Laman

Selasa, 17 November 2009

Full House (Episode 11)

Namun Young-jae kena batunya, ia gagal meyakinkan Ji-eun (meski sudah berpura-pura menerima telepon) untuk tidak pergi kerumah keluarganya. Ketika sampai terpaksa pria itu bersandiwara dan memeluk sang nenek dengan sikap panik, tingkah laku yang membuat sang nenek dan kedua orangtuanya mengernyit bingung.

Ji-eun mulai merasa dirinya dibohongi, namun Young-jae terus mencari alasan yang malah membuat kebohongannya semakin terlihat. Tidak hanya itu tingkah pria itu yang diam-diam cemburu. Saat mengetahui keesokan harinya Ji-eun hendak pergi bersama Min-hyuk, ia langsung mencari akal dan memberi beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Meski jengkel dengan sikap aneh tersebut, Ji-eun tetap mengerjakan pekerjaan yang diberikan. Kaget melihat gadis itu menyelesaikan semuanya, Young-jae kembali mencari-cari alasan dan meminta semua pekerjaan tersebut diulang. Ji-eun akhirnya tidak tahan lagi, ia kabur lewat jendela namun ketahuan oleh Young-jae sehingga keduanya terlibat kejar-kejaran.

Beruntung, Ji-eun berhasil lolos dan meneruskan rencananya untuk menonton bersama Min-hyuk. Di bioskop, ia kembali bertemu dengan Dong-wook dan Hee-jin sambil mengancam keduanya untuk tidak berpikir macam-macam. Telepon genggam yang dimatikan membuat Young-jae dirumah semakin panas.

Keduanya meneruskan acara dengan mengobrol di taman, Ji-eun berjanji bakal memberi hadiah pada Min-hyuk yang hari itu ternyata berulang tahun. Namun, pria itu malah kembali mengutarakan perasaannya pada Ji-eun.

Pertanyaan tersebut membuat Ji-eun mati kutu, ia berusaha menjadikan statusnya yang telah menikah sebagai tameng namun tidak berhasil. Sebelum berpisah, gadis itu berjanji suatu saat nanti akan berusaha untuk menyukai pria itu.

Saat tiba dirumah, Young-jae yang jengkel karena menunggu sejak siang langsung menginterogasi istrinya. Tidak berpikir macam-macam, Ji-eun dengan polos menceritakan semuanya termasuk janjinya pada Min-hyuk. Young-jae yang sedang minum langsung menyemburkan air dimulutnya, dan menatap tidak percaya ke arah gadis itu.

***

Kesal dengan jawaban itu, saat dirumah Young-jae berusaha meyakinkan Ji-eun bahwa Min-hyuk adalah seorang playboy. Namun gadis itu membela dengan mengatakan pria itu lebih baik dari sang suami yang memperlakukannya sebagai pembantu.

Dasar polos, Ji-eun malah mengutarakan rencananya mengundang Min-hyuk ke Full House, dan memancing kemarahan Young-jae yang langsung menolak. Namun keesokan paginya, Young-jae berubah pikiran sehingga istrinya yang tidak siap terkejut ketika diminta untuk memasak. Saat marah-marah, mendadak gadis itu mendapat ide cemerlang.

Semula berniat menelepon ibu Young-jae, Ji-eun malah akhirnya mengobrol dengan nenek sang suami yang memintanya datang untuk diajari memasak secara langsung. Sempat merasa senang, belakangan baru ketahuan bahwa ternyata wanita tua itu sebenarnya tidak bisa memasak.

Ji-eun yang merasa dikerjai berusaha menghibur nenek suaminya dengan menyanyi, namun air matanya berderai karena merasa wanita itu selalu membencinya. Yang terjadi berikutnya malah kebalikan : nenek Young-jae menghibur Ji-eun dengan menyanyi hingga akhirnya berhenti ketika anak dan menantunya muncul dengan wajah heran.

Akibat perubahan rencana mendadak, Young-jae terpaksa membatalkan janjinya dengan Hae-won. Sambil menunggu kedatangan Min-hyuk, pria itu meminta Ji-eun untuk menuruti permintaannya pura-pura hamil (yang tentu saja tidak disadari gadis itu). Padahal, rahasia kawin kontrak mereka telah terbongkar oleh Hee-jin yang tidak sengaja menceritakan semuanya saat menumpang mobil Min-hyuk.

Sempat merasa senang karena berhasil mengelabuhi rivalnya, Young-jae kembali dibuat kesal mendengar rencana Ji-eun bertemu Min-hyuk, dan berusaha ‘merayu’ istrinya dengan cara mengajak makan malam. Namun Ji-eun kembali dibuat kecewa dan menunggu sendirian karena disaat yang sama Hae-won kembali menjadi perintang.

Kejadian tersebut membuat Ji-eun meradang dan marah, namun Young-jae berusaha berkelit sehingga gadis itu mengeluarkan kata-kata menyakitkan dan pergi. Saat merenung di sebuah taman, mendadak hujan turun. Young-jae yang panik berusaha menyusul dengan payung, namun ia tidak menemukan Ji-eun yang telah pergi dengan Min-hyuk yang datang menjemput.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...