Laman

Jumat, 03 Desember 2010

Wish A Upon Star (Episode 3)


Dengan seluruh keluarga Jin hidup dengan tersembunyi di bawah tanah di rumah Won bersaudara, masalah utama mereka adalah membuat baby Nam diam. Ya namanya juga bayi pasti akan sering menangis, maka Pal Kang harus berpikir cepat untuk menutupi kehaadiran adik2nya. Pal Kang keluar dan mengeluh betapa susahnya tidur dengan tenang dengan keributan itu, apa tetangga mereka memelihara kucing? Pria2 itu menaikkan alisnya, tidak ada kucing di sekitar mereka, tapi kemudian suaranya berhenti jadi mereka tidak memikirkan-nya lagi. Lega...


Makan pagi adalah masalah bagi Pal Kang. Pal kang telat bangun! maka ia berpikir cepat, dia membuang semua beras dan menyembunyikannya (ha!) kemudian dia berkata pada Kang Ha dengan minta maaf bahwa ia berniat masak sarapan tapi mereka tidak punya beras. Apa mereka mau sarapan sereal ?

Untungnya, Jun Ha langsung mengira bahwa Tae Kyu keponakan mereka menggunakan uang beras untuk membeli alkohol. Tae Kyu protes, dia bersumpah dia membeli beras minggu lalu, tapi tidak membantu karena ia sudah tidak dipercaya (kasihan...)

Pal Kang meninggalkan anak2 di rumah dan meminta mereka masak sendiri sarapan mereka kalau Tae Kyu keluar rumah. Sayangnya, Tae Kyu tidak pergi2, dia main video games sepanjang pagi yang berarti anak2 tidak bisa keluar untuk makan atau ke kamar mandi.

Anak ke dua, Ju Hwang harus ke kamar kecil dan memanfaatkan kesempatan saat Tae Kyu keluar karena ada yang memencet bel. Ju Hwang langsung menyelinap ke toilet. Celakanya Tae Kyu masuk sebelum Ju Hwang selesai dan ia mau masuk ke toilet tapi pintunya terkunci. Untungnya, Tae Kyu sedikit oon dan ia mengira kunci toiletnya sudah mulai 'melawannya'. di rumah itu sebenarnya ada 2 toilet, tapi yang di kamar atas hanya boleh dipakai oleh Kang Ha.



Anak ketiga, Cho Rok berpikir cepat. Dia memakai sepatunya dan pergi kedepan rumah dan memanggil Tae Kyu. Ia pura2 menjadi anak tetangga yang mainan-nya tersangkut di atap. Cho Rok menyeret Tae Kyu menjauh dari kamar mandi dan keluar rumah, memberikan kesempatan kakaknya untuk lari keluar dari kamar mandi.


Tapi ini berarti Cho Rok sekarang terkunci di luar dan kedinginan. Cho Rok menggigil diluar ia berharap kakaknya bisa memasukkan ia ke dalam secepatnya. Akhirnya, Cho Rok tidak bisa tahan lagi dan menelepon Pal Kang dengan pay phone, tapi Cho Rok juga tidak mau membuat kakaknya cemas maka ia berkata ia keluar rumah karena bosan di dalam. Cho Rok berkata kakaknya tidak perlu mengkhawatirkannya dan ia berusaha menahan tangisnya. Tapi setelah itu, Cho Rok menangis dan memohon agar kakaknya segera memperoleh uang dan mereka bisa tinggal di rumah mereka sendiri agar mereka tidak sembunyi lagi. (hiks..aku pengen bawa Cho rok pulang..)

oh..my Cho Rok...

Meninggalkan baby Nam (aku ngga yakin Nam atau Nami) di rumah terlalu beresiko karena ada Tae Kyu. Maka Pal kang membawanya ke kantor dan meminta bantuan kedua temannya Jin Ju dan Eun Mal yang bekerja sbg Cleaning Service untuk bergantian menjaga baby Nam di kamar mandi.


Paling tidak, Pal kang bisa membawa baby Nam keluar jika ia ada tugas keluar bertemu calon klien. Tapi bayi itu selalu mengganggu Pal Kang dan ia berjuang untuk konsentrasi menawarkan polis dan menjaga Nam.

Saat Pal Kang pulang dari kantor malamnya, adik2nya kelaparan. Tae Kyu tidak pernah pergi, maka mereka tidak bisa keluar kamar untuk makan. Ini membuat Pal Kang merasa bersalah, lebih lagi saat Ju Hwang berkata pada adik2nya untuk tidur awal agar mereka lupa rasa laparnya. Pal kang keluar untuk membuat makanan untuk adik2nya.

Malam itu ada insiden, saat anak ke 5, Pa Rang mulai berjalan dalam tidur dan melewati Tae Kyu. Pal kang menetralisir suasana dengan memukul Tae Kyu dari belakang kepalanya dan ia berkata pada kedua bersaudara Won bahwa si gila Tae kyu mabuk dan bertingkah aneh.

