Laman

Sabtu, 26 Juni 2010

Style (Episode 15)


Sinopsis Style
Episode 15


Ki Ja memeluk Kim Joon
“Sebagai pria yang tidak bisa mendapatkan wanita dan aku sebagai wanita yang tidak bisa punya anak, jangan pergi…, kata Ki ja sambil menangis, dia merasa sedih dan hampa” Cuma kamu yang bisa aku percaya sekarang”

Min Joon juga menangis terharu…

Di Luar Seo Woo Jin belum pergi. di menyaksikan mereka berpelukan dengan hati merana.

Woo Jin lalu pulang ke rumah, dia berbicara di depan foto ibunya.

“Ibu, seumur aku, aku menyatakan cinta di depan umum…dan aku juga ditolak”. Woo Jin malang.

Min Joon akhirnya pulang ke rumah. Seo Jung sudah lama menunggunya, dia butuh teman curhat.

“Kau menangis”, kata Min Joon. SEo Jung menjadi emosional selah menerima gaun dari ibunya.

Park Ki Ja dan para editor menyiapkan konsep edisi 203. para editor mulai minder, karena majalah Rian Lux juga akan launching bulan ini. Dengan kondisi keuangan dan sponsor seperti sekarang mereka merasa Style akan tersapu bergitu saja. Salah satu editor mereka juga dibajak oleh Rian Lux. Dia menghadap Park Ki Ja dan memberikan surat pengunduran diri.

Park Ki Ja mempunyai projek baru yaitu membuat rancangan tas dengan tema mendiang top model Soe Yon So (ibunda woo jin).

Direktur Su dr bagian keuangan (kaki tangan Son Byung Yi) menemui Woo Jin di restoran. Darinya dia baru tahu bahwa Group Rian telah menagih utang sebesar 2.1 miliar won kepada Style.Woo Jin merasa mungkin sikap Ki Ja berubah karena masalah ini.

Min Jon menemui dokter kandungan Park Ki Ja yang juga kenalannya. Dia ingin tahu apa sebenarnya penyakit Ki Ja. Dokter menerangkan bahwa Ki ja seharusnya cepat di operasi.
Begitu tahu penyakit Ki Ja parah Min Joon ke rumah Ki Ja dia ingin menjaga Ki ja. Min Joon membuatkan makan malam.

Woo Jin menelepon Ki Ja. Dia telah menunggu di luar rumah KI Ja ingin bertemu.

Woo Jin kecewa karena Ki Ja menjauhinya hanya karena masalah utang 2,1 miliar. Ia berkata akan menjual restorannya.

“Ibuku mewariskan Style padaku. Sekarang tidak ada yang lebih berarti bagiku daripada Style dan kau “, kata Woo Jin.

Min Joon khawair keadaan Ki Ja dia menyusul keluar dan membawakan jaket. Woo Jin sebal melihat Min Joon ada di sana.

“Ini bukan karena uang. Aku menginginkan kau turun dari jabatan, kata Ki ja berbohong. Min Joon lalu menuntun Ki Ja masuk. Woo Jin putus asa.

Min Joon menelepon Seo Jung dan memberi tahu di akan menjaga Ki Ja. Seo Jung mengerti tai dia ingin terus ditemani Min Joon mengobrol di telepon sapai dia tertidur.

Tengah malam Ki Ja mengaduh-ngaduh kesakitan. Min Joon bangun dan prihatin. Dia curhat pada Min Joon.

“Aku tidak bisa punya bayi, bukan karena aku tidak mau menikah. Hal ini menyakitkan karena aku bukan wanita seutuhnya”, Ki Ja menangis.

Style edisi terbaru telah terbit. Rian Lux edisi perdana juga terbit. Son Byung Yi kesal melihat cover Style yang baru oleh Choi Young Ae. Son Byung Yi tadinya mengejar top model Choi Yong Ae, tapi rupanya Park Ki ja berhasil mendahului mereka.

Di pasaran rang-orang menyukai Style yang mempunyai artikel berbobot. Rian Lux yang dipenuhi sponsor menjadi tampak seperti catalog produk dan malah menjadi terlalu tebal.

Park Ki Ja masih menolak dioperasi dia ingin kontrak dengan Lee bang Ja beres dulu baru dia merasa tenang.

Ki Ja ditemani Lee Seo Jung menemui Lee bang Ja di rumahnya. Saat makan tiba-tiba Ki Ja jatuh pingsan dan dibawa ke rumah sakit.

Saat Ki Ja sadar dia telah ada di rumah sakit ditunggui oleh Lee Seo Jung. Dia berpesan pada Seo Jung bahwa jangan ada siapapun yang tahu kondisi dirinya sampai kontrak dengan Lee Bang Ja ditandatangani.

Son Byung Yi bertindah jauh, dia membekukan keuangan Style karena menganggap mereka belum melunasi kewajibannya pada Groupnya. Managemen Style rapat mendadak. Ki ja keluar dari rumah sakit. Woo Jin memimpin rapat. Para manajer panik dan minta keputusan cepat dari Woo Jin. Woo Jin tidak bisa memberi arahan apa-apa. Dia hanya berkata bahwa ini urusannya dan dia yang akan bertanggung jawab.

Woo jin kembali ke resoran dia berpikir dan merenung. Dia kemudia memanggil pengacaranya dan memutuskan untuk menjual restorannya.
Ki Ja mendengar kabar restoran Woo Jin sudah ditawarkan untuk dijual. Dia sangat khawatir dan segera meluncur ke restoran Woo Jin. Ki Ja berlagak mengkritik Woo Jin, tapi kali Woo Jin dia tidak terpancing.

“Kamu tidak usah mempedulikan aku bagaimana hidupku selanjutnya . Setelah restoran terjual dan semua urusan Style beres aku akan kembali ke Amerika”, kata Woo jin. Ki JA terhenyak (nah lo..nolak terus sih)

Woo jin memegang tangan Ki Ja.

“Jagalah kesehatanmu, tanganmu begitu dingin “, kata Woo Jin. Ki Ja terharu.

Woo Jin menyerahkan tas peninggalan ibunya Ki Ja.

“Bukankah kau dulu sekolah designer di London. kau bisa memulai mendesain lagi. Ini tas yang sering digunakan oleh ibuku. Kau bisa menggunakannya untuk projekmu”
Ki Ja terharu matanya berkaca-kaca.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...