woo-jin, namun justru terjadi sesuatu yang tidak terduga : gadis itu merestui hubungan mereka.

Malamnya ketika Hee-soo diajak untuk ke sebuah pub malam bersama Woo-jin, Jae-kyeong dkk, ia bertemu dengan Na-kyoung mantan kekasih Woo-jin dan sempat merasa terintimidasi. Namun kali ini ia dengan berani mengambil tindakan drastis, ia langsung merobek roknya hingga berada di atas paha dan langsung menyeruak di tengah kerumunan dan menari dengan panasnya.

Princess Lulu (Episode 6)


Sinopsis Princess Lulu
Episode 6


Waktu bangun keesokan harinya, Hee-soo langsung ngeloyor keluar kamar tanpa sadar dirinya berada di hotel sehingga saat kembali, pintunya terkunci. Mau tidak mau, gadis itu dengan setengah malu meminta tolong Woo-jin yang kebetulan melintas untuk kembali kekamarnya.

Ketika sedang berkuda bersama Woo-jin dan Hee-soo, Chan-ho mendadak mendapat telepon penting berkaitan dengan pesta ultahnya yang disemarakkan kembang api sehingga harus pergi untuk sementara waktu. Bisa dibayangkan bagaimana reaksi Hee-soo dan Woo-jin, keduanya bahkan sempat rebutan naik taksi saat hendak pergi.

Pertengkaran itu langsung ditengahi oleh sang sopir taksi, yang malah mengira keduanya adalah pengantin baru. Walau protes, Woo-jin dan Hee-soo tidak berdaya ketika diminta untuk foto bersama dengan pose mesra. Siapa sangka, semua itu ternyata hanya permulaan.

Berniat untuk memberi kejutan pada Chan-ho, Hee-soo pergi menuju sebuah pondok tempat mereka biasa bermain saat kecil di daerah Udo. Lagi-lagi harus menahan malu karena Woo-jin mendadak muncul dengan mobilnya dan 'memaksa' untuk mengantar, dan ketika tiba disana dan sibuk menyelesaikan graffiti, mendadak badai hebat menerjang.

Repotnya lagi, Woo-jin yang berusaha menolong ikut terjebak didalam pondok. Chan-ho yang berada di hotel langsung cemas, apalagi setelah mendengar penuturan Jae-kyeong (yang berhasil kabur) yang menyebut bahwa Hee-soo dan Woo-jin telah saling mengenal dan menjalin hubungan khusus.

Setelah menenangkan Hee-soo yang panik, Woo-jin akhirnya mulai membuka diri dan keduanya mengobrol dengan akrab. Keesokan harinya, Chan-ho yang menyusul mendapati keduanya tidur sambil berangkulan, namun ia memendam info yang sudah didapatnya dan langsung memeluk Hee-soo.

Begitu kembali ke hotel, Hee-soo langsung disemprot oleh Jae-kyeong yang menuduhnya macam-macam sehingga keruan saja ia kebingungan. Beruntung saat pulang, dengan gayanya yang khas Woo-jin berhasil meluruskan kesalahpahaman. Namun mata Chan-ho tidak bisa dibohongi, ia sadar kalau sang kakak diam-diam juga menyukai gadis yang sama dengannya.

Princess Lulu (Episode 5)


Sinopsis Princess Lulu
Episode 5


Ketika bersantap bersama keluarga, Hee-soo kembali berada dalam kesulitan karena mendadak Woo-jin mengiriminya SMS sambil meminta untuk segera datang. Dengan berbagai alasan, gadis itu akhirnya berhasil menyelinap keluar. Ternyata, kali ini Woo-jin memintanya bertugas sebagai seorang caddy.

Candaan Woo-jin pada seorang calon kliennya berakibat fatal, Hee-soo nyaris saja dilecehkan kalau saja pria itu tidak segera muncul. Namun semuanya terlambat, gadis itu telah mengetahui kebohongannya. Saat kembali ke rumah, masalah baru kembali menimpa Hee-soo karena ternyata sang kakek memergokinya berada di lapangan golf.

