Laman

Jumat, 03 Desember 2010

Sungkyunkwan Scandal (Episode 17)

Jae Shin, Yong Ha, Sun Joon dan Yoon Hee saling bertatapan heran. Tiba-tiba seseorang datang, ternyata Baginda.

Semua berdiri menghormat. Jeongjo tersenyum, mereka memperlakukan ke-4 teman baikku dengan kasar,ya? Kalian mau memaafkanku?
Ke-4nya menunduk diam, Jeongjo menghela nafas, bagaimana ini..Prof Jung sepertinya murid2mu tidak mau menerima permintaan maaf dari seorang Raja.

Seorang pria mendekat, semua terperanjat, ternyata Prof Jung Yak Yong.
Jeongjo memberi perintah rahasia pada Jaegeum Kuartet, Terima perintahku, segera mulai Joseon baru! Ke-4 anak itu terperanjat.

Jeongjo menunjukkan sebuah peta pada mereka, sebuah kota yang ingin ia bangun, yang merupakan impian mendiang ayahnya (Sado seja) dan sekarang menjadi impian-nya. Sebuah kota dimana partai politik dan kelas sosial tidak akan memisahkan rakyat.

Jeongjo : Aku akan membangun sebuah kota baru di tempat ini, Benteng Hwaseong. Aku akan memberikan tempat berdagang untuk mereka yang ingin berdagang. Untuk mereka yang ingin mengolah tanah, aku berikan ladang, kota hebat di Timur tanpa partai politik, tanpa budak atau bangsawan, dimana kekayaan dan kemiskinan dibagi bersama, dan dimana perbedaan kelas ditiadakan.

Hwaseong akan menjadi ibukota baru untuk memulai Joseon baru. Jeongjo memberikan sebuah amplop pada mereka, ini kunci benteng itu. Jeongjo ingin menemukan surat yang ditinggalkan oleh mendiang Raja (Yeongjo) dan melakukan sesuatu yang besar.

Prof Jung menjelaskan, 10 tahun lalu di suatu malam, Profesor SKK Kim Seung Heun dan Ketua Siswa Moon Young Shin menerima perintah dari Raja untuk membawa sebuah kotak (berisi surat) kembali ke istana, tapi keduanya tewas saat dalam perjalanan membawa kotak itu ke istana. Kotak berisi surat itu menghilang setelah kejadian itu.

Jae shin dan Sun Joon menoleh ke arah Yoon Hee yang baru pertama kali ini mendengar mengenai kematian ayahnya.

Jeongjo : Ini surat pengunduran diri Kim Seung Heun dan wasiatnya, gunakan ini sebagai petunjuk. Apa kalian mau membantuku menemukan surat itu dan membantuku mewujudkan impian dan keinginan-ku?

Baginda dan Prof Jung pergi meninggalkan ke-empatnya sendirian.

Yoon Hee yang pertama bersuara : Aku ingin menemukannya! Tidak, aku harus menemukannya. Meskipun aku tidak bisa mengingat wajah ayahku secara jelas, aku berharap bisa mengenal seperti apa ayahku itu. Jika aku mencari di dalam surat wasiatnya...jika aku mengikuti jejak terakhirnya, mungkin aku bisa mengerti sedikit...siapa ayahku dan bagaimana ia hidup..aku ingin tahu. Kumohon, bantu aku Sahyung.

Yong Ha tanya pada Jae shin, bagaimana denganmu?
Jae shin : Moon Young shin, Aku juga ingin tahu apa yang di-impikan orang bodoh itu.
Yoon Hee : Sahyung..
Jae Shin : Dia kakakku..orang menyedihkan itu..
Sun Joon tampak kaget, ini pertama kali ia tahu. Yong Ha menepuk bahu Jae shin.

Jeongjo mengadakan diskusi dengan Perdana Menteri Che Je Gong dan Prof Jung.
PM Che Jegong : Moon Jae shin dan Kim Yoon Shik lebih pas untuk menjalankan perintah rahasia ini dibanding yang lainnya. Tapi, Cheon Na, saya tidak mengerti mengapa Lee Sun Joon, putra Noron, dan yang lain, yang bukan seorang Namin atau Soron...

Jeongjo memotong : Gu Yong Ha...Gu Yong Ha, tepat seperti anak menyenangkan itulah Joseon baru yang ingin aku bangun.

Prof Jung : Apa anda percaya kalau anak-anak itu bisa mengungkapkan misteri ini?
Jeongjo : Tentu saja, aku percaya mereka bisa.

Kembali pada Jalgeum kuartet, Yoon Hee membuka surat wasiat ayahnya.
Yong Ha berkata itu surat pengunduran diri yang sekaligus adalah surat wasiat, disitu berarti mengandung petunjuk. Yoon Hee membaca isi surat ayahnya.

