Laman

Senin, 06 Desember 2010

Mary Stayed Out All Night (Episode 6)


Setelah Moo Kyul mencium Mae Ri, dia menatap Jung In dengan tatapan tajam dan itu membuat Jung In akhirnya memilih untuk segera keluar drai rumah Moo Kyul. Mae Ri yang shock atas serangan tiba-tiba itu bertanya, "Apa yang kau lakukan?" Moo Kyul berkata dengan santai, "Apa kau terkejut?" Mae Ri menyentuh bibirnya lalu cepat-cepat lari keluar dari rumah Moo Kyul. Moo Kyul kebingungan dan bertanya, "Hey Mae Ri, Ada apa denganmu?"



Mae Ri berjongkok di depan rumah Moo Kyul sambil terus memegang bibirnya. Moo Kyul mnyusul Mae Ri keluar rumah dan bertanya, "Ada apa dengan ini? Bukankah kau yang meminta bantuanku hah?" Mae Ri menjawab dengan lemah, "Ini pertama kalinya untukku..." Moo Kyul kebingungan dan bertanya, "Pertama kali apa?" Moo Kyul lalu ingat permainan melipat jari, dimana Mae Ri melipat jarinya karena dia satu-satunya yang belum pernah berciuman. Moo Kyul pun langsung meminta maaf pada Mae Ri, "Maaf. Aku melupakan hal itu." Mae Ri menghapus air matanya dan berkata dengan lemas, "Tidak. Bukan salahmu."

Moo Kyul berjongkok di depan Mae Ri dengan posisi membelakangi Mae Ri dan dia berkata, "Disini, pukulah aku." Mae Ri kebingungan dan bertanya, "Apa?" Moo Kyul pun menjawab untuk menjelaskan, "Pukulah aku hingga kemarahanmu hilang." Mae Ri pun akhirnya mulai menangis kembali dan memukuli punggung Moo Kyul dengan keras sambil mengomel, "Ciuman pertama itu seharusnya dilakukan dengan seseorang yang di cintai! "Dasar brengsek! Playboy! " Setelah puas memukuli Moo Kyul, Mae Ri langsung berlari pergi. Sementara itu Moo Kyul mengeluh kesakitan.




Seo Joon sedang memberikan pendapatnya tentang poster drama itu kepada Jung In tapi Jung In justru terlihat melamun dan tidak mendengarkan kata-kata Seo Joon. Seo Joon menegur Jung In pelan dan Jung In meminta maaf karena tidak mendengarkan Seo Joon, "Ah maaf. Apa yang tadi kau katakan?" Seo Joon hanya tersenyum dan menjawab, "Ah kau pasti sedang memikirkan Moo Kyul, bukan? Dia itu keras kepala. Jangan terlalu memikirkan masalah kontrak itu. Aku akan mencoba membujuknya jadi tolonglah bersabar karena ini akan memakan waktu yang cukup lama." Jung In berkomentar,"Hm baiklah."

Jung In lalu menanyakan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan drama ini, "Hmm maaf menanyakan hal ini padamu tapi sudah berapa lama kalian berpisah?" Seo Joon menatap Jung In dengan bingung namun kemudian dia tersenyum, "Kenapa kau menanyakan ini? Kami berpisah saat ulang tahunku tahun lalu jadi sudah satu tahun lebih."

Jung In kembali bertanya, "Apa Moo Kyul sedang memiliki hubungan dengan seseorang?" Seo Joon lagi-lagi kebingungan mendengar pertanyaan Jung In tapi dia tidka merasa curiga sama sekali, "Kenapa menanyakan hal itu? Ini sangat lucu. Yang aku tau dia tidak sedang berpacaran dengan siapapun. Dia hanya pergi berkencan tetapi tidak pernah benar-benar jatuh cinta. Ya dia seperti kucing liar di jalanan yang berjanji tidak akan pernah menikah. Dia terlalu fokus pada musicnya sehingga tidak memiliki pacar. Bukankah itu hal yang baik?" Jung In tersenyum singkat dan terdiam kembali.



Moo Kyul sedang sibuk mengedit lagu di studio rumahnya dan saat dia sedang beristirahat, dia melihat sarung tangan rajutan yang belum selesai dan dia berkomentar, "Jika aku mencium dia dengan nyata, maka aku pasti merasakan sesuatu." Moo Kyul mencyimpan sarung tangan rajut itu dan melanjutkan pekerjaannya.



Mae Ri sedang tiduran di kasurnya dan dia terlihat gelisah karena masih memikirkan kejadian ciuman tadi. Mae Ri lalu duduk di tempat tidurnya sambil memegang kedua pipinya, "Apakah aku sudah gila? Kenapa aku seperti ini?" Perlahan-lahan Mae Ri menyentuh bibirnya dan kembali ingat kejadian ciuman itu sehingga dia menjatuhkan diri ke atas tempat tidur dengan selimut yang menutupi wajahnya.



Ayah Mae Ri masuk ke kamar Mae Ri dengan ceria, "Wow Mae Ri sudah pulang dengan cepat. Apakah kau berkelahi dengan pria(Moo Kyul) itu?" Mae Ri duduk di tempat tidurnya dan menjawab, "Tidak. Aku hanya merasa tidak enak badan." Ayah Mae Ri khawatir dan bertanya, "Apakah kau baik-baik saja? Kau perlu obat?" Mae Ri tersenyum pada Ayahnya dan menjawab, "Tidak apa-apa. Ini tidak serius."

Mae Ri melihat pakaian Ayahnya dan bertanya, "Apa yang kau kenakan itu?" Ayah Mae Ri menjawab, "Ah ini diberikan oleh Tuan Jung. Tapi pakaian ini benar-benar membunuhku." Mae Ri tersenyum dan mengomentari pakaian Ayahnya itu, "Kenapa seperti itu? Pakaian itu terlihat kecil dan membuatmu terlihat lebih gemuk." Ayah Mae Ri melepaskan kancing jasnya itu dan berkata, "Tuan Jung yang ingin aku memakai ini dan dia juga ingin aku diet agar cocok dengan pakaian ini. Dia mengatakan bahwa Ayah dari pengantin wnaita harus terlihat baik saat acara pernikahan nanti." Mae Ri kesal mendengar hal itu dan denagn cepat menjawab, "Aku kan sudah katakan, aku tidak ingin menikah!!"



Mae Ri datang ke kantor lebih pagi dan Jung In berkomentar padanya, "Ah kau sudah datang rupanya." Mae Ri sedikit salah tingkah melihat Jung In dan dia pun berkata, "Kau melihat kejadian kemarin kan? Sekarang sebaiknya kau menyerah saja." Jung In tersenyum tipis dan menjawab, "Tidak. Aku justru semakin berfikir untuk lebih bekerja keras karena aku telat datang dalam permaian ini." Mae Ri mengeluh pelan, "Huh ini benar-benar aneh." Jung In tersenyum lalu mengajak Mae Ri untuk segera rapat bersama membahas drama.



Nona Penulis menerima saran Skenario dari karyawan kantor dan dia membacanya. Tapi dia tidak suka akan hal tersebut karena skenario yang baru itu tidak sesuai dengan tema drama yang mereka ambil. Jung In yang mendengar pendapat Nona Penuis itu pun ikut berkomentar, "Ya benar. Walauoun ini bukan kisah nyata tapi akan lebih baik jikaini terlihat seperti kisah nyata." Karyawan kantor pun hanya terdiam mendengar komentar itu. Lalu salah satu seorang karyawan kantor berkata pada Mae Ri, "Bisakah kau membuatkan kopi untuk kita semua?" Mae Ri mengangguk dan berdiri dari duduknya untuk segera membuat kopi, namun Jung In langsung menghentikannya, "Duduklah Wi Mae Ri. Tolong jangan memikirkan masalah kopi dan fokuslah pada rapat hari ini." Mae Ri kembali duduk dan Karyawan kantor terdiam.

Jung In mengambil sebuah berkas dan menyerahkannya pada Nona Penulis, "Bisakah kau membaca ini? Ini saran skenario yang ke2." Nona penulis menerima skenario yang ke2 itu lalu membacanya. Setelah membacanya dia bertanya, "Siapa yang membuat ini?" Jung In menatap Mae Ri dan semua karyawan pun mengikuti tatapan Jung n pada Mae Ri. Mae Ri kaget dan hanya terdiam.



