Laman

Sabtu, 28 Juli 2012

You Are My Pet (Part 4)

Malam semakin larut dan Eun Yi masih di kantor. Ia telp Woo Seong dan ternyata Woo seong masih bersama Lee Yeong Eun. Ada yang ingin dibicarakan oleh Yeong Eun.
Eun Yi akhirnya menutup telp dan menghela nafas.

Eun Yi masih tidur dan Momo berusaha membangunkan majikan. Eun Yi tidak juga bangun, akhirnya Momo ikut bergelung di dekat Eun yi hahaha..Kang In Ho sudah mirip pet beneran.

Eun Yi mimpi buruk. Cha Woo Seong pindah ke lain hati. Ia memilih Yeong Eun, karena Yeong Eun mau pura2 lemah dan manja. Wanita yang membutuhkan Woo Seong saat merasa lelah.
Bukan seperti Eun yi yang sok kuat.

Bahkan Momo juga berkhianat. Ia memilih majikan baru dan juga nama baru. Karena majikan lama akhir2 ini mengabaikannya. Sekarang namanya Edward, bukan Momo. Apalagi majikan barunya lebih muda, cantik, dan dadanya lebih besar.
Eun yi panik... ia teriak2 memanggil Momo, Momo! jangan pergi!

Eun Yi terbangun karena kaget. Ia lebih syok lagi saat melihat In Ho terbangun di sampingnya.
Eun Yi : Bagaimana kau bisa melakukan ini? Masuk dan keluar kamarku dengan santai?

In Ho kucek2 mata, kenapa? Aku tidak melakukan apa-apa. Cuma merasakan dadamu. Eun Yi ngamuk dan memukuli In Ho. In ho protes, mana ada majikan seperti ini, yang suka memukuli pet-nya.

Momo minta diajak main oleh majikan. Ia mengulurkan frisbee dan minta Eun yi melemparnya.
Eun Yi menghela nafas dan melempar frisbee itu jauh2.

Momo lari mengejar frisbee, tapi keduluan oleh Rin Tin Tin beneran. Anjing itu langsung melompat dan menangkap frisbee Momo dengan sigap. Keren..

Momo rebutan frisbee dengan anjing itu. Membuat Eun Yi putus asa.

Eun Yi bingung memilih baju dalam, kantornya akan melakukan perjalanan bisnis 2 hari 1 malam. Eun Yi tidak ingin berpenampilan terlalu berlebihan di depan Woo Seong.
Momo menyindir, apa kau menyiapkan perjalanan malam pernikahan?

Eun Yi segera membereskan baju-baju dalamnya dan berkata soal perjalanan bisnisnya. Eun Yi melihat kaki Momo dibalut perban. Kenapa kakimu?
In Ho berkata ia luka saat latihan. Eun Yi mencemaskan In Ho dan berkata seharusnya In Ho ke RS. In ho berkata akan pergi kalau majikan mengantarnya.
Eun Yi tidak bisa karena besok harus pergi. In Ho jalan tanpa bicara.

Eun Yi sudah sampai hotel dan menelepon In Ho. Tapi In Ho tidak mengangkatnya. Malamnya kantor mengadakan pesta bisnis.
Woo Seong berbaur dengan beberapa rekan. Yeong eun mendekatinya. Woo seong minta ijin pergi sebentar.

Woo Seong jalan mendekati Eun Yi yang masih sibuk telp dan membuat Lee Yeong eun cemburu.
Woo Seong heran, masalah apa yang membuat Eun Yi sibuk. Eun Yi berkata ia sedang mencoba telp temannya untuk memberi makan Momo. Tapi telpnya tidak diangkat.
Woo Seong menenangkannya, tidak makan sekali juga tidak apa-apa. Lagipula besok pagi Eun Yi akan pulang.

Woo Seong mengajak Eun Yi ke kamarnya dan mereka minum anggur bersama. Eun Yi masih memikirkan Momo, bahkan wajah Momo terbayang di gelas anggurnya.
Woo Seong mengaku tidak bisa melupakan Eun Yi dan ia serius dengan Eun Yi. Woo Seong ingin selalu bisa bersama Eun Yi kapan saja. Woo Seong mengeluarkan cincin berlian dan melamar Eun Yi.

Keduanya bermesraan. Tapi pikiran Eun Yi mengembara. Eun Yi membayangkan Momo yang menyeberang jalan sendirian, lalu tertabrak mobil.
Tuduhan yang menyerang Eun Yi sudah mengabaikan pet-nya karena terbuai oleh cinta.

Eun Yi langsung melepaskan diri dan pergi. Ia harus memberi makan Momo. Woo Seong hanya menghela nafas dan minum anggur sendirian.

Eun Yi pulang, ia mencemaskan Momo. Eun Yi mencari Momo ke segala penjuru rumah dan akhirnya ia masuk kamar mandi.

Momo sedang menikmati mandi busa sambil mendengarkan musik lewat headphone. Pantas saja ia tidak mendengar telp Eun Yi hahaha...
Eun Yi membuka headphone Momo. Momo justru terkejut, bukankah kau ada perjalanan bisnis? Kau sudah pulang?

Woo Seong mengeluh, ia tidak lebih berharga dari anjing peliharaan. Yeong Eun tiba2 duduk di dekatnya. Siap menjadi teman curhat.

Eun Yi minum soju sendirian. Ia mengeluh, kenapa hidupnya rumit sekali. Pria itu melamarnya dan seharusnya ia bahagia.
Bersambung...

Sumber:
http://kadorama-recaps.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...