Isinya sangat puitis dan Yong Ha memotong, tunggu..tunggu, itu mengesankan sekali. Yoon Hee heran, apa kau mengerti, Sahyung.
Yong Ha berkata dengan yakin : Tidak, aku tidak mengerti apa artinya. Tapi itu pasti sandi rahasia yang hebat sekali..Bwa...
Yoon Hee mengeluh, sahyung...Yong Ha senyum lebar :)

Yong Ha mulai mencoba mengulas kembali apa yang terjadi di malam itu, 10 tahun yang lalu, dan ada flashback saat Baginda memberikan tugas itu pada Prof. Kim.

Sun Joon dan Yoon Hee menyadari kalau ini adalah kode, ayah Yoon Hee suka sekali dengan permainan kata dengan menggunakan karakter Cina. Keduanya menemukan ada kaitan kata antar kalimat. Jae shin tidak terlalu semangat, sepertinya ia tahu temuan ini akan mengarah ke siapa. (Partai Noron, ayah Sun Joon)

Sun Joon menunjuk karakter2 yang bisa dipakai dalam paja, wang, yi, in, wol,sil, sa dan keduanya sampai pada kesimpulan, Geum Deung...
Yong ha : Geum deung adalah peti penyimpanan dari logam (geum= jin = emas)..lalu Yong Ha menoleh lagi pada si real-brainiac, Moon Jae shin

Jae shin : itu adalah kalimat yang muncul dalam "sejarah klasik". Dari Dinasti Zhou, kerelaan untuk memberikan hidupmu sendiri demi menyelamatkan raja...
Jae Shin : Geum Deung Ji Sa.

Yoon hee kaget, sahyung! apa selama ini kau sudah tahu? Lalu Yoon hee sadar, Jae shin adalah Hong Byuk Seo dan apa yang selama ini diributkan Hong Byuk seo? Geum Deung Ji Sa. Bingo!
Semuanya tanya, apa kau tahu dimana Geum Deung Ji Sa?

In Soo menemui ayahnya dan lapor kalau Hong Byuk Seo adalah Moon Jae shin. Kita harus mengirim pasukan ke SKK untuk menangkap Jae Shin. Tapi Menteri Perang ragu-ragu, hanya dengan bukti gelang tidak kuat.
Menteri Ha : Jadi, Hong Byuk seo adalah putra menteri Keamanan...tapi kita tidak punya bukti kuat.
In Soo : Kita bisa mengirim pasukan ke SKK besok pagi untuk menangkapnya dan mengirimnya ke Uigyeombu.

Menteri Ha punya rencana lain dan setelah ayahnya pergi, In Soo berkata pada kepala pengawal kalau ayahnya terlalu berhati-hati, dan ia minta beberapa orang pada kepala pasukan untuk menangkap Hong Byuk seo sendiri.

Jae Shin berkata kalau kita akan bisa menemukan dimana GDJS dengan melacak kembali jejak 10 tahun lalu. Kalian teruskan saja memecahkan kode di surat itu, aku benci dengan hal-hal yang membuat kepalaku sakit.
Jae Shin akan pergi dan Yong Ha tanya, bagaimana denganku?

Jae shin berbalik dan kelihatan sebal, menurutmu? lalu Jae Shin menyeret Yong Ha. Yong Ha tentu saja senang sekali, hore..main dengan Jae shin...:)

Saat keduanya sudah diluar, Yong Ha tanya, apa sebenarnya Geum Deung Ji Sa itu. Jae shin menjelaskan apa yang ia tahu, kalau partai Noron Byeokpa ada di balik pembunuhan kakak-nya dan juga ayah Yoon Hee. Karena isi GDJS bisa membuat mereka yang terlibat dalam kematian Sado seja terungkap.

Yong Ha : Kenapa kau diam saja dan baru mengatakan-nya sekarang?
Jae shin hanya melotot ke arah Yong Ha (kau pikir kenapa?) tapi mereka tiba-tiba dikepung oleh In soo dan pasukannya.

In soo : senang bertemu kalian disini, karena Hong Byuk seo sudah muncul lagi.

Yong Ha dan Jae Shin sedikit terperanjat.

Yong Ha : Kau seharusnya mengatakan padaku lebih cepat, jadi aku bisa melihatnya.

In soo mengeluarkan lukisan Hong Byuk Seo dan mendekatkan-nya ke wajah Jae shin, Yong Ha komen, kalau kau menggunakan bukti lemah itu untuk menangkap Hong byuk seo, maka yang kelihatan mirip lukisan itu adalah kau! sambil mendekatkan lukisan itu ke wajah In soo ..bwa hahaha..I love u Yong ha..

In soo : Aku ingin tahu apa kalian masih bisa bercanda setelah melihat ini. Ini bukti yang kau tinggalkan semalam ketika keluar sebagai Hong Byuk seo. Jika aku perlu saksi untuk mengatakan apa gelang ini milik Moon Jae Shin, aku bisa membawa siapa saja dari SKK.
Seorang petugas meraih tangan Jae shin dan sim salabim...Jae Shin mengenakan gelang!