Lagi, Pal Kang beruntung karena Tae Kyu tiba2 melompat dan berkata bahwa ia melihat hantu. Maka Kang Ha dan Jun Ha berpikir bahwa Tae Kyu pasti mabuk.


she's pretty scary huh...? haha

Pal Kang dan adik2nya mengambil kesempatan itu untuk memperkuat rasa takut Tae Kyu malam itu. Mrk mendandani putri ke 3, No Rang dengan selimut dan melumuri saus tomat di mukanya. No Rang berjalan masuk ke kamar Tae Kyu dan membangunkan Tae Kyu dari mabuknya. Ini meyakinkan Tae Kyu bahwa ia pasti sudah gila.



Paginya, Pal Kang berniat membuat sarapan yang pantas, maksudnya nasi dan lauk pauk. Ia sudah pergi ke dapur jam 3 pagi..tapi ketiduran di dapur. Saat Jun Ha membangunkannya, itu sudah jam 7 pagi dan ia terlambat membuat sarapan lagi. Pal Kang ketakutan, ia berkata ia begitu berniat untuk tidak mengacaukan semuanya hari ini. Jun ha merasa kasihan pada Pal KAng.


Saat Pal Kang membuat alasan pada Kang Ha bahwa ia mencoba membuat sarapan tapi gasnya tidak jalan, Jun Ha membelanya, Jun Ha sekali lagi menyalahkan Tae Kyu tidak bayar gas. Kang Ha akhirnya tidak mempermasalahkannya.

Tae Kyu benar2 kasihan, bukan saja sudah menjadi korban tuduhan ia juga berpikir ia mulai gila dan berhalusinasi. Dengan putus asa, ia memutuskan untuk pergi ke RS untuk mencari pertolongan. Ia ingin mengecek kondisi mentalnya. Pal Kang merasa sedikit bersalah dan berkata pada Tae Kyu bahwa ia tidak apa2, mungkin Tae Kyu hanya perlu keluar rumah lebih sering. Jika Tae Kyu sering menghirup udara segar maka dia mungkin akan mampu mengusir halusinasinya.

Tae Kyu benar2 lega mendengar kata2 Pal Kang dan ia melihat Pal Kang dengan cara yang berbeda. Tae Kyu menggenggam tangan Pal Kang, ia mulai mengubah panggilannya pada Pal Kang dari 'noona' menjadi 'jagi' atau panggilan dari kakak menjadi panggilan yang biasa untuk pacar. Tae Kyu merasa mereka sudah ditakdirkan bersama! Bwa!

Hari itu, Ju Hwang meyakinkan Pal Kang untuk meninggalkan baby Nam di rumah, terlalu bahaya membawanya ke kantor tiap hari. Karena Tae Kyu sering diluar rumah, paling tidak kondisi mereka lebih baik dari kemarin2.

Sayangnya, anak2 itu kehabisan susu formula. Baby Nam menangis terus. Kedua anak perempuan itu mencoba menggantinya dengan susu biasa tapi tidak berhasil. Pal kang juga tahu susu formulanya habis tapi ia tidak punya uang dan ia minta temannya membantu. Mereka tidak punya. Ibu Jin Ju menyita semua kartu kreditnya (39 th credit card masih di tgn ortu..?? yg bnr aja..). Tapi Jin Ju datang dengan satu solusi, ia berhasil mencuri susu formula dari kakak iparnya. Pal Kang sangat berterima kasih dan bergegas ke rumah.

Ju Hwang juga tertekan dan sedih mendengar adiknya menangis dan ia nekat. Ia pergi ke toko dan mencuri susu formula. Ia tertangkap. Lebih parah lagi, ia tertangkap oleh pemilik toko dan customer lain yang ada di toko saat itu, won Jun Ha. Pemilik toko tidak mau melepas Ju Hwang dan ingin tahu siapa dia.


Kemudian Pal Kang datang dan mengenali adiknya, ia langsung membela adiknya. Pal kang juga menyadari bahwa ada Jun Ha di situ dan ia bingung juga saat Jun Ha tanya apa hubungan mereka.


Dengan menunduk, Pal Kang mengaku, "Dia..adalah adikku." Ju Hwang melihat kakaknya dengan putus asa, ia mengerti ini berarti mereka bisa diusir.


Kedua kakak beradik itu sudah siap menerima kemarahan Jun Ha dan siap diusir tapi mereka heran melihat betapa baiknya Jun Ha. mendengar bahwa orang tua mereka sudah meninggal dan Pal Kang harus menyelundupkan adiknya ke dalam rumahnya, Jun Ha merasa Pal KAng jujur dan ia bukannya mengambil pekerjaan sebagai pembantu untuk mendekati Kang HA.


Maka Jun Ha membelikan mereka hamburger, ia menebak Ju Hwang mencuri pasti karena lapar. Pal Kang memohon pada Jun Ha untuk merahasiakan ini dari Kang Ha, sebentar saja sampai ia bisa cari tempatnya sendiri.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...