Tidak ingin kembali terlibat kesulitan, apalagi setelah supirnya Tuan Moon nyaris dipecat, Hee-soo memutuskan untuk tidak menjawab panggilan Woo-jin setelah kejadian itu. Namun ketika menghadiri sebuah pameran menemani sang ibu, dimana ia bertemu dengan pemilik perusahaan Highville yang tak lain adalah ibu Woo-jin, gadis itu memutuskan untuk mengakhiri semuanya.

Ia menemui Woo-jin dan menyerahkan sebuah cek sebagai tanda pembayar hutangnya, kemudian meninggalkan pria itu begitu saja tanpa memberitahu nama. Namun nasib kembali mempertemukan mereka, semua diawali ketika menjelang ultah ke-25-nya Chan-ho berniat mengajak Hee-soo pergi ke pulau Jeju untuk makan malam romantis.

Saat sedang menikmati malam, mendadak muncul seorang pria bertopeng yang diminta Chan-ho untuk menghibur mereka. Tidak salah, orang itu adalah Woo-jin dan sudah tentu, Hee-soo langsung mengenalinya.

Sama-sama merasa tertipu, keduanya membuat suasana makan malam bersama menjadi kaku (bahkan mereka sempat saling meledek setelah pura-pura menjatuhkan sendok dan garpu di bawah meja). Saking kesalnya, Hee-soo sampai mabuk dan dalam keadaan setengah sadar, terus mengejek Woo-jin sebagai playboy dan menyamakannya dengan cumi-cumi.

Princess Lulu (Episode 4)


Sinopsis Princess Lulu
Episode 4


Saat menyelesaikan tugas 'ekstra kurikuler'nya, Hee-soo dikejutkan oleh munculnya Jae-kyeong yang telah kembali dan mendapati kalau Jimmy sudah berada di Korea. Bisa ditebak, ia meminta sang sahabat untuk menemani bertemu dengan pria yang dicintainya itu.

Meski berusaha menolak, Hee-soo tidak berkutik saat diancam akan dilaporkan ke Nyonya Park. Begitu tiba di depan apartemen Jimmy, ia langsung menekan bel dan hanya bisa melongo melihat Jae-kyeong lari terbirit-birit. Kejutan belum berakhir, Jimmy yang dimaksud ternyata adalah Woo-jin.

Demi sahabatnya, Hee-soo meminta supaya Woo-jin mau menemui Jae-kyeong. Namun salah-paham lagi-lagi terjadi, gadis itu mengira Woo-jin sengaja menjebak Jae-kyeong sehingga tempat persembunyiannya ketahuan, dan sebagai balasannya ia malah merusak rencana pria itu untuk memperoleh pinjaman dari sebuah bank.

Bisa ditebak, Woo-jin langsung marah besar dan meminta Hee-soo untuk mengganti kerugian yang dideritanya. Tidak tahu kalau gadis itu putri orang berpengaruh, ia meminta Hee-soo untuk siap-sedia setiap kali menerima panggilan dan mau bekerja untuk membayar hutangnya.

Sejak saat itu, kehidupan Hee-soo mulai mengalami perubahan. Ketika sedang kursus merangkai bunga, ponselnya mendadak berdering sehingga mau tidak mau ia harus meninggalkan kegiatannya. Tidak disangka, Woo-jin memintanya bekerja di dapur.

Hal serupa kembali berlangsung keesokan harinya, saat sedang di pusat kebugaran ia harus menjalani tugas sebagai penerima tamu. Hee-soo sendiri tidak sadar kalau Woo-jin sebenarnya adalah kakak Chan-ho sahabat baiknya.