Jae shin : Apa ini yang kau cari?

Yong Ha menunjukkan pergelangan tangannya, atau sesuatu seperti ini?

In soo speechless dan seperti ingin menelan Yong Ha hidup2.

Yong Ha : Ah kita harus menghadiri kuliah Prof Yoo, jadi kita harus bergegas. Hei, kau tidak membutuhkan ini lagi kan? Yong Ha mengambil gelang Jae shin dari tangan In soo, Daemul kami selalu ingin sesuatu seperti ini, kita harus saling berbagi hal-hal yang tidak kita perlukan lagi kan? kau harus mencobanya.

In soo bagai tersihir dan membiarkan saja Yong Ha mengambil gelang itu dan melenggang pergi bersama Jae shin. Keduanya jalan setengah berlari kecil sambil tos! Jae shin ketawa lebar...(meskipun aku ngga tahu kapan Yong Ha ngeronce manik2 tapi that's really cool..hehe)

Yong Ha : Hei kau lihat kan? Aku Gu Yong Ha

Jae shin serius lagi, aku berniat mencarinya, jika aku bisa menemukan Geum Deung Ji sa yang menghilang, aku mungkin akan bisa bertemu orang2 yang melakukan itu pada kakakku dan aku berniat menunjukkan pada mereka apa yang harus mereka takutkan.
Yong Ha : jadi aku bisa membantu apa?

Sementara Yoon Hee jadi ragu, lokasi dimana Geum Deung ji sa berada adalah dimana negara kita mulai, apa aku bisa menemukannya? Aku tidak pernah melakukan hal sebesar ini dan aku tidak tertarik masalah politik atau masalah negara kita. Dan aku juga tidak pintar, aku bahkan tidak bisa menebak apa yang dipikirkan ayahku dan impian-nya dan aku juga...

Sun Joon berlutut dan menggenggam tangan Yoon Hee, aku akan disini. Saat kau mulai merasa semua menjadi rumit dan sulit, aku akan ada di sisimu. Saat kau menyesal karena memulai tugas berbahaya ini, aku akan ada di sampingmu. Saat kau tidak ingin melanjutkan-nya dan ingin menyerah, saat kau mulai tidak percaya dengan kemampuanmu, saat kau merasa frustrasi dan jika kita tidak bisa melakukan apapun, tangan kita kosong dan gagal, Kim Yoon Hee, aku akan selalu ada di sisimu.

Prof Jung bertemu dengan Jae Shin, kau mengingatkanku dengan kakakmu. Raja punya permintaan untukmu, Jangan datang lagi sebagai Hong Byuk seo dan menyebarkan pesan-pesan seperti itu lagi.

Jae shin kaget, anda tahu?
Prof Jung : Meskipun ayahmu adalah Kepala Uigyeombu, jika kau tertangkap oleh Menteri Perang sekarang, dia tidak bisa menyelamatkanmu.
Jae shin : Saya tahu itu. saya percaya dia tidak punya kekuatan atau keinginan melakukannya..

Prof Jung : Kakakmu juga adalah penulis yang baik. Lewat tulisanmu, aku melihat kakakmu, itu sungguh menyenangkan. Apa kau bekerja begitu keras agar tulisanmu mirip dengannya?

Jae shin tersentuh dan membalas Prof Jung dengan ini : Mencintai rakyat tanpa mencemaskan negara bukanlah puisi. Merasa sakit untuk jaman tanpa memiliki kemarahan pada dunia bukanlah puisi. Menjunjung tinggi kebajikan tanpa mengontrol kejahatan bukanlah puisi.

- dari buku yang sangat saya suka, sebuah buku puisi dan ditulis oleh siswa Sungkyunkwan beberapa waktu lalu, Pelajar Jung Yak Yong. (kalau aku jadi Prof Jung, dah aku kasih nilai A+++ buat Jae Shin the brainiac hehe, but not Jung Yak Yong..)

Jung Yak Yong : Meskipun demikian, jika kau jarang hadir, kau sekali lagi akan gagal dalam kelas Analek Konfusius tahun ajaran ini. Ha! (oh ayolah Profesor...)
Keduanya senyum.

Sun Joon dan Yoon Hee pergi ke toko buku Tuan Hwang, mereka memakai lift manual dan Sun Joon kesulitan mengoperasikannya. Yoon hee menggodanya, apa karena Soon Dol yang biasa melakukannya untukmu? maksudnya karena Sun Joon terbiasa dengan kehidupan enak dan pelayanan. Yoon Hee mencoba menariknya, tapi salah arah dan liftnya tergoncang, membuat Yoon Hee jatuh ke pelukan Sun Joon!

Tuan Hwang mengetok lift, apa kalian baik2 saja? apa mesin-nya rusak? panas sekali di dalam ya...hehehe

Setelah keduanya keluar, Sun Joon berkata bagus juga kalau liftnya rusak. Aku pikir karena mungkin kau ini kuat, jadi kau sengaja membuatnya bergoncang.
Yoon Hee heran, apa maksudmu?