Rapat selesai dan para karyawan pun kembali ke bagiannya masing-masing dan terlihat bahwa karyawan dari bagian editing tidak begitu menyukai Mae Ri. Dan Ternyata Nona Penulis suka dengan saran skenario yang di buat oleh Mae Ri itu, "Aku suka saranmu mengenai teman dan keluarga dalam drama ini. Sangat menarik. Kau mengetahui banyak hal walaupun kau masih muda. Apakah kau kuliah jurusan Sastra Korea?" Mae Ri mengangguk senang, "Ya." Nona Penulis menatap Jung In lalu berkata, "Sepertinya tugas editor akan lebih baik jika di serahkan padanya dari pada tugas asisten." Jung In menjawab, "Tentu saja jika dia setuju maka itu sebuah kehormatan untukku." Mae Ri kaget mendengar hal itu dan langsung berkata, "Tidak. Akulah yang merasa snagat terhormat untuk menerima hal itu. Terima kasih banyak." Nona Penulis tersenyum pada Mae Ri dan berkata, "Tolonglah mulai dengan mengedit skenarioku ini dan aku akan menghubungimu." Mae Ri tersenyum senang, "Tentu saja aku akan melakukan yang terbaik. Terima kasih."

Nona Penulis lalu berkata pada Jung In, "Ah ya ngomong-ngomong, tolong hubungi aku saat pembukaan JI Entertainment karena aku akan datang." Jung In menjawab, "Ya aku mengerti." Nona penulis pamit pergi dan Jung In mengantarnya keluar tapi sebelum Jung In pergi, dia menatap Mae Ri sesaat lalu pergi mengikuti Nona Penulis. Mae Ri sangat senang akan hal itu dan langsung kembali ke ruangannya.



Saat masuk ruangannya, Mae Ri mendengar ada suara seseorang di ruangan Jung In dan ternyata itu suara Manager yang sedang menelfon Moo Kyul membahas masalah kontrak mereka, "Apa kau punya bukti bahwa kau sudah mengembalikan uang kontrak itu padaku? Sudah kukatakan bahwa aku tidak kan pernah melepaskan kau pergi! Apa kau ingin melihat siapa yang menang hah?" Mae Ri kaget mendengar kata-kata itu dan khawatir sesuatu yang buruk akan terjadi, "Bagaimana ini?"



Mae Ri datang ke rumah Moo Kyul dengan malu-malu tapi ternyata di rumah Moo Kyul itu sepi sehingga dia memberanikan diri masuk dan duduk di sofa. Mae Ri merasa tidak nyaman saat duduk di sofa karena ternyata dia menduduki sebuah kertas. Mae Ri melihat surat itu dan mulai membacanya, "Ini terlihat menyeramkan."



Terdengar suara Moo Kyul yang baru bangun tidur dan Mae Ri cepat-cepat menyembunyikan surat itu kedalam tasnya. Moo Kyul menghampiri Mae Ri dan bertanya, "Kau sudah datang?" Mae Ri salah tingkah mengingat kejadian ciuman itu dan dia menjawab pelan, "Ya." Moo Kyul mengambil botol minum dan meminum air mineral itu di depan Mae Ri. Mae Ri melihat bibir Moo Kyul dan dia semakin salah tingkah hingga membuat kedua pipinya memerah. Moo Kyul menyadari wajah Mae Ri yang memerah dan dia pun bertanya, "Kenapa wajahmu memerah? Apa kau sedang sakit?" Moo Kyul berniat memeriksa suhu kening Mae Ri namun Mae Ri langsung mencegahnya, "Aku akan segera pulang." Moo Kyul kebingungan dan berkata, "Ini bahkan belum waktunya kau pulang." Mae Ri berkata, "Aku hanya khawatir akan menyusahkanmu jika aku sakit. Aku pulang. Bye." Mae Ri cepat-cepat meninggalkan Moo Kyul yang masih kebingungan.



Di kantor, Mae Ri sedang melihat surat yang dia ambil dari rumah Moo Kyul itu dan Jung In masuk kedalam ruangannya untuk memberi tahu bahwa Manager akan segera datang. Saat Jung In akan pergi, Mae Ri mencegahnya dan memperlihatkan surat itu pada Jung In, "Bisakah kau melihat ini sebentar?" Jung In mempelajari surat itu dan berkata, "Ini adalah surat kontrak Kang Moo Kyul." Mae Ri melihat Jung In dan berkata, "Aku tidak begitu mengerti akan hal itu tapi isi kontrak itu terlihat sedikit menyeramkan. Moo Kyul hanya mengerti dunia music dan dia tidak begitu mengerti tentang dunia yang sesungguhnya Aku khawatir padanya."



Manager datang ke ruangan Jung In dan membicarakan tentang Lee Ahn yang jadwalnya sulit menyesuaikan kembali dengan drama ini karena drama ini juga belum pasti kapan akan di tayangkannya. Jung in tidak mendengarkan kata-kata Manager dan dia lebih memilih mengambil sebuah surat dan memperlihatkannya pada Manager, "Mari kita bicarakan masalah Moo Kyul terlebih dahulu. Ini surat kontrak Kang Moo Kyul benar bukan?" Manager melihat surat kontrak itu dan kaget karena surat itu bisa ada di tangan Jung In, "Bagaimana bisa ini....?" Jung In dengan santai menjawab, "Kontrak dengan 5Juta Won untuk 10 tahun? Dan pembayaran untuk setiap album yang laku hanya 10won per unit? Ini salah satu contoh dari kontrak perbudakan." Manager kesal dan berkata, "Kang Moo Kyul itu masih baru di dunia bisnis ini." Jung In kembali berkata, "Jadi karena dia baru maka kau memberikannya surat kontrak perbudakan yang tidak adil ini? Apakah perusahaanmu tau mengenai hal ini?" Manager benar-benar kesal akan hal ini.

Jung In tersenyum lalu memnyerahkan sbeuah kontrak baru pada Manager, "Tolong biarkan Kang Moo Kyul bebas. " Manager pun akhirnya terpaksa menyetujui hal itu dengan menandatangani kontrak baru itu. Manager lalu berkata, "Karena kita sudah menyelesaikan masalah ini jadi tolong rahasiakan hal ini dari Perusahaanku, Lee Ahn dan juga Seo Joon." Jung In menjawab, "Kau dapat memegang kata-kataku." Manager senang dan berkata, "Terima kasih. Kalau begitu aku permisi pergi." Saat Manager akan pergi, Jung in menghentikannya dan bertanya, "Lalu bagaimana dengan jadwal Lee Ahn?" Manager tersenyum dan menjawab, "Aku akan mengatasi hal ini. AKu akan membicarakannya dengan Lee Ahn. Tidak perlu khawatir." Manager segera pergi dari ruangan Jung In dan Jung In tersenyum.



Manager menelfon Moo Kyul dan berkata, "Aku sudah tidak tertarik lagi padamu karena aku sangat sibuk. Jadi aku akan melepaskanmu." Moo Kyul tentu saja kebingungan dengan hal ini karena Manager tiba-tiba sekali melepaskannya padahal sebelumnya Manager berkata tidak akan pernah melepaskan Moo Kyul.

Mae Ri yang sedang menyapu langsung menghampiri Moo Kyul dan bertanya, "Apa Manager sudah menyerah? Wow ini benar-benar berjalan dengan lancar." Moo Kyul balik bertanya, "Apa kau meminta bantuan pada laki-laki itu(Jung In)?" Mae Ri menjawab, "Huh? Ah iya." Moo Kyul kesal dan mulai mengomel, "Kenapa kau membicarakan tentangku padanya hah?" Mae Ri kesal di marahin dan dia balas memarahi Moo Kyul, "Hey aku melakukan ini karena khawatir padamu. Lagipula ini melegakan karena ternyata Jung In ornag yang baik dan memiliki kemampuan." Moo Kyul kesal mendengar hal itu dan langsung berjalan pergi. Mae Ri yang melihat itu pun bertanya, "Hey mau kemana kau pergi?"



Ternyata Moo Kyul untuk bertemu dengan Jung In. Jung In berkata, "Mulai sekarang jangan asal menandatangani kontrak." (Maksudnya sih kaish saran sama Moo Kyul agar tidak salah lagi menandatangani kontrak perbudakan kaya yang diberikan Manager.) Moo Kyul tidak suka dengan Jung In dan berkata, "Kau pikir aku akan merasa berterima kasih padamu dan akan menandatangani kontrak denganmu?" Jung In balik bertanya, "Kenapa kau selalu berperasangka buruk padaku? Apa yang harus kulakukan agar kau mempercayaiku?" Moo Kyul melihat gitar-gitar di ruangan Jung In dan dia berkomentar, "Aku tidak dapat mempercayai seseorang yang menjadikan gitar ini sebagai pajangan. Kau tidak dapat memainkannya dan kau menamai dirimu ini sebagai Produser Music?" Moo Kyul langsung pergi meninggalkan Jung In yang terdiam.



