Laman

Selasa, 17 November 2009

Full House (Episode 8)

Begitu mendengar Hae-won dalam kesulitan, Young-jae langsung menunda janjinya dan meminta Ji-eun menunggu di tempat yang dituju pada malam harinya. Setelah menurunkan ‘istri’nya ditengah jalan, Young-jae memacu mobilnya ke sebuah bar dimana Hae-won sedang minum dalam keadaan setengah mabuk.

Waktu berlalu dengan sangat cepat, tak terasa hari sudah mulai malam. Ji-eun yang terus menunggu menelepon Young-jae, namun saat pria itu hendak pergi Hae-won mencegahnya. Mau tidak mau, Young-jae terus menunggui gadis itu dan mengantarkannya pulang. Bagaimana dengan Ji-eun? Setelah menunggu lama, ia akhirnya pulang sambil marah-marah.

Paginya saat sikat gigi, dengan muka cemberut Ji-eun berusaha menutupi kekesalannya. Namun dasar gadis blak-blakan, belakangan ia langsung memuntahkan kekesalannya pada Young-jae. Untuk kesekian kalinya mereka kembali bertengkar, yang berbuntut pada keluarnya Ji-eun dari rumah. Niatnya cuma satu : mengungsi ke rumah Dong-wook dan Hee-jin.

Padahal, dua orang yang dituju malah menuju Full House untuk mengembalikan barang Ji-eun. mendapat sambutan dingin, dengan cueknya mereka masuk kedalam dengan niat ‘mengakali’ Young-jae. Ketika ditinggal, Dong-wook malah dengan lancang mencoba pakaian si empunya rumah hingga ketahuan. Ketika ditegur, Young-jae malah diserang oleh Hee-jin.

‘Perkelahian’ tidak seimbang tersebut dihentikan oleh Ji-eun yang mendadak muncul, dan secara spontan membela suaminya. Young-jae sempat bengong bercampur heran melihat Ji-eun memaki-maki dua temannya. Ketika diobati, pria itu dengan manja berusaha menarik perhatian sang ‘istri’, yang tidak habis pikir dengan sikap pasrah Young-jae.

Keesokan harinya, Young-jae dengan sikapnya yang malu-malu mau mengajak Ji-eun nonton bersama. Mengira bakal tertipu lagi, Ji-eun bernapas lega ketika ’suami’nya muncul dengan kacamata hitam dan duduk disampingnya. Saat perjalanan pulang, Young-jae mendapat kabar buruk : Hae-won masuk rumah sakit.

Dengan panik, pria itu langsung membalikkan mobilnya menuju rumah sakit. Ji-eun yang tertinggal dibelakang terhenyak ketika melihat tangan Young-jae dipegang Ji-eun didalam kamar, jantungnya mulai berdegup tidak keruan. Dihadapan sang ayah yang kebetulan menjenguk Hae-won, Young-jae mengutarakan niatnya menginap.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...