Sun Joon menggodanya, apa kau tidak ingat..kemarin..di perpustakaan..apa aku harus mengatakannya?

Yoon Hee kaget, Aku tidak percaya ini..itu tidak akan pernah terjadi lagi, jadi jangan cemas, dan Yoon Hee langsung pergi dengan kesal dan terhina hahaha

Sun Joon bingung dan mengejarnya..tidak..maksudku..(hahaha...Sun Joon pikir Yoon Hee sengaja menggoncangkan lift agar bisa menciumnya lagi, dan ini membuat Yoon Hee terhina, ya iyalah...)

Keduanya sampai di halaman SKK, dan Jae shin melihat keduanya dari kejauhan.
Sun Joon berkata kalau Yoon Hee tidak konsisten (saat kompetisi memanah, ia membiarkan Jae shin menyentuh pipinya dan tidak mengijinkan Sun Joon!)

Yoon Hee tidak percaya ini dan berkata aku janji mulai sekarang aku tidak akan melakukan itu lagi. Yoon Hee pergi dan Sun Joon mengikutinya.

Jae shin melihatnya, lalu mendengus dan tersenyum getir. Ya ada suara hati yang terluka.

Yoon Hee dan Sun Joon masuk perpustakaan, sebenarnya untuk mencari petunjuk tentang GDJS, tapi Lee Sun Joon meninggalkan beberapa "catatan" (baca : surat cinta) untuk Yoon Hee di beberapa buku.

Yoon Hee membuka yang pertama dan langsung senyum, senyum sekali, lebih muda sekali, marah sekali, lebih tua sekali. Kemudian, jika kau ketawa sekali, kau lebih muda setahun, dan jika kau marah sekali, kau mendapatkan kerutan.

Yoon Hee senyum2 sendiri, dan berikutnya, itu hanya lelucon, jadi kumohon jangan marah lagi.

Yoon Hee membuka surat berikut, mereka yang kekuatannya tidak mencukupi akan menyerah ditengah jalan. Sekarang kau membatasi dirimu. Ini adalah analek Konfusius. Melepaskan sesuatu yang sudah kau mulai bukanlah yang dilakukan oleh seorang pelajar Konfusius, kenali musuhmu dan dirimu sendiri, dan kau akan menang dalam ratusan pertempuran..apa kau benar2 tidak mengerti hatiku?

Yoon Hee geli dan ketika akan membuka buku terakhir, Myung Sik (ketua siswa Soron) mengambilnya. Sun Joon panik dan langsung merebut buku itu.

Myung Sik marah, apa kau baru saja merebut buku dari tangan seniormu? Sun Joon bingung, Yoon Hee geli, Ahn Do Hyun, Woo Tak, dan Hae Won mendekat.

Sun Joon minta maaf dengan tulus dan membungkuk, lalu menyarankan Myung Sik membaca buku yang lain. Myung Sik berkata pada Ahn dkk, kalian lihat kan, bagaimana Lee Sun Joon minta maaf padaku?

Myung Sik pergi dengan puas. Ahn Do hyun berkata jangan libatkan aku dan mereka bubar. Sun Joon berkata pada Yoon Hee, di situ ada sesuatu yang ingin aku katakan tapi tidak bisa secara langsung, kau baca saja sendiri. Sun joon bergegas pergi setelah mengembalikan buku di rak.

Yoon Hee membuka buku itu, menemukan kertasnya dan melihat, itu adalah sebuah kata dengan 13 goresan yang paling indah : Ai, cinta.
Suara Sun Joon : Aku mencintaimu. (oya, kertasnya warna pink)

Yong Ha di kantor polisi, ia mentraktir mereka minum-minum dan makan. seorang polisi merasa tidak enak, tapi Yong Ha berkata ringan, kalian adalah abdi negara itu pantas untuk kalian, ayo minum..minum..
Yong Ha membuka tumpukan dokumen2 lama, berisi catatan kepolisian tentang apa yang terjadi 10 tahun lalu. Dia mencari surat dengan tanggal hari pertama bulan ke-12 tahun Sinchook 1781. Gu Yong Ha mengibaskan debu :)

Yong Ha menemukan hal penting, saat itu ada catatan mengenai utusan Qing yang datang. Yong ha berpikir, kalau ada tamu penting, ibukota pasti dijaga ketat, tidak mungkin ada penjahat. Satu-satunya yang bisa mengawal Prof Kim seung heun dan Moon Young Shin yang membawa Geum Deung Ji Sa dari gunung Wolchul ke istana adalah pasukan Hanseongbu.

Yong Ha memeriksa catatan petugas Hanseong dan kaget karena lima dari petugas itu tidak menulis laporan. Yong Ha sadar pasti ada yang menerima uang sogokan.