Saat Moo Kyul akan masuk kedalam lift, dia mendengar ada suara gitar yang ternyata berasal dari ruangannya Jung In. Ya Jung In sedang bermain gitar dan Moo Kyul melihat hal itu. Moo Kyul pun memilih langsung pergi setelah melihat bahwa ternyata Jung In bisa memainkan gitar.



Jung In masih terus memainkan gitarnya dan tiba-tiba saja tangannya gemetar dan Jung In terlihat sedih saat melihat telapak tangannya yang terdapat luka. (Mungkin luka itu salah satu alasan kenapa Jung In tidak pernah memainkan gitarnya. Atau mungkin luka itu di dapat saat Mae Ri juga mendapat luka di keningnya.)



Moo Kyul sedang bermain gitar di rumahnya dan dia mulai memikirkan kata-kata yang di ucapkan oleh Ibunya, "Bagaimana denganku?" Moo Kyul juga lalu mengingat kata-kata Mae Ri, "Aku melakukan ini karena mengkhawatirkanmu!!!" Moo Kyul teridam memikirkan kata-kata Ibunya dan Mae Ri. Lalu Moo Kyul ingat kejadian saat Jung In memainkan gitarnya dan pertanyaan Jung In, "Apa yang harus kulakukan agar kau mempercayaiku?"



Jung In dan Mae Ri berjalan bersama untuk pergi dari kantor dan Mae Ri mengucapkan rasa terima kasihnya karena telah membantu Moo Kyul, "Terima kasih telah membantu Moo Kyul." Jung In menjawab, "Sama-sama. Tapi yang aku khawatirkan justru Kang Moo Kyul." Mae Ri bertanya, "Lalu bagaimana dengan masalah kontrak Moo Kyul?" Jung In menjawab, "Aku pikir ini akan sedikit sulit untuk dia menyetujui kontrak itu." Mae Ri menawarkan diri untuk membantu, "Haruskah aku membantu?" Jung In menggelengkan kepala untuk menolak, "Tidak perlu. AKu khawatir dia akan menolaknya lagi."

Jung In dan Mae Ri berjalan ke depan lift dan mereka berdua kaget saat melihat yang keluar dari lift adalah Moo Kyul. Moo Kyul berkata, "Aku datang untuk menandatangani kontak." Mae Ri kaget mendnegar itu, "Moo Kyul Ah." Sementara itu Jung In hanya tersenyum tipis.



Jung in menyerahkan surat kontrak pada Moo Kyul dan bilang bahwa Moo Kyul akan menjadi Produser untuk OST Drama dan menjadi komposer untuk semua lagu di drama. Moo Kyul mengambil surat kontrak itu dan melihatnya. Jung In lalu bertanya, "Apa yang membuatmu berubah pikiran?" Moo Kyul menjawab, "Hmm anggap saja rasa penasaranku akan proyek ini mulai tumbuh." Moo Kyul lalu berdiri untuk melihat gitar-gitar di ruangan Jung In dan dia berkomentar, "Dan lagi sepertinya gitargitar ini bukan hanya sekedar hiasan. Dan kaulah yang membuatku lebih penasaran." Jung In hanya tersenyum tipis dan menjawab, "Baiklah. Aku juga penasaran dengan dirimu sebenarnya."

Moo Kyul lalu meminta satu permintaan untuk kontrak, "Aku ingin kontrak ini berakhir dengan hari yang sama dengan kontrak 100 hari berakhir. Aku hanya percaya padamu mengenai music, tapi tidak yang lainnya." Jung In setuju dan berkata, "Baiklah aku juga sama bisa menerimamu sebagai musisi tapi tidak untuk sebagai seseorang yang memiliki hubungan dengan Wi Mae Ri. Jadi mari rahasiakan hubungan diantara kita bertiga ini dari kantor. Mae Ri akan merasa tidak nyaman jika hal itu diketahui karyawan kantor." Moo Kyul menyetujui hal itu, "Baiklah. Lagipula ini akan membuat kita tidak nya" Jung In tersenyum dan berkata, "Baiklah kalau begitu perjanjian music dan perjanjian pernikahan itu tersisa 77 hari lagi."



Moo Kyul makan bersama teman bandnya dan menceritakan tentang Jung In yang merupakan suami Mae Ri secara sah di surat perkawinan. Teman band Moo Kyul pun kaget mendengarnya, "Pria brengsek itu suami Mae Ri? Kenapa kau tidak mengatakannya pada kami lebih awal? Kang Moo Kyul kau tidak boleh kalah. Pergilah berpacaran dengan Mae Ri. Atau haruskah kita datang ke kantornya dan melabraknya, 'Hey kau pria brengsek!' Bagaimana menurutmu?" Moo Kyul menjawab, "Kau tidak boleh melakukan itu. Tidak ada satupun di kantor yang mengetahui hal ini." Teman Moo Kyul lalu bertanya, "Jawab dengan jujur, apakah kau menganggap Mae Ri sebagai seorang wanita?" Moo Kyul berfikir sesaat dan menjawab, "Hmm aku memang menganggap dia berbeda. Dia mengingatkanku pada Ibuku. Aku tidak menganggapnya sebagai wanita."



HP Moo Kyul berbunyi dan itu merupakan telfon dari Ibu Moo Kyul. Moo Kyul pun permisi pergi keluar Restaurant untuk berbicara dengan Ibunya, "Ibu bagaimana dengan uang?" Ibu Moo Kyul menjawab, "Aku sudah berbaikan dengannya jadi aku tidak memperlukan uang itu kembali." Moo Kyul kesal dan mengeluh, "Kenapa kau tidak memberitahuku lebih awal?" Ibu Moo Kyul menjawab, "Aku lupa. Aku pikir kau tidak akan mendapatkan uang itu. Jangan marah. Maaf." Moo Kyul menutup telfonnya dan mengomel kesal.



Moo Kyul berbalik dan kaget saat melihat ada Mae Ri di baliknya. Moo Kyul bertanya, "Sejak kapan kau ada disini?" Mae Ri menjawab, "Baru saja. Apa kau sedang berbicara dengan Ibumu? Apa ada masalah?" Moo Kyul menjawab, "Uang. Dia tidak memperlukannya kembali." Mae Ri berkomentar, "Kau pasti menderita dan mengalami waktu yang sulit karena Ibumu." Moo Kyul tersenyum dan berkomentar, "Ayahmu lebih buruk." Mae Ri ikut tersenyum dan berkata, "Kita sama." Moo Kyul dan Mae Ri menghembuskan nafas bersama dan menunduk.

Moo Kyul lalu berkata, "Terima kasih karena membantuku menyelesaikan kontrak dengan Manager." Mae Ri senang dan bertanya, "Jadi kau sudah bebas darinya?" Moo Kyul menjawab, "Ya." Mae Ri senang dan bertanya, "Nonna-mu ini sungguh hebat kan?" Moo Kyul memegang topi Mae Ri karena gemas namun Mae Ri langsung menepis tangan Moo Kyul, "Jangan lakukan itu." Moo Kyul mencubit pipi Mae Ri dan berkata, "Noona kita ini saudara." Mae Ri langsung berdiri dari duduknya dan berkata, "Kenapa kau seperti ini hah?" Moo Kyul kebingungan dan bertanya, "Ada apa? Apa ini hanya karena ciuman waktu itu?" Mae Ri kesal dan menjawab, "Jangan lakukan aku seperti itu lagi!" Mae Ri lalu berjalan pergi masuk kedalam Restaurant.



Mae Ri masuk kedalam Restaurant dan kaget saat melihat ternyata ada Seo Joon yang duduk bersama dengan teman-teman Moo Kyul. Seo Joon bertanya pada Mae Ri, "Kenapa kau ada disini?" Moo Kyul masuk kedalam Restaurant dan menjawab pertanyaan Seo Joon, "Dia adalah fans kami. Ayo duduk lah." Teman-teman Band Moo Kyul pun langsung berkata, "Ah benar-benar dia adalah fans kami. Ayo duduklah."



Moo Kyul bertanya pada teman bandnya, "Kenapa dia(Seo Joon) bisa ada disini?" Teman band Moo Kyul menjawab, "Ah tadi dia menelfonku jadi aku ajak dia kemari." Seo Joon lalu bertanya pada Moo Kyul, "Kau ini kenapa Kang Moo Kyul? Saat aku meminatmu menandatangani kontrak kau terus menolak." Seo Joon menatap Mae Ri dan berkomentar, "Aku kaget mengetahui bahwa kau fans. Apa lagu yang kau sukai dari Moo Kyul?" Mae Ri menjawab, "Butakhae By Bus." Semua teman band Moo Kyul terdiam karena Mae Ri salah menyebutkan judul lagu. Mae Ri pun membenarkan jawabannya, "Maksudku Butakhae My Bus." Seo Joon tersenyum sinis dan berkomentar, "Kenapa ini? Huh dia ternyata fans yang hanya menyukai wajah Moo Kyul." Mae Ri cepat-cepat menolak pendapat itu, "Tidak."