Princess Lulu (Episode 3)


Sinopsis Princess Lulu
Episode 3


Ketika sampai dirumah, Hee-soo baru sadar kalau anting-antingnya hilang dan bersama Chan-ho berusaha mencarinya kemana-mana. Aksi keduanya yang semula hendak keluar rumah nyaris saja ketahuan oleh Go Sun.

Curiga kalau benda itu terjatuh di mobil Woo-jin, gadis itu meminta ijin keluar namun dicegah Nyonya Park. Tidak kehabisan akal, ia memasang rekaman sambil berpura-pura bermain piano sambil menunggu ibu tirinya terlelap.

Berkat skuter kesayangannya (dan setelah bertanya kesana-kemari di sebuah gedung yang sedang dibangun), Hee-soo akhirnya berhasil menemui Woo-jin. Namun dengan dingin, pria yang masih kesal itu memintanya menunggu sampai kembali. Siapa sangka, gadis itu tetap berada disana sampai Woo-jin kembali. Keduanya akhirnya sepakat untuk kembali bertemu keesokan harinya.

Datang terlambat setelah berhasil mengecoh supirnya, Hee-soo diminta untuk menemani Woo-jin menyantap penganan di pinggir jalan. Bisa dibayangkan, bagaimana reaksi gadis yang sejak kecil terbiasa hidup mewah itu.

Woo-jin sendiri, yang ternyata memiliki hubungan dengan Chan-ho, berniat menjadikan gadis yang telah menyusahkannya itu sebagai salah satu taklukan dan berusaha mengulur waktu. Keterlambatan Hee-soo, yang lagi-lagi berhasil kabur dari kawalan supir pribadinya, dijadikan alasan supaya mereka bisa menghabiskan waktu bersama lebih lama.

Hari semakin larut, dan Hee-soo terus mendesak supaya anting-antingnya segera dikembalikan. Ketika Woo-jin tidak bisa menemukan anting tersebut, gadis itu akhirnya sadar kalau dirinya telah diperdaya tanpa tahu bahwa benda tersebut sebenarnya terjatuh di rerumputan.

My Fair Lady (Episode 16-Tamat)


Sinopsis My Fair Lady
Episode 16 (Final)


Kakek pulang dari RS dan Hae Na berjanji untuk menjaga Kakek. Kehidupan berjalan normal kembali bahkan Hae na menulis dalam surat untuk Dong Chan, bahwa tidak ada yang berubah kecuali untukmu, semuanya sama.

Hae Na menulis : Saat aku merindukanmu, aku membayangkan bahwa kau ada di sini. Aku merindukanmu. Tapi Hae Na tidak benar-benar mengirim suratnya.

Dong Chan kembali ke toko bunga. Eui joo berkata bahwa Presdir Kang sudah pulang. Dong Chan lega tapi Eui Joo berkata bahwa Presdir mungkin menghentikan pengobatannya. Semua direktur tahu bahwa usia Kakek tidak lama lagi, mereka mendatangi Hae na di rumah keluarga Kang. Hae na telah mengambil alih sementara perusahaan dan berkata bahwa Kakek baik-baik saja.

Besok adalah ulang tahun Hae na, dan Hae na berjalan-jalan di taman bambu bersama Kakek. Saat Hae Na mengambil minum, Dong Chan tiba. Dong Chan diarahkan oleh Woo Sung yang ingin mempertemukannya dengan Hae na. Saat bertemu Kakek Dong Chan berkata : Mohon hiduplah lebih lama. Demi Nona, Anda harus hidup lebih lama. Dong Chan bersiap pergi dan bertemu Hae na.

Keduanya shock dan Dong Chan menganggukkan kepalanya memberi hormat. Kakek memanggil Hae Na. Di rumah, keduanya saling memikirkan satu sama lain. Keesokan harinya, Hae na diberi kejutan nyanyian Happy Birthday dan tart oleh stafnya. Hae Na terharu. (in fact, Yoon Eun Hye baru saja merayakan ultahnya yg ke-25 di lokasi).