Yong Ha membawa buku catatan itu dan mendekati polisi, lalu tanya dari nama-nama ini, siapa yang menghilang malam itu atau tiba2 berubah kehidupannya/karena kaya mendadak. Tapi tidak ada yang memberikan jawaban semua gugup, kau sebenarnya siapa?

Yong Ha menunjukkan lencana : Penyelidik rahasia dari Baginda.

Yong Ha mendapat satu nama, Petugas Yoon, yang sedang berjudi. Yong Ha mengamatinya dan melihat orang itu kalah terus. Ia sudah ketagihan judi. Seorang gisaeng senior/pemilik tempat judi, berkata kalau pria itu benar2 gila judi dan bahkan akan mempertaruhkan putri dan istrinya kalau perlu.

Yong Ha komen, benar kata orang, kalau kau ketagihan judi kau tidak akan berhenti sebelum kehilangan pergelangan tanganmu.

Gisaeng senior itu menggoda Yong Ha, bagaimana dengan anda tuan muda, katakan pada kami bagaimana keluar dari kesulitan ini. Yong Ha main2 dengan tangan Gisaeng itu dan sambil tanya ia menyelipkan cincinnya ke jari Gisaeng itu, 10 tahun lalu, aku dengar pria itu nyaris mati, siapa yang menyelamatkannya?

Gisaeng itu berkedip dan senyum, yang terancam nyawanya bukan dia, tapi anda, Tuan Muda. Lalu ia melihat ke arah luar, Yong Ha mengikutinya dan kaget, ternyata ayahnya datang marah2!

Ayah Yong Ha : kau berandal kecil! sungguh memalukan sebagai siswa SKK! Ayah Yong Ha menyeretnya pergi.
Tuan Yoon juga diseret pergi dan ia memperhatikan Yong Ha. (Ayah Yong Ha sangar, pasti Yong Ha mirip ibunya haha)

Di kediaman keluarga Gu, ayah Yong Ha marah2 dan minta Yong Ha segera menikah. Ini ada putri seorang bangsawan, putri Menteri Tenaga Kerja, dia akan memberimu keluarga yang terpandang.
Yong Ha menolaknya, aku tidak akan melakukannya. Ayahnya marah, apa? Apa kau ingin anak2 mu nanti juga setengah bangsawan/Yangban?

Yong Ha : Orang yang menyerahkan putrinya demi uang, tidak akan terpandang di Joseon.

Ayahnya mendengus, kudengar kau berteman dengan putra Menteri Kiri Lee, kau berandal kecil yang tahu bagaimana dunia berputar. Dari dulu kau membuang waktu dengan main2 bersama putra menteri Keamanan Gul-oh atau Gul-in itu.
Aku bukannya ingin kau menendang putra Soron, memang saat ini langit ada di atas Noron, tapi siapa tahu angin bertiup dan Soron akan kuat.

Yong Ha kesal dan berdiri, Siapa tahu Namin akan bangkit lagi, aku juga punya teman seorang Namin, kalau ayah belum tahu.

Yong Ha akan pergi dan ayahnya berkata jangan terlalu menonjol, sakit demam untuk yang lain bisa menjadi cacar untukmu. (Sebagai setengah Yangban, Gu Yong Ha harus hati2, krn bagi anak bangsawan mungkin hanya sedikit goncangan, tp bagi Yong Ha bisa fatal, begitu mungkin maksud ayahnya. Ayah Yong Ha ini pedagang sukses dan tuan tanah besar, cuma sepertinya darahnya campuran, bukan murni Yangban/bangsawan.)

Yong Ha meninggalkan rumahnya dengan hati berat.

Ternyata Go Bong dan Byung Choon melihat itu dan lapor ke In Soo. Byung Choon heran mengapa In soo tiba2 ingin memeriksa keluarga Yeorim?

In soo : Para dewa bersedia membantuku, maka aku harus melakukan tugasku sebagai manusia dengan baik juga.

Yong Ha minum-minum bersama Jae shin. Yong Ha berkata misi rahasia dari Baginda sepertinya tidak cocok untuk-ku, yang aku percayai adalah kau Gul-oh, jadi kau harus menemukannya, ok? Aku juga ingin melihat dunia hebat yang dibicarakan Baginda.

Jae shin : Kau ini kenapa? mabuk? atau terjadi sesuatu?

Yong Ha : Ayo kita lakukan.
Petugas Yoon lewat ia mabuk dan berkata : Minum dua kali, gembira dua kali. Dan minum tiga kali, gembira tiga kali.

Yong Ha : Benar, petugas Hanseongbu Yoon Hyung Goo, setelah hari itu, dia langsung membayar semua hutang judinya, jika kita temukan darimana uangnya, kita akan menemukan darimana ia memperolehnya.

Jae shin mendapat ide dan ia segera ke kantor ayahnya. Jae Shin memeriksa semua lemari ayahnya. Jae shin memeriksa surat2. Lalu menemukan sebuah buku laporan yang membuatnya terperanjat.