Mae Ri bertanya pada Seo Joon, "Lalu bagaimana kalian berdua bisa saling kenal?" Seo Joon merangkul Moo Kyul dan menjawab, "Kami pacaran." Semua teman band Moo Kyul terdiam mendengar hal itu. Seo Joon melanjutkan pembicaraannya, "Dulu kami pacaran tapi sekarang kami berteman. Benar bukan?" Moo Kyul memberikan Seo Joon minum dan menyuapi Seo Joon seperti yang biasa Moo Kyul lakukan padanya juga. Seo Joon ingin menuangkan minum untuk Moo Kyul juga namun Moo Kyul menolak karena dia masih akan bekerja.



Mereka selesai minum bersama dan berencana untuk pergi ke tempat selanjutnya. Teman band Moo Kyul mengajak Mae Ri namun Mae Ri menolaknya dan bilang bahwa dia akan pulang terlebih dahulu. Moo Kyul melihat hal itu dan bilang pada teman bandnya bahwa dia juga akan pulang duluan. Moo Kyul berlari mengejar Mae Ri dan berkata, "Mampirlah kerumahku dulu. Ada sesuatu yang ingin kukatakan." Mae Ri bertanya, "Apa itu?" Moo Kyul langsung berlari duluan dan Mae Ri mengejarnya sambil berteriak, "Hey tunggu aku!" Diam-diam Seo Joon melihat hal itu dengan tatapan sedih.



Moo Kyul menatap mata Mae Ri tajam dan berkata, "Jangan pergi. Aku tidak ingin kita berpisah." Mae Ri menjawab, "Cukup. Semua ini sudah berakhir." Moo Kyul berkata kembali, "Aku takut bertanggung jawab untuk seseorang jadi aku takut menikah. Tapi saat berfikir akan kehilanganmu, itu membuatku lebih... lebih takut. AISH ini terlalu kekanak-kanakan. Aku tidak dapat melakukannya lagi." Ternyata mereka berdua sedang memraktekan salah satu adegan di skenario drama.

Mae Ri langsung mengomel, "Ya, ini adalah adegan yang terpenting! Dngera, saat si laki-laki mengatakan 'takut' dengan perasaan yang gugup maka music akan mulai mengalun. Lalu camera akan mengambil wajah si perempuan dan TADA Music utama pun mulai mengalun kembali dan di tengah music maka mereka akan saling menatap dan Ciuman! Apa kau mengerti?" Moo Kyul berfikir sesaat dan berkata, "Tidak. Drama ini terlalu kekanak-kanakan!" Mae Ri berkomentar, "Itu karena kau tidak pernah menonton drama. Jika kau akan membuat music maka kau juga harus memiliki emosi."

Moo Kyul mengambil skenario itu kembali dan berkata, "Jadilah keluargaku." Moo Kyul mendekati Mae Ri seperti akan menciumnya. Mae Ri kaget dan bertanya, "Apa yang kau lakukan hah?" Moo Kyul menunjuk skenario itu dan berkata, "Di skenario ini menyebutkan untuk ciuman." Mae Ri salah tingkah dan berkata, "Aku hanya terkejut." Moo Kyul tersenyum dan bertanya, "Apa kau menyukaiku hah?" Mae Ri cepat-cepat menyangkal hal itu, "Kenapa aku harus menyukaimu?Ini benar-benar tidak mungkin!"



Moo Kyul berjalan ke arah depan cermin dan berkata, "Aku tidak biasa bertemu dengan seorang wanita lebih dari sebulan jadi aku tidak tau apakah dapat melanjutkan kontrak ini dengan lancar atau tidak." Mae Ri berkomentar, "Jangan khawatir. Aku tidak akan pernah menyukaimu. Dan ku juga jangan sampai cemburu karena Jung In." Moo Kyul menatap Mae Ri dan berkata, "Sejak akapan aku cembru padanya? Kau pikir aku menyukaimu hah?" Mae Ri menjawab, "Hmm baiklah. Ngomong-ngomong apa yang sedang kau lakukan?" Moo Kyul menjawab, "Rambutku ini adalah hidupku. Aku perku merawatnya." Mae Ri berkomentar, "Kau benar-benar terlihat seperti gay." Moo Kyul tersenyum dan berkata, "Itu lah sebabnya jangan sampai menyukaiku."



Mary duduk melamun di cafe dan kedua temannya menghampirinya. Ji Hye langsung bertanya, "Jadi siapa yang membuatmu jatuh cinta?" Mae Ri tidak mengerti dan balik bertanya, "Apa maksudnya?" So Ra menjawab, "Kau sudah melamun sejak tadi disini. Jadi tidak diragukan lagi bahwa kau sedang jatuh cinta." Mae Ri cepat-cepat menyangkalnya, "Tidak! Bukan seperti itu hey." Ji Hye berkomentar, "Apa maksudmu hah? Ini sudah hampir sebulan. Bagaimana dengan dua laki-laki itu? Ceritalah pada kita." Mae Ri pun mulai bercerita, "Hmm sejak aku bekerja di kantornya Jung In, Jung In terlihat sepertinya dia orang yang baik." Ji Hye senang mendnegar hal itu dan kemabli bertanya, Apa ini artinya kau akan memilih Jung In?" Mae Ri lagi-lagi menyangkal, "Apa yang kau bicarakan? Aku hanya mengatakan hal yang sebenarnya. Aku bahkan tidak pernah memikirkannya 1% pun."

So Ra lalu bertanya, "Bagaimana dengan Kang Moo Kyul?" Mae Ri pun mengeluarkan pendapatnya, "Kang Moo Kyul? Terkadang aku merasa aneh saat Moo Kyul dan aku tidka bersama. Aku merasa tidak nyaman." So Ra senang mendengar itu dan berkata, "Apa? Kau pasti mencintai Kang Moo Kyul!" Lagi-Lagi Mae Ri menyangkalnya, "Tidak seperti itu! Apa aku sudah gila hah mencintainya?" So Ra kecewa mendengarnya dan berkata, "Apa-apaan ini. Sungguh membuatku kesal. Seorang perempuan yang bahkan tidak pernah berpacaran harus memilih salah stau dari 2 orang lelaki tampan." Ji Hye ikut berkomentar, "Benar. Satu wanita dengan dua laki-laki. Ini benar-benar tidak menyenangkan. Sudahlah menikah dengan Jung In saja." Mae Ri terdiam mendengarkan komentar teman-temannya itu.



Tuan Jung membawa Ayah Mae Ri ke sebuah Restaurant dan Ayah Mae Ri bertanya, "Hyung, kenapa kita kemari?" Tuan Jung menjawab, "Sekarang Restaurant ini milikmu." Ayah Mae Ri kaget sekaligus bahagia, "Kau memberikan ini padaku? Bagaimana kau tau bahwa aku hebat dalam memasak dukkboki?" Tuan Jung menjawab, "Kau sudah bekerja keras untuk menyingkirkan pria itu dari Mae Ri jadi aku memberikan restaurant ini sebagai hadiah untukmu." Ayah Mae Ri terdiam lama dan Tuan Jung merasa ada sesuatu yang di sembunyikan sheingga dia bertanya, "Ada apa? Apa ada sesutu yang salah?" Ayah Mae Ri langsung menjawab dengan cepat, "Tentu tidak. Aku sudah menyelesaikan segalanya."



Teman-teman band Moo Kyul mendatangi studio yang ada di Perusahaan dan mereka terkagum-kagum dengan alat music yang lengkap dan sudah di sediakan oleh Jung In. Teman band Moo Kyul pun berterima kasih pada Moo Kyul karena Moo Kyul menerima kontrak itu dan membuat bandnya juga ikut terlibat kontrak. Jung In datang dan berkata, "Aku harap kalian menyukainya." Teman-teman Moo Kyul kaget melihat Jung In dan menjawab, "Ah Ya."

Jung In berkata kembali, "Kalian dapat memakai alat music ini jika kalian tampil diluar dan tolong beritahu aku jika ada sesuatu yang kalian butuhkan. Aku akan berusaha yang terbaik untuk membantu kalian. Dan aku harap kalian dapat menganggapku sebagai member ke5 di dalam Band Moo Kyul ini." Jung In lalu menatap Moo Kyul dan berkata, "Bukan hanya sebagai Manager tetapi sebagai seseorang yang menjadi bagian dari band ini juga." Moo Kyul menatap Jung In dengan tidak suka sementara anggota band yang lain hanya terdiam tidak tau mau mengatakan apa.