Eui Joo menelepon Tae Yoon dan mengajaknya makan siang. Eui Joo punya rencana untuk mempertemukan Dong Chan dan Hae Na (ngga tahu dia kalau mereka udah ketemu ha.ha) dan meminta bantuan Tae Yoon. Mereka merancang perjalanan dengan kapal di sepanjang sungai Han. Kakek meminta Tuan Jang dan Nona Jung untuk menjaga Hae Na karena Hae Na membutuhkan mereka. Nona Jung berkata bahwa yang dibutuhkan Hae na bukan mereka tapi Dong Chan, dia menyerahkan surat Hae na pada Kakek.

Dong Chan tiba-tiba pergi ke sungai Han, dia ingin mengenang saat dia berada disitu bersama Hae Na. Kebetulan bertemu Hae Na. Hae na berniat menghindari Dong Chan. Dong Chan mengejarnya dan memberikan birthday coupon untuk Hae Na dan meminta Hae Na menghabiskan satu hari bersamanya. Mereka pergi kencan dan mengirim pesan kepada Eui Joo dan Tae Yoon bahwa mereka tidak bisa datang.

Eui Joo dan Tae yoon yang sudah menunggu di kapal berniat turun, tapi terlambat..kapal sudah bergerak. Ternyata Tae Yoon mabuk laut, dia langsung lari ke toilet..(oh come on..)

Keesokan harinya, Kakek berkata pada Hae na : Hiduplah seperti yang kau inginkan. Itulah kebahagiaan yang terbaik. Apakah itu berarti menjadi penerusku atau bersama Seo Dong Chan, carilah yang kau inginkan. Apa kau mengerti ?

Hae Na mengerti dan ia masuk ke dalam untuk mengambil selimut bagi Kakek. Saat ia kembali, Kakek tertidur atau seperti tertidur. Setelah beberapa saat, Hae Na sadar kalau Kakek sudah meninggal (RIP) dan dia menangis.

Saat di pemakaman, Hae Na bertemu Dong Chan, Hae na merasa takut karena ia sendiri sekarang. Bagaimana aku dapat hidup? Dong Chan menghibur Hae Na.

Beberapa saat setelah Kakek meninggal,Kang Su min memenangkan kontes dan Hae Na memanggil semua Direktur : Aku akan mengundurkan diri, tapi hanya untuk sementara. Aku akan belajar ke luar negeri untuk menambah kapasitas." Hae Na meninggalkan perusahaan di tangan manajemen dan meminta Paman Chul Gu memimpin perusahaan sampai ia kembali.

Hae Na memasak untuk semua stafnya dan meminta mereka tetap setia menunggunya. Saat Hae Na menuju ke airport, dia mencoba menelepon Dong Chan, intinya dia tetap tidak dapat melupakan Dong Chan dan ia akan ke Amerika. Jika saat dia kembali nanti Dong Chan masih merasa bahwa kebahagiaannya adalah bersama Hae Na maka mereka dapat mulai dari awal lagi.

Dong Chan mengejar Hae na ke airport dan adegan seperti episode 1 diulang lagi. Dong Chan : Hey, kau! Kau kira kau akan pergi kemana, tanpa persetujuanku? Dong Chan meminta Hae Na untuk tetap tinggal dan seperti di episode 1, Dong Chan menggendong Hae Na dan berteriak : "Dia pacarku"


Epilog :
Keluarga Paman Chul Gu sangat bangga pada Kang Su Min yang menjadi bintang iklan.

Tae Yoon dan Eui Joo bertemu lagi. Kali ini Eui Joo meminta bantuan hukum pada Tae Yoon mengenai design sepatunya yang dicuri Kang Su Ah. Eui Joo bahkan memanggil Tae Yoon dengan hormat : Tuan Pengacara. Tae Yoon menolak membantu, Eui Joo jadi kesal, tapi Tae Yoon berbisik dan berkata dengan nada menggoda, "Aku akan membantumu kalau kau memanggilku Tae Yoon" well..well..well is this a sign of something?