Ayahnya masuk, apa yang sedang kau lakukan?
Jae Shin kaget dan ia berdiri, menjatuhkan buku itu karena syok. Ayahnya memungut buku itu.

Menteri Min : Ini tempat dimana aku melakukan tugasku, kau memang anakku, tapi tetap saja..
Jae shin : Mengapa buku itu ada di situ? Buku yang mencatat insiden kematian kakak-ku dan juga laporan penyelidikan tentang Menteri Kiri Lee dan Menteri Ha, mengapa ada di dalam lemarimu??

Menteri Min : Apa kau pikir, ayahmu ini benar2 memaafkan mereka yang melakukan itu pada kakak-mu?
Jae Shin : Lalu...apa benar Menteri Kiri Lee dan Menteri Perang pelakunya?

Menteri Min : Ya! Jadi sekarang serahkan padaku untuk menyelesaikan apa yang terjadi pada kakakmu dan jangan terlibat lagi..aku meskipun hidup, tidak benar2 hidup. Aku hanya menahan diri sampai tiba hari pembalasan atas mereka. Jadi jangan mencampuri urusan yang menjadi bagianku.

Jae shin baru tahu itu, dan sepertinya Jae Shin mulai menghargai ayahnya.

Jae shin keluar dari Uigyeombu dengan pengertian baru dan merasa menyesal dengan semua kata2 kerasnya pada ayahnya.

Di asrama, Sun Joon dan Yoon Hee memeriksa buku2 dan mencari mengenai GDJS, tapi Yoon Hee tidak bisa menemukannya diantara buku2.
Sun Joon lebih kacau lagi, dia sama sekali tidak konsentrasi dan hanya menunjuk di tempat dimana ada jari Yoon Hee, jelas Sun Joon ingin memegang tangan Yoon Hee. Yoon Hee tahu itu dan hanya geli.

Yoon Hee membiarkan tangannya dipegang Sun Joon, ini, sudah sekarang? sekarang konsentrasi pada buku. Keduanya saling berpegangan tangan dan mulai membalik2 buku, tapi tetap saja tidak konsentrasi dan senyum geli.

Jae shin pulang dan melihat bayangan mereka, ia tidak tahan dan memutuskan tetap diluar.

Jae shin duduk di beranda asrama dan minum arak. Lalu memanjat pohon dan tidur disana. Ah ...Jae Shin aku jadi takut kalau kau kena pneumonia karena sering tidur di luar sigh...

Sementara di dalam, Yoon Hee berkata ia akan pergi ke toko tuan Hwang, mungkin saja akan menemukan sesuatu di sana. Sun Joon sepertinya menemukan sesuatu tapi ditutup dengan tangannya, dan Yoon Hee ingin tahu hanya tidak diijinkan Sun Joon.

Byung Pan/Menteri Ha menemui Menteri Lee dan berkata kalau mereka sebagai orang tua harus mulai turun tangan mengenai urusan pernikahan anak2 mereka.
Menteri Ha : Mereka masih terlalu muda untuk menyadari itu. (pentingnya pernikahan dan kekuatan keluarga)

Tiba-tiba Yoon datang. Mereka tidak mengenal siapa Yoon dan Yoon menjelaskan, pada malam tanggal 1 bulan ke 12 th 1781, saya petugas Hanseongbu saat itu Yoon Hyung Goo, tuan. Yang sudah membantu anda.
Byung Pan marah : Kau sialan!

Petugas Yoon menemui Menteri Kiri Lee dan Menteri Ha, ia lapor kalau ada orang2 Baginda yang mencoba melacak jejaknya, mereka ingin tahu kejadian malam itu, 10 tahun yang lalu. Malam ketika saya membawa Profesor Kim Seung Heun dan Moon Young Shin pada anda.
Byung Pan kaget dan melihat Menteri Lee, benarkah?
Yoon melanjutkan : Bukan itu saja, mereka bahkan memeriksa tanah yang saya terima. Saya cemas kalau ini akan menyusahkan Tuan, jadi saya memutuskan untuk bersembunyi di tempat terpencil.

Menteri Lee : Lalu?
Yoon : saya perlu sedikit uang untuk pondok dan biaya hidup, Tuan.

Menteri Lee : Kelinci sudah lama tertangkap, tapi sekarang anjing pemburu menyalak. Apa yang akan dilakukan tuannya?
Yoon : Setahu saya anjing itu harus terus hidup, sebelum anjing itu diceburkan ke sumur, anjing itu akan menggigit tuan-nya. Jika saya tuannya, saya memilih menenangkan anjing itu.
(Dengan kata lain Yoon ingin kompensasi agar tidak harus "menggigit" menteri Lee)

Setelah Yoon pergi, Byung Pan berkata ingin menghabisi Yoon. Menteri Lee tidak setuju, apa kau tidak sadar, Baginda menyebar orang2nya, apa kau ingin tertangkap basah oleh Baginda? Menyedihkan!
Menteri Lee pergi, Byung Pan kelihatan tidak senang.