Karyawan Jung In masuk kedalam studio dan menghampiri Jung In, "Tuan bisa minta waktunya sebenar?" Jung In pun mohon permisi pada band Moo Kyul. Jung In pergi keluar studio bersama Karyawannya yang menunjukan sebuah berita di Internet tentang Seo Joon dan Lee Ahn yang di gossipkan memiliki sebuah hubungan.



Seo Joon sedang berada di dalam mobil bersama Lee Ahn dan membahas masalah gossip mengenai mereka. Seo Joon bertanya dengan nada dingin pada Lee Ahn, "Apa yang ingin kau katakan?" Lee Ahn menjawab, "Karena sudah beredar gossip kita pacaran, kenapa kita tidak benar-benar pacaran saja?" Seo Joon berkomentar, "Jangan pedulikan gossip ini dan fokuslah pada drama." Lee Ahn kesal dan berkata, "Drama ini benar-benar sudah berakhir! Jadi ini waktunya kita untuk meyerah." Seo Joon menatap Lee Ahn dengan kesal dan bertanya, "Apa Managermu yang mengatakan hal itu? Sampai kapan kau akan mendengarkan kata-katanya hah?" Lee Ahn terdiam dan menjawab, "Dia sudah bersamaku sejak aku menjadi model jadi aku akan tetap bersamanya."

Seo Joon tidak menyangka Lee Ahn berkata seperti itu dan dia berkomentar, "Apa kau sedang membicarakan kesetiaan? Lalu kemana kesetiaanmu pada Drama ini?" Lee Ahn menjawab, "Apa-apaan ini? Apa kau mencoba setia pada Jung In?" Seo Joon menjawba, "Aku sudah katakan padamu bahwa aku akan tetap ada di drama ini!" Lee Ahn merasa curiga dan terus mendesak Soe Joon untuk berkata jujur, "Katakan dengan jujur, apa hubunganmu dengan Jung In?" Seo Joon sudah malas berdebat dengan Lee Ahn dan meminta Lee Ahn segera keluar drai mobilnya. Lee Ahn keluar dari mobil Seo Joon dan sebelumnya dia meninggalkan pesan, "Baiklah terserah kau saja. Lakukanlah apapun yang kau inginkan di jalanmu."



Jung In sedang berjalan menuju ke tempat rapat dan telfonnya berbunyi. Jung In mengangkat telfonnya yang ternyata telfon dari Tuan Jung, "Ya ada apa Ayah?" Tuan Jung bertanya, "Dimana kau?" Jung In menjawab, "Aku sedang dalam perjalanan menuju tempat rapat." Tuan Jung berkata, "Jika dekat maka mampirlah sebentar." Jung In menjawab, "Baik aku mengerti." Jung In menutup telfonnya dan terdiam sesaat lalu pergi.



Seo Joon masuk kedalam ruangan Jung In dan melihat Mae Ri sedang membereskan beberapa berkas, "Dimana Jung In? Aku menelfonnya namun dia tidak menjawab." Mae Ri menjawab, "Dia sedang pergi ke rapat penting." Saat Mae Ri akan pergi, tiba-tiba saja Seo Joon berkata, "Moo Kyul itu keren kan? Jangan terlalu menyukainya karena dia bukanlah tipe yang dapat menolak sehingga dia selalu menerima setiap perempuan itulah sebabnya dia tidak pernah memiliki hubungan dengan seorang perempuan lebih dari sebulan." Mae Ri menjawab, "Jangan khawatir. Itu tidak akan terjadi padaku." Seo Joon berkomentar, "AKu mengatakan hal ini karena aku menganggapmu orang baik dan aku tidak ingin kau tersakiti." Seo Joon lalu meminta Mae Ri menyampaikan pesannya pada Jung In, "Sampaikan pada Jung In bahwa aku pergi ke studio untuk latihan." Seo Joon pergi meninggalkan Mae Ri yang terdiam memikirkan kata-kata Seo Joon.



Jung In datang ke sebuah Restaurant dan bertemu dengan Tuan Jung yang mempersilahkannya untuk duduk. Tuan Jung bertanya, "Bagaimana proses drama itu?" Jung In menjawab, "Sekarang kami sedang mengurusinya." Tuan Jung berkomentar, "Ini pasti sedikit sulit untuk menemukan artis. Prinsip dari bisnis itu adalah komunikasi dengan orang-orang. Kau harus kuat untuk menghadapi segala konflik." Jung In mengangguk mengerti, "Ya aku akan terus mengingatnya."

Tuan Jung lalu menanyakan hubungan Jung In dan Mae Ri, "Lalu bagaimana perkembangan hubunganmu dengan Mae Ri?" Jung In menjawab, "Kami selalu keluar bersama untuk makan siang setiap hari. Dan dia juga ikut terlibat dalam drama ini." Tuan Jung senang mendnegar hal itu, "Baguslah. Aku senang jika kalian menghabiskan waktu bersama. Teruslah bekerja keras dan berfikir bahwa ini kesempatan terakhirmu." Jung In menjawab, "Aku mengerti Ayah."



Jung In pergi makan siang bersama dengan Mae Ri dan di jalan dia berkata, "Awalnya aku yang akan melatih Seo Joon namun aku snagat sibuk akhir-akhir ini sehingga Moo Kyul yang melatihnya. Apa kau keberatan? Jika kau keberatan maka aku bisa mengaturnya." Mae Ri menjawab, "Tidak apa-apa. Ini untuk pekerjaan kan."

HP Jung In berbunyi dan itu telfon dari karyawannya, "Kau sudah menyelesaikan hal itu? Baiklah. Kau sudah bekerja keras. Nanti kita bicarakan lagi." Jung In mematikan telfonnya dan Mae Ri berkomentar, "Kau pati sangat sibuk karena mengurusi gossip Seo Joon itu kan? Hal ini menjadi tidak nyaman sejak kemarin." Jung In menjawab, "Karyawan kita sudah mengaturnya namun ini masih sulit untuk di selesaikan." Mae Ri berkata, "Wow ternyata membuat drama itu tidak mudah. Ada banyak rintangan sebelum membuatnya dan juga harus mengatur jadwal artis. Kau pasti mengalami waktu yang sulit." Jung In tersenyum pada Mae Ri dan berkata, "Tenang saja. Aku masih dapat mengaturnya." Mae Ri ikut tersenyum, "Wow kau sungguh hebat. Ngomong-ngomong kita pergi ke tempat yang cukup jauh ya untuk makan siang hari ini."



Mae Ri dan Jung In makan siang bersama dan terlihat kalau Jung In lebih banyak terdiam. Mae Ri lalu mengeluarkan komentarnya tentang indurti drama, "Aku pikir orang-orang di industri drama ini tidak memiliki kesetiaan sama sekali. Mereka langsung menyerah begitu saja hanya karena drama ini terlambat tayang dan karena skenario ada perubahan." Jung In mendnegar komentar itu dan berkata, "Tapi banyak orang yang berinvestasi dalam industri drama." Mae Ri berkata, "Jika aku menjadi kau maka aku akan langsung melakukan proses shooting secepatnya setelah dilakukan perencanaan. Maksudku, mengapa setiap drama itu harus shooting pada tanggal yang harus di tetapkan dulu?" Jung In mendapatkan ide dari kata-kata Mae Ri tersebut.



Selesai makan siang, Mae Ri berdiri di samping mobil sementara Jung In baru keluar dari Restaurant setelah menelfon Seo Joon, "Maaf membuatmu menunggu lama." Mae Ri berkata, "Tidak apa-apa. Aku menikmati pemandangan ini." Seo Joon melihat pemandangan di sekitar dan berkomentar, "Waktu berjalan dengan cepat." Mae Ri berkata, "Ya. Musim gugur sudah akan berakhir padahal aku belum menikmatinya sama sekali."

Jung In bersandar ke mobil dan bertanya, "Apa yang kau biasanya lakukan dengan dia saat dia pulang bekerja?" Mae Ri kaget di tanya seperti itu, "Kenapa kau bertanya seperti itu?" Jung In menjawab, "Karena dia sainganku maka aku penasaran dengan kencan kalian." Mae Ri lalu berkata, "Sebenarnya kami tidak pernah berkencan. Dia sibuk dengan gitarnya dan aku sibuk menonton drama. Jadi kamu hanya memasak dan membersihkan rumah bersama." Jung In bertanya, "Apa Kang Moo Kyul tau cara memasak?" Mae Ri cepat-cepat menjawab, "Tentu saja. Dia sering membantuku dan dia bukanlah suami yang buruk."