Tiga sekawan Jibsa (pelayan) Hae na mencoba kencan buta dan sangat kecewa saat mengetahui ketiga calon kencannya adalah teman pelayan yang lain.

Dan akhirnya, Hae Na dan Dong Chan berkelahi sekali lagi karena masalah sepele. Hae Na menutup mulut Dong Chan dengan ciuman. Dong Chan bercanda : "Sudah tidak ada efeknya," yang membuat Hae Na menciumnya berkali-kali.

TAMAT

My Fair Lady (Episode 15)


Sinopsis My Fair Lady
Episode 15


Paginya, Hae Na terbangun dengan Dong Chan di sisinya. Sedikit malu tetapi bahagia. Mereka menghabiskan waktu berdua sepanjang hari sebagai pasangan resmi.

Dong Chan bertanya apa Hae Na gugup jika Kakek tahu, dan jika Kakek mengusirnya lagi apa yang akan dia lakukan. Hae Na dengan bercanda berkata bahwa berarti Dong Chan harus menampungnya.

Dong Chan kembali bersikap formal dan memanggil Hae Na dengan sebutan nona. Hae Na ingin Dong Chan memanggilnya seperti kemarin malam tapi Dong Chan berkata bahwa dia masih Jibsa Hae Na.

Mereka menghadap Kakek. Wajah Kakek tampak marah dengan mereka. Dong Chan meminta ijin Kakek untuk berkencan dengan Hae Na. Dong Chan tidak akan melepaskan Hae Na. Kakek tetap tidak menyetujui mereka tapi juga tidak melarang langsung. Dia hanya memikirkan citra perusahaan saja.

Tuan Jang heran Kakek menyetujui mereka. Kakek berkata ia tetap tidak setuju hanya tidak ingin Hae Na kabur lagi dari rumah. Dia tetap memerlukan Dong Chan tapi setelah pertemuan direktur Kakek akan memecat Dong Chan.
Semua kaget dengan pasangan itu termasuk Paman Chul Gu, Su Ah, Eui Joo dan Tae Yoon.

Tae Yoon datang dan meminta maaf, dia melepaskan Hae Na dan berkata apa mereka bisa berteman, Hae Na tentu saja sangat senang. Eui Joo juga berencana melepaskan DOng Chan.

Malamnya, Dong Chan memergoki tingkah laku Woo-Sung yang mencurigakan. Woo sung bohong dan berkata ia sedang bersih-bersih.

Hae Na bekerja kembali dan seperti biasa Dong Chan yang membantu semua kesulitan Hae Na. Sehingga penjualan meningkat. Kang Su Min sangat senang dengan kesuksesan Hae Na.

Kakek berkata terus terang pada Dong Chan, ia tidak merestui mereka. Kau mencintainya kan? kalau begitu kau tahu yang terbaik untuknya.

Dong Chan merahasiakan percakapannya dengan Kakek dan tetap berlaku biasa dengan Hae Na. Mereka pergi bersepeda dan Hae Na terjatuh dari sepeda.
Dong Chan curiga seseorang menyabotase sepeda Hae Na. Dia tahu pelakunya adalah Woo Sung dan ia menggertak Woo Sung bahwa ia tahu semuanya. Dong Chan juga berhadapan dengan Paman Chul Gu langsung.

Akhirnya target penjualan Hae Na tercapai, Paman Chul Gu karena takut dengan gertakan Dong Chan juga mendukung Hae Na. Dong Chan menemui Woo sung dan berkata ia mengerti bahwa woo sung melakukannya karena tekanan Chul Gu. Woo Sung sangat menghargai dan berterima kasih pada Dong Chan.