Paginya, Sun Joon dan Yoon Hee masih tertidur di meja sambil berpegangan tangan, Sun Joon bangun dan ia melihat Yoon Hee masih tidur, ia memegang tangan Yoon Hee yang satu lagi.

Sun Joon pergi ke perpustakaan dan bertemu Jae shin. Sun Joon ragu sejenak, tapi ia mendekat dan tanya, Sahyung, tentang GDJS di sejarah klasik, kami tidak bisa menemukannya di perpustakaan SKK, seolah-olah ada yang sengaja menyembunyikan-nya, kepedihan karena kematian yang tidak adil tersirat dalam kalimat di Geum deung Ji sa.

Jae shin : Bukankah kau peringkat pertama so gwa (ujian) dan ahli dalam klasik, mengapa tanya padaku?

Sun Joon tidak menanggapi dan meneruskan kalau mendiang Raja menganggap itu sebagai kematian tidak adil dan Raja sekarang ingin mencarinya. Geum Deung Ji Sa, apakah terkait dengan kematian Putera Mahkota Sado ? Apa kau tahu ini, Sahyung?

Jae shin : Sudah kubilang aku tidak tahan dengan hal-hal yang membuatku sakit kepala, urusi bagianmu sendiri, aku akan melakukan bagianku.
Jae Shin pergi. (Jae shin hanya tidak ingin Yoon Hee terluka )

Jae Shin jalan dan Yoon Hee mengejarnya, Sahyung! Jae shin menoleh dan Yoon Hee tanya mengapa semalam tidak pulang (mengapa coba? karena siapa coba...)

Yoon Hee : Urusan yang kau lakukan, apa berjalan dengan baik? Kami tidak bisa menemukan mengenai Geum deung ji sa di perpustakaan SKK, kami berencana akan ke toko buku. Dimana pengajaran mengarah, dimana negara ini dimulai, apa kau mengerti itu Sahyung?

Jae shin tidak berkata apa-apa, hanya menepuk bahu Yoon Hee seperti menguatkan Yoon Hee untuk badai yang akan ia hadapi dan jalan pergi.

Ahn Do Hyun, Woo Tak, dan Hae Won bolos kuliah dan hanya duduk saja di balik tembok sambil mengutip kata2 Kong Hu Cu. Haeng Yoo Yeo Ryeok. Jeuk Yi Hak Moon, setelah kau selesai menjalankan tugasmu sebagai manusia, pakai sisa waktumu untuk belajar.

Woo Tak : bagaimana dengan ini, dihari musim gugur yang indah ini memang tugas kita sebagai manusia untuk keluar dan main. kita seharusnya libur sejenak dari mempelajari Analek Konfusius. Ketiganya ngakak dan berniat membayar joki untuk menggantikan mereka kuliah.

Tapi Direktur/Daesasung Choi menemukan mereka dan marah2 lalu memukul kepala mereka dengan pentungan :)

Direktur Choi : Dasar kalian, memang itulah alasan beberapa keluarga tidak berhasil dan memberikan contoh Lee Sun Joon, lihat dia, apa kalian pernah melihat seorang seperti Lee Sun Joon bolos dari kelas? Mereka bertiga mengangguk-angguk dan langsung menunjuk satu arah...yap, Lee Sun Joon jalan keluar bersama Kim Yoon Shik, dating! bukan ..ke toko buku untuk penyelidikan.

Daesasung Choi hanya bisa ternganga...(Scene Ahn Do Hyun dkk plus Direktur Choi ini selalu lucu, tidak lucu dibuat2 spt Hwang JuSik + Young Dal atau keluarga Oh Tae Pung)

Yoon Hee dan Sun Joon jalan di pasar dan membeli manisan labu untuk Yoon Hee. Yoon Hee menawari Sun Joon, awalnya Sun Joon menolak, tapi akhirnya membeli juga dan mungkin ini pertama kali untuk Sun Joon makan jajanan pasar seperti ini.

Yong Ha sekali lagi menemui Gisaeng senior itu dan memberikan banyak perhiasan mahal untuk mendapatkan informasi. Yong Ha mendapat surat yang membuktikan kalau pemberi uang adalah Baek Dong Soo, siapa dia?
Gisaeng senior : Kau masih pemula..apa kau pikir dia akan menggunakan nama aslinya?

Yong Ha senyum sambil mengedipkan matanya :)

Di toko buku, Sun Joon menyuruh Yoon Hee masuk dulu, ia ada urusan. Sebenarnya Sun Joon ingin mencari hadiah untuk Yoon Hee :)
Di dalam toko, Yoon Hee justru bertemu Hyo eun!