Di rumah Moo Kyul, Mae Ri memberishkan rumah sendirian sambil menelfon Moo Kyul dan mengomel padanya, "Bagaimana bisa kau pergi meninggalkan rumah dan tidak membersihkannya? Jika kau tidak ingin membantuku membersihkan rumah maka setidaknya jangan mengotori rumah!" Moo Kyul berkata, "Siapa yang memintamu membersihkan rumah? Aku tidak keberatan jika rumah kotor." Mae Ri kembali mengomel, "Ada batasnya rumah kotor itu. Apa kau tidak merasa malu hah?" Moo Kyul kesal dan bertanya, "Apa kau terus akan mengomel padaku? Aku sedang bekerja."

"Kapan kau akan pulang? Apakah kau akan makan diluar?" Tanya Mae Ri. Moo Kyul menjawab, "Tidak. Aku akan makan di rumah. Aku ingin makan sup pasta kacang." Dengan ceria Mae Ri berkata, "Baiklah aku akan memasak sup pasta kacang. Ah karena udara di luar sangat dingin maka cepatlah langsung pulang." Mae Ri selesai menelfon dan mematikan HPnya.



Mae Ri mulai membersihkan rumah Mo Kyul dan saat bersih-bersih, dia menemukan sarung tangan rajut yang belum selesai di rajutnya itu. Akhirnya Mae Ri pun melanjutkan merajut sarung tangan itu sambil menunggu Moo Kyul pulang. Sarung tangan itu sudah selesai di rajut dan Ma eri berkomentar, "Wow tangannya benar-benar besar. Dan ini hangat." Mae Ri melihat sup pasta kacang yang sudah masak dan dia memutuskan untuk mengirimkan pesan pada Moo Kyul.



Seo Joon dan Moo Kyul berada di studio dan sedang melakukan proses rekaman. Seo Joon selesai menyanyikan lagu dan Moo Kyul memberikan masukan padanya, "Tidak terlalu buruk. Tapi jangan meniru gayaku menyanyi karena itu adalah laguku. Cobalah cari gayamu sendiri dan terlihat lebih alami. Gabungkan suaramu dan emosimu itu pada lagu ini." Seo Joon mengerti dan meminta di ulang kembali. Saat akan di ulang, HP Moo Kyul berbunyi dan Moo Kyul meminta Seo Joon menunggu sebentar. Moo Kyul membuka HPnya dan melihat ada sms dari Mae Ri yang mengirimkan foro Sup Pasta Kacang yang sudah jadi. Moo Kyul tersenyum senang dan berkata pada Seo Joon, "Kita akhiri saja proses rekaman hari ini."



Seo Joon menghampiri Moo Kyul dan mengucapkan terima kasih, "Terima kasih. Aku senang karena kita dapat kembali seperti ini." Moo Kyul membereskan barangnya dan berkomentar, "Aku juga." Seo Joon lalu berkata, "Jika kau memiliki pacar maka akan sulit seperti ini." Moo Kyul terdiam mendengar kata0kata itu. Seo Joon melanjutkan pembicaraannya, "Apakah kau benar-benar tidak akan menikah?" Moo Kyul menjawab, "Aku tidak tertarik pada hal itu." Seo Joon tersenyum dan berkata, "Ternyata kau masih Moo Kyul yang sama. Aku pikir walaupun aku sudah tau nanti, aku dapat tetap berteman denganmu."



Tuan Jung memperlihatkan beberapa lembar foto pada Ayah Mae Ri dan Ayah Mae Ri kaget saat melihat foto itu karena ternyata itu foro Mae Ri di rumah Moo Kyul dan sedang membuang sampah. Ayah Mae Ri berkomentar, "Mae Ri mengalami hal sulit karena pria brengsek ini. Maafkan aku." Tuan Jung bertanya, "Apa kau berbohong padaku mengenai mereka?" Ayah Mae Ri ketakutan dan menjawab, "Aku tidak bermaksud membohongmu..." Tuan Jung memotong omongan Ayah Mae Ri dan menatapnya tajam, "Apa sekarang kau mencoba menjelaskannya padaku? Aku sekarang tidak dapat percaya padamu lagi. Aku akan mengurus semua ini sendiri." Tuan Jung pun langsung pergi bersama para bodyguardnya.



Ayah Mae Ri cepat-cepat menghubungi Mae Ri, "Kau sednag ada di rumah laki-laki itu kan? Tetaplah diam disana dan tunggu aku datang!!" Ayah Ma eri menutup telfonnya lalu pergi menuju rumah Moo Kyul.


Moo Kyul pulang ke rumah diantar oleh Seo Joon. Moo Kyul keluar dari mobil dan mengucapkan terima kasih pada Seo Joon, "Kau sebenarnya tidak usah mengantarku tapi terima kasih." Seo Joon tersenyum dan berkata, "Aku tau bahwa kau pasti tidak suka dengan udara dingin ini." Moo Kyul berkata, "Kau pasti lelah, pulanglah dan beristirahat." Seo Joon senang diperhatikan seperti itu dan berkata, "Baiklah. Latihan selanjutnya aku akan memperlihatkan kemampuanku yang lebih baik. Aku pergi. Bye."



Setelah mobil Seo Joon pergi, tiba-tiba Ayah Mae Ri datang dan menangkap Moo Kyul, "Dasar playboy! Kau akhirnya tertangkap!" Moo Kyul kebingungan, "Apa yang kau lakukan kembali?" Ayah Mae ri balik bertanya, "Apa yang aku lakukan? Ayo sebaiknya kita bertemu Mae Ri dan selesaikan masalah ini hari ini juga! Cepat buka pintunya!"



Mae Ri yang sedang menyiapkan makanan langsung kaget saat melihat Ayahnya datang ke rumah Moo Kyul sambil menyeret Moo Kyul. Mae Ri cepa-cepat menggandeng lengan Moo Kyul dan bertanya, "Ayah ada apa ini? Kag Moo Kyul apa kau baik-baik saja?" Ayah Mae Ri marah-marah, "Kau sebaiknya lepaskan gandenganmu itu. Lkai-laki ini tertangkap basah sedang bertemu dengan seorang wanita di luar. Apa kau akan diam saja hah?" Moo Kyul berkata pelan, "Hentikan Paman." Ayah Mae Ri kaget karena di panggil Paman oleh Moo Kyul, "Kau memanggilku paman? Bocah ini benar-benar..."

Ayah Mae Ri melihat penampilan Moo Kyul dan berkomentar, "Kau seharunya meminta maaf padaku secara formal karena kau sudah kawin lari dengan Mae Ri. Kau besok harus temui aku dan memberikan salam secara formal!" Mae Ri kaget dan berkata, "Ayah bukankah kita sudah membuat perjanjian 100 hari itu? Kenapa kita harus memberikan salam secara formal padamu?" Ayah Mae Ri kembali melihat Moo Kyul dan berkomentar, "Dan sebaiknya kau potong rambutmu yang seperti perempuan itu." Moo Kyul dengan cepat menjawab, "Tidak mau!" Ayah Mae Ri kaget mendengar penolakan itu namun Mae Ri cepat menenangkan Ayahnya, "Ayah. Bagi Moo Kyul rambutnya itu adalah hidupnya." Ayah Mae Ri berkomentar, "Aku tidak suka melihat rambutnya yang seperti perempuan itu."

Moo Kyul melihat perut Ayah Mae Ri yang buncit dan dia tertawa melihat hal itu. Ayah Mae Ri kesal dan bertanya, "Apa yang kau tertawai hah?" Moo Kyul langsung berhenti tertawa dan menjawab, "Tidak ada apa-apa." Moo Kyul langsung pergi keluar rumah dan saat Ayah Mae Ri mau mengejarnya, cepat-cepat Mae Ri menahannya.



Ayah Mae Ri berkata, "Laki-laki itu lebih memilih rambutnya dari pada kau?" Mae Ri menenangkan Ayahnya dan berkata, "Ayah kumohon biarkan MooKyul pergi." Ayah Mae Ri duduk di kursi dan mengeluh, "Aku juga ingin melepaskannya namun aku dalam situasi yang sulit. Itu lah sebabnya aku terus mengejarnya." Mae Ri bertanya, "Apa yang kau maksudkan?" Ayah Ma eri pun menceritakan yang sebenatnya, "Aku tidak memberitahumu hal ini sebelumnya tapi Tuan Jung ingin kau segera menikah dengan Jung In sehingga dia memintaku untuk menyingkirkan Moo Kyul darimu." Mae Ri kembal bertanya, "Jadi kau melakukan semua ini karena dia yang meminta?" Ayah Mae Ri mengangguk, "Karena laki-laki itu(Moo Kyul) aku hampir saja terkena darah tinggi dan karena terus memikirkan kalian aku pun kehilangan berat badanku." Mae Ri menatap Ayahnya dan berkata, "Aku harus bertemu dengan Tuan Jung. Sekarang!"