Tae Yoon bertemu dengan Eui Joo dan berkata ia senang karena Eui Joo adalah pendengar yang baik. Ia berkata ia telah melepaskan Hae Na. Eui Joo juga mengaku sudah melepas Dong Chan meskipun susah melupakannya. Mereka sepertinya akan cocok.


Dong Chan dan Hae Na berkencan lagi. Mereka melewati toko bridal dan Dong Chan meminta Hae Na mencoba baju pengantin. Dong Chan merekam Hae Na dengan ponselnya dan meminta Hae Na mengatakan sesuatu. Hae Na berkata : I love you.
Hae Na berkata jika Kakek merestui mereka, apakah Dong Chan akan melamarnya? Dong Chan berkata : Ya nanti jika Kakek merestui kita, menikahlah denganku.

Hae Na dan Kakek berjalan-jalan. Hae Na tiba-tiba berkata bahwa ia ingin menikah dengan Seo Dong Chan. Kakek berkata tidak boleh dan tidak peduli saat Hae Na berkata bahwa ia mencintai Dong Chan. Kakek berkata ia akan mengeluarkan Hae Na dari silsilah keturunannya.

Hae Na merasa susah tapi ia menetapkan hati dan memilih Dong Chan. Kakek murka dan jatuh pingsan. Hae Na panik dan merasa bersalah.

Saat di RS, Kakek berkata bagaimana Hae Na dapat membuang hasil kerja selama 50 tahun begitu saja. Hae Na berjanji akan melindungi Kang San, apa ia juga boleh mempertahankan Dong Chan ? Kakek tetap berkata tidak.

Dong Chan datang saat Hae Na pergi dan mereka akhirnya bertemu dan berbicara di atap RS.

Hae Na sangat shock dan Dong Chan mengerti saat Hae na berkata bahwa ia harus berubah. Dong Chan berkata Hae Na tidak perlu melanjutkan, sekarang ia yang akan melepaskan Hae Na. Ia minta maaf karena tidak dapat memenuhi janjinya untuk membuat Hae Na tidak menangis tapi ia berjanji ia tidak akan melupakan Hae Na. Jadi kita putus.

Hae Na meraih tangan Dong Chan dan menangis. Memaksa dirinya sendiri untuk pergi. Saat Hae na pergi, Dong Chan berteriak : "Hae Na, Aku mencintaimu."

My Fair Lady (Episode 14)


Sinopsis My Fair Lady
Episode 14


Hae Na keluar dari ruang meeting dan menarik Dong Chan. "Kakek sudah mengetahui semuanya!" Reaksi Dong Chan adalah ingin menemui Kakek dan menjelaskan semuanya. Hae Na merasa itu ide yang buruk: "Apa kau tahan tidak dapat menemuiku lagi ? Jika kau pergi menemui Kakek, maka hubungan kita akan berakhir. Aku tidak dapat putus denganmu seperti ini."

Akhirnya Dong Chan menarik tangan Hae Na dan mulai berlari. Kakek memerintahkan stafnya untuk menahan wartawan dan mencari Dong Chan dan Hae Na segera. Eui Joo juga mendengar berita tentang mereka, dia menemui Tae Yoon. Mereka berdua pergi ke rumah Hae Na. Ternyata semua staf sibuk mencari dan menahan wartawan. Tae Yoon berkesimpulan bahwa Dong Chan dan Hae na melarikan diri.

Benar juga, Dong Chan dan Hae Na melarikan diri ke kota kecil tepi pantai. Mereka menyewa kamar di dekat situ. Mereka memanfaatkan waktu dengan bermain di tepi pantai. Eui Joo kesal dan melampiaskannya dengan menyanyi dan memaki Hae Na. Tae Yoon tertawa melihatnya. Eui Joo : "Mengapa kalian hanya menyukai Hae Na ? Itu membuatku cemburu."