Hyo eun menanyakan kabar Sun Joon pada Yoon Hee tapi Yoon Hee menghindar. Hyo eun justru minta bantuan Yoon Hee untuk mengubah pikiran Sun Joon, bagaimanapun kami akan tetap menikah. Ini menyadarkan Yoon Hee, kalau pertunangan mereka pasti sulit diputuskan karena menyangkut dua keluarga besar dan terpandang.

Sun Joon masuk dan Yoon Hee berkata aku akan meninggalkan kalian. Tapi Sun Joon menahan pergelangan tangan Yoon Hee! Hyo eun sedikit kaget.

Sun Joon berterus terang kalau ada seseorang dalam hatinya dan minta Hyo Eun melepaskan dirinya, lalu menarik tangan Yoon Hee, ayo pergi.

Sun Joon menarik Yoon Hee meninggalkan toko buku dan seseorang mengamati keduanya, Jae shin! dari wajah Jae shin terlihat :
1. Patah hati..lagi.
2. Sepertinya ia sadar Sun Joon sudah tahu kalau Yoon Hee itu wanita.
3. Kasihan pada keduanya, karena apa yang akan mereka hadapi.

Sun Joon menarik Yoon Hee ke sebuah gang sepi, ia kesal, mengapa tadi kau justru ingin meninggalkan aku dan Hyo eun?

Yoon Hee merasa Sun Joon pasti akhirnya akan menikah dengan Hyo Eun, kalau mengenai aku, kau tidak perlu cemas. Aku sudah sangat bahagia dengan hubungan kita saat ini. Aku tidak pernah memikirkan mengenai masa depan kita.

Sun Joon : Kalau begitu mulailah memikirkannya sekarang dengan serius, pikirkan setiap waktu dengan sepenuh hati. Aku selalu memikirkan-nya sampai kepalaku akan meledak rasanya.

Yoon Hee : Kita terlalu berbeda
Sun Joon : Karena kau, aku melakukan banyak hal yang aku pikir tidak akan bisa kulakukan. Tapi kau seperti biasa, tidak pernah melangkah keluar dari duniamu, yang ingin kau singkirkan adalah aku.
Yoon Hee : Lalu aku harus bagaimana? Aku takut..aku sangat menyukaimu, karena aku jadi gembira setiap hari dan aku tidak terbiasa dengan ini.

Yoon Hee akan pergi, tapi Sun Joon menariknya dalam pelukannya. Ia mencoba mencium Yoon Hee tapi terhalang topi sialan itu. Sun Joon bahkan mencoba dari sudut lain, tapi percuma saja

dan akhirnya keduanya tertawa geli. Kita kembali saja ke toko buku, para sahyung sudah menunggu.

Yong Ha menemui Jae shin yang sudah ada di basement toko buku, meletakkan sebuah surat di depan Jae Shin dan berkata kalau orang yang memberikan uang untuk Yoon Hyung Goo adalah pria bernama Baek Dong Joo. Jika kita bisa melacak siapa pemilik tanah itu maka kita bisa menangkap penjahat di balik kematian mereka.
Yong Ha terlihat gembira.

Jae shin ingin menutupi keterlibatan ayah Sun Joon dan berkata kalau tugas kita hanya menemukan Geum Deung Ji Sa dan bukan orang yang bertanggung jawab atas kematian mereka.
Gu Yong Ha mengenal Jae shin selama 10 tahun dan ia tahu, teman-nya itu tidak akan mengatakan ini kalau tidak mengetahui sesuatu, kau tahu kan? Siapa penjahatnya?

Sun Joon dan Yoon Hee sampai ke toko buku dan masuk ke lift. Sun Joon bisa menjalankan lift kali ini, tapi ia sengaja menghentikan lift di tengah jalan untuk memberikan sesuatu pada Yoon Hee. Sun Joon mengeluarkan kantung dan mengambil isinya, ternyata cincin, lalu memasangkan cincin itu di jari Yoon Hee. Sun Joon sendiri sudah memakai cincin sejak tadi.

Sun Joon : Kau bilang saat kita meninggalkan SKK, semuanya akan berakhir. Tidak ada akhir. Aku akan memulai lagi setiap hari.

Sun Joon menjalankan lift lagi dan tiba2 lift tergoncang, membuat Yoon Hee jatuh ke lengan Sun Joon. Ok, it's time dan kali ini tidak boleh ada topi yang menghalangi! Sun Joon sudah bertekad.

Sun Joon membuka topi Yoon Hee, membuang topi itu, kemudian membuka topinya, lalu keduanya berciuman.

Setelah beberapa saat, mereka melepaskan diri dan masih menikmati momen kebersamaan mereka ketika tiba-tiba keduanya mendengar suara Gu Yong Ha yang keras.

Yong Ha : Apa??
Jae shin : Pelankan suaramu!
Yong Ha : Maksudmu..dalang di balik semua insiden ini, adalah Menteri Kiri Lee? Ayah Lee Sun Joon?


Sun Joon dan Yoon Hee mendengar semuanya dan keduanya berpandangan dengan syok.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...