Akhirnya malam itu juga Mae Ri dan Ayahnya menemui Tuan Jung. Mae Ri berkata, "Kau lah orang yang menyetujui akan perjanjian 100 hari ini jadi aku tidak pernah menyangka hal ini akan terjadi. Aku selalu mempercayaimu hingga hari ini, tapi kau mengecewakan aku." Ayah Mae Ri langsung menegur Mae Ri, "Mae Ri kau tidak boleh bersikap seperti itu pada orang yang lebih tua." Tapi Tuan Jung justru berkata, "Aku minta maaf Mae Ri." Ayah Mae Ri terdiam karena tidak percaya bahwa Tuan Jung meminta maaf pada Mae Ri. Mae Ri berkata, "Kumohon untuk memegang janjimu sehingga aku dapat tetap memegang kontrak ini hingga akhir. Dan juga kumohon lepaskan Moo Kyul dan jangan memberikan hal yang sulit pada Ayahku." Tuan Jung lagi-lagi menjawab, "Ya aku mengerti."

Mae Ri mengatakan satu permintaannya lagi, "Dan satu lagim kau sudah cukup dengam membayar smeua hutang kami, jadi kumohon jangan berikan apa-apa lagi." Ayah Mae Ri mau menegur Mae Ri lagi namun Tuan Jung memotong ucapannya, "Baiklah. Aku mengerti. Kau dapat memegang semua janjiku. Dan kumohon maafkan aku karena telah mengecewakanmu." Ayah Mae Ri terdiam dan dia merasa lega karena masalah ini sudah selesai.



Mae Ri sedang menunggu di taman dan dia menelfon Moo Kyul, " Aku sudah disini. Kau ada dimana?" Moo Kyul menjawab, "Aku disini." Mae Ri menatap sekelilingnya namun tidak melihat Moo Kyul juga, "Dimana kau?" Moo Kyul menepuk punggung Mae Ri dan tersenyum, "Merry Chritsmas!" Mae Ri sangat kaget saat melihat Moo Kyul yang datang dengan rambut pendek. Mae Ri langsung bertanya dengan panik, "Kang Moo Kyul apa yang terjadi?" Moo Kyul tidak menjawabnya dan hanya tersenyum.



Ayah Mae Ri sedang memasak di Restaurant dan dia merasa ada sesuatu yang aneh. Dia melihat ke meja Moo Kyul dan Mae Ri lalu menyadari apa hal yang aneh itu, "Apa ini? Apakah laki-laki itu benar-benar serius memotong rambutnya?"

Moo Kyul dan Mae Ri menghampiri Ayah Mae Ri. Moo Kyul berkata, "Terima kasih untuk makanannya. Kami akan pergi sekarang." Ayah Mae Ri tersenyum dan menjawab, "Ah baiklah." Mae Ri berkata pada Ayahnya, "Sesuai dengan janjimu, karena dia sudah memotong rambutnya maka dia bisa melewati salah perkenalan dengan formal kan?" Ayah Mae Ri lagi-lagi menjawab, "Ya baiklah."

Moo Kyul mendekatkan wajahnya pada Ayah Mae Ri dan berkata, "Sekarang kau tidak akan mengangguku kembali kan?" Ayah Mae Ri dengan cepat menjawab, "Tentu saja. Aku memegang janjiku." Moo Kyul merangkul Mae Ri dan mengajak Ma Ri pergi, "Kalau begitu selamat bekerja keras. Sayang ayo pergi." Mae Ri kaget dan ikut berkata, "Ayo sayang." Ayah Mae Ri melihat Moo Kyul dan Mae Ri yang sudah pergi lalu berkomentar, "Dia bilang bahwa rambutnya ini sangat berharga dari hidupnya. Apa ini artinya dia benar-benar mencintai Mae Ri?"



Moo Kyul dan Mae Ri pulang ke rumah Moo Kyul dan Moo Kyul terlihat lesu. Mae Ri berkata, "Kau memotong rambutmu demi aku. Maafkan aku." Mae Ri lalu membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah kotak yang lalu di berikan pada Moo Kyul, "Ini hadiah." Moo Kyul membuka kotak itu dan menemukan ada sarung tangan rajut, Moo Kyul pun lalu berkomentar, "Kau menyelesaikannya. Ini terasa hangat." Mae Ri berkata, "Bukankah awalnya kau katakan tidak mau memotong rambutmu? Kenapa tiba-tiba kau memotongnya?" Moo Kyul menjawab, "Karena ini sungguh menganggu. Jika aku tidak melakukan ini maka Ayahmu akan terus datang dan menggangguku."

Mae Ri mengomel, "Kau seharusnya mengatakan hal ini padaku sebelum memotong rambutmu. Kemarin aku sudah menyelesaikan semua masalahnya dan Ayah juga Tuan Jung tidak akan lagi mengganggumu." Moo Kyul menatap Mae Ri dengan kaget, "Kenapa tidak mengatakan padaku sebelumnya?" Mae Ri menjawab, "Kau memotong rambutmu sebelum aku sempat mengatakan hal ini padamu. Apa yang harus kita lakukan? Maafkan aku." Mae Ri mengelus rambut Moo Kyul dan berkata, "Sayang sekali."



Moo Kyul marah dan berkata, "Ya! Wi Mae Ri kenapa kau tidak mengatakan padaku lebih cepat?" Moo Kyul melepaskan rambut pendeknya itu yang ternyata sebuah wig dan meletakan wig itu keatas kepala Mae Ri lalu dia pergi. Mae Ri tentu kesal karena ternyta Moo Kyul membohonginya.



Jung In sedang menunggu di sebuah Restaurant dan Lee Ahn datang menghampirinya, "Ada apa memintaku datang bertemu sepagi ini?" Jung In menjawab, "Aku pikir kita perlu membicarakan jadwalmu." Lee Ahn terdiam mendengar hal itu.



JI Entertainment mulai sibuk membuat pesta perayaan dan Mae Ri ikut sibuk untuk mengatur dekorasi ruangan. Jung in melihat Mae Ri lalu bertanya, "Wi Mae Ri bagaimana dengan perisapannya?" Mae Ri menjawab, "Semua undangan sudah terkirim dan aku tinggal memeriksa beberapa hal kecil." Jung In berkata, "Kalau begitu aku menyerahkan semuanya padamu." Saat Jung In akan pergi, Moo Kyul mencegahnya dan memperbaiki dasi Jung In. Jung In hanya terdiam dan melihat wajah Mae Ri. HP Jung In berbunyi dan dia pun pamit pergi untuk mengangkat telfon.



Jung In menghampiri Moo Kyul di studio dan meminta Moo Kyul dan bandnya untuk tampil dalam acara pembukaan ini. Tentu saja Moo Kyul kaget mendnegarnya karena ini terlalu tiba-tiba. Teman-teman band Moo Kyul yang melihat hal itu langsung berkomentar, "Wah orang ini benar-benar. Dia ingin kita mau gratis untuk pembukaan ini? Benar-benar menyebalkan. Dia seperti memperlakukan band kita ini band payah."



Jung In masuk kedalam ruangan pesta yang sudah cukup ramai dengan para tamu yang datang. Jung In ikut bergabung dengan Nona penulis dan Seo Joon lalu Seo Joon bertanya, "Bagaimana? Semuanya berjalan lancar?" Jung In menjawab, "Aku percaya semuanya akan lancar." Lee Ahn dan manager datang dan ikut bergabung. Manager berkata, "Oppa selamat. Semoga drama ini akan menjadi terkenal." Lee Ahn ikut berkata, "Ah sangat disayangkan mengenai jadwalku. Jika saja drama ini akan mulai shooting kurang dari 6 bulan maka aku dengan senang hati akan bergabung." Jung In tersenyum dan menjawab, "Aku memegang janjimu." Karyawan Jung In datang dan mempersilahkan Jung In untuk memberikan sambutan pada pesta ini. Jung In permsi pergi dan sebelum dia naik ke atas panggung dia menatap Mae Ri sesaat.