Malamnya, Hae Na berusaha membuat Dong Chan tinggal di sisinya tapi Dong Chan menyiapkan kamar hanya untuk Hae Na. Kesal, Hae Na menarik selimut dan Dong Chan jatuh menimpanya. Dong Chan memutuskan keluar dan mencari udara segar. Hae Na menyusul Dong Chan. Dong Chan tampaknya sudah membuat keputusannya sendiri.

Paginya, Hae Na menyiapkan sarapan untuk Dong Chan, makanan favoritenya- kimchi chigae - walaupun rasanya tidak terlalu enak, Dong Chan terkesan dengan kesungguhan Hae Na. Dong Chan bertanya apa Hae Na tahan dengan kehidupan seperti ini ? Hae Na berkata ia hanya melakukannya hari ini saja karena ini spesial. Dong Chan membujuk Hae Na untuk pulang ke Seoul dan berkata ia akan menemui Kakek untuk meminta restu. Hae Na senang. Dia tidak tahu kalau Dong Chan sudah berjanji pada Kakek untuk membawa Hae na menemuinya untuk bertemu dengan orang tua Tae Yoon.

Mereka tiba duluan. Dong Chan meminta Hae Na menunggu di ruangan dan ia keluar sebentar. Dong Chan ternyata pergi. Saat Kakek datang, Hae Na menyapanya dan mau meminta maaf tapi terpotong dengan kedatangan seseorang...Tae Yoon.

Hae Na terjebak dalam pertemuan resmi antara Kakek dan keluarga Tae Yoon. Orang tua Tae Yoon mendesak Hae Na untuk menentukan tanggal pernikahan. Karena didesak terus akhirnya Hae na berkata :'' Aku tidak dapat menyetujui pernikahan ini, maafkan aku." Orang tua Tae Yoon marah dan merasa tersinggung.

Kakek juga marah, Hae na mengaku bahwa ia menyukai orang lain. Kakek memotong, kalau yang kau maksud adalah Dong Chan lupakan saja. Kalau kau berkeras menyukainya, jangan menemuiku lagi. Tae Yoon menemui Hae Na : "Apa kau senang sekarang ? Kau benar-benar berani." Hae na bertanya siapa yang merencanakan ini, Tae Yoon atau Dong Chan ? Tae Yoon berkata, mereka berdua.

Hae Na menemui Dong Chan di toko bunga, marah dan menampar Dong Chan. "Aku datang untuk berterima kasih, aku kira kita akan mulai lembaran baru tapi yang kau pikir justru memutuskan hubungan denganku. Apa kau pernah mencintaiku ? Apa ini yang namanya cinta ?" Setelah itu, Hae Na pergi dan Dong Chan tidak mampu menyusulnya.

Hae Na tidak mau pulang, ia justru tinggal di hotel. Tuan Jang meminta Dong Chan membujuk Hae Na agar pulang. Dong Chan pergi menemui Hae Na dan mulai mengepak baju Hae Na. Hae Na menolak pulang, dia meminta Dong Chan pergi jika tidak ia akan memanggil security.


Akhirnya Dong Chan meledak : "Iya, aku memang pengecut dan bodoh. Bagi orang kaya sepertimu yang punya banyak untuk diberikan, dapat mencintai pasti hebat. Tapi untuk orang miskin seperti aku, satu-satunya hal yang dapat kuberikan untukmu hanyalah diriku sendiri. Itulah sebabnya aku mengirimmu kepada Tae yoon. Jika itu adalah pengecut dan bodoh maka ya memang demikian. Kalau aku tahu bahwa akan begini jadinya maka lebih baik aku tetap menjadi pelayanmu saja. Tidak perlu kuatir seperti ini. Kita memang tidak cocok sejak dari awal." Setelah itu Dong Chan pergi. Hae Na jatuh di lantai dan menangis.

Saat diluar, Dong Chan berubah pikiran dan berbalik ke kamar Hae Na. Dong Chan membuka pintu dan menarik Hae na yang menangis ke dalam pelukannya dan menciumnya. Pintu-pun tertutup.....
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...