Jung In naik keatas panggung dan memulai memberikan sambutan, "JI Entertainment dengan bangga pertama kalinya kami memperkenalkan drama kami yang berjudul "Wonderful Day." Dan mengenai hal ini aku juga akan memberikan informasi penting. Produksi Drama ini akan dimulai sebelum Drama ini tayang di stasiun TV. " Semua yang mendengar itu tentu kaget tapi Nona Penulis dan Seo Joon tidak kaget sama sekali karena mereka sudah tau rencana ini. Dan Jung In mengambil ide ini dari Mae Ri saat makan siang.

Jung In kembali melanjutkan sambutannya, "Walaupun ada orang yang meragukan hal ini tapi kami akan menyakinkan bahwa drama ini memiliki kualitas. Dan saya sangat berterima kasih pada para staff yang sudah berusaha keras. Lalu saya berterima kasih pada Aktor Lee Ahn yang bersedia menyisihkan waktu 6bulannya untuk terlibat dalam drama ini." Lee Ahnkaget mendengar hal itu dan hanya bisa melambaikan tangan pada para tamu sementara Seo Joon hanya tersenyum. Jung In kembali memberikan smabutannya, "Lalu aku berterima kasih pada Seo Joon yang juga sudah percaya dan memberikan dukungan pada drama ini. Dan juga terima kasih pada Nona Penulis Lee yang sudah membuat skenarionya. Kalian bisa melihat skenarionya untuk 16 episode dan informasi selanjutnya akan di sampaikan dalam waktu dekat. Sekarang kami perkenalkan pengisi music dalam Drama ini. Aku harap kalian akan menikmati drama ini." Jung In membungkuk memberikan salam dan semua tamu bertepuk tangan.



Band Moo Kyul pun tampil membawakan lagu Butakhae My Bus dan tamu-tamu menikmatinya. Manager dan Lee Ahn diam-diam keluar dari tempat pesta itu karena kesal. Jung In menghampiri Mae Ri yang berdiri sendirian dan mae Ri bertanya, "Kenapa kau tidak mengatakannya padaku? Aku benar-benar terkejut." Jung In menjawab, "AKu ingin mengejutkanmu." Karena ruangan yang ribut dengan music maka Mae Ri berbisik pada Jung In saat berbicara dan mereka terlihat dekat, "Tadi kau terlihat keren di atas panggung." Jung In balik bertanya, "Benarkah?" Mae Ri menjawab, "Ya!"

Jung In bertanya, "Bukankah Moo Kyul terlihat keren?" Mae Ri tidak begitu mendnegar pertanyaan dan balik bertanya, "Apa?" Jung In berbisik ke kuping Mae Ri, "Kang Moo Kyul terlihat keren saat tampil." Mae Ri menjawab, "Ya. Dia sangat keren saat menyanyi." Ternyata sejak tadi mata Moo Kyul terus menatap ke arah Mae Ri dan Jung In yang terlihat berbicara akrab dan Seo Joon menyadari arah pandangan Moo Kyul itu ke Mae Ri.



Selesai menyanyi, Moo Kyul langsung di datangi oleh para fansnya yang meminta tanda tangan. Sementara itu Jung In, Seo Joon dan Nona penulis sedang berbicara bersama. Seo Joon berkata, "Kau tadi sangat hebat saat di atas panggung." Nona penulis ikut berkomentar, "Ya. Aku sempat khawatir saat kau mengatakan bahwa kita akan memproduksi drama ini walaupun belum ada stasiun TVnya namun aku benar-benar tersentuh saat mendengar hal itu. " Jung In tersneyum dan berkata "Ini semua berkat dukungan kalian juga. Terima kasih banyak." Seo Joon berkata, "Harusnya kami yang berterima kasih. Mari kita sukseskan drama ini." Nona penulis setuju, "Ya mari sukseskan drama ini dan lakukan yang terbaik."

Karyawan kantor memanggil Nona penulis dan bilang bahwa banyak tamu yang ingin bertemu dengan Nona penulis. Nona penulis pun permisi pergi. Soe Joon lalu mengomentari pesta ini, "Wow pesta ini sungguh sukses." Jung In melihat ke arah Moo Kyul yang sedang sibuk dengan fansnya dan berkata, "Kang Moo Kyul salah satu yang membuat pesta ini sukses." Seo Joon melihat itu dan ikut tersneyum, "Ya sepertinya dia akan membuat drama ini menjadi terkenal juga."



Saat Moo Kyul sedang sibuk memberikan tanda tangan pada fansnya, Mae Ri datang ke rungan pesta dan Moo Kyul memberikan isyarat pada Mae Ri agar segera menunggu di ruangan lain di kantor agar mereka bisa berbicara. Mae Ri menurut dan segera pergi. Moo Kyul selesai memberikan tanda tangan pada fansnya dan pergi menyusul Mae Ri.



Nona penulis bertanya pada Jung In, "Dimana kau menemukan band ini? Mereka sangat tampan. Dan vokalisnya itu bisa menjadi pilihan untuk peran kedua laki-laki. Kita akan melibatkan mereka pada drama ini kan?" Jung In menjawab, "Ya. Itulah sebabnya aku meminta mereka untuk mengisi OST." Nona penulis lalu berkata, "Ah aku suka dengan ide menggunakan band indie yang sebenarnya pada drama ini. Aku pikir ini hal yang baik dan sebaiknya cepat katakan pada mereka." Jung In berkomentar, "Baiklah aku akan memperkenalkan mereka padamu. Tunggu sebentar."



Jung In mencoba mencari Moo Kyul namun yang dia temukan justru Mae Ri yang diam-diam keluar dari ruangan pesta dan tentu saja itu membuat Jung In penasaran.



Mae Ri menghampiri Moo Kyul dan bertanya, "Terlalu banyak orang disini. Bagaimana jika mereka melihat kita?" Moo Kyul balik bertanya, "Lalu apa yang tadi kau lakukan hah di depan banyak orang? Kau dengannya berbicara dengan romantis saat aku tampil. Ini sangat mengganggu dan sulit membuatku konsentrasi." Mae Ri tersenyum dan bertanya, "Kenapa ini? Apakah kau cemburu?" Moo Kyul langsung mengelak, "Aku tidak cemburu! Kau ini sedang bekerja atau berkencan hah?" Mae Ri membela diri, "Aku hanya membicarakan musicmu dengannya." Moo Kyul berkata, "Itulah yang aku maksud. Kau harusnya mendnegarkan musicku. Bukannya berbicara dengannya!" Mae Ri kesal dan bergumam, "Huh kau ini...."



Jung In datang dan Mae Ri cepat-cepat merangkul tangan Moo Kyul. Moo Kyul melepaskan rangkulan tangan Mae Ri dan menggenggam tangan Mae Ri, "Ayo kita pergi ke tempat yang lebih sunyi." Saat Mae Ri dan Moo Kyul akan pegri, Tiba-tiba Jung In berkata, "Bukankah kita sudah membuat perjanjian bahwa hubungan ini harus di rahasiakan di kantor?" Moo Kyul menatap Jung In dengan tajam dan bertanya, "Lalu apa yang tadi kau lakukan saat aku sedang tampil? Berbicara mesra dengan dia?" Mae Ri mencoba menenangkan Moo Kyul, "Sudahlah Kang Moo Kyul."

Moo Kyul menarik Mae Ri pergi namun cepat-cepat Jung In menahan tangan Mae Ri juga. Mae Ri kaget dan bertanya, "Kau kenapa seperti ini Jung In? Ya! Apa yang kalian berdua lakukan?"



Karyawan kantor datang ke ruangan itu bersama Seo Joon dan karyawan lainnya dan mereka melihat Mae Ri yang kedua tangannya sedang di tarik oleh dua pria, Moo Kyul dan Jung In. Jung In sadar bahwa hubungan ini tidak boleh ketahuan oleh kantor sehingga dia segera melepaskan genggaman tangannya pada tangan Mae Ri. Seo Joon melihat tangan Mae Ri dan Moo Kyul yang saling mengenggam dan dia bertanya, "Apa yang kalian lakukan?" Mae Ri sadar dan langsung melepaskan genggaman tangan Moo Kyul.

Teman-teman band Moo Kyul dan para fans datang dan ikut kaget melihat siituasi itu. Jung n berkata, "Aku akan menjelaskannya." Moo Kyul cepat-cepat memotong ucapan Jung In dan berkata, "Tidak perlu." Moo Kyul menggenggam tangan Mae Ri dan mengangkatnya tinggi-tinggi, "Perempuan ini adalah perempuanku." Semua tamu kaget mendengar hal itu. Dan mereka semakin kaget saat Moo Kyul berkata, "Kami sudah menikah." Jung In langsung memejamkan matanya sementara Seo Joon dan Mae Ri menatap kaget ke arah Mo Kyul